⚠️ UNTUK 18TH KEATAS, BIJAKLAH DALAM MEMBACA!
Caleste seorang gadis Werewolf yang terlanjur "Having Fun" dengan seorang Vampire bernama Ian, ternyata dari hubungan terlarang itu Caleste hamil. Bayi Hybrid percampuran Werewolf dan Vampire.
Bayi yang menjadi ancaman kaum Werewolf, Vampire maupun Witch. Disisi lain Ian ternyata malah jatuh cinta dengan seorang manusia i'm, Freya gadis blonde yang merupakan seorang Psikolog.
Apa yang akan terjadi pada bayi Hybrid itu?
Read more...
"I'm Fallin Love With Devil"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vietha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23 | Side by Side.
Kelanjutan cerita kemarin...
Hari ini adalah hari Festival Musik di kota Alexandria, Virginia. Para warga kota dan turis sudah memenuhi setiap sudut kota untuk merayakannya dari siang sampai malam hari.
Pagi ini Caleste nampak sedang bercermin dengan gaun putih yang ia kenakan. Perutnya sudah nampak membuncit, ternyata sudah hampir 5 bulan Werewolf cantik ini mengandung bayi Hybrid-nya.
"Kau butuh bantuan?"
Ucap seseorang yang bersandar di pintu bilik Caleste. Saat ini Caleste sudah menetap di markas Vampire Ian.
"Please!"
Saut Caleste tersipu malu dengan gaun yang belum dikancingkan bagian belakang punggungnya. Ia nampak sexy sebagai seorang wanita hamil mengenakan long dress dengan bagian punggung yang sedikit terbuka itu.
Akhirnya pria itu masuk dan membantu mengancingkan bagian belakang dress Caleste. Ya, dia adalah Gillbert, sambil menatap ke cermin mereka berdua nampak saling tersipu malu.
"Tampaknya aku seperti gadis di peti mati yang sedang membuncit," ucap Caleste sambil sedikit menggigit bibirnya dan menatap Gill dari cermin itu.
"Aku rasa kau terlihat sangat cantik dengan gaun ini!" saut Gillbert yang masih mengancingkan gaun itu perlahan.
Tiba-tiba Gill melihat tanda lahir di bahu belakang Caleste, ia pun mengibaskan sedikit rambutnya.
"Oh bulan sabit, de Martell, aku fikir lebih baik kau menutupi ini, sepertinya suku Werewolf ini telah lama menghilang dan banyak dari mereka yang diburu saat itu!" ujar Gillbert padanya.
Seketika Caleste berbalik arah menghadap Gillbert.
"Kau mengetahui tanda lahir ku? Aku sengaja datang ke kota ini awalnya untuk mencari keluarga ku, dan sekarang malah terjebak dengan keluarga Vampire di sini!" ucap Caleste.
"Aku tidak tau banyak, namun jika aku tau sesuatu pasti akan ku beri tau!" tegas Gillbert padanya.
"Oukay, mmh aku sudah siap sekarang tapi aku tidak tau hendak pergi kemana," saut Caleste kemudian sambil memutar badannya di depan cermin itu.
"Mmh, jika kau ingin menghadiri Festival malam ini, aku akan dengan senang hati menemani mu!?" saut Gillbert.
"Mmmh, kau dan Ian belakangan ini sering bertengkar, and you know lebih baik untuk tidak mencari masalah dengannya kan?!" kata Caleste dengan senyuman.
Sejenak Gillbert pun tersenyum sambil menatap balik Caleste.
"Alright, baiklah aku pergi dulu!" ujarnya kemudian.
"Thank you!" balas Caleste sambil menatap Gill dari cermin.
༶•┈┈⛧┈♛❃♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Dilain sisi⚜️
Saat ini Ian dan Daniel sedang berbincang di lantai bawah markasnya.
"Apakah tujuan mu sudah tercapai sekarang?!" tanya Daniel kepada Ian sambil menenggak Alkoholnya.
"Keputusan ini tidak sepenuhnya atas niat ku menguasai kerajaan mu, jika aku tidak merebut kekuasaan mu, para Penyihir itu akan membunuh anak ku, awalnya aku tidak terpengaruh soal keturunan, tapi aku ingat Ayahku, bagaimana dia menganggap rendah diriku, seperti juga yang Ayahmu lakukan padamu, dan aku tidak akan melakukan hal yang sama dengan anakku!" jelas Ian dengan serius kepada Daniel.
Sejenak Daniel tercengang,
"Jadi apa semua ini? Kebringasan yang kau lakukan pada anak buah ku, perebutan kekuasaan, semua itu kau beralasan tidak atas hanya keinginan mu?!" balasnya menukik.
Ian pun terdiam dan menatap balik Daniel.
