Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 5
" Nara Prameswari, 23 tahun, di sini tertulis Kamu sudah menikah,"
direktur itu tak lain adalah , Regan Albelano Wiguna,
laki-laki yang Nara kenali yang tak lain ketauan kelas di kelas A, sedangkan Nara saat itu dia kelas B, Nara mengenalnya sepintas Saja karena banyak penggemarnya,
" kamu tidak ingat saya, ,?
" maksudnya apa, saya tidak mengerti "
" dulu kan kita satu sekolahan, bukan hanya itu saat perpisahan sekolah kamu pasti datang kan,,?
" Iya saya datang"
" kamu tidak ingat kejadian itu"
" kejadian apa Pak saya tidak mengerti"
" Sudahlah sana kamu kembali bekerja oh ya ngomong-ngomong masalah kerja kamu saya pindahkan jadi, Asisten saya bagaimana kamu mau"
" apa yang bener Pak janganlah kalau jadi seperti ini saya mau tapi kalau jadi sekretaris kayaknya nggak dulu deh"
" kamu mau jatah saya"
" eh Lagian Siapa juga yang mau kamu jadi asisten saya kembali bekerja lagi"
...****************...
" Gimana Ra kamu nggak diputar kan"
tiba-tiba Rini sudah di luar Menghadang kedatangan marah
' Enggak kok tenang aja besok aku udah ketawaran tapi Aneh orangnya nyebelin sekali"
Nara kembali ke meja kerjanya, kan menyelesaikan pekerjaan yang tertunda,
waktu menjelang siang jam istirahat pun tiba,
" Yu Ra kekantin, " ajak salah satu teman kantor nya
" Eh iya Lin, duluan saja, aku masih sedikit lagi nih, nanggung "
**
" hmmm, kamu tidak istirahat" tiba-tiba suara Bariton mengejutkan Nara
marah menoleh ke sumber suara tersebut ternyata sang direktur baru,
" angkat Pak nanggung sedikit lagi"
" Saya tidak mau dianggap menjadi direktur yang kejam ya istirahat dulu sana setelah itu baru lanjutkan kerja kamu"tegasnya
" tapi Pak ini saya sedikit lagi nanggung"
" Jangan membantah apa kata saya cepat istirahat Saya tidak mau ada orang tiba-tiba pingsan akibat kelaparan"
" Iya Pak Iya Pak" sahut marah dengan takut mendengar teriakan Bos barunya,
tidak butuh lama akhirnya Nara pun pergi menuju kantin menyusul teman-temannya
"Ra, Sini kamu sudah selesai" tanya Rini yang sudah terlebih dahulu sampai di kantin,
Nara segera menghampiri temannya Ia pun berduduk di kursi sebelahnya,
" belum padahal tinggal sedikit lagi tapi gara-gara kedatangan pos baru si direktur baru aku disuruh cepat-cepat ke sini, "
" tunggu Maksud kamu direktur baru turun kan mendatangi kamu gitu" jelasnya Salsa
" iya, tiba-tiba tuh direktur baru udah ada di ruangan dan mengejutkan aku kan kamu tahu sendiri aku lagi menyelesaikan pekerjaan yang tertunda akibat tadi nggak ikut rapat, dan yang bikin keselnya lagi itu orang mengatakan kalau aku tuh telat makan Takut Jatuh pingsan Gila nggak"
" Wih Perhatian sekali itu Pak direktur baru" Cetus Lina
" mana ada perhatian yang ada di galak begitu ngomongnya aja udah kayak cabe level 10"
mereka terkekeh geli mendengar perkataan dari Nara,
...****************...
dan menunjukkan sudah sore Waktunya orang-orang pulang termasuk Nara juga dia akan pulang sebelum pulang ia menjemput putranya
" marah pulang bareng yuk sudah lama nggak ketemu sama Rigel,
." Ya ampun Rin Baru juga kemarin kamu ketemu sama dia bahkan kamu beliin banyak banget tuh mainan" gerutu Nara yang mendengar ucapan sahabatnya yang sudah diangkat sebagai saudaranya mengatakan Jika dia sudah lama tidak bertemu dengan putranya"
" Ya habis gimana lagi kamu tahu dua hari nggak bertemu serasa 1 tahun tak bertemu dengan keponakan bibi yang cantik ini, " dengan gaya centil narsis Rini mengatakannya,
Siapa yang tidak bahagia jika dijemput lebih awal dari biasanya, jika biasanya Rigel harus menunggu lama sampai bosan tapi kali ini Rigel bahagia seperti dirinya dijemput lebih awal,
" berada dalam rumah yang telah menara beli satu tahun yang lalu, bocah kecil itu masih bersenandung Ria saat naik turun tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua,
"bunda, Rigel seneng sekali, bunda jemput cepat"
" Iya sayang Kebetulan tapi ada bos baru kan Bunda tidak boleh lembur"
" maafin bunda ya kalau Bunda jarang jemput anak bunda dengan cepat" ucap marah memeluk tubuh malaikat kecilnya
" Iya Bunda, Rigel sayang bunda"
Nara tengah membuat cemilan kesukaan putranya selama Nara selalu ketat menjaga makanan untuk putranya, Nara tidak pernah membolehkan putranya jajan sembarangan di luar sana,
beruntungnya putranya Tengah tidur siang setelah makan siang selesai,
saat Nara ingin membangunkan putranya Rigel, Nara mendengar suara ketukan pintu Ia pun mengurungkan niatnya membangunkan sang anak setelah itu ia pergi ke depan untuk membuka pintunya,
" Rini"
" Ayo masuk kebetulan tadi aku habis bikin cemilan"