Setelah lima tahun menderita karena perlakuan dingin orang lain, serta dibenci oleh suaminya setelah menikah, dan mengalami kebangkrutan, akhirnya Lowellyn memutuskan untuk mengajukan permohonan perceraian.
mendapatkan informasi tentang pengajuan perceraian dari sang istri, Lionel Valden langsung bergegas untuk kembali.
Namun saat di perjalanan pulang, Lionel Valden mengalami kecelakaan, yang membuatnya tiba-tiba kehilangan ingatannya dan jatuh cinta pada sang istri.
Akankah dari amnesia akan membawa hasil yang dinantikan oleh lowellyn setelah leonel pulih.
Skip kalau gak suka>>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puputlupitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23- Hanya Berubah Di Depan Lowellyn
Chapter 23- Hanya Berubah Di Depan Lowellyn
Sesaat mereka sampai di depan gerbang rumah sakit, Austin datang di waktu yang tepat dan dia juga mengemudi. Austin menempatkan semua barang bawaan di bagasi mobilnya.
Lowellyn merasa sangat senang karena kedatangannya dan berkata, "Terima kasih, karena kamu sudah datang ke sini secara khusus sekertaris Austin. Maafkan kami, kami akan sedikit merepotkan mu ketika kami kembali ke rumah."
Sebelum Austin menjawabnya, dia melirik sejenak ke arah jenderal Lionel yang tengah duduk di kursi belakang, dan berkata dengan nada sopan, "Tidak masalah. Ini sudah menjadi tugas saya." Dia melirik Lowellyn sejenak.
Karena Lowellyn terus memandanginya, Austin sedikit tersipu dan berkata dengan lembut, "Nona Lowellyn, apakah ada yang ingin kamu tanyakan? atau apa ada sesuatu yang salah dengan wajah saya?" Dia menunjuk ke dirinya sendiri.
Lowellyn tersadar dan dengan buru-buru berkata, "Ah, tidak. Tidak ada... Saya hanya sedikit penasaran, saat ini jenderal sedang berlibur. Anu, apakah kamu masih harus pergi bekerja?"
Austin Parviz terdiam sejenak dan sepertinya dia telah mendengar sesuatu yang lucu, dan tidak bisa menahan tawanya, "Hahahaha... Tentu saja saya sangat menginginkannya, Nona Lowellyn. Akan tetapi saya bukan bosnya, jadi saya harus mematuhi etiket dan aturan." Dia melirik ke kaca sejenak, dan tiba-tiba berkata, "tiga bulan yang lalu, jenderal Lionel menyuruh saya untuk membeli mobil. Akan tetapi saya terlalu sibuk untuk mengurusnya, tapi dalam dua bulan ini saya baru memesannya dari luar."
Lowellyn terdiam dan menatapnya dengan bingung. Raut wajahnya seakan-akan dipenuhi dengan pertanyaan.
Austin Parviz melirik ke belakangan dan berkata, "Ini mobil pribadi." Dia menjelaskan beberapa hal pada Lowellyn.
Setelah mendengar penjelasannya, Lowellyn tercengang. Meskipun dia hidup di negara S, kota Qinzou, tetapi dia tidak terlalu mengetahui hal-hal lainnya. Dia hanya di sibukkan dengan pengejarannya, untuk mendapatkan hati Lionel.
Dalam keadaan ini, Austin Parviz juga sepertinya sulit untuk berbicara dengan leluasa, dia diam sejenak lalu berkata dengan ragu-ragu, "Mobil ini tiba lima hari yang lalu. Hmm... Karena jenderal tidak mengatakan kepada siapa saya harus memberikannya, jadi saya tidak tahu harus berbuat apa. Ngomong-ngomong. Sekarang Nona Lowellyn, mungkin ini akan sedikit merepotkan, jadi saya pikir, bisakah saya meletakkan mobil ini di rumah jenderal dan anda terlebih dahulu?" Dia melirik lagi kebelakang.
Sekretaris Austin, adalah orang yang benar-benar sangat baik, akan tetapi Lowellyn hanya merasa tidak nyaman dengan permintaannya. Apalagi jika dia mengingat keengganan Lionel kepadanya sebelumnya. Jadi tentu saja, dia tidak akan merasa narsis untuk berpikir bahwa suami dinginnya, Lionel Valden membelikan mobil untuk diberikan kepadanya.
Akan tetapi timbul dalam hatinya pertanyaan 'Untuk siapa mobil ini akan diberikan'.
Dia menghela nafasnya, "Oke, baiklah." Meskipun dia mengiyakannya, tetapi dia juga merasa frustasi. Dia mengerutkan bibirnya sepanjang perjalanan. Karena rasa penasarannya akhirnya dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya:
"Tuan, mungkin ini sedikit lancang. Tapi, tidakkah kamu tahu kepada siapa dia ingin memberikannya? Maksudnya, dalam hatimu, apakah...apakah ada calon?" Dia terlihat sangat gugup untuk mendengar jawabannya.
