Menikah tanpa dasar cinta, akankah bertahan lama ?
Kalaupun berjuang hanya seorang diri, mungkinkah akan bahagia ?
Fira menerima perjodohannya dengan Bara. Namun setelah menikah, Bara memberikan Fira beberapa lembar kertas perjanjian pernikahan mereka. Bara berkuasa atas segala peraturan yang dibuatnya.
"Kenapa kau melakukan semua ini hah?" tanya Fira, gemetar penuh emosi dan tak menyangka.
"Karena aku, tidak pernah menginginkan kehadiranmu!" seru Bara, menyentak Fira.
Bagaimanakah kelanjutan kisah antara Bara dan Fira ?
Apakah pernikahan mereka akan berlangsung lama atau Fira menyerah begitu saja ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Wanita Itu
Selesai berbelanja Bara dan Fira, mampir dulu kesebuah restoran yang ada di samping supermarket, sementara itu belanjaannya mereka simpan di dalam mobil.
Fira dan Bara memasuki retoran itu, mereka naik ke ruang VIP yang ada di lantai atas.
Kemudian mendudukan diri di sebuah bangku yang cukup panjang, suasana nya seakan berada di dalam pesawat mewah, dan ini adalah pertama kali nya Fira makan di tempat mewah seperti ini, mata Fira tak henti memamdangi setiap sudut ruang itu, dan di ruangan yang besar itu hanya ada Bara dan Fira.
Disini suasananya terbilang sepi, tak seperti di lantai bawah yang cukup ramai.
Seorang waiters dengan pakaian serba hitam, menghampiri mereka dan menanyakan menu makanan yang akan mereka pesan. Bara memesan steak spagheti dan ice coffe, sementara Fira ia memesan Chicken bulgogi dengan ice tea lemon. Waiters itu mengiyakan dan berlalu meninggalkan mereka.
Bara kini sibuk dengan ponselnya, sementara Fira matanya masih menikmati keindahan ruangan itu, matanya berbinar-binar dan bibirnya kini sedikit melengkung, sehingga membuat sebuah garis senyuman di wajahnya.
“Kenapa dia?” tanya Bara dalam hati, sambil melirik ke arah Fira yang dari tadi senyum-senyum sendiri.
“Hey... kau ini kenapa?” tanya Bara.
“Hah.. a-aku tidak apa-apa, hanya kagum saja melihat design ruangan ini.” ujar nya sambil tersenyum.
“Apa kau belum pernah kesini?” tanya Bara, sambil menyimpan ponsel nya di atas meja. Fira menggelengkan kepalanya.
“Pantas saja.” ucap Bara sambil tersenyum meledek.
“Pantas apa nya?” ujar Fira dengan sedikit menaikan sebelah alis nya.
Bara mengalihkan pandangannya tak menanggapi Fira. Kemudian datanglah seorang pelayan yang membawa pesanan mereka dan menghidangkannyaa di atas meja. Kemudian pergi lagi. Fira dan Bara kini langsung melahap makanannya.
***
Kini Bara dan Fira sudah sampai di apartemennya, sepulangnya mereka tadi dari restoran, Bara mampir ke ATM dulu untuk menarik beberapa juta uangnya.
Fira sedang sibuk di dapur, menata dan merapihkan belanjaan yang tadi sore tadi ia beli. Dan Bara ia terlihat sedang menelpon dengan seseorang di balkon.
“Kalau sudah beres besok siang kita ketemu di caffe biasa.” ucap Bara di akhir pembicaraannya, kemudian ia mematikan ponselnya dan kembali masuk ke ruang TV, berjalan menuju kamarnya.
“Hey... nanti malam tolong siapkan buah apel dan melon untuk ku.” Ujar Bara yang berdiri di depan pintu kamarnya, dengan suara yang agak keras.
“Baiklah, apa nanti malam kau tidak mau makan?” tanya Fira, yang berdiri di dekat meja mini bar.
“Tidak!.” ucap Bara sambil masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya.
“Hm... selalu saja begitu.” gerutu Fira yang kesal melihat sikap Bara.
***
Seusai solat isya, Fira langsung keluar menuju dapur dan menyiapkan buah untuk Bara.
Tok, tok, tok, Fira mengetuk pintu kamar Bara. Kemudian Bara membukanya.
“Ini buahnya.” Fira menyodorkan sepiring buah kepada Bara. Bara menyaut nya dan langsung kembali masuk dan menutup pintu kamar nya.
“Ish ish ish... apa dia tidak punya sopan santun, ucapin terimakasih atau apa gitu.” Fira menggerutu kesal, Fira berjalan menuju ruang Tv, dan mendudukan tubuhnya di atas sofa, diraihnya sekantung snack kentang yang ada di meja, ia segera melahapnya sambil asyik membaca novel.
“Hoam... jam berapa ini.” Fira meraih ponsel nya yang ada di meja, di lihatnya jam sudah menunjukan pukul 21.00 “Baru jam segini tapi mataku sudah berat.” ujarnya.
