Caca adalah gadis yang cantik periang tapi tomboi abis, dia memiliki sahabat yang cantik jelita, dia primadona SMA Harapan, entah bagaimana awal mulanya seorang caca yang notabene nya tomboi dan urakan bisa bersahabat dengan primadona sekolah, dia adalah sisilia andhara, lebih dikenal dengan sisi.
Tak jarang caca jadi bodyguard di kala ada cowok buaya yang godain sisi, seperti halnya beberapa hari yang lalu, sisi sedang asik di taman, kemudian datang beberapa cowok yang entah dari mana asalnya mendekati sisi, mencoba menggoda, minta nomer hp nya ada juga yang colek-colek lengannya nah di dalam keadaan seperti inilah caca bertindak.
siapa sangka jika nanti Caca akan bertemu dengan siswa populer di sekolah. tapi sebelum dia mendapatkan cinta itu banyak sekali lika-likunya.
banyak siswi yang juga menyukai Lexi sang ketua osis. tapi ada juga siswa yang begitu menyukai Caca.
mau tau kelanjutannya, baca yuk..pasti seru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah habibi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perubahan sikap aldo
Pagi ini disekolah, lexi datang bersamaan dengan Caca. Sebenarnya mereka tidak heran karena hal itu sudah biasa Caca bisa bersama siapa aja, cogan cogan yang ada disekolah ato bahkan cowok populer. Mereka hanya memandang iri pada caca gimana tidak cewek biasa yang gak cantik, gak pinter dan urakan bisa dekat dengan cogan dan cowok populer, apa sebenarnya daya tariknya. itu pikiran mereka saja, aslinya Caca cantik banget dan juga pintar di atas rata-rata.
Namun berbeda dengan tatapan intan, dia tidak habis pikir kenapa bisa mereka sering jalan berdua, mereka bukan pacar bahkan mereka sering bertengkar, tapi herannya tidak. Membuat mereka jauh satu sama lain, "ada yang gak beres diantara mereka berdua."Batin intan
"Tan tu lexi dateng gak lo samperin, katanya lo mau nembak dia? "Tanya tika
"Iya nanti aja, masih pagi juga. "Jawab intan ketus, bagaimana tidak saat melihat pemandangan seperti ini tika malah mengingatkannya untuk nembak lexi. Intan pun berlalu meninggalkan tika. "Tan... Tunggu..." Kejar tika
"Ca lo gue anterin ke kelas ya," tawar lexi.
"Gak usah ah lex, gue sendiri aja, lo juga langsung ke kelas ya, "ujar caca.
"Beneran gak mau gue anterin, kayak cewek-cewek lainnya yang suka dianterin cowoknya.?"Goda lexi.
"Duh lex... Gue bukan cewek manja, jadi gak perlu lebay deh.." Sambung caca. padahal dalam hati pengen bangeeeeet.
"Yakin.. Gak mau,"
"Iiihhh.. Lexi,jangan sampe gue tampol nih." Caca mengeluarkan bogem nya.
"Kok sadis banget lo ca sama pacar sendiri. "Sambil mencubit hidung caca.
"Lexi apaan sih lo... Resek banget, dah ah gue ke kelas. Bye bye lexi." Caca berlalu sambil melambaikan tangan nya.
"Bye ca..." Lexi hanya melihat punggung Caca yang semakin menjauh.
Dari jauh aldo melihat pemandangan pagi yang menyebalkan. Gimana bisa mereka bermesraan di sekolah. Batin aldo. (Mungkin aldo lupa gimana dia memperlakukan caca sangat istimewa saat mereka bersama) lalu aldo membuang muka dan menuju ke kelas.
"Hey pangeran yang lagi patah hati," goda Dio saat bertemu Aldo." Kenapa lo pagi-pagi dah manyun aja, abis liat setan lho?" Dio meledek Aldo yang terlihat berbeda dari biasanya.
"Ini lebih serem dari setan tau. "Jawab aldo ketus.
"Apaan tu?" Dio semangat mendengarkan cerita Aldo. tapi.....
"Lo" ya itulah jawaban Aldo, sekarang malah gantian yang manyun kayak baru lihat setan.
Dio melongo mendengar ucapan aldo. "Njiirr, Apa iya dia seseram itu?? Sial lo al, lo samaain gue ma setan."
Mereka masuk kelas beriringan, sedangkan Kevin sengaja mengantar sisi ke kelasnya sebelum masuk kelas.
"Hi ca...tumben lo dah datang duluan?" Tanya sisi yang masih berada di depan pintu.
"Bagus dong gue rajin." jawab caca sekenanya.
"Hy vin, Lo enggak nyapa gue kayak cewek Lo?." caca Sewot pada kevin.
