dan kini tuhan balas semua doa dan rasa sakit ku,, kini aku bisa bahagian dengan putra putri ku yang semua bergelar dan memiliki pangkat tinggi serta di pandang baik di lingkungan,, terimakasih tuhan setidaknya setelah badai menghantam kau berikan aku pelangi..
kulupakan semua rasa sakit yang ada dan kujalani hidup bahagia ku di masa tua bersama anak anakku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja di ufuk barat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
di setujui
Selang tiga hari setelah pengajuan akhirnya pihak bank pun datang untuk mensurvei lokasi rumah kami,,
orang yang ku temui semalam dan dua orang lainnya pun mulai bertanya tanya kepada Diki
Perihal masalah surat menyurat tanah rumah kami dan juga mengenai usaha apa yang akan kami buat
pihak bank:" gimana pak,, untuk persyaratan kemarin sudah di ajukan ke kantor ya pak,, sekarang kami mau survei lokasi nya dulu"
Diki:"iya pak silakan "
Sambil berkeliling di halaman juga mengambil beberapa gambar rumah juga halaman depan dan belakang rumah mereka juga sedikit bercengkrama bersama
Pihak bank:"ini surat nya sudah sertifikat atau masih soperadik pak"
Diki:" sertifikat pak tapi kebetulan kemarin saya belinya belum di pindah namakan jadi masih atas sama pemilik lama,, tapi kami ada surat perjanjian jual beli nya kok"
Pihak bank:"oke gak papa pak yang penting ada surat perjanjian jual beli,, jadi itu termasuk kontrak yang sah"
pihak bank:" jadi nanti minjam niatnya buat usaha apa pak,, kan bapak pinjam juga lumayan ya,, jadi harus di fikirkan matang matang sebelum nanti di setujui,, sudah tau kan usaha apa yang akan di buat"
Diki:" untuk membeli tanah pak" (bual Diki)
Jelas kalau kami bilang untuk membuka toko kecil dan menyiapkan rumah pasti tidak akan di setujui oleh pihak bank
Pihak bank:" oke pak kami sudah siap mensurvei nanti kelanjutan nya kami kabarin besok ya pak"
Diki:" oke terimakasih pak'
Kemudian mereka kembali ke dalam rumah ke ruang depan untuk bercerita mengenai sarat sarat selanjutnya
Sementara aku di dapur sedang membuat kopi setelah selesai baru ku antarkan ke depan dan duduk di sebelah Diki
Pihak bank:" oke pak buk saya harap jika nanti sudah pencarian tolong bapak sama ibuk pastikan dana yang ada di rekening nya tidak sampai kurang dari setoran setiap bulannya ya,, supaya bapak sama ibu kalau nanti butuh dana lagi kami bisa dengan mudah menyetujui nya"
Diki:" oke pak saya akan usahakan"
Pihak bank:"oke terimakasih pak kami pamit dulu permisi "
Diki:" iya silahkan pak "
Setelah selesai aku memanggil Arkan untuk pulang dan memandikannya,,
seperti biasa Arkan selalu main ke rumah neneknya untuk bermain bersama oom nya
Setelah selesai aku memandikan Arkan aku pun kembali ke dapur untuk membuat makan malam
Setelah selesai baru lah aku mandi dan kemudian tiduran di kasur sambil menunggu azan magrib
Setelah magrib kami solat berjamaah bersama baru lah makan malam
Selesai makan kami kembali lagi kekamar untuk beristirahat sambil bercanda bersama
Paginya seperti biasa aku bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan dan juga bekal untuk suamiku tercinta
Setelah selesai baru lah ku bangun kan mas Diki lalu ia pun bersiap kerja
Selesai semua itu kembali aku ke pekerjaan ku yang setiap hari nya ku lakukan
Seperti mencuci pakaian mencuci piring menyapu dan juga menyirami tanaman selesai nya aku baru membangunkan Arkan
Kali ini Arkan menurut dan bangun lebih awal,, setelah bangun baru lah aku mandikan
Dan di saat memandikannya lah drama baru terjadi lagi,, mungkin karena Arkan tak pernah madi pagi jadi kini di saat ia mandi pagi malah mengamuk karena kedinginan