Dalam hatinya saat ini, terdapat perasaan campur aduk. Lionel mungkin tidak mencintainya, tetapi mungkin dia mencintai orang lain di belakangnya. Sebenarnya Lowellyn telah membayangkan hal ini berkali-kali sejak lama. Penyebab Lionel tidak pernah memberikan perasaan dan cintanya padanya. Akan tetapi, ketika dia harus benar-benar menghadapinya. Dia masih merasa tidak nyaman di dalam lubuk hatinya yang terdalam.
Ekspresi Austin perlahan-lahan menjadi tenang dan nada suaranya juga lebih tenang. Dia melirik Lowellyn sejenak dan berkata, "Maaf, saya tidak tahu... Meskipun saya sekretaris pribadi tuan jenderal, tetapi saya tidak terlalu tahu kehidupan pribadinya. Saya benar-benar minta maaf, Nona Lowellyn." Dia menggelengkan kepalanya.
"Akan tetapi, dengan kepribadian jenderal. Dia tidak akan mungkin melakukan hal-hal seperti itu." Dia mencoba untuk menenangkan perasaan Lowellyn.
Setelah mengobrol sebentar, dia kembali ke mobil. Dia merasa hawa dingin tengah memelototinya, benar saja. Wajah Lionel sedikit tidak puas. Dia menunjukkan ekspresi tidak senang pada istrinya yang sudah menggendongnya di punggung kecilnya. Dia sangat tampan, dan dengan pipi menggembung pada saat ini, dia terlihat agak imut. Sontak saja, Lowellyn tidak bisa menahan diri untuk tidak melihatnya yang sedang merajuk itu beberapa kali lagi.
Lionel menghela nafas lalu meliriknya dengan sangat sengit, "Hmm... Apa yang kamu lihat?" Pipinya semakin menggembung.
Melihat ekspresinya yang seperti ini, Lowellyn buru-buru duduk di samping suaminya, "Tidak. Aku tidak melihat apapun." Dia mencoba menahan tawanya.
Austin mengemudikan mobilnya perlahan dan mulai meninggalkan area rumah sakit. Sambil mengemudi, dia sesekali mengamati reaksi kedua orang itu melalui kaca kecil didepannya. Melihatnya yang sekarang ini, dia tersenyum dan berkata, "Kepribadian jenderal telah banyak berubah setelah dia kehilangan ingatannya."
Lionel sedikit mengerutkan bibirnya dan bertanya, "Memang kepribadian seperti apa yang aku miliki sebelumnya?" Nadanya terdengar tegas, ketika dia berbicara dengan Austin. Itu jelas tidak disengaja, tetapi ada kekuatan intimidasi dan paksaan dalam nada suaranya.
Sontak saja mendengar perkataan yang begitu tegas ini. Austin sangat tercengang, dan buru-buru berkata, "Aku kira semuanya telah berubah. Tapi, sepertinya tidak banyak yang berubah". Dia terdiam sejenak untuk memikirkan sesuatu, dan sepertinya sudah menemukan jawabannya. Dia melirik Lionel dan menambahkan kata-kata, "Apa mungkin itu berubah hanya di depan Nona Lowellyn saja!" Dia menyentuh dagunya.
Lionel mengerutkan keningnya dan bertanya lagi, "Memangnya, aku dulu mempunyai karakter seperti apa?" Wajahnya berubah saat bertanya hal ini.
Karena tidak ada yang menjawabnya, dia melirik ke sebelah dan bertanya kepada pasangannya tentang pertanyaan ini. Akan tetapi, Lowellyn dengan sengaja mengalihkan topik sehingga dia tidak bertanya lagi. Karena hal ini, dia mau tak mau harus bertanya pada Austin. Dia ingin tahu lebih jelas mengenai karakternya sebelum hilang ingatan dan mengapa dia masih belum juga memiliki anak padahal sudah enam tahun menikah.
Austin mengalihkan pandangannya, dan dia terlihat tampak malu saat ini, "Maaf, sebagai seorang bawahan, saya tidak bisa sembarangan menilai karakter bosnya."
"Huh, baru saja kamu berkomentar bahwa aku telah banyak berubah." Dia terlihat sedikit kesal.
Melihatnya yang seperti ini, Austin merasa bersalah dan berkata, "Mungkin ini sedikit lebih dingin daripada sebelumnya. Dan orang-orang memberi anda julukan 'Azure god'."
"Hmmm.. bukankah itu nama panggilanku dengan Zayn Valentine 'Azura god and bloodthirsty god'.?" Dia dengan santai merespon nama panggilan itu.
Austin menganggukkan kepalanya "Benar, itu adalah nama julukan anda, dan letnan jenderal di medan perang."
-
^^^Bersambung...^^^