"Rajin amat lo ca, ada angin apa ni?"Goda kevin.
"Ada badai DAHLIA. Jawab caca tambah sewot..
Kevin dan sisi terbahak mendengar jawaban caca yang sewot, itu sudah menjadi hal yang biasa antara mereka.
"Dah pergi lo, pagi pagi bikin hati gue rusak."Usir Caca pada Kevin.
"Iye gue pergi..," ucap Kevin " Dah sisi sayang." Diapun pamit pada sisi saat meninggalkan kelas itu.
"Da Kevin, jangan lupa nanti makan siang bareng." Kevin hanya mengacungkan jempolnya.
"Idih... Mual gue.. Pengen nabok orang. "Ejek caca..
" Apaan sih lo ca.. Sirik aja, makanya cari pacar."Ganti sisi yang sewot.
"Bodo ah... "Caca mengabaikan sisi.
Pelajaran berjalan dengan sangat membosankan bagaimana tidak hari ini mungkin hari sial buat caca, yang jadi bulan bulanan para guru mungkin karena caca beberapa hari tidak masuk sekolah.
Seperti biasa jam istirahat Kevin dio dan aldo bertandang ke kelas caca, namun ada pemandangan yang berbeda, karena caca harus membersihkan seluruh kelas, dari buang sampah membersihkan White board dan lainnya
"Rajin amat lo ca, tumben-tumbenan. "Goda dio.
"Iya ni, sial banget gue gara-gara ceweknya Kevin, gue yang kena hukuman." keluh Caca sambil menyelesaikan tugasnya.
"Kok bisa sayang? Emang kamu ngapain? "Pandangan Kevin beralih ke Sisi.
"Mana gue tau, tanya aja sama caca!" Jawaban sisi membuat Caca tambah kesal .
"Huh... Napas berat caca karena kelelahan membersihkan kelas. Saat menghapus White board yang tinggi, caca sampe lompat lompat tiba tiba di aldo ambil penghapus di tangan caca dan di bersihkan.
"Aldo.. Bikin kaget aja lo. "Ujar caca manyun tapi senang Karena mau bantuin caca.
Aldo hanya melihat caca dengan diam. Saat selesai membersihkan caca bergabung dengan Sisi.. "Adduuhhh capek banget gue, kekantin yuk gue laper."
Mereka berjalan menuju kantin, tapi tidak seperti biasanya, karena aldo masih saja diam, biasanya dia menggoda caca dengan sebutan sebutan yang menggelikan dan itu ciri khas dari aldo. Mereka semuanya menyadari perubahan aldo sejak pulang dari bogor.
Saat makan pun sama, biasanya aldo yang akan melayani caca seperti memesankan makanan, ambil minuman dan lainnya, namun tidak kali ini dia hanya pesan miliknya sendiri dan duduk jauh dari caca. Kalo biasanya caca akan di apit oleh cogan dio dan aldo. Saat melihat perubahan itu caca jadi penasaran.
"Lo kenapa sih al? Lo sakit?dari tadi gue perhatiin lo diem aja, jadi aneh tau al?" tanya caca pada aldo.
"Sakit hati dia... "Goda dio sambil ngakak
"Maksudnya gue gak ngerti dech? Lo habis nembak cewek?" Tanya caca lagi pada aldo,
Lagi lagi dio menjawab" belom nembak pelurunya dah habis.." disambut tawa oleh sisi dan Kevin. Dan itu membuat caca semakin bingung.
" Emang kenapa sih? Gue gak ngerti? "
Tampang bego caca keluar. Tembak aja sih al... Mana ada cewek nolak lo!" Ujar caca, dan di sambut tawa ketiga sahabatnya." Kalian kenapa sih dari tadi ketawa melulu, ada yang salah, ato kalian dah tau dan gue doang yang ketinggalan kabar. "Tawa sahabatnya semakin membahana. "Resek deh kalian bikin gue makin bingung tau."
Karena kesal dengan sahabatnya caca memutuskan untuk menghasilkan makanan dan pergi. "Males gue ma lo pada. Gue duluan dech."
"Ihh... Cewek ganteng ngambek." Goda dio.
"Udah ah kalian ini terlalu kali godain caca, "ujar sisi dan berlari mengejar caca. Namun langkah caca terhenti saat melihat pemandangan yang ada di depannya.
"Aduh ada apa sih, kok bikin sisi berhenti? Ada yang penasaran gak?"
Penasaran dong biar author semngat ngelanjutin
Thanks for reading
Semoga suka, jangan lupa tinggalin jejak, like koment dan vote biar author tambah semangat
biar cepet dapet restu kayak caca