NovelToon NovelToon
My Hot Doctor

My Hot Doctor

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster
Popularitas:30.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lyn malini

Hai guys ini karya baruku, jika ingin tahu awal mula kisahnya silahkan baca dulu judul sebelumnya...
👉 Harga diri yang terjual
👉 Liontin (petaka cinta Cantika)
Nggak baca juga ngga apa-apa , senyamannya Readers ku saja.
Next...

Aku seorang dokter, wajahku tampan ala Oppa Oppa Korea. Aku memang seperti anak mami. Kulitku putih bersih rajin perawatan.

Tapi jangan sepelekan aku. Selain ahli mengobati aku juga pandai mematahkan tulang jika kalian mengusikku.
Mau coba...


Hargai karyaku dengan ⭐5, like, vote, and gift. Jangan lupa komen.

Salam damai dari Author 👊✌

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyn malini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah puzzle

Keesokan harinya,Julian bekerja seperti biasa. Setelah membaca beberapa laporan dan menanda tangani beberapa berkas, Julian lanjut menangani Pasien. Julian mengadakan kunjungan ke beberapa ruang rawat pasien yang ia tangani.

Setelah selesai melakukan tugasnya, Julian pergi menemui Dokter Sani di ruangannya.

"Tok ...tok...! Sibuk?" Sapa Julian setelah mengetuk pintu poli kandungan yang terbuka.

" Tidak, pasienku yang terakhir baru saja pergi. Ada apa?" Tanya Dokter Sani sambil melepas kaca matanya.

Julian melangkah masuk ke ruangan poli itu." Mau minta tolong sama kamu, siapkan satu set mesin Ultrasonografi. Aku mau menyiapkan ruang khusus bersalin di rumah untuk Sahara." Julian duduk di hadapan Dokter Sani.

"Wow... Direktur kita sudah menjadi Dokter bucin ternyata." Ejek Dokter Sani sambil tersenyum.

" Anggaplah begitu, tapi ini hanya untuk jaga-jaga saja." Jawab Julian tanpa peduli dengan ejekan Dokter Sani.

" Kenapa? Kandungan Sahara baik-baik saja bukan?" Tanya Dokter Sani khawatir.

" Tidak ada masalah, hanya saja...." Julian terhenti sejenak sambil berpikir." Cuma untuk jaga-jaga saja. Aku belakangan sibuk, jadi Sahara tidak perlu keluar rumah kalau mau cek kandungan. Kamu bisa kan ke rumahku jika aku butuhkan?"Julian memilih untuk tidak menjelaskan situasinya.

" Tentu, untuk calon pewaris aku bisa datang kapanpun , Bos." Jawab Dokter Sani dengan kelingan khasnya.

" Ok, aku juga meminta Pak Joko untuk menyiapkan perlengkapan yang lain. Kamu berkoordinasi aja dengan beliau. Barang-barang itu nanti aku sendiri yang akan membawanya." Julian melangkah pergi setelah memberikan instruksi pada Dokter Sani. Sementara Dokter Sani hanya menjawab dengan anggukan sambil mengacungkan ibu jarinya.

Sore harinya di markas EDW Club , Julian Edward dan Aryo menatap sebuah laptop dengan tatapan serius. Di layarnya terpampang sebuah gambar sebuah simbol yang tidak mereka mengerti.

" Tidak ada satu organisasi atau perkumpulan apapun yang menggunakan simbol ini. Aku sudah meretas semua data-data rahasia mereka. Aku tidak menemukan keterkaitan simbol ini dengan organisasi apapun." Terang Aryo.

Julian hanya menatap layar itu dengan seksama. Tidak lama kemudian tangannya mulai mengotak-atik gambar itu." Aku rasa ini bukan simbol ataupun lambang. Aku rasa ada sebuah teka-teki yang Ayah Sahara sembunyikan di sini."

" Aku juga berpikir demikian, bisa saja ini sebuah peta. Bukankah yang mereka cari adalah sebuah kunci?" Tambah Edward.

" Coba lebih diperbesar...!" Sambung Aryo. Julian kembali memperbesar gambar itu. Ketiga sahabat itu menatap dengan teliti setiap komponen yang ada di layar.

