Kehidupan rumah tangga Yuda dan Afifah mendapat gangguan dari mantan pacar Yuda, sehingga Yuda terpaksa harus keluar dari pekerjaannya.
Dulu sang mantan meninggalkan Yuda karena harta. Saat mengetahui Yuda sudah mapan, dia kembali dengan segala drama untuk menghancurkan rumah tangga Yuda.
Setelah mendapatkan pekerjaan baru, kesetiaan Yuda kembali di uji, Yuda dihadapkan pada dua pilihan sulit, harus menikah lagi atau menolak menikah dan beresiko kehilangan pekerjaan barunya.
Apakah Nindi berhasil menghancurkan rumah tangga Yuda dan Afifah? Siapa yang akhirnya harus dinikahi Yuda? Apakah Yuda akan menolak atau menerima pernikahan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 23
"Baik, karena sekarang mba Nindi sudah datang, mari kita mulai pembicaraan ini."
Pak Arif mengawali pembicaraan, setelah semuanya berkumpul.
Nindi kaget, mendengar ucapan pa Arif.
"Tapi, mas Yudanya belum datang pak, kita tak bisa memulai pembicaraan ini."
Semua yang diruangan itu sontak melihat ke arah Nindi.
"Mas Yuda berhalangan untuk hadir, karenanya digantikan oleh mbak Afifah."
Pak Arif menjawab tanya Nindi.
"Nggak bisa gitu dong pak, mas Yuda harus datang. Pembicaraan ini melibatkan mas Yuda."
"Mas Yuda tidak akan datang, biar masalah ini saya yang menanganinya." Afifah berkata sambil menatap tajam ke arah Nindi.
Nindi kesal, karena lagi-lagi semua tak sesuai dengan yang diinginkannya.
"Jadi, apa yang hendak mba Nindi sampaikan."
Nindi menghela nafas berat, karen tahu Afifah tak selugu penampilannya.
"Aku... Aku ingin mas Yuda segera menikahiku, karena sekarang aku sedang mengandung anak mas Yuda!" Nindi tak bisa mundur lagi, sudah kepalang tanggung.
"Sudah berapa bulan?" Afifah bertanya dengan nada dingin.
"Ti..tiga bulan." Nindi berfikir, tiga bulan yang lalu, Yuda masih bekerja di kantor yang sama dengannya.
"Sudah di periksa ke dokter?"
Nindi membuka tas yang dibawanya dan mengambil sebuah amplop kemudian menyodorkan amplop tersebut ke arah Afifah.
"Ini hasil lab tes kehamilannya."
Nindi yakin Afifah pasti meminta bukti tentang kehamilannya, karenanya dia sudah menyiapkan segalanya. Perkara nanti setelah menikah, semua orang tahu jika kehamilannya palsu, tidak menjadi masalah besar untuknya, asal bisa menikah dengan Yuda, Nindi akan mengikat Yuda selamanya dalam pernikahan.
Afifah membuka amplop tersebut, dan mengeluarkan isi di dalam, sebatang stik testpack dengan dua garis merah, selembar poto usg dan surat keterangan hasil lab, yang menyatakan jika Nindi hamil.
Semua yang diruangan kecuali Afifah, terperangah melihat banyaknya bukti yang dibawa Nindi. Keyakinan mereka terhadap Yuda sedikit goyah, tapi tidak dengan Afifah.
Afifah sangat percaya pada Yuda, dan sebelum ini perasaannya tak pernah keliru, Afifah yakin petunjuk dari Alloh tak pernah salah.
Afifah meneliti serial baris yang tertulis pada kertas itu, tak ada yang dia lewatkan, dia harus mendapat celah yang mematahkan tuduhan Nindi terhadap suaminya, dari bukti yang Nindi berikan sendiri.
Afifah tersenyum kecil saat dia mendapatkan apa yang dia cari.
"Mbak Nindi, yakin sedang hamil anak, mas Yuda?"
"Kamu fikir aku perempuan murahan yang berhubungan dengan banyak pria?" Nindi terpancing emosinya, mendengar pertanyaan Afifah.
"Waktu itu, Aku sudah meminta baik-baik supaya, kamu mengijinkan, mas Yuda menikah lagi dengan ku, tapi kamu menolaknya. Tadinya aku ingin menikah baik-baik, tanpa kalian tahu perbuatan mas Yuda terhadapku." Mata Nindi berkaca-kaca.
"Baiklah, jika mbak Nindi tetap keukeuh dengan pengakuan mba Nindi. Saya dan mas Yuda akan menanggung biaya keperluan untuk bayi dalam kandungan mba Nindi, seperti biaya kontrol ke dokter, untuk membeli vitamin dan susu hamil, belanja perlengkapan bayi serta biaya persalinan nanti.
Namun mas Yuda tidak bisa menikahi, mba Nindi sekarang, sampai bisa kami pastikan jika anak dalam kandungan mba Nindi sekarang benar anak mas Yuda. Kami akan melakukan tes DNA begitu anak mba Nindi nanti lahir.
Jika nanti setelah hasil tes DNA keluar dan ternyata benar itu anak mas Yuda, saya akan memberi ijin mas Yuda menikahi mba Nindi, hanya pernikahan siri.
