CEWEK BADUNG VS COWOK KAKU
AYUNDA
Cantik, manis, dan bergaya kece abis... tapi kelakuannya liar!
Mulutnya tajam, berani, dan paling benci diatur-atur.
"Badung? Yeah, that's me."
Dia cewek yang hidup sesuka hati, nggak peduli omongan orang, dan siap melabrak siapa saja yang berani cari gara-gara.
GIOVANI
Ganteng, kaya, dan selalu tampil sempurna... tapi kaku setengah mati!
Hidupnya penuh aturan, rapi, dan terjadwal kayak robot.
"Terlalu diatur, terlalu sulit dimengerti."
Dia tipe cowok yang alergi sama kekacauan, apalagi sama cewek rusuh kayak Ayunda.
Dua kepribadian. Satu konflik yang tak terhindarkan.
Lo badung, gue kaku.
Kita emang mustahil.
Satu mau bebas, satu mau aturan.
Satu bawa kekacauan, satu bawa masalah.
Tapi entah kenapa... dua kutub yang saling tolak ini, selalu saja ketemu di titik yang sama.
Apakah si Badung bisa meluluhkan si Kaku?
Atau malah si Kaku yang bakal ikut rusuh karena si Badung?
A hate-love romance that you can't miss! ❤️🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon exozi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BADUNG JADI MANIS
Perubahan itu tidak hanya terjadi pada diri Giovanni. Jika Gio yang dulu dingin dan kaku kini berubah menjadi sosok yang hangat dan perhatian, maka hal yang sama juga terjadi pada Ayunda. Hanya saja, perubahan pada diri Ayunda terlihat jauh lebih mencolok dan menggemaskan.
Siapa sangka, cewek yang dulu dikenal dengan julukan 'Si Badung', yang terkenal galak, tomboy, suaranya besar, bicaranya blak-blakan, dan gerak-geriknya kasar, sekarang berubah drastis menjadi sosok yang jauh lebih lembut, lebih feminin, dan... manis banget.
Semua itu terjadi karena satu alasan sederhana: Cinta.
Ketika seorang cewek benar-benar merasa dicintai, merasa aman, dan merasa dihargai, sisi kewanitaan yang selama ini tersembunyi akan keluar dengan sendirinya. Ayunda sadar, dia tidak perlu selalu memasang tembok tebal di sekelilingnya untuk melindungi diri. Karena sekarang, dia punya Gio yang siap menjadi perisai terkuatnya.
Pagi itu, matahari bersinar cerah masuk lewat jendela kamar. Mereka berdua sedang duduk santai di kasur, baru saja bangun tidur. Suasana masih sangat tenang dan hangat.
Gio sedang membetulkan posisi bantalnya, wajahnya masih terlihat sedikit mengantuk dan kusut, khas orang baru bangun tidur yang masih kaku.
"Pagi..." sapa Gio pelan, suaranya berat dan berat khas pagi hari.
Tapi sebelum Gio sempat melanjutkan omongannya, tiba-tiba Ayunda sudah bergerak lebih cepat.
Cewek itu langsung merangkak mendekat, lalu dengan gerakan lincah dia naik ke atas pangkuan Gio. Kedua tangannya langsung melingkar sempurna di leher cowok itu, dan wajahnya yang masih sedikit sembab karena tidur langsung menempel manis di dada bidang Gio.
"Pagi juga, sayang..." jawab Ayunda dengan suara yang sangat lembut, sangat manis, dan terdengar sedikit mendengung manja. "Malam ini tidur nya nyenyak gak? Atau mimpi indah?"
Gio tertegun sejenak. Dia menatap kepala Ayunda yang ada di dadanya, lalu tangannya secara refleks naik mengelus punggung dan rambut cewek itu.
"Nyenyak banget dong... soalnya kan tidurnya peluk kamu," jawab Gio tersenyum. "Tapi tunggu deh... kamu ini siapa? Kok suaranya berubah jadi selembut ini? Kemana Ayunda yang biasanya bangun tidur langsung teriak 'WOI GIO!!' atau yang langsung nendang selimut?"
Ayunda terkekeh pelan, suaranya renyah dan lucu. Dia mengangkat wajahnya, menatap mata Gio dengan tatapan yang sangat memuja-muja dan penuh sayang. Pipinya merona merah muda yang sangat cantik.
"Ya kan itu duluuu..." jawab Ayunda memelas, jarinya bermain-main di kerah baju tidur Gio. "Dulu kan gue masih jomblo galak. Sekarang kan gue udah punya pacar yang super duper sayang sama gue. Jadi gue harus jadi cewek yang manis dong biar pacar gue makin cinta."
