Setiap kisah cinta mempunyai cerita sendiri, memiliki awal dan akhir yang berbeda, bukan? Setiap pasangan pasti ingin perjalanan cintanya berakhir bahagia,bukan? Tapi... pasti juga akan ada pasangan yang berakhir menyedihkan, iyakan?
Lalu bagaimana akhir dari perjalanan cinta Ketua Tim Basket dan Ratu Es sekolah?
ikuti kisah mereka dalam novel ku yang kedua.
'journey of love'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NurFitriAnisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Kakak?
Sebelum Kak Reza kembali, aku dan Ella harus bersiap terlebih dahulu. Karena sebelum pergi ke rumah Reno, kami berdua harus mengambil buket yang kami pesan terlebih dahulu.
Kak Rendi bilang Kak Reza akan pulang sekitar jam tiga sore. Maka, aku dan Ella akan pergi mengambil buketnya pada jam yang sama. Karena ada perubahan mengenai jam kami mengambil buketnya, segera saja aku mengirim pesan pada penjual buketnya, mengatakan bahwa kami akan mengambilnya jam tiga sore dan bukannya jam dua sore ini.
Acara di rumah Reno di mulai pukul enam sore, Reno bilang mereka mengadakan acara pada sore menjelang malam itu, supaya mereka sekeluarga bisa bersama, pasalnya ayah Reno sekarang berada di luar kota A.
...~~~...
Pukul tiga sore, terdengar suara mesin mobil Kak Reza dari luar pagar rumah. Bibi Sri yang mendengarnya dengan sigap membukakan pagar untuk Kak Reza, Bi Sri adalah asisten rumah tangga kami yang baru bekerja sekitar dua bulan lalu di rumah kami.
Ibuku yang saat itu hendak membuang sampah, tanpa sengaja bertemu dengan Bi Sri, dan ketiga anaknya yang masih kecil, Bibi Sri yang awalnya ingin mengamen di depan rumah kami, mencari nafkah untuk anak-anaknya. Terkejut ketika Ibuku membuka pintu pagar rumah kami.
"Permisi, Bu." Ucap Bibi Sri yang langsung memainkan alat musiknya. Yang kata Ibuku itu terbuat dari beberapa kaleng susu.
Ibuku yang awalnya ingin membuang Sampah itu, terdiam begitu mendengar Bi Sri mulai bernyanyi. Lagu yang di bawakan Bi Sri waktu itu adalah karya Citra Scholastika - Pasti Bisa.
"Aku ingin lepaskan seluruh bebanku. Dan ku jalani hidupku dengan senyuman. Aku pasti bisa. Menikmati semua dan menghadapinya. Aku yakin pasti bisa."
Mendengar Bibi Sri saat menyanyikan bait tersebut dengan suara emas, menurut Ibuku. Bait yang di pilih oleh Bibi Sri itu sangat pas dengan keadaannya saat itu, dan itu pula yang menyentuh rasa iba pada Ibuku.
"Maaf, Bu. Kalau ibu mau di rumah saya perlu seorang asisten rumah tangga. Kalau ibu mau bekerja silahkan kembali besok." Ucap ibuku saat Bi Sri selesai dengan nyanyian nya.
Itulah sebabnya sekarang kami memiliki asisten rumah tangga yang sebelumnya tidak pernah kami miliki. Aku akui, Bi Sri itu orangnya baik, bahkan aku juga sering berbicara dengannya, jika Ibu dan Ayahku pergi ke luar, dan aku tinggal sendiri di rumah.
...~~~...
Aku dan Ella bergegas keluar dari rumah, begitu melihat Kak Reza keluar dari mobilnya. Kak Reza yang melihat kami yang seperti akan keluar bertanya.
"Dek? Mau kemana? Bukannya sebentar mau pergi ke rumah Reno?"
"Kami mau pergi ambil buket pesanan kami, Kak."
"Oh, gitu. Mau Kak Reza antar?"
"Tidak perlu Kak! Kak Reza istirahat saja dulu, kalau kami sudah kembali ke rumah. Kita langsung berangkat ke rumah Reno, Kak."
"Iya, benar yang di bilang Nana, Kak. Kak Reza istirahat saja dulu. Kak Reza pasti capek kan baru pulang kerja? Masa kami minta Kak Reza antar lagi." Ucap Ella.
"Kalau begitu, kalian berdua hati-hati, ya. Kalau sudah selesai langsung balik ke rumah." Pinta Kak Reza.
Aku dan Ella langsung menjawab perkataan Kak Reza dengan lantang "Siap Kak!" Sambil tersenyum. dan berlalu di hadapan Kak Reza.
...~~~...
Setelah perjalanan yang cukup singkat, akhirnya aku dan Ella sampai di mana kami memesan buket bunga sebelumnya. Tiba-tiba saja Bruk! Aku tanpa sengaja bertabrakan dengan seseorang.
"Maaf, kamu tidak apa-apa?" Tanyaku dan langsung membantunya berdiri.
Yang aku tabrak ternyata seorang gadis SMA. Itu aku ketahui saat melihat kartu pelajarnya yang terjatuh. "Arini Putri Askara." Itulah nama yang tertera di kartu pelajar tersebut.
Melihat nama belakangnya aku teringat akan Reno. Sebab, hanya Reno saja yang aku ketahui nama belakangnya adalah "Askara." Dan dia juga pernah memberi tahuku bahwa dia memiliki seorang adik perempuan. Tapi, bisa saja itu hanya kebetulan. Tidak mungkin kan aku bertemu dengan adiknya disini!
"Iya, Kak. Aku tidak apa-apa. Seharusnya aku yang minta maaf, soalnya tadi aku jalan sambil memainkan ponselku. Maaf, ya." Ucap gadis itu sambil membersihkan Roknya.
"Iya, tidak apa-apa. Tapi, lain kali kalau jalan jangan sambil main ponsel, bisa bahaya. Buat kamu dan juga orang lain." Ucap Ella sambil menyerahkan buket bunga milik gadis itu.
Aku juga menyerahkan kartu pelajar yang aku ambil tadi padanya. Gadis itu tiba-tiba berseru ketika melihat ke arahku.
"Kakak!" Seru gadis itu.
...~~~...
🤔 cerita apa ya ku penasaran