Berawal dari sebuah pertemuan singkat yang tidak di sengaja, berubah menjadi sebuah drama panjang seumur hidup.
Berniat ingin keluar dari lingkungan keluarga yang menurut nya toxic. Membuat Ilona terjebak akan sebuah pernikahan dini dengan dewa penyelamat di masa lalu.
Akan kah Ilona bahagia dengan kehidupan barunya?
Akankah Ilona bisa menyembuhkan luka lamanya dengan kehidupan yang baru?
Dan akankah, Ilona sanggup bertahan bersama laki laki asing yang sudah menjadi pilihan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
...~Happy Reading~...
Prok … prokk … prokk..
Saat Ilona tengah berdebat dengan Sonia, tiba tiba perdebatan itu terhenti saat mendengar suara tepuk tangan dari seseorang. Sontak keduanya langsung menoleh bersamaan dan melihat siapa yang datang dan memberikan nya semangat berperang.
‘’Sayang!” pekik Sonia tiba tiba merubah raut wajah nya menjadi seimut mungkin dan segera merangkul lengan laki laki tersebut.
‘’Kamu lihat, dia berani banget bully aku!’’ imbuh nya seolah mengadu.
‘’Astagfriullah! INgat kak, pintu neraka itu terbuka sangat lebar loh, kakak gak takut jadi orang pertama yang masuk ke dalam lubang api itu?” celetuk Ilona lagi lagi membuat Sonia menelan saliva nya.
Seumur hidup nya baru kali ini, ia bertemu dengan manusia seperti Ilona. Biasanya, ketika ia mem-bully anak anak lain, tidak ada yang berani menentang nya. Dia memang paling berkuasa karena emang dia adalah anak dari salah satu guru di sana.
Tapi … perdebatan nya dengan Ilona tadi, entah mengapa membuat nya sedikit bergidik. Karena Ilona membalas perlakuan Sonia dengan qultum yang menceritakan tentang akhir zaman serta indah nya neraka.
‘’Diem lo!” sentak Sonia yang terlihat sedikit takut.
“Ckckckckk!” Laki laki itu berdecak menatap Ilona, “Lo bukannya cewek yang tadi pagi? Ah lo anak baru pindahan ya?”
‘’Seratus buat kakak!” jawab Ilona menjentikkan jari nya, seketika membuat cowok itu terkekeh.
‘menarik juga nih cewek!’ gumam cowok itu di dalam hati sambil tersenyum penuh arti kepada Ilona.
‘’Dan kakak adalah cowok m3sum yang kabur dari toilet cewek tadi pagi, iyakan?” celetuk Ilona tiba tiba membuat beberapa mata langsung membola dan menatap cowok tersebut, “Ah, aku baru tahu kalau ternyata gak hanya kantin yang bergabung dengan SMA, apakah toilet juga sama?”
‘’Shitt!! Lo kalau gak tau apa apa mending diem ya!” Cowok itu menunjuk marah pada wajah Ilona.
‘’Justru karena saya tahu, makanya saya bicara!” balas Ilona sedikit berdecak.
“Tuh kan, sayang dia nyebelin banget!” adu Sonia lagi lagi memberikan kompor meleduk pada kekasih nya.
“Kak Asta! Bisa tolong berhenti aja gak ? Kami mau pergi, ‘’ ucap Namira tiba tiba membuat pandangan Asta dan juga Sonia menoleh ke arah nya.
‘’Ilona udah cukup ya! Kita balik ke kelas, pliss!” pinta Namira benar benar memohon pada Ilona, membuat gadis berkerudung putih itu akhirnya mau tak mau mengiyakan permintaan teman nya.
‘’Ingat ya kak, fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan. Dan pintu neraka sangat welcome pada orang orang yang suka berbuat dosa dan dzalim!” ucap Ilona untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya pergi bersama dua sahabat nya.
Sementara itu, Asta dan Sonia hanya diam menatap kepergian ketiga gadis itu dengan perasaan yang sangat sulit di artikan.
Sonia yang entah mengapa merasakan sedikit ketakutan hanya dengan mendengar kata kata Ilona. Padahal, dia bukan tipe orang yang mudah takut jika di tindas, dialah penguasa di sana, dan dia tidak akan membiarkan ada satu pun orang yang melawan nya kecuali Asta. Orang yang paling dia cintai.
Sedangkan Asta sendiri terdiam dengan segala rasa penasaran nya terhadap gadis mungil berkerudung yang begitu unik.
Mungkin, bisa di katakan bahwa Ilona adalah satu satu nya gadis berkerudung di sekolah itu, dari SMP hingga SMA, Asta baru menemukan gadis yang mengenakan kerudung dengan begitu percaya diri.
Pasal nya, dulu pernah ada yang memakai hijab, akan tetapi tidak bertahan lama dan hijab itu di buka agar ia bisa seperti yang lain. Dan kini, bahkan Asta ragu, apakah nanti nya Ilona juga kana membuka kerudung nya atau tidak.
‘Bagaimana kalau kita lihat sampai satu minggu ke depan. Kalau sampai dia masih bertahan dengan penutup kepala itu, berarti dia memang cewek spesial dan harus gue dapatkan!’ gumam Asta dalam hati dengan senyuman smirk menghiasi wajah nya.
‘Tidak masalah meskipun dia masih bocil SMP. Wajah nya sangat mungil dan menggemaskan!’ imbuh nya tanpa sadar semakin mengembangkan senyuman.
...~To be continue …. ...
setelah menunggu sekian tahun.. semngat 💪 mom ...aq tunggu up selanjutnya
ada crita barunya mereka agak ya..q kok lm gak baca crita km ya mommy