Gio tidak bisa menahan senyum lebarnya. Dia merasa sangat bersyukur dan sangat beruntung. Dia bisa melihat perubahan itu dengan mata kepalanya sendiri.
Ayunda yang dulu kalau jalan langkahnya lebar dan kencang kayak tentara, sekarang kalau jalan bareng Gio langkahnya diatur pelan-pelan, menyesuaikan langkah Gio.
Ayunda yang dulu kalau makan suaranya berisik dan lahap banget, sekarang kalau makan di depan Gio jadi lebih hati-hati, lebih sopan, dan wajahnya sering tertunduk malu kalau dikecup tiba-tiba.
Ayunda yang dulu kalau ngomong kata-kata kasar sering keluar tanpa filter, sekarang bahasanya jadi jauh lebih halus, lebih lembut, dan sering diselipin kata-kata manis seperti 'sayang', 'aku', 'kamu'.
"Gio..." panggil Ayunda lagi, kali ini dia mengusap-usap pipi Gio dengan ibu jarinya pelan-pelan, penuh kasih sayang.
"Hm?"
"Dulu lo pernah bilang kan gue ini kayak cowok? Dulu lo bilang gue tomboy banget, kurang feminin, dan galak," kata Ayunda pelan, matanya menatap Gio dalam-dalam. "Sekarang gimana? Masih kelihatan kayak cowok gak? Atau udah mulai kelihatan kayak cewek?"
Pertanyaan itu membuat Gio tertawa pelan, lalu dia memegang kedua tangan Ayunda yang ada di pipinya, dan mencium telapak tangan itu bergantian.
"Dulu mungkin penampilan kamu yang bikin kelihatan tomboy dan galak," jawab Gio jujur. "Tapi sekarang... aku liat kamu itu cewek banget, Yun. Cewek yang sangat cantik, sangat manis, dan sangat lembut hatinya."
Gio menatap wajah pacarnya itu takjub.
"Kamu tau gak? Senyum kamu itu sekarang beda. Dulu senyum kamu itu senyum menantang, senyum 'ayo berantem'. Tapi sekarang senyum kamu itu manis, bikin hati adem, dan bikin aku candu."
"Emangnya iya?" Ayunda tersenyum malu, menundukkan wajahnya menyembunyikan pipi yang memerah.
"Iya banget. Lihat deh... sekarang kamu jadi manja banget ya sama aku? Dulu kan kamu paling anti yang namanya gandengan tangan atau peluk-pelukan di depan umum," goda Gio.
"Ya kan sama lo doang!" seru Ayunda cepat, mendongak dengan wajah memelas. "Sama orang lain sih tetep galak! Tetep badung! Tapi sama lo... gue pengen jadi cewek yang lembut. Gue pengen lo ngerasa jadi cowok yang berguna, yang bisa diandelin, dan yang bikin gue bisa bersandar tenang."
Ayunda lalu membenamkan wajahnya kembali di leher Gio, menghirup dalam-dalam wangi tubuh cowok itu yang selalu membuatnya tenang.
"Gue sadar Gio... gue gak perlu selalu keras terus. Karena gue tau, ada lo di sini yang bakal jagain gue. Jadi gue boleh kan jadi manis? Boleh kan jadi lemah dikit di depan lo?"
"Boleh banget sayang... boleh banget malah," bisik Gio di telinga Ayunda, suaranya terdengar sangat dalam dan bergetar menahan haru. "Justru aku seneng banget liat sisi ini dari kamu. Sisi yang cuma aku yang tau. Sisi manis Ayunda yang dulu jarang orang liat."
Gio mengeratkan pelukannya di pinggang ramping itu.
"Terus jadi begini terus ya. Badung boleh tetep badung, itu ciri khas kamu yang bikin kamu kuat. Tapi simpan sisi manis ini khusus buat aku aja ya. Cuma aku yang berhak liat Ayunda yang selembut dan semanis ini."
"Iya... khusus buat lo doang," jawab Ayunda lembut, lalu dia mendongak dan memberikan kecupan manis di bibir Gio. Singkat, manis, dan penuh rasa sayang.
"Muach!"
Gio tersenyum lebar, matanya menyinari cinta yang tak terhingga. Dia menyadari, cinta itu benar-benar ajaib. Cinta bisa mengubah es batu menjadi air yang hangat, dan cinta juga bisa mengubah duri yang tajam menjadi bunga yang harum dan indah.
Ayunda sudah berubah. Si badung kini menjadi manis. Dan perubahan itu adalah hadiah terindah yang dia berikan untuk Gio.