Fira meraih remote yang ada di samping Tv, kemudian ia menyalakan TV sambil membaringkan tubuhnya di atas sofa dengan posisi miring menghadap TV, ia kemudian mulai mengotak atik remote nya, mencari tontonan yang menurutnya asyik, tapi baru beberapa menit remote yang di pegangnya terlepas dari genggamannya. Dan ternyata tanpa sadar kini Fira sudah terlelap dalam mimpinya.
***
Sore ini Fira sedang jalan-jalan di taman, matanya terus berkeliling menikmati pemandangan yang ia lihat. Udara sejuk tercium begitu asri alami. Ah sungguh suasana seperti ini sangat di sukai sekali oleh wanita polos itu.
Fira berjalan menuju kolam air mancur, semakin dekat semakin jelas terlihat wajah seorang lelaki yang sedang memeluk seorang wanita, semakin ia berjalan semakin jelas wajah pria itu dilihatnya.
“Itu kan Bara... sedang apa dia disini, dan wanita yang dipeluknya siapa dia?” tanya Fira.
Ia berjalan mendekati mereka tapi wanita yang sedang bersama Bara ia masih membelakangi Fira.
“Dasar lelaki buaya... sudah menikah denganku masih saja jalan dengan wanita lain.” Fira merasa kesal ia mengepalkan tangannya dan ia semakin mempercepat langkahnya ingin menghampiri mereka.
Tapi semakin Fira mempercepat langkahnya, Bara dan Wanita itu seakan semakin jauh dari pandangannya. Fira mencoba berlari, tapi tetap dia masih merasa jauh untuk menghampiri mereka.
“Hey.... kalian.” teriak Fira tapi Bara dan wanita itu masih tak menoleh. Ia terus mempercepat langkahnya, namun jarak antara mereka seakan semakin menjauh.
“Bara...” teriak Fira sekencang-kencangnya. Hingga membuat Bara menoleh ke arah Fira, dan ketika wanita itu mau menoleh ke arah Fira, tiba-tiba....
“Hey... bangun!”
“Dasar kurang ajar.” Fira terbangun dan langsung mendorong tubuh Bara yang sedang berjongkok di hadapannya, hingga Bara tersungkur ke belakang.
“Hey... kau ini kenapa?” tanya Bara dengan kesal.
“Astagfirullah... ternyata tadi itu cuma mimpi ya.” Fira menepuk jidat nya.
“Maaf... aku tidak sengaja mendorongmu.” Fira membantu Bara untuk berdiri.
“Aneh... kamu itu kalau mau tidur di kamar jangan di sini!” decak Bara dengan kesal.
“Iya iya... tadi aku mimpi. Maaf masih tebawa suasana mimpi, jadi aku mendorongmu.” ucap Fira dengan mengatupkan kedua tagannya.
“Pindah ke kamar sana!” perintah Bara. Fira mengiyakannya dan langsung masuk ke dalam kamar nya.
***
Flash Back On
Ketika Bara sudah beres memakan buah, ia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan wajah dan tangannya. Kemudian ia segera merebahkn tubuhnya di atas tempat tidur dan mulai terlelap.
Tapi di tengah tidur nya ia merasa tenggorokannya haus sekali. Kemudian Bara bangun dari tidurnya ia berjalan mendekati meja kerja untuk mengambil gelas air yang biasa ada di situ, namun air nya kosong. Bara keluar menuju dapur dan segera menuang air minum kedalam gelas kosongnya, dan langsung meneguknya, kemudian ia kembali lagi menju kamarnya, namun dilihatnya Fira yang tertidur di sofa seperti sedang mengigau.
Bara mendekatinya, dan jongkok di hadapannya.
“Hey... bangun kenapa tudur disini.” ucap Bara menggoyangkan tubuh Fira.
Namun dilihatnya Fira malah berkeringat, Bara menempelkan punggung tangannya di dahi Fira.
“Tapi tidak panas.” gumam Bara.
Bara sejenak memandangi wajah Fira yang seperti gelisah. Tapi tiba-tiba sesuatu terucap dari mulut imut Fira.
“Bara...” lirih Fira yang masih tertidur.
“Apa?” Bara mengereyitkan dahinya, “Kenapa dia memanggil namaku?” tanya nya dalam hati.
“Hey... bangun” ujar Bara dengan suara yang lebih keras hingga Fira terbangun dan malah mendorong tubuhnya.
Dan ketikan Fira meminta maaf, karena dirinya terbawa suasana mimpi. Bara semakin heran.
“Apa dia tadi memimpikanku.” tanya Bara dalam hati, sambil memperhatikan Fira yang masih bingung akan mimpinya.
Flash Back Off
***
Kini Bara masuk ke dalam kamar nya, kemudian membaringkan tubuhnya di tempat tidur, ia memiringkan tubuhnya ke arah kiri.
“Kenapa dia tadi menyebut namaku, dan apa yang dia mimpikan tentangku.” gumam nya.
“Ah... sudahlah, lebih baik aku tidur kembali.” Bara memejamkan matanya hingga perlahan ia tertidur pulas.
.
.
.
Bersambung ~~~
Ternyata cuma mimpi toh... 😂
tapi siapa ya, wanita yang di peluk Bara itu? 😁
Penasaran gak sama lanjutannya???
nanti up lagi ❤️