⚠️ PENGUMUMAN PENTING
Novel ini masih dalam proses revisi total, jadi mohon maaf jika ada nama tokoh yang berbeda.
Mohon untuk bijak menanggapi.
Memiliki pernikahan yang bahagia adalah mimpi setiap manusia, namun mimpi itu berubah menjadi mimpi buruk saat Yoora
mengetahui Jung suaminya, meminta izin
padanya untuk menikahi kekasihnya...
Konflik pun dimulai setelah Jung berhasil
menjadikan Aeri istri ke-dua nya....
Ikuti kisah selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeon Nury, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam Romantis
Leo tengah bersiap-siap untuk memenuhi permintaan istri tercintanya Aeri yaitu kencan romantis. Leo sudah mereservasi sebuah restoran mewah ternama yang terletak di daerah Gangnam, khusus hanya untuk dirinya dan Aeri.
Leo memakai setelan jas berwarna hitam dengan kombinasi kemeja berwarna putih dibagian dalamnya serta dasi berwarna merah maroon. Sepatu pantofel berwarna hitam senada dengan warna jas yang ia kenakan.
Aeri sengaja memilihkan Leo kostum dengan warna yang senada dengan gaun yang ia kenakan, sementara dasi Leo yang berwarna merah maroon senada dengan tas tangan dan sepatu yang akan dikenakannya malam ini.
Aeri ingin malam ini nampak serasi dengan Leo, meskipun ia tau tak akan banyak orang yang mengetahui tentang itu. Tapi menurutnya itu tidak penting baginya, asalkan ia bisa bersama dengan Leo selamanya. Jika bisa ia akan membuat Leo menjadi miliknya seutuhnya.
Aeri selesai dengan dirinya sementara Leo tengah berdiri dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam saku celananya telah menunggu dibalkon kamarnya, Aeri yang melihatnya kemudian menghampiri Leo dan memeluknya dari belakang.
"Sayang...!!!" panggilnya lirih. Ia menyandarkan kepalanya pada punggung kokoh milik Leo.
Leo sedikit terhenyak saat merasa ada sepasang tangan melingkar diperutnya kemudian berbalik menghadap kearah Aeri
"Kau sudah selesai?" tanya Leo, memegang kedua pundak Aeri.
"Hmmm" Aeri mengangguk, seulas senyum puas tercetak dibibir yang bergincu merah itu.
"Ayo kita berangkat" Ajak Leo menggenggam tangan Aeri.
"Baiklah ayo" Dengan langkah yang antusias Aeri berjalan keluar kamar dengan kedua tangan yang melingkar di lengan Leo.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Hari sudah mulai gelap, semburat warna oranye diufuk barat pun mulai tenggelam digantikan oleh awan hitam, namun tidak ada tanda-tanda Leslie mengajaknya pulang. Setelah membeli beberapa pakaian tas dan juga sepatu Leslie berjalan menghampiri Yura yang sedang duduk bersandar dikursi yang ada disudut tempat itu.
"Sudah selesai?" tanya Leslie yang tiba-tiba datang.
Yura mendelik tajam pantasnya dia yang menanyakan hal itu pada Leslie, ingin sekali ia mencincang tubuh pria itu lalu dibuang dilaut, pria itu benar-benar membuat nya kesal seharian ini.
Yura memilih untuk tidak menanggapinya, karena tak ingin berdebat dan berujung pada pusat perhatian semua orang yang ada ditempat itu.
"Khaja (ayo)" ajaknya, dengan langkah malas Yura pun mulai berjalan mengekor dibelakang Leslie.
Kali ini ia berjalan menuju mobil, Yura merasa lega sepertinya ia akan pulang. Keduanya pun segera memasuki mobil.
"Hei ini sudah malam, tak inginkah kau melepas kaca matamu itu?" Kata Leslie membuka percakapan.
"Tidak"sarkasnya cepat.
"Tapi aku ingin melihat wajahmu?" ucap Leslie lembut, terkesan menggoda, Yura memutar bola matanya malas.
"Untuk apa wajahku sama saja dengan wanita lain?" sergahnya ketus.
"Hanya ingin saja" jawabnya singkat.
Yura tidak menggubris perkataan pria itu, tapi tiba-tiba saja Leslie menarik paksa kaca mata itu, membuat Yura terkejut.
"Yakk!!! mwohaneungeoya (apa yang kau
lakukan)?" teriaknya kesal,
Yura mencoba mengambil kembali kacamatanya namun sayang dengan tiba-tiba Leslie menurunkan kaca mobilnya kemudian melemparnya kaca itu hingga terlempar keluar jalanan.
Prakkk
Terdengar suara sepertinya kaca mata Yura terlindas oleh mobil pengendara lainnya. Yura semakin bertambah kesal, kenapa dia harus bertemu dengan dua pria yang suka membuang barang seseorang dengan seenaknya sendiri.