Selesai itu aku dan Arkan pun sarapan pagi di meja makan selesai makan ku beres kan piring dan ku tutup kembali tudung saji untuk menutup makanan
Setelahnya baru lah aku ke kamar dan mengajari Arkan beberapa huruf dan juga angka
Tak lama terdengar suara hp ku berbunyi
Ternyata orang bank yang menelvon nya
Pihak bank:" halo buk hari ini bapak sama ibu bisa ke kantor bank untuk melengkapi syarat terakhir dan mengambil uang pinjaman nya di bank ya buk,, kami tunggu paling lambat jam tiga sore kalau sampai jam tiga sore ibu dan bapak tidak datang kami anggap batal,, terimakasih"
Sinta:" baik pak terimakasih "
Setelah itu Sinta kembali menelvon suaminya namun sudah beberapa kali di telvon diki tak mengangkat telvon nya
Ah sudahlah lah mungkin ia sedang sibuk kerja nanti siang saja ku susul ke sana
Setelah siap belajar kemudian kusuruh Arkan untuk tidur siang padahal jam masih menunjukkan pukul sepuluh pagi,,
Setelah Arkan tidur aku langsung meminjam motor mertuaku untuk menyusul Diki
Sesampainya di PT sinar sentosa aku langsung menuju ke tempat kerjanya
Sinta:"mas Diki,, mas kamu di mana sudah siap belum"
Diki:" di sini sayang di jaluran nomor tiga,, belum ni kenapa"
Sinta:" itu tadi orang bank nelvon katanya kita di suruh kesana paling lama jam 3 buat pencarian"
Diki:" oh ya udah kamu bantuin aku berondol ya aku masih ngeluarin buah nya nanti kalo aku sudah siap aku bantuin"
Sinta:" oke mas"
Setelah sekian lama akhirnya selesai juga dan setelah itu aku dan Diki pun pulang kemudian mandi dan bersiap siap ke bank
Setelah selesai ku lihat jam ternyata Sudah jam setengah dua sore dan kami sampai di bank jam dua sore
Sesampainya dibank kami pun langsung masuk keruangan di sebelah teller
Kemudian Diki di bawa ke ruangan belakang entah untuk apa dan tak lama setelah mereka keluar baru lah atasan bank memberikan surat kontrak dan menyuruh aku dan Diki untuk tanda tangan
Setelah semua surat kami tandatangani baru lah kami ke teller untuk mengambil uang nya setelah selesai baru kami pulang kerumah
sepanjang perjalanan Sinta mulai mengajukan berbagai pertanyaan karena ia kepo dengan apa yang mereka bicarakan di belakang
Sinta:" tadi kamu kemasa mas sama orang bank nya"
Diki:" gak ad di bawa ke ruangan belakang sama ke ruangan depan buat foto aja sama bos nya"
Sinta:" terus gak di tanya tanyain gitu kamu nya "
Diki:" ya di tanyain lah pasti tapi ya aku jawab seperti kemarin aja udah,, habis tu baru masuk lagi ke ruangan "
Sinta:" oh ku kira kamu ngapain dan di bawa kemana,, enak ya sekarang uang nya gak di ambil langsung melainkan pake kartu ATM jadi simpel"
Diki:" iya jadi gak takut kalo kalo di jalan ada yang nodong"
Sinta:" hus kamu ah ngomong nya kok gitu sih"
Diki" kamu gak mau belanja gitu buat keperluan rumah mumpung ini hari Jum'at kan pasar"
Sinta" emang boleh gitu"
Diki:" apa sih yang gak boleh buat kamu,, kan aku udah bilang apapun aku lakuin buat kamu dan Arkan asal kalian bahagian aku juga bahagia"
Sinta:" bener tuh gak bohong,, tapi kenapa dulu kamu suka bikin aku nangis suka bikin aku kecewa "
Diki:" iya maaf sayang mungkin dulu karena tekanan pekerjaan di tambah kita lagi bikin rumah dan ekonomi kita lagi terganggu"
Sinta:" oh jadi aku ini adalah pelampiasan nya ya,, gitu kan"
Diki:" enggak dong,, ini jadi gak kita kepasar"
Sinta:" ya udah deh kita ke pasar beli beberapa makanan aja sama buah untuk di bawa pulang,, kebetulan kebutuhan lainnya masih lengkap "
Diki:"Oke sayang "
Kemudian kamu pun kepasar yang tak jauh dari bank tadi dan membeli dua buah martabak dua kilo apel dua kilo jeruk dan satu kilo alpukat
Setelahnya baru lah kami ke rumah dengan waktu yang sudah senja,,
sesampainya di rumah ku kasihkan satu buah martabak satu kilo jeruk dan satu kilo apel untuk mertua ku