Tepat dimalam pertama pernikahan, dimana malam yang seharusnya menjadi hari bahagia bagi Aluna, namun harus berakhir duka sebab Bagas yang telah sah menjadi suaminya kepergok berselingkuh bersama Sania, adik tiri Aluna. Aluna pun terpaksa di talak demi menikahi Bagas dan Sania.
Malam itu pun menjadi malam kehancuran bagi Aluna. Namun, sesuatu terjadi ketika dia diam-diam pergi dari rumah dan menawarkan diri kepada pria asing di sebuah Club hingga dia melakukan hubungan semalam yang menyebabkan dirinya mengandung anak pria asing tersebut.
Bagaimanakah nasib Aluna selanjutnya?
EKSLUSIF HANYA DI NOVELTOON. JIKA ADA DITEMPAT LAIN SUDAH PASTI PLAGIAT.
IG author: @rafizqi0202
fb: Rafizqi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23
Aluna berjalan menyusuri jalanan setapak khusus pejalan kaki. Langkahnya terlihat lemas dan pikirannya terus memikirkan ucapan Saskia.
"Tentukan pilihan mu sekarang, Aluna. Kesempatan tidak akan datang dua kali. Buktikan kepada mereka bahwa kamu bisa mendapatkan yang lebih baik"
Ucapan sahabatnya itu terus saja terngiang, membuat Aluna Dilema.
"Haruskah aku meminta bantuan kepadanya dan menikah bersamanya?".
"Tapi bagaimana caranya. Aku belum bisa mempercayai cinta lagi. Apa dia benar-benar mencintai aku?"
"Melihat dari caranya, dia tidak main-main dengan ucapannya. Haruskah aku mempercayai pernikahan lagi, dan membuka hatiku setelah kesakitan dan penghianatan yang aku terima?"
Aluna benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Dia diam, termenung memikirkan semuanya, dan duduk disalah satu kursi di tepi jalan. Sungguh, penghianatan yang dia terima dari pria yang dulunya sangat dia cintai dan dia percayai membuatnya sulit untuk kembali memulai sebuah hubungan. Dia takut, kalau dirinya tidak bisa membuka hatinya walaupun menikah lagi, dia juga takut jika trauma masalalu\_nya hanya akan menjadi luka untuk pasangannya nanti.
Ditepian lain. Anderson berdiri ditemani oleh sekertarisnya dibelakang. Melipat kedua tangannya didepan dada sembari Menatap dari kejauhan wanita pujaannya yang sedang duduk termenung.
"Han. Kira-kira apa yang membuatnya sangat sedih seperti itu?" Tanya Anderson kepada sekertarisnya dengan tatapan yang masih tertuju kepada Aluna.
"Saya pikir Nona Aluna sedang memikirkan neneknya, Tuan. Bukankah nona Aluna sangat dekat bersama neneknya. Ini sudah hampir sebulan lebih Nona Aluna pergi dari rumah dan tidak bertemu" Jawab Han.
"Kamu sudah tahu apa penyebab Aluna di usir dari rumah?" Tanya Anderson lagi.
"Menurut informasi, Nona Aluna di tuduh telah menggoda mantan suaminya. Jadi, Nona Aluna di usir oleh ayahnya dan ibu tirinya karena sudah berani menggoda suami adik tirinya. Selain itu, Nona Aluna juga di fitnah telah main gila diluar dengan menjadi wanita malam simpanan orang-orang kaya. Berita itu sudah menyebar di kompleks mereka, sehingga nama Nona Aluna sudah kurang baik di mata masyarakat disana" Ujar Han lagi menjelaskan.
Anderson yang mendengar itu sontak menoleh kebelakang dengan kening mengkerut, "Kamu serius mendapatkan berita seperti itu?" Tanya Anderson dengan wajah yang hampir merah karena marah.
"Benar tuan. Kami sudah bertanya secara langsung keada seluruh tetangganya. Dan yang menyebarkan berita bohong itu tidak lain adalah ibu tirinya nona Aluna"
Mendengar itu, Anderson mengepal kedua tangannya geram. Menatap sedih wanita yang begitu ia cintai itu.
Sementara itu, diseberang sana, Aluna tiba-tiba berdiri ketika mendapatkan sebuah telepon. Dari kejauhan, Anderson melihat raut ketegangan dan khawatir yang terlihat di wajah wanitanya itu, membuat Anderson pun ikut tegang dan bertanya-tanya, apa yang telah membuat Aluna setegang itu.
"Apa. Pak asep gak sedang bercanda kan. Bagaimana mungkin. Bagaimana mungkin nenek meninggalkan aku?" Aluna terlihat meneteskan air mata disaat sedang berbicara bersama seseorang dibalik telepon.
"Iya Non. Nenek sudah meninggal. Non Aluna yang sabar ya. Sekarang, semua orang sedang menyiapkan pemakaman, nona segeralah kesini sebelum nenek dimakamkan" Ujar Pak Asep lagi, si tukang kebun di rumah ayahnya.
Seluruh tubuh Aluna terasa lemas seketika, dia menangis histeris bersama tubuhnya yang juga ikut ambruk ke tanah.
Bagaimana bisa nenek meninggalkan aku?
Pertanyaan itu terus saja dia ucapkan. Satu-satunya alasannya bertahan di dunia ini adalah neneknya. Kini neneknya dikabarkan meninggal dunia, membuat seluruh hidup Aluna terasa hancur dan tak berarti lagi.
Anderson hendak berlari menuju Aluna, namun sekertarisnya segera menahan, "Tuan, jangan. Kita belum di butuhkan saat ini. Bersabarlah, kita ikuti saja Nona Aluna pergi."
"Tapi,,, "
"Tuan. Percayalah kepadaku, setelah ini Nona Aluna akan datang sendiri kepada anda. Bersabarlah, dia hanya perlu waktu. Biarkan dia memilih jalannya sendiri sampai tuan mendapatkan cinta Nona Aluna seutuhnya"
Anderson kini diam dengan tatapan iba yang begitu merobek hatinya melihat Aluna yang rapuh. Ingin sekali dia datang dan memeluk tubuh itu, namun dirinya juga tidak bisa jika terus-terusan memaksa Aluna untuk menjadi miliknya. Tak dipungkiri, dia juga ingin cintanya berbalas tanpa adanya paksaan.
"Maafkan aku Aluna. Aku hanya bisa Menatapmu dari kejauhan. Tapi, tidak akan aku biarkan siapapun menyentuhmu atau menyakitimu ragamu" Gumam Anderson didalam hati.
.
.
.
Bersambung.
ini beda agama apa gimana thor 🙏