"Dengar, ku akui, I'm jealous dengan Kerajaan yang kau bangun sendiri tanpa aku, dan kau melakukannya lebih baik dariku, aku melihatnya dan aku menginginkannya!" jawab Ian dengan tegas.
Mendengar itu Daniel pun terhenti dari tenggakan Alkoholnya.
"Kau salah, aku tidak melakukannya sendri, kau yang mengajarkan ku untuk menjadi lebih baik dan mendapatkan apa yang kita inginkan, so what now?!" saut Daniel memperjelas.
"Kerajaan yang kau bangun, kau berhasil mendapatkan keluarga, para Vampire itu menghormati mu, jadi memimpinlah bersama ku, side by side, as a friends!" ucap Ian kini sambil menepuk pundak Daniel.
Akhirnya percakapan itu selesai dengan senyuman diantara keduanya. Daniel memberikan botol Alkoholnya kepada Ian.
Tak lama Gillbert yang baru turun dari lantai atas kamar Caleste menghampiri mereka. Ternyata Gill sudah mendengar isi percakapan tersebut.
"Well, sepertinya aku harus pergi dulu sekarang!" ucap Daniel memberi ruang pada mereka.
Gillbert datang mendekat kepada Ian, terakhir mereka berbicara saat Ian pergi meninggalkan rumah lamanya.
"Ku fikir kau takkan menginjakkan kaki ke markas yang telah ku taklukan ini!" sapa Ian sinis.
"Dengar, aku sempat meragukanmu, tentang niat mu dengan bayi itu, dan aku salah, so forgive me?!" kata Gillbert dengan menatap saudaranya itu.
Ian pun menjadi berkaca-kaca mendengar ucapan kakaknya itu. Sebenarnya ia sangat menyayangi keluarganya, tapi lagi-lagi paranoid yang selalu menghantuinya selama beratus tahun lah yang membuatnya kini menjadi seorang Raja.
"Pastinya sulit untuk mengatakan itu, welcome home brother, akan lebih baik jika kau dan Bianca tinggal di sini, tentunya dulu ini adalah rumah kita!" sautnya dengan senyum menyeringai di sana.
༶•┈┈⛧┈♛❃♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Kembali kepada Claire dan Freya⚜️
"Aaaaaaaargggh!"
Teriakan keras Freya di dalam biliknya setelah mendapatkan mantra dari Claire di sana.
"It's hurst!"
"Maafkan aku Freya, tapi ini satu-satunya cara untuk menghapuskan semua tekanan dalam dirimu. Aku akan membuka semua ingatan yang telah dicuri dari kendali fikiran mu, ketika aku selesai kau akan mengerti semuanya dan kau akan bebas!" jelas Claire padanya dengan perlahan.
"Tapi ini sangat menyakitkan!" ucap Freya merintih dengan air matanya.
"Aku bisa berhenti jika kau menginginkannya!" saut Claire seketika.
"Tidak, jangan berhenti, aku ingin mengingat semuanya!" tegas Freya.
Akhirnya Claire melanjutkan mantranya sambil terus memegangi kepala Freya.
"Aaaarggh... "
Tak lama darah segar mengalir dari hidung Freya dan Claire menghentikan mantranya.
Sejenak kilas balik semua ingatan Freya kembali padanya, sejak awal pertemuannya dengan Ian dan semua yang diketahuinya tentang Ian kembali dalam ingatannya.
"Aku mengingatnya, Ian, Daniel, Vampire, Penyihir, seisi kota ini penuh dengan monster!"
Freya kini dengan bercucuran keringat mulai mengatur nafasnya sambil memegangi kepala, tentunya perasaan yang bercampur aduk ikut muncul setelah semua ingatan itu kembali.
"Kau sudah mengenaliku?!" tanya Claire kini.
"Ya, saat itu Ian meminta ku untuk mendekati mu, karena kau dekat dengan Daniel, dia menjadikan ku sebagai mata-mata dan juru tulisnya, lalu dengan mudahnya ia menghilangkan ingatan itu!" jawab Freya yang masih syok dengan semuanya.
"Baiklah, kini kau sudah mengerti Vampire itu melakukan apapun yang diinginkannya, sekarang aku tidak bisa mempercayai Daniel, bawa aku pergi dari sini Freya, mereka tidak akan bisa mengendalikan mu lagi kini!" ucap Claire sekarang.
Akhirnya Freya yang gemetar dengan masih bercucuran keringat spontan bergegas mengemasi barang-barangnya di sana.
"Namun kemana kita harus pergi?!" sautnya sejenak.
༶•┈┈⛧┈♛❃♛┈⛧┈┈•༶
⚜️To be Continue⚜️
tak bisa berkata-kata 😎
apa talinya kendor ya...??🙄🙄