Kira, cewek gaul yang selalu gonta ganti pacar hingga dia di cap play girls oleh beberapa pria,penampilan nya yang sexy selalu mempunyai daya tarik sendiri untuk setiap pria , Kira hanya ingin mencari pasangan yang sesuai standartnya sendiri, yaitu cowok yang sama sekali tidak mesum, Dia akan selalu meminta putus kalo sampek pacarnya itu mesum,
Sementara Arsya adalah cowok manis, suka mesum, dia juga hipper sex, Arsya juga sering gonta ganti pasangan, sama seperti Kira, Arsya hanya ingin bisa mencari wanita yang bisa menjaga harga dirinya. Selama ini dia belum pernah menemukan cewek yang sesuai dengan tipenya, apalagi Arsya selalu jijik melihat Kira yang selalu di cap nya murahan.
apakah mereka bisa bersatu setelah tau kebenaran tentang Kira, apakah Arsya dan Kira bisa bersama bersama...???
yuk baca dari pada penasan nie....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
' BAB 23 '
BAB 23
‘ POV ARSYA ‘
~Hari ke dua~
Pagi ini aku sudah bersiap untuk jalan-jalan kembali dengan Kira, mengingat kemaren aku sudah berhasil membuat dia salah tingkah di depanku, aku tesenyum sendiri mengingatnya, aku mengambil benda pipih yang selalu menemaniku kemana saja itu, aku membuka galeriku dan membuka foto Kira satu persatu. Aku mengelus wajah Kira disana, tak nyata memang tapi hati ku sangat bahagia.
Tak buang waktu aku langsung menelpon Kira, tunggu apa ini ? ‘ Akira sedang dalam panggilan lain’ aku melihat layar ponsel ku, aku sangat khawatir jangan-jangan dia sedang telpon dengan Bima, gak gak boleh kalo dia bisa komunikasi dengan Bima dia gak mungkin bisa fokus dengan ku, aku harus segera ke kamarnya.
Dengan segera aku menuju ke kamar Kira, sesampainya di depan pintu aku langsung mengetuk pintu kamarnya,
Tok. . .tok. . . tok . . .
Kira tak kunjung membukakan Pintu. “ kiraaaa...... Akira...."aku memanggilnya dan mengetuk pintunya bersamaan.
“ ada apa sih pak ?” tanyanya setelah dia membuka pintu untukku
“ kamu kenapa gak jawab telpon ku “
“ bapak masuk gih, saya mau bicara “ Kira menyuruhku masuk ke kamarnya,aku langsung masuk tanpa menunggu lama
“ bapak duduk dulu “
Setelah menyuruhku duduk dia mengambilkan aku air putih, dan dia juga menyusulku duduk. Dia sudah di depanku sekarang.
“ kenapa bapak gedor-gedor pintu kayak gitu?”
“ aku pikir kamu kenapa-napa? Dan lagian telponku pun tak kamu jawab “ jawabku “ tadi kamu telpon sama siapa? Bima ?” aku mengintrogasinya
“ tadi saya telponan sama Ana, . . . “ aku menghela nafas lega dan tersenyum “ kalo kak Bima, kami sudah ngobrol di telpon lama banget “ senyumku menghilang.
“ APAA???” kagetku. Tapi aku berusaha mengendalikan diriku.
“ pak Arsya. . .”
“ hmmm”
" pak Arsya suka sama saya? "
Deg. . .
pertanyaan Kira langsung membuatku tercengang, meskipun kemaren aku berani menggodanya tapi kalo langsung di tanya kayak gini aku bingung untuk menjawab,aku diam seribu bahasa, aku memutar bola mataku ke atas ke bawah ke kiri dan ke kanan untuk berfikir jawaban apa yang tepat.
" pak! " kembali dia memanggilku.
" ya"
" iya apa gak? jawab " ampun nie anak, gantian deh aku yang malu sekarang, aku memandangnya kini, menatap matanya.
" sepertinya "
" kog sepertinya?"
" kamu ini ya, gak malu apa tanya gituan sama cowok?"
" udah pak, jangan malah marahin saya, sekarang jawab iya apa enggak? "
aku memandangnya dalam, sebelum aku menjawabnya. harusnya dia gak kayak gini kalo aku bilang iya sama aja aku nembak dia dong, dan gak ada kesan romantis kayak Bima. aku menghembuskan nafasku.
" iya aku suka sama kamu, Tapi aku gak maksa kamu buat suka sama aku sekarang, kasih kesempatan padaku seperti kamu ngasih kesempatan ke Bima ".
Dia diam dengan pernyataan ku, dia juga gak kaget kenapa dia menatap ku seperti itu? pandangannya seperti orang yang sedang memberi penilaian pada ku. Sialan padahal selama ini belom pernah aku seperti di depan cewek. Biarin ah. . . memang gak gampang menemukan cinta.
" Ra... " aku memanggilnya
" hmm "
" kog diam sih "
" heran saya,"
" kenapa?"
