Lisa adalah perempuan janda muda yang terpaksa mengadu nasib di ibu kota demi merubah hidupnya dari masa lalu yang pahit.
Perpisahan yang dikarenakan pengkhianatan membuatnya tidak sudi berhubungan kembali dengan sang mantan suami yang sudah menghancurkan hidupnya.
Apakah Lisa bisa beradaptasi dengan pekerjaan baru di ibukota yang hanya sebagai seorang pengasuh sekaligus ART?
Dikarenakan ia harus merawat seorang pria beristri sebagai majikannya yang menderita stroke dan harus duduk dikursi roda.
Bagaimanakah kisah mereka?Yuk diikutin alur ceritanya.😁
Follo me IG :Mitha_shin 🌸
☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 - Kesal
Darius mengajak Lisa ke suatu tempat,yang ternyata sebuah taman hiburan.Tempat dimana menjadi favorit untuk setiap kalangan,terutama anak kecil dan muda.
Lisa yang tidak pernah mengunjungi tempat yang seperti itu,seketika tercengang takjub.Bagaimana tidak jika di desa tidak pernah ada tempat yang saat ini ia datangi.
Begitu banyak tempat arena permainan,hampiri seluruhnya Darius mengajak Lisa untuk mencobanya.Lisa pun tampak begitu bahagia.Rasa lelah dan sedikit jenuh selama bekerja di tempat Henry.Membuatnya langsung hilang begitu saja dengan perasaan yang terhibur karena setiap permainan yang sudah ia coba.
"Bagaimana Lisa?Apa kau suka tempat ini?Apa kau senang?" tanya Darius saat mengajak Lisa untuk bersantai di sebuah cafe eskrim.
Lisa langsung mengangguk sambil tersenyum. " Iya kak,aku sangat senang.Terima masih karena kakak sudah mengajak ku tempat seperti ini." jawab Lisa sambil menikmati eskrim nya.
"Ohhh,syukurlah kalau kau menyukainya.Aku sudah yakin kalau setiap gadis pasti menyukai tempat yang seperti ini." ujar Darius yang langsung merasa senang dengan jawaban Lisa.
"Sejujurnya aku juga baru pertama kali pergi ke tempat yang seperti ini.Karena di kampung tidak ada tempat yang seperti ini." ucap Lisa sedikit cerita.
"Oya??Artinya kau beruntung bertemu dengan ku dan mengajak mu kesini..Hehe."ujar Darius sambil bergurau.
Lisa pun kembali tersenyum.
"Dan apakah aku boleh bertanya sesuatu pada mu,Lisa?" tanya Darius yang sesaat menatap serius ke arah Lisa.
Lisa pun memandang Darius sambil mengangguk.
"Apakah saat ini kau punya pacar?" tanya Darius dengan serius.
"Pacar?" tanya balik Lisa.
"Yah,maaf kalau pertanyaan ku sedikit serius." ujar Darius.
Sejenak Lisa pun diam dan berpikir.
"Maaf kalau pertanyaan ku membuat mu tidak nyaman,aku hanya ingin tahu saja.Kalau kau tidak mau menjawabnya lupakan saja.Oke..Hehe." tukas Darius langsung menyudahi pertanyaannya.Karena melihat reaksi Lisa yang seperti tidak nyaman dengan ia bertanya.
Lisa pun hanya memilih tersenyum tipis.
...****************...
Menjelang malam..
Henry tampak terus memandangi jam dinding yang menunjukkan sudah pukul 9 malam.Seketika membuat Henry mulai kesal dengan Darius dan Lisa.Sebab peringatannya ternyata telah diabaikan oleh Darius dan Lisa.
"Brengsek.!!Beraninya mereka menentang peringatan ku." umpat Henry dengan perasaan yang sangat kesal.
Disaat dirinya sedang kesal,tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu depan yang berbunyi.Henry segera mengarahkan kursi rodanya menuju pintu untuk membukanya.
Dan terlihat Darius dan Lisa yang baru saja tiba.
Henry langsung menatap tajam ke arah mereka berdua.
"Sori kawan,aku telat mengantar Lisa pulang.Karena hari begitu cepat,aku sampai lupa dengan peringatan mu." ucap Darius yang langsung meminta pengertian pada Henry.
Tak menjawab,Henry justru melirik tajam ke arah Lisa.Dan Lisa hanya memilih menundukkan kepala karena tidak berani menatap sang majikan.
"Jangan marahi Lisa,karena ini salah ku.Oke.." sahut Darius kembali meminta pengertian pada Henry.
"Kenapa tidak kau bawa saja dia pulang ke rumah mu?Kalian berdua sama saja." sahut Henry meluapkan kekesalannya dengan menyindir Darius dan Lisa.
Henry pun langsung meninggalkan mereka berdua.Sedangkan Darius hanya menggelengkan kepalanya.
"Lisa,kau istirahat lah.Jangan dengarkan apa pun celoteh majikan mu itu.Dia cuma kesal karena tidak diajak.Mengerti?" ujar Darius menghibur Lisa.
Lisa pun tersenyum mengangguk.
"Kalau begitu aku pamit pulang,terima kasih karena kau sudah meluangkan waktu mu untuk senang-senang hari ini.Hehe.Bye Lisa." ucap Darius langsung berpamitan pulang pada Lisa sambil melambaikan tangannya saat Darius sudah pergi.
"Terima kasih juga kak Darius,hati-hati dijalan." balas Lisa sambil
𝗻𝘆𝗮..👍👍
𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀𝗸𝗮𝗻𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂..😘😘
𝘀𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗵 𝘁𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸..
𝗶𝘁𝘂 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗺𝘂 𝗗𝗮𝗺𝗮𝗿..