" Aku rasa ini bukan sebuah peta. Tidak satupun guratan dalam tato ini yang menunjukkan sebuah peta ataupun sejenisnya." Mata Julian mulai lelah, sesekali di memijit pangkal hidungnya yang terhalang kaca matanya.

" Kunci ..." Satu kata keluar dari bibir Aryo." Apa hubungannya gambar ini dengan kunci?" Kerutan keningnya semakin terlihat jelas.

" Orang yang seperti apa mertuaku itu kira-kira. Bagaimana bisa ia membuat tato seunik ini di tubuh anak perempuannya, bahkan umurnya saja masih balita." Julian tidak habis pikir mengapa ayah Sahara melakukan semua ini.

" Pasti ada alasannya, Bro. Ini bukan sekedar iseng belaka. Pasti ini sesuatu yang sangat penting untuk Sahara, sehingga ayahnya menyembunyikan ini di tubuhnya." Timpal Edward yang bersandar di sofa melepaskan penat punggungnya.

" Coba lihat ini...!" Ucapan Aryo yang tiba-tiba menarik mata Julian dan Edward mengikuti arah yang ditunjuk Aryo.

"Bukankah ini seperti gerigi pada kunci pada umumnya?" Aryo menunjuk sebuah komponen pada gambar itu.

" Ada bentuk yang sama ..., ini! Beda ukuran tapi persis." Mata Edward menangkap sebuah komponen lain.

Julian hanya diam dengan mata yang tak berkedip sama sekali. Tatapan matanya tajam memperhatikan dua komponen yang berbeda ukuran namun sama bentuknya.

"Sepertinya ini sebuah gambar acak, seperti puzzle. Lihat...!" Julian menunjuk sebuah komponen lain." Ini seperti sebuah pedang, tapi kalau diperhatikan dengan teliti ini seperti gagang sebuah kunci." Senyum Julian mengembang dengan sempurna.

Ketiga sahabat itu tersenyum cerah, seperti menemukan harta karun. Aryo mulai mengotak-atik gambar itu. Membaginya menjadi beberapa komponen dan menyamakan ukuran.

Julian dan Edward memperhatikan dengan seksama tanpa ikut campur. Mereka percaya kemampuan Aryo bisa diandalkan. Sementara tangan Aryo bekerja dengan lihai diatas papa keyboard. Wajahnya terlihat serius dengan mata setajam mata elang. Saat ini dia bukanlah Aryo melainkan Uno.

Beberapa saat kemudian...

" Selesai...!"Aryo menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa dengan keringat memenuhi wajahnya.

" Bravo ...!" Edward mengacungkan ibu jarinya ke arah Aryo." Kamu memang hebat, tapi Ayah Sahara jauh lebih hebat. Bagaimana mungkin beliau berpikir untuk mendesain gambar ini. Luar biasa ...!" Edward menggelengkan kepalanya tahjub.

Ucapan Edward disetujui oleh Aryo dan Julian. Rangkaian rumit komponen- komponen tato itu seperti gambar simbol biasa. Siapa sangka jika itu adalah potongan beberapa komponen cetak biru sebuah kunci.

" Selanjutnya bagaimana,Ar...?"Julian masih menatap hasil temuan Aryo tanpa berkedip.

" Kita harus cari tahu ini kunci apa. Inilah bagian tersulitnya. Sepertinya kita harus masuk ke sarang Serigala untuk mencari jawabannya." Aryo menyulut api rokoknya. Kemudian bangkit dari sofa itu menuju sebuah jendela besar satu arah markas milik Edward.

" Berarti kita harus ke Delhi?" Tanya Julian memastikan.

" Untuk saat ini sudah ada orang-orang ku di sana sedang menunggu perintah. Kamu tenang saja, Jul. Jika mereka bisa mengatasinya, kita tidak perlu ke sana." Jawab Aryo.

" Berhati-hatilah, kita bukan hanya menghadapi keluarga ayah Sahara saja, tapi juga ketua Gangster yang berada di belakang mereka." Edward memperingati kedua temannya.

" Ini baru langkah awal, masih banyak tugas menanti kita." Tambah Aryo.