" kog bisa gitu lho, apa terjadi sesuatu diantara kita?, ini terlalu mendadak."
" gak ada, emang aku syuka aja gak perlu alasan " aku bingung menjawabnya, gak mungkin kan aku cerita yang sejujurnya.
Dia semakin menatap ku, kini dia menyatukan kedua tangannya di depan dadanya.
" udah yuk jalan-jalan "
" gak mau, sebelun bapak memberiku penjelasan "
" ok, gini aja. aku jelasin semuanya asal kamu mau jadi istri ku?
"APA???ISTRI??" dia seakan mengejekku.
" Kenapa? gak mau?"
" kalo saja saya gak pernah liat tingkah mesum bapak, mungkin saya mau mencoba untuk pacaran, tapi maaf pak saya gak mau. Bapak jauh dari kreteria saya "
" iya deh,iya. Kamu gak suka sama cowok mesum. Sekarang ayok jalan-jalan sebelum aku nambah hukuman kamu lagi " aku kini mengancamnya, karna aku gak mau bahas hal ini lebih lanjut. Biar aku bertindak dengan caraku agar dia menerimaku.
" OK, ayok " Dia langsung setuju mungkin dia juga takut kalo aku menambah lagi hukumanku.
Aku dan Kira memuju restoran hotel untuk sarapan, Mataku tak henti menatapnya, sungguh sangat menggoda.
" pak Arsya liat apa?" tanyanya
" liat kamu gak boleh? " aku langsung terang-terangan menunjukkan ketertarikanku.
" jangan kelamaan nanti aku cash"
" gak papa!" aku mengambil hape dari sakuku dan mengarahkannya pada Kira, kamera HP ku sudah siap,
" Kira... " panggilku dia pun menoleh dan tersenyum "aku foto ya? "
" pokok jangan si dukunin " candanya.
" gak perlu lah, kamu bakal jatuh cinta sama aku cepat ato lambat. "
'cekrek'
aku tersenyum sendiri setelah mendapat foto Kira, setidaknya aku bisa melihat fotonya kalo aku merindukannya.
kami pun langsung bergegas prgi jalan jalan, banyak hal yanh telah kita lalui, Kira terlihat bahagia dan aku memfotonya berulang kali.
Dia terlihat bahagia bukan? aku juga senang melihatnya tersenyum bersamaku.
"pak Arsya kelihatan serius deh " Dia menunjukan hasil fotonya, aku melihatnya dan kami saling berdekatan. jantung ku tak karuan, mungkin karna aku sedang jatuh cinta.
" Ra, sumpah aku serius sama kamu, tolong pertimbangin ya " kataku mengambil kesempatan saat kami sangat dekat.
" ayok pak jalan lagi " Dia mengalihkan pembicaraanku. aku tak banyak koment dan aku hanya menurutinya.
Kami berjalan menyusuri pantai menikmati pemandangan matahari terbenam dengan indah. Kami saling diam sampai akhirnya aku membuka obrolan.
" Ra, boleh tanya gak?"
"apa?"
" ciuman pertama kamu kapan?" aku meringis saat dia melihatku, mungkin pertanyaanku sedikit aneh.
" ciuman pertama ku itu sama temen pak Arsya.! " jawabnya kesal.
"Bagas?" aku terkaget.
" iya, itupun karna aku di paksa makanya aku gak suka banget sama dia, "
" biar aku kasih pelajaran dia " gerutuku.
" buat apa pak, itu udah masa lalu, biarin "
" kenapa, bukan aku aja dulu yang pacaran sama kamu, pasti aku jagain kamu Ra, aku menyesal sangat menyesal "
" bapak kan gak kenal sama saya "
" aku ilfil sama kamu karna aku dengar kamu cewek gampangan "
" itu kata orang "
" iya itu semua gak bener, karna sebenarnya kamu gak seperti yang mereka bicarakan, kamu tidak murahan, kamu cewek baik-baik "
" sapa yang bilang??"
" aku sudah membuktikannya sendiri Kira..."
" maksudnya??"
Sialan, hampir saja aku keceplosan, aku harus mengalihkan perhatiannya.
" Udah larut Ra, balik yuk "
Kira setuju dan selamat, tapi tunggu aku lupa sesuatu.
" Kira bukankah kemaren aku menyuruhmu untuk memakai pakaian yang tertutup, "
" kan sudah, ini bukan celana pendek lagi pak "
" iya itu baju panjang tapi atasan terbuka. pliss aku gak mau kamu pake baju kayak gitu. "
"salah lagi, seharian gak protes ini malah mau balik protes. Telat banget " gerutu Kira pelan tapi aku masih bisa mendengarnya...
Kami pun kembali ke hotel setelah seharian kami bersama, sedikiy kemajuan karna Kira sekarang udah tau perasaan ku ya.... meskipun bukan aku yang pertama memberitaunya, mungkin saja Ana, kan mereka sahabatan.
------------------- BERSAMBUNG DULU YA -----------------