NovelToon NovelToon
Layu Sebelum Mewangi

Layu Sebelum Mewangi

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Single Mom / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: miss tiii

" Dua puluh tahun terkurung. Sebuah pernikahan tanpa suara. Dan seorang pria yang lebih memilih diam dari pada berjuang.

Arumi mengira ia akan mekar setelah menikah. Ternyata , ia hanya berpindah ke sangkar yg lebih dingin. Ketika kehidupan hidup mulai mencekik dan suaminya tetap membatu, Arumi menyadari satu hal : Untuk bisa bernafas lagi, ia harus merelakan segalanya. Termasuk status yg selama ini di anggap suci."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miss tiii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sabotase dan Aroma Pengkhianatan

Pagi itu, pasar dikejutkan dengan kabar buruk. Truk pengangkut rempah-rempah pilihan yang dipesan Arumi dari petani organik di kaki gunung ditemukan mogok di pinggir jalan dengan tangki bensin yang dicampur gula. Seluruh pasokan jahe, lengkuas, dan cabai kering pesanan restoran hotel Adnan tertahan.

Arumi berdiri di depan kiosnya dengan wajah cemas. Ponselnya bergetar—pesan singkat dari nomor tak dikenal: "Wangi bumbumu sebentar lagi akan berubah jadi bau busuk, Arumi. Nikmati kehancuranmu."

"Pasti si Nenek Lampir Clarissa!" Dania menggebrak meja kios, membuat botol merica meloncat. "Dia sengaja sabotase logistik supaya Mbak Arum nggak bisa penuhi pesanan hotel Pak Adnan!"

Rendra, yang kebetulan sedang sarapan bubur ayam di depan kios, menyipitkan mata. "Secara estetika, sabotase ini kasar banget. Tapi secara bisnis, ini efektif. Hotel itu nggak mau tahu alasanmu, Arum. Telat satu jam, kontrakmu bisa melayang."

Kinan yang sedang memegang boneka pemberian Dania menatap ibunya. "Ibu jangan sedih... Kinan bisa bantu petik cabai di kebun belakang rumah Tante Maya kalau perlu."

Arumi mengusap kepala Kinan, mencoba tersenyum meski hatinya berdegup kencang. "Terima kasih, Sayang. Tapi cabai di sana nggak cukup untuk pesanan hotel."

Tiba-tiba, suara deru mesin mobil mewah terdengar. Bukan satu, tapi tiga mobil SUV hitam milik keluarga Baron masuk ke area pasar yang becek. Erick turun dengan wajah dingin, diikuti oleh beberapa pria berbadan tegap.

"Dania, Papa sudah dengar soal truk itu," kata Erick singkat. Ia menoleh ke arah Arumi. "Mbak Arum, jangan khawatir. Jalanan di kota ini punya telinga. Kami sudah tahu siapa yang menyuruh orang merusak truk itu."

"Mas Erick, tolong jangan ada kekerasan..." bisik Arumi khawatir.

"Kekerasan itu nggak perlu, Mbak," potong Dania sambil menyeringai nakal. "Cukup kasih mereka 'pelajaran' yang setimpal."

Erick memberi kode pada anak buahnya. Tak lama kemudian, sebuah truk logistik berukuran besar dengan logo "Keluarga Baron" masuk ke pasar. Isinya? Rempah-rempah yang jauh lebih segar dan berkualitas tinggi daripada yang dipesan Arumi sebelumnya.

"Ini kiriman dari gudang Papa. Anggap saja ini bunga dari hutang nyawa Papa," ujar Erick datar.

Rendra bersiul kagum. "Wah, supply chain kelas kakap. Clarissa bakal gigit jari kalau tau rencana busuknya malah bikin stokmu makin premium."

Namun, masalah belum selesai. Adnan tiba-tiba muncul dengan wajah tegang. Ia melihat Erick dan Dania di sana, lalu melihat truk besar tersebut.

"Arumi, saya dengar ada masalah dengan pengirimanmu?" tanya Adnan. Matanya menatap Erick dengan penuh selidik. "Siapa mereka? Kenapa mereka mensuplai bumbumu?"

Erick melangkah maju, berdiri sejajar dengan Adnan. "Kami hanya teman lama yang membantu, Pak Adnan. Bukankah Anda hanya peduli dengan kualitas bumbunya?"

Suasana mendadak menjadi dingin. Dua pria hebat itu saling menatap dengan aura persaingan yang kental.

"Aku hanya ingin Arumi aman," ucap Adnan pelan namun tegas.

"Dia aman bersama kami," balas Erick tak kalah tajam.

Kinan yang merasa suasana tidak enak tiba-tiba menarik tangan Adnan dan tangan Erick secara bersamaan. "Om Adnan, Kak Erick... jangan galak-galak. Mending bantuin Ibu timbang cabai yuk! Seru lho!"

Rendra hampir tersedak bubur ayamnya. "Gila... anak kecil itu bisa menjinakkan dua singa sekaligus. Arum, anakmu berbakat jadi diplomat."

Dania tertawa terbahak-bahak. "Ayo! Siapa yang timbangannya paling pas, dia pemenangnya! Yang kalah harus traktir kita semua makan es krim!"

Arumi hanya bisa menggelengkan kepala melihat dua pria berkelas itu akhirnya benar-benar memegang timbangan cabai demi menyenangkan Kinan. Namun di balik keceriaan itu, Arumi tahu Clarissa tidak akan berhenti sampai di sini. Dan di kejauhan, Baskara yang tampak semakin kurus kering, hanya bisa menelan ludah melihat Arumi dilindungi oleh orang-orang yang kekuasaannya tak terbayangkan olehnya.

1
Diana Bellusi
bagus ceritanya q suka💪
miss tiii: halooo kakk, jangan lupa vote yaaa , salam kenalll🙏🤭
total 1 replies
Emily
dah baskara gak usah harap Arumi lagi pigi kerja jadi kuli buat ngisi perutmu
Emily
kerja baskara jangan ngintipin arumi aja
Emily
lha baskara itu pernah berjuang apa
Emily
nah gitu dong Rumi
Emily
ah ngomong aja kau Rumi..makin banyak kau ngomong makin mentiko lakikmu
Emily
si Arumi kan udah pernah ngomong begitu jgn sampe berkali kali ngomong begitu tapi tetap masih mengharap laki mokondo
Emily
lha Arumi di tinggal saja laki begitu..malah balik lagi
Emily
baskara kerja apa kok modelnya begitu.. bpak nya Arumi juga salah kenapa menjodohkan anaknya dgn leleki gak jelas
Emily
semangat
Yuli Yanti
sbetulnya nama anaknya Bayu apa Kinan. bingung aku
miss tiii: Kinan Buu , episode berapa yg masih nama Bayu biar saya ganti , makasihh atas komentarnya 🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!