Namun jika terbukti itu bukan anak mas Yuda, kami akan menuntut mba Nindi, dengan pasal pencemaran nama baik dan mba harus mengganti semua biaya yang sudah kami keluakan.
Semuanya akan tertulis dengan jelas dalam surat perjanjian bermaterai yang nanti ditanda tangani oleh mas Yuda, saya, mbak Nindi dan pak Arif selaku saksi."
Nindi terhenyak, mendengar penuturan Afifah, ada rasa takut dihatinya. Harus alasan apalagi, agar Afifah mempercayainya.
"Tapi aku nggak ingin menjadi gunjingan orang karena hamil tanpa suami."
"Kenapa tidak memikirkan hal tersebut sebelumnya? Apa mba Nindi sudah menjebak suami saya?"
"Kami melakukannya atas dasar suka sama suka. Mas Yuda sangat mencintaiku."
"Kalau begitu tanggung akibat dari perbuatan mbak Nindi."
"Aku ingin status anakku nanti jelas."
"Status anak mba Nindi jelas, saat nanti hasil test DNA nya keluar. Bagaimana mba?"
¤¤FH¤¤
Beberapa hari lagi genap satu bulan Yuda menjadi perawat tuan Andi, tapi selama itu Yuda merasa pekerjaannya terlalu santai untuk pekerjaan sebagai perawat orang sakit.
Tuan Andi cukup mandiri untuk seorang yang tidak bisa berjalan, Bahkan teori yang dia pelajari dari buku-buku, belum ada satupun yang Yuda praktikkan.
Yuda jadi merasa tak enak jika pekerjaannya hanya seperti ini, Yuda berencana akan membicarakan tentang hal ini dengan bu Lina, nanti saat dirinya menerima gaji pertamanya.
Yuda baru kembali dari dapur menyimpan peralatan makan tuan Andi, saat melihat tuan Andi sedang membuka pintu menuju taman belakang.
Setengah berlari, Yuda segera menghampiri tuan Andi dan membantu membukakan pintu tersebut. Setelah pintu terbuka dengan sempurna, tanpa banyak kata, tuan Andi melajukan sendiri kursi rodanya, terus keluar ke arah pot-pot bunga yang berjejer rapi.
Yang Yuda ketahui, bu Lina menyewa seorang ahli taman yang datang setiap seminggu sekali, untuk merapikan taman ini, maka tak heran, jika taman mini ini sangat sedap di pandang mata. Banyaknya jenis bunga yang kebetulan sedang mekar, mengeluarkan aroma yang enak untuk dihirup.
Yuda teringat istrinya yang sedang belajar berkebun. Jika melihat taman ini, Yuda yakin istrinya akan sangat senang. Tak sabar, Yuda ingin segera mengajak istrinya tinggal di rumah ini. Semoga nanti istrinya diperbolehkan, untuk ikut mengurus taman ini.
Yuda tersenyum sendiri membayangkan setiap hari meskipun kerja, tapi bisa melihat istrinya.
Yuda jadi teringat jika tadi pagi istrinya meminta ijin pergi ke kota. Sebenarnya Yuda ragu dengan alasan mamah Ajeng minta ditemani belanja. Belanja apa, sedang pasar dikampungnya, segala macam barang ada, dan lumagan komplit.
Seandainya Yuda bisa ijin, dia pasti akan menemui istrinya walau hanya sebentar.
"Apa kamu menyukai bunga juga?" Tiba-tiba, tuan Andi mengajak Yuda berbicara. Yuda cukup kaget, ini pertama kalinya, tuan Andi mengajak Yuda mengobrol.
"Yang menyukai bunga, istri saya tuan. Melihat banyak bunga ini, membuat saya teringat kepada istri saya."
"Kamu sudah menikah?"
"Sudah tuan, baru dua tahun."
"Jangan pernah sia-siakan istri kamu!"
"Insya Alloh tidak akan pernah tuan, saya sangat mencintai istri saya!"
Yuda tak menyangka tuan Andi bisa berbicara panjang. Apa karena efek taman ini, tahu begini, sudah sejak dari awal dia bekerja, Yuda akan mengajak tuan Andi ke sini.
Yuda mendorong pelan kursi roda tuan Andi, menyusuri tanaman yang berjejer rapi.
"Apa kamu betah bekerja di sini?"
BERSAMBUNG
asaran, eeeh kok jd tertarik bc trus💪💪💪 mantul abizzz
apa kamu fikir Luna itu barang yg bs kamu atur kepemilikannya?? stelah kamu sakiti begitu dalam dtg minta rujuk, nunjuk org yg hrus di nikahi walau harus menyakiti hati istri dan anaknya skrg stelah ada laki2 yg jelas2 berstatus bukan suami siapa2 kamu menolak hanya krn kamu tdk suka Mario akrab dgn keluarga Luna.. bener2 sinting kamu sakti, kalau aku Luna walau u/ anak ga bakalan ikhlas aku di gilir jadi istri macam piala.
bagaimanapun kalau sakti mau rujuk tetap dengan syarat yuda menjalankan kewajibannya lahir dan bathin walau akan diceraikan kembali bukan hanya sekedar akad gimana skitnya Afifah kalau tau suaminya mendua. ga ikhlas thor kalau bnr2 yuda nikah ma Luna mending mario setidaknya mario blm berstatus suami wanita lain.