Yura kembali mendengus kesal, Tingkah Leslie kali ini membuat nya teringat pada
seseorang. Dan anehnya kedua-duanya sama membuatnya kesal.
"Wah.. berapa banyak tawon yang baru saja menyengat wajahmu, kenapa jadi bengkak begitu" ledek Leslie diiringi dengan kekehan kecil
Yura bersungut-sungut kesal, wanita itu memalingkan wajahnya menghadap kearah luar kaca jendela. Sudah seharian tapi bengkak dibagian matanya belum sepenuhnya hilang.
"Hei kau boleh menceritakannya padaku, aku pendengar yang baik" kali ini nada Leslie mulai melembut, sepertinya ia berniat untuk mulai menghibur.
"Sirheo(tidak mau)" jawab Yura malas.
Meski Leslie sudah tau tentang kehidupan
wanita disampingnya ini, pastilah hari-hari yang dijalaninya begitu berat, sampai ia harus menangis seperti itu. Wanita yang malang, kenapa ia dipertemukan lebih dulu dengan Leo tidak dengannya. pikir Leslie
Entah kenapa Leslie seakan merasakan semua penderitaan yang dirasakan oleh Yura, Leslie merasa wanita ini pantas bahagia. Dan ia berjanji akan memberikan itu padanya.
Saat pertama kali Leslie bertemu dengannya di pesta malam itu, Yura sudah dipastikan telah mencuri hati pikiran Leslie lewat sentuhan tangannya kala itu.
Karena sebelumnya belum pernah ada seorang wanita yang berani menyentuh tubuhnya dan meninggalkan getaran dihatinya. Yura mengalihkan semua perhatiannya dari dunianya. Namum sayang wanita itu sudah menjadi milik seseorang, tapi melihat wanita itu tersakiti, muncul niatan dalam hati Leslie untuk merebutnya dan membuatnya bahagia dengan tangannya sendiri.
"Aku lapar"ucap Leslie
Tidak ada jawaban dari Yura, Leslie tidak tahu harus bersikap bagaimana lagi sepertinya tidakannya baru saja membuat wanita itu kesal. Tapi sekuat tenaga ia akan kembali membuat senyum itu kembali menghiasi wajah cantiknya dengan mengajaknya kesuatu tempat.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Restoran xxx daerah Gangnam.
Leslie dan Yura tengah sampai di restoran mewah daerah Gangnam, Leslie memarkirkan mobilnya dengan gampang karena tak biasanya jika restoran ini terlihat sangat sepi.
"Dimana lagi ini?" tanya Yura tiba-tiba
"Aku kan sudah bilang aku lapar" jawab Leslie santai.
"Apa? kau ini ternyata benar-benar seenaknya sendiri" desisnya.
"Memangnya kau tidak lapar?"
"Tidak" seru Yura ketus, tapi tiba-tiba terdengar suara
kkkruuukkkkk.....
Perut Yura berbunyi, membuat Leslie
tergelak tawa.
"Bibir mu mengatakan tidak lapar tapi perutmu mengatakan demikian" ledeknya
seraya keluar dari mobil.
Sementara itu, Yura mengutuk i dirinya sendiri kenapa perutnya bisa berbunyi disaat seperti ini memalukan sekali. Dengan terpaksa ia pun memutuskan untukmenyusul Leslie masuk kedalam restoran.
Leslie merasa aneh karena tidak ada sambutan seperti biasanya, semua kursi dan meja nampak kosong. Tapi tidak ada keterangan tutup dipintu masuknya.
Sampai seorang manager berjalan tergopoh-gopoh menghampiri Leslie dan Yura.
"Maaf Tuan, Nyonya tempat ini sudah direservasi" ucapnya sopan
"Semua?" tanya Leslie terkejut.
"Iya pelanggan kami meminta untuk mengosongkan tempat ini" jawab sopan sang manager.
"Tapi dimana tamunya apa dia belum datang ?" Leslie mulai penasaran siapa yang berani mereservasi tempat favoritnya ini.
Jika biasanya seseorang hanya bisa mereservasi satu meja, kini satu restoran penuh, orang seperti apa yang bisa melakukannya selain dirinya.
"Maaf tuan kami tidak bisa memberikan
informasi apapun tentang pelanggan kami"
"Ish... aku juga pelangganmu bodoh" gerutu Leslie pada sang manager.
Sementara Yura mengamati seluruh ruangan, nampak beberapa tirai putih yang digunakan sebagai pemisah antar ruangan tersebut beterbangan tertiup angin.
Dari celah-celah tirai yang beterbangan itulah Yura nampak melihat seseorang yang ia kenal.
Dengan langkah perlahan Yura mendekati tirai
tersebut, dan betapa terkejutnya saat netranya dapat menangkap jelas siapa sosok itu, tidak hanya satu orang, tapi dua orang.
Leo dan Aeri
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
like,komen,vote....
HAPPY READING 💜💜💜💜
sedih..
Slalu penasaran terus