NovelToon NovelToon
Marwah Yang Ternoda

Marwah Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: ayuwidia

"Malam ini Lo hancur! Biar kakak Lo paham, ada harga mahal buat tangan yang berani menyentuh adik gue." --Xavier--

"Aku bersumpah, aku akan jadi neraka terpanjang di hidupmu, Xavier!" --Sukma--

Dunia Sukma runtuh dalam satu malam. Perbuatan nista Hamdan, kakaknya, menyulut api dendam di nadi Xavier--pemimpin Geng Bima Sakti Yang Tak mengenal ampun. Dalam buta amarah, Xavier merenggut paksa kesucian Sukma sebagai balasan atas Marwah adiknya yang hampir ternoda.

Hamdan mengakhiri hidup dengan cara tak diberkati, meninggalkan Sukma sebatang kara.

Kesucian tercabik. Masa depan hancur. Satu-satunya penguat jiwa telah pergi.

Di ambang napas terakhirnya, Gea--kekasih Xavier, menitipkan wasiat yang menjadi belenggu sekaligus penebusan dosa: Xavier harus menikahi Sukma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28 Pengakuan

Xavier sengaja bangun lebih pagi. Ia sudah tidak sabar untuk menemui Edo--sahabat yang selama ini dipercaya sebagai wakil jenderal Bima Sakti, sekaligus sang pengkhianat yang telah menghancurkan hidupnya.

Kaus putih melekat di tubuh kekarnya. Dipadukan dengan kemeja flanel yang sengaja tidak dikancing, serta celana jeans sobek-sobek, sukses memberikan kesan maskulin sekaligus gaul khas anak geng.

Begitu tiba di teras, Xavier menghentikan ayunan kakinya. Ia mengunci atensinya pada satu titik--mamanya yang tengah sibuk menyiram tanaman di halaman depan.

Terbesit keinginan untuk terbuka mengenai permasalahannya yang pelik, namun ia masih ragu.

Xavier takut mamanya akan teramat syok jika mengetahui perbuatan bejat yang telah dilakukannya pada Sukma.

Dilema, itu yang dirasakan Xavier saat ini.

Bagaimana bisa ia terbuka, sementara keluarganya, khususnya sang mama--tengah didera ujian yang hadir bertubi-tubi?

Mulai dari kepergian Karina ke Inggris setelah dikhianati oleh Daniel, lalu Aluna pun menyusul karena hubungannya dengan Ryuga yang jauh dari kata hangat. Ditambah lagi dengan kekhilafan yang dulu pernah dilakukan oleh papanya, yang dampaknya masih berimbas sampai saat ini.

Sebagai putra sulung, ia benar-benar tidak tega jika harus membebani sang mama dengan permasalahan yang jauh lebih berat.

Sebisa mungkin, Xavier akan menghadapi badai yang tengah menghantam dirinya sendirian, hingga tiba waktu yang tepat untuk mengutarakan semuanya.

Menyesal? Jelas Xavier teramat sangat menyesal.

Sejak semalam, batinnya tak berhenti merutuki dirinya yang teramat bodoh dan mudah tersulut emosi, hingga memunculkan masalah besar. Bom waktu yang siap meluluhlantakkan hati wanita yang telah melahirkannya.

Nasi sudah menjadi bubur, tidak bisa diolah menjadi bentuk utuh lagi. Begitu juga dengan kesucian Sukma yang telah direnggutnya secara paksa.

Xavier tersadar, penyesalan tidak akan pernah cukup untuk menebus dosa besar yang telah dilakukannya. Ia harus segera mencari Sukma untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya: meminta maaf dan menikahi wanita malang itu.

"Ma..." panggilnya, merendahkan nada suara.

Seketika Raina menghentikan aktivitasnya begitu mendengar suara khas Xavier, lalu menoleh dan mengulas senyum hangat.

"Mau berangkat ke kampus?" tanyanya. Ia melangkah mendekat, menatap lembut wajah tampan putranya.

"Mau ke Mapolres, menemui Edo."

Raina menghela napas. Ia meletakkan selang air di bangku taman, lantas mengunci perhatiannya pada Xavier.

"Sarapan dulu."

Xavier menggeleng. "Nanti aja, Ma. Setelah Vier ketemu Edo."

Raina mengejapkan mata, mengusap lembut bahu putranya. "Vier... kendalikan emosimu, ya. Jangan membuat keributan di sana," tuturnya lembut. "Kalau kamu tidak keberatan, Mama ingin ikut ke Mapolres. Mama hanya ingin memastikan putra Mama bisa mengendalikan emosi."

Xavier terdiam sejenak. Ia mencoba mencari kalimat yang tepat untuk menolak keinginan mamanya.

"Lebih baik Mama di rumah aja. Vier janji, bakal berusaha ngendaliin emosi dan nggak bakal bikin keributan di sana," ujar Xavier mencoba meyakinkan. "Lagian, Vier belum tahu pasti, Edo masih di Mapolres atau udah dipindahin."

"Mama percaya kamu, Vier. Tolong, jaga kepercayaan Mama. Redam emosimu. Biarkan penegak hukum yang memberi ganjaran pada Edo, dan jangan main hakim sendiri," tutur Raina lagi.

Xavier mengangguk samar, mengindahkan petuah sang mama. Namun, itu hanya berlaku untuk saat ini. Karena ia tahu pasti, setelah berhadapan langsung dengan Edo nanti, ia tidak yakin mampu meredam emosinya.

Setelah memberi pelukan singkat mamanya, Xavier bergegas menaiki ZX-25R. Ia membawa tunggangan besinya berlalu pergi melewati gerbang rumah, melesat menuju tempat yang ingin segera ia singgahi.

Tiga puluh menit, waktu yang dibutuhkan Xavier untuk sampai di Mapolres.

Ia menaruh sepeda motornya di area parkir, kemudian bergegas membawa ayunan kakinya memasuki gedung Mapolres untuk menemui Edo--Sang Sengkala.

Berkat bantuan dari tim Haidar, Xavier akhirnya diizinkan masuk ke ruang pertemuan khusus. Langkah kakinya seketika terhenti saat mendapati Edo sudah duduk menanti di balik meja besi dengan tangan terborgol.

Bukannya merasa bersalah, Edo justru menyambut kedatangan Xavier dengan senyuman miring. Tatapan matanya menyiratkan hinaan yang teramat kentara, membuat Xavier tak kuasa membendung emosi.

"Bloody hell!" umpatnya diiringi satu tinjuan yang melayang telak--menghantam keras rahang Edo hingga sampah Bima Sakti itu tersungkur ke lantai bersama kursi yang diduduki.

"Ck, satu tinjuan ini nggak ada apa-apanya kalau dibandingin sama kehancuran lo, Xavier Narendra Aditama," ujar Edo sembari tersenyum menyeringai dan menyeka darah di sudut bibirnya dengan ujung jari. "Sang The Unbeatable yang ternyata mudah banget ditumbangin cuma pake kesucian perawan."

"Bajing**! Gue bunuh lo!"

Xavier teramat murka. Rahangnya mengeras, sepasang matanya memerah pekat dikuasai oleh amarah yang menggelegar. Ia benar-benar gagal meredam emosi, dan serasa ingin langsung mencekik leher Edo hingga tewas.

Melihat situasi yang mulai tak terkendali, dua polisi bergerak menyudahi. Satu polisi bergegas meringkus dan membawa Edo kembali ke dalam sel, sementara satu petugas lainnya berusaha keras menahan tubuh kekar Xavier--dibantu oleh Dion, tangan kanan Haidar.

"Tenang, Xav. Redam emosi. Lo bisa kena pasal kalau sampai ngebunuh manusia sampah itu," tutur Dion mencoba menenangkan. "Gue pastiin, dia nggak bakal bisa tertawa lagi setelah persidangan nanti. Semua bukti kejahatan yang dilakuin udah lebih dari cukup buat menyeretnya mendekam di balik jeruji besi seumur hidup, atau bahkan hukuman mati."

Xavier hanya bisa terdiam dengan napas yang memburu naik turun. Namun, batinnya terus meneriakkan umpatan kasar dan sumpah serapah.

Baginya, hukuman mati sekalipun yang akan diterima Edo tetap tidak akan pernah cukup, jika dibandingkan dengan pengkhianatan serta perbuatan keji yang telah pria itu lakukan terhadap hidupnya dan Sukma.

.

.

Setelah semalaman berpikir dan menimbang, Nara memutuskan untuk segera menemui Ryuga di ruang sekretariat BEM.

Mengakui semua kesalahannya. Membeberkan bahwa dialah orang yang telah memberi tahu Gea mengenai perbuatan bejat yang dilakukan oleh Xavier terhadap Sukma dan memberi petunjuk keberadaan Sukma saat ini.

Tidak hanya itu, Nara juga mengakui bahwa dialah pemilik akun anonim yang pernah menyebarkan berita dusta di X--memfitnah Sang Presma berselingkuh dengan Ayu.

Terakhir, ia berterus terang bahwa ia sempat bergabung menjadi bagian dari Geng Black Shadow, murni demi membalas dendam pada Xavier.

Jelas, Ryuga teramat marah mendengar rentetan pengakuan mengejutkan dari mulut Nara. Dadanya kembang kempis menahan murka yang membuncah. Namun, untungnya ada Tara yang bergerak sigap menengahi dan berhasil menenangkan emosi Sang Presma.

"Lebih baik, lo segera keluar. Gue pastiin, Xavier bakal tanggung jawab, dan gue sendiri yang bakal nganter dia ke Desa W buat menemui Sukma," ujar Ryuga, sebisa mungkin menekan emosinya.

Nara mengangguk samar, lalu membawa tubuhnya beranjak dari posisi duduk. "Terima kasih, Ryu. Sekali lagi aku minta maaf. Sungguh, aku menyesal. Aku janji, nggak akan mengganggu hidupmu lagi dan mengulangi kebodohan yang pernah aku perbuat."

Usai mengucap kalimat itu, Nara berlalu pergi dari hadapan Ryuga dan ketiga anggota inti BEM--Tara, Dimas, serta Nofiya.

Sedikit lega, itulah yang dirasakan oleh Nara setelah menuturkan segala beban yang semula mengendap di dalam benak. Langkah kakinya kini terasa jauh lebih ringan untuk menyambut cinta tulus yang ditawarkan oleh Haidar.

Nara mengulas senyum manis begitu wajah rupawan Haidar memenuhi ruang pandang. Rupanya, lelaki bertubuh tinggi gagah itu masih setia menunggunya di koridor.

Haidar balas tersenyum hangat. Ia melangkah mendekat, lantas merengkuh lembut pundak gadis yang telah berhasil menjerat hatinya.

"Ayo, Ra. Kita lanjut ke KUA," bisiknya menggoda yang membuat Nara seketika salah tingkah.

Gadis berparas manis itu buru-buru menundukkan wajah, menyembunyikan kedua pipinya yang memerah.

🍁🍁🍁

Bersambung

1
Najwa Aini
sini..aku peluk..mbak Raina...
Najwa Aini
Dan putranya mengulang dosa yg sama. Tapi untungnya..sapir punya inisiatif utk bertanggung jawab lbh awal
Najwa Aini
Jangan sampai Sukma nanti seperti Larasati..
Najwa Aini
Sukma kekeuh ingin melupakan. ia juga bertahan agar tdak merasa iba, apalagi tersentuh dengn ketulusan sapir..

intinya..Sukma itu sebenarnya sdah tidak marah. sudah memaafkan. hanya belum disadari. belum dirasakan. atau justru sdah disadari, tapi ditolak..

pertanyaannya, dgn itu, dia lagi menghukum sapir, atau menghukum dirinya sendiri...
Najwa Aini
Yahh..aku mikir gimana cara nyampein salamnya ya...
apa nyampek beringharjo..diam bentar. trus ngomong gitu..aja..ya udah terserahlah..
Ayuwidia: Sebelum ngomong, mampir dulu ke warung soto Pak Muh, Kak. Habis itu baru nyampein salamnya si comel
total 1 replies
Najwa Aini
Nahhh...👍👍👍...
Aku suka ini Sapirr
Nofi Kahza
Woah..teges banget Lo, Pir. tapi gpp. gue dukung. semakin cepat semakin bagus😌😌
Nofi Kahza
omelete plus mayones. Ya Ampun laper aku jadinua/Hunger//Hunger/
Ayuwidia: Gassss bikin 😀
total 1 replies
Nofi Kahza
ish! si Nofi, Lo usil banget jadi cewek. Anak siapa sih?🫣🫣
Ayuwidia: Anak mami 😆
total 1 replies
Queen tie
namanya jg novel,,, kalau direal kehdpnan, sdh pasti Suksma mau dinikahi, lagian jg semua dr awal kesalahan dr kakaknya berimbas keadik, kita ikuti terus pantenginnnnn, semangat2 buat vier sj dah,, si Nyai mah bnrnya nau, cuma trs inget diperkaos,, lagian si ustaz kyk nda ada wanita baik saliha lain🤭😄
Ayuwidia: Woah, makasih Kak 😄
total 1 replies
Nofi Kahza
jaga hati agar tak berpaling dari Sapir kan maksudnya??🤭🤭
Nofi Kahza
kayak nggak rela kalau Xavier harus pulang. kan jadi jauh dengan Sukma..🥹
Najwa Aini
loh..kok disuruh baca istighfar.
sukma itu lagi menemukan salah satu tanda kebesaran Allah..harusnya bertasbih dia, bukan disuruh baca istighfar
Nofi Kahza
ini mah paling kesukaan Kirana, atau kesukaan othornya juga🤣🤣
Ayuwidia: Tau aja
total 1 replies
Nofi Kahza
ciee.. cieee.... udah sayang sayang ajanih si Sapir🤭
Najwa Aini
Udah paten nih ya, Sukma dipanggil Nyai
Najwa Aini
Lumayan lah. dari pada gak sama sekali...🤣
Nofi Kahza
aku baru aja ke Gugel, tanya arti hamba yang papa. Baru tau aku🫣
Nofi Kahza
nah, bentar lagi habis ini jadi imam sholat Sukma ya, Pir...
sekarang kau dh nggk benci lho ma kamu🤭
Najwa Aini
Aku semangatin dari jauh ya Pirr...🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!