Pada suatu malam Liana yang bersiap-siap untuk tidur setelah ia membaca salah satu buku novel favoritnya yang berjudul romansa fantasy. Kemudian ia merasuk di salah satu karakter antagonis yaitu Leyna yang akan meninggal ditangan tokoh utama pria di novel fantasy yang ia baca saat sedang berada dikamar.
Apakah Liana yang merasuk sebagai Leyna akan mampu bertahan agar tidak dibunuh oleh tokoh utama pria?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MllyyyStar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 23
"Aku masih belum menyentuhnya, bisakah kalian tidak berlebihan? dan walaupun jika aku menyentuhnya, bukankah tinggal melakukan pertunangan saja? ini juga akan menguntungkan kedua belah pihak kerajaan Amethysta dan Midland dalam politik jika kita melangsungkan upacara pertunangan bukan?" ucap shane tanpa merasa bersalah sembari ia mengelap darah yang keluar dari mulutnya dengan lengan bajunya
"Tutup mulutmu! kuharap kau tidak mengeluarkan sepatah katapun lagi! jika tidak, kau mungkin tidak akan bisa melihat matahari lagi selamanya!" bentak percy dengan nada yang tinggi
"Kau urus dia, aku akan mengantar putri untuk kembali ke kamarnya." ucap lucius kepada percy
Walaupun percy sempat ragu sebentar untuk menyerahkan leyna kepada lucius, tetapi saat ini ia lebih emosi kepada shane dan memutuskan untuk mengantar shane kepada parveen. Jadi percy menyetujui lucius untuk membiarkannya mengantar leyna menuju kamarnya
"Aku akan menemuimu saat urusannya selesai." ucap percy kepada leyna saat leyna dan lucius mulai berjalan pergi
Tap
Tap
Hiks~
Hiks~
Saat berjalan di lorong, leyna tidak lagi menoleh ke belakangnya. Ia hanya menangis saat berjalan menuju kamarnya dengan diantar oleh lucius, mungkin karena ia masih sangat terkejut dengan kejadian yang baru saja ia alami
Karena pakaian yang leyna kenakan saat ini cukup berantakan, lucius memakaikan leyna sebuah pakaian luar yang dikenakannya saat itu kepada leyna untuk menutupi pakaian leyna yang terlihat berantakan itu
"Apa kau ingin aku membunuhnya?" tanya lucius dengan ekspresi dinginnya itu
"Huh? membunuh? apa dia gila?! bagaimanapun shane tetaplah seorang pangeran yang berasal dari kerajaan Midland! jika lucius membunuhnya, bukankah akan terjadi perang?" batin leyna dalam hatinya
"Ka..Hik!..Kau tidak bisa me..Hik!.. membunuhnya.." ucap leyna yang terbata-bata akibat cegukan
"Puftt.." suara lucius yang menahan tawanya akibat leyna yang berbicara sembari cegukan itu membuatnya terlihat lucu bagi lucius
"Apa dia menertawakanku?! Huhu.. Aku sangat malu sekali! bisakah cegukanku hilang?!" batin leyna
"Huaaa.. Ja..Hik!..Jangan mener..Hik..Menertawakanku!" ucap leyna dengan suara tangisannya yang semakin keras akibat lucius
"Baiklah, Baiklah.. Aku tidak akan menertawakanmu lagi.. Berhentilah menangis, kau terlihat jelek saat menangis seperti ini." ucap lucius dengan nada ejek sembari mengelus-elus kepala leyna
"Apa ka..Hik!..Kau Ma..Hik!..Masih Akan Me..Hik..Membunuhnya?" tanya leyna dengan terbata-bata
"Jika kau ingin, aku bisa membunuhnya untukmu,"
"Ti..Tidak Perlu!.."
Lucius memberikan sebuah sapu tangan miliknya untuk leyna mengelap air matanya
"Te..Hik!..Terima kasih.." ucap leyna pelan
"Sekarang sudah larut malam. Kau harus segera beristirahat." ucap lucius saat sampai di depan kamar leyna
"Apa tidak apa-apa jika kutinggalkan disini?"
tanya lucius kepada leyna yang dijawab dengan anggukan dari leyna
"Untuk berjaga-jaga, aku akan meminta beberapa penjaga untuk berjaga di depan pintu kamarmu."
"Baik.. Terima kasih."
"Untunglah dia tidak terlihat ketakutan lagi seperti tadi.." batin lucius
"Kalau begitu, saya akan pergi sekarang. Selamat malam, putri." ucap lucius menunduk sedikit
"Baiklah.. Terima kasih, pangeran lucius atas bantuanmu malam ini. Aku akan mengundangmu untuk minum teh saat senggang." ucap leyna kepada lucius
"Saya akan menantikannya." ucap lucius kemudian ia melangkah pergi dari sana
Setelah perbincangan mereka, leyna masuk ke kamarnya dan ia meminta freya untuk menyiapkan air mandi lagi karena ia merasa jijik disentuh oleh shane walaupun shane hanya menyentuhnya sedikit saja
"Bagaimana bisa pangeran yang terlihat terhormat melakukan hal kotor seperti itu kepada yang mulia putri? sungguh keterlaluan dan tidak pantas untuk dimaafkan, pergelangan tangan anda juga terluka olehnya, bisa-bisanya dia melukai putri kami yang berharga ini!" oceh freya saat membantu leyna membersihkan dirinya
Setelah leyna selesai membersihkan dirinya. Ia meminta freya untuk segera beristirahat, karena saat itu sudah sangat larut malam
"Maaf merepotkanmu lagi freya." ucap leyna kepada freya
"Apa maksud anda yang mulia putri? ini sudah kewajiban saya sebagai dayang anda, anda tidak perlu berkata seperti itu." ucap freya
"Baiklah.. Sekarang aku ingin beristirahat,"
"Baik, kalau begitu selamat malam yang mulia putri, semoga tidur anda nyenyak." ucap freya lalu ia keluar dan menutup pintu kamar leyna
Tak~
leyna membaringkan dirinya diatas tempat tidur di kamarnya. Saat ia hendak memejamkan matanya untuk tidur, ia teringat kembali kejadian yang dialaminya tadi, itu terjadi begitu cepat dan berlalu begitu saja, namun ingatan tentang kejadian tersebut begitu membekas di ingatannya
"Aku ingin kembali.." ucap leyna dengan lirih sembari memejamkan matanya dan air matanya perlahan mengalir diwajahnya dari sudut matanya
.
.
.
tp kok lemah ya