Julian hanya bisa terdiam mendengarkan ucapan kedua temannya. Pikiran melayang jauh pada Sahara. Keselamatan Sahara dan kemungkinan akan temuan mereka nanti menjadi momok bagi Julian.

" Bantu aku ...! Aku tidak peduli berapapun uang yang kalian butuhkan, bagiku Sahara jauh lebih berharga." Terdengar desahan lelah dari bibir Julian, membuktikan jika ia benar-benar lelah.

" Tenang saja, aku tidak akan membiarkan hal buruk menimpa kalian. Fokus saja pada Sahara, dia sedang hamil. Pastikan dia tidak kekurangan perhatian mu hanya karena masalah ini." Aryo menepuk pundak Julian beberapa kali.

" Terimakasih, kalau begitu aku pulang dulu." Julian bangkit dari duduknya.

"Oo iya Jul ...mulai sekarang kamu pakai supir. Orang pilihan ku sudah menunggu di parkiran. Keselamatan mu juga penting, Jul." Ucap Aryo tanpa melihat karena tangannya sudah kembali bekerja di keyboard laptopnya .

Julian menahan langkahnya, dan berbalik ke arah Aryo. " Sekali lagi, terimakasih!" Setelah melihat acungan jempol dari Aryo Julian meneruskan langkahnya.

Seperti ucapan Aryo, seorang pengawal terlatih telah menunggunya. Pria bertubuh sedang yang bernama Gaharu. Usinya lebih muda dari Julian. Sekilas terlihat seperti supir biasa, siapa sangka dia mampu membunuh musuh sepuluh orang dalam tiga gerakan.

Di sepanjang perjalanan Julian hanya memandang keluar jendela dalam diam. Begitu juga dengan Gaharu. Sesekali Gaharu melihat wajah sendu Julian yang menyimpan banyak beban. Tentu saja Gaharu telah memahami dengan siapa ia ditugaskan.

Perjalanan itu terasa sangat lama bagi Julian. Dia hanya ingin menatap wajah manis yang sangat ia rindukan, untuk melepaskan rasa sesak dadanya yang menekan sejak dari markas EDW Club.

...****************...

1
Nurmaulida Isna
ga jls Thor y
Watini Salma
ditunggu thor cepat lanjut in/Pooh-pooh/
LYN MALINI: Udah ada bab baru sis😘
total 2 replies
Siti Fatimah
di tunggu lanjuuut
LYN MALINI: Up lagi nih Sis🙏
total 2 replies
Dwi Setyaningrum
Thor ini dilanjut ga nih critanya pak dokter Julian ini sdh bln 6 Lo..
Nurmaulida Isna
masihkah berlanjut kaka
Mega Zea
autor kapan nic updatenya...
Azalea New
ceritanya bioin ngga sabar, update yg cepet dong outhor..
FY
ayo thor, masih setia menunggu kelanjutannya..ditunggu
Porman Siahaan
lanjutan nya mana thor
Santi Dewi
lah kapan nih up thor
Porman Siahaan
mana lanjutanx thorrr
Porman Siahaan
lanjutan nya
Porman Siahaan
novel ini ceritax bagus, trims ya thor
Athifah S Rato
sekedar mau kasih saran Thor kalau bisa kisah cintanya jangan selalu berawal dari obat perangsang aku jadi ngeri kalau itu terjadi di dunia nyata mengingat kita sebagai wanita serasa harga diri ini ngga berharga🙏🙏🙏
Athifah S Rato
kok ceritanya gini sih aku nyesal baca kalau sampai preman itu menyakiti sahara
Athifah S Rato
aku mah udah baca novel sebelum nya tentang asha dan Cantika dan sekarang tentang Sahara asisten Cantika 👍👍👍
Zainab Ddi
author kok belum update2💪🏻💪🏻💪🏻😘😘😘
Zainab Ddi
suka dengan kerya author yg selalu membahas tentang ketegaran dan mandiri seorang wanita yg punya harga diri tinggi
Zainab Ddi
author update LG dong penasaran nih kelanjutan nya🙏🏻🙏🏻🙏🏻☺️😘😘
Zainab Ddi
Sahara lebih baik menikah dengan Julian Vania masih mengincarmu dia ingin menghancurkan mu kalo sana julian sedikit byk hidupmu aman dan semoga bahagia jg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!