WARNING!!!
- Harap bijak dalam menyikapi cerita ini.
- Cerita ini mengandung kekerasan fisik.
- Terdapat beberapa bagian kata yang terdengar kasar.
Menceritakan seorang gadis bernama Aurora Lexa Antonius yang dibesarkan di keluarga yang cukup berpengaruh. Suatu hari dia di usir oleh keluarganya hanya karna fitnah dari ibu tiri dan saudari tirinya.
Mampukah Aurora membalaskan dendamnya pada mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Della Avista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhir Dari Wanita Gila
" Heh ******, kau bisu yah. kenapa kau diam saja, kau itu cuma wanita yang beruntung di panggil ke sini oleh kekasihku. " ucap Wulan dengan angkuhnya.
" Mana yang kau maksud dengan tuan Kendrick, ini sudah lebih dari 5 menit tapi tidak ada yang datang. " lanjut Wulan lagi dengan tersenyum mengejek.
Karna merasa di rendahkan oleh sikap acuhnya Aurora, Wulan pun maju mendekati Aurora dan langsung menampar pipi mulus Aurora. Aurora sengaja tidak menghindar, karna akan lebih gampang jika wanita itu yang bermain dengan kekerasan terlebih dulu di bandingkan dirinya.
Dan dari arah lift terlihat Kendrick yang sedang melihat drama yang di lakukan oleh Wulan. Kendrick yang melihat nona mudanya di tampar oleh karyawan nya sendiri pun naik pitam. ia langsung melangkah cepat ke arah Aurora dengan aura membunuh. Aurora yang sejak awal sudah melihat Kendrick ada di sana pun tersenyum menyeringai.
" Habis kau hari ini. " ucap Aurora dalam hati.
" Apa yang kau lakukan pada nona muda Aurora hah! " bentak Ken dengan suara menggelegar dan aura membunuh yang ia tujukan pada Wulan.
Semua orang yang mendengar perkataan dari suara yang mereka kenal pun, mematung dengan wajah terkejut. tapi setelah mereka sadar, akhirnya mereka mulai menyingkir dengan sendirinya. mereka takut terkena amukan tuan Ken yang memang terkenal bengis jika ada yang berani mencari masalah dengannya.
Siapa gadis ini sebenarnya ...
Kenapa tuan Kendrick memanggil gadis ini dengan nona muda ....
Habis lah kau Wulan hari ini ....
Kau salah cari lawan kali ini Wulan ....
Kendrick pun sampai di hadapan Aurora dan menatap Wulan dengan tatapan tajamnya. Wulan yang melihat Kendrick atasannya marah pun mulai ketakutan, tapi karna ia merasa jika dirinya memang benar, akhirnya ia tetap melanjutkan drama itu di depan Kendrick.
" Tuan ada ****** kecil yang membuat kerusuhan di perusahaan ini. " ucap Wulan dengan nada lirihnya setelah Ken berada di di depannya.
" Siapa yang kau maksud dengan ****** kecil hah! " ucap Kendrick dengan wajah dinginnya.
" Siapa lagi kalau bukan gadis yang ada di depan saya ini tuan. " jawab Wulan tanpa melihat wajah Ken yang semakin tidak enak di pandang.
Semua orang yang melihat wajah atasan mereka pun merinding ketakutan. mereka tau bahwa tuan Ken sedang menahan amarahnya pada Wulan sang resepsionis itu. termasuk para peserta rapat yang sudah ada di sana pun sedang melihat adegan di depannya. saat Kendrick akan menjawab ucapan Wulan, Aurora lebih dulu mengeluarkan suaranya.
" Kau telat 1 menit dari yang aku katakan tadi Ken. " ucap Aurora dengan nada dinginnya.
" Saya minta maaf nona muda, tadi sedang ada rapat bulanan. " ucap Ken sambil membungkukkan badannya di hadapan Aurora.
Semua orang yang melihat sikap tuan Kendrick yang mau merendahkan dirinya di hadapan gadis kecil itu pun mulai merasa waspada. apalagi dengan Wulan yang sedari tadi berbicara dan berperilaku tidak sopan.
" Apa dia kekasih mu Ken? " tanya Aurora sambil menunjuk dagunya pada Wulan.
Wulan yang merasa dirinya salah langkah pun semakin ketakutan, dan dia takut semua karir yang ia miliki saat ini akan hancur. Ken yang mendapatkan pertanyaan aneh seperti itu dari nona mudanya pun kebingungan. Aurora yang mengerti pun kembali berkata.
" Dari tadi ia mengaku padaku dan di depan semua orang yang ada di sini, kalau wanita itu adalah kekasihmu. " ucap Aurora dengan wajah datarnya.
" Bukan nona, saya tidak mungkin memiliki kekasih modelan ****** seperti wanita ini nona. melihatnya saja saya sudah sakit mata duluan. " jawab Ken sambil menatap Wulan dengan tatapan jijiknya.
Dan semua orang yang masih berada di sana pun mendengar perkataan tuan Ken. mereka satu - persatu mulai memandang Wulan dengan tatapan jijik dan ada pula yang mencemooh nya.
Cih halu ternyata ....
Mimpi kok di siang bolong ....
Dasar ****** tidak tau malu .....
Mampus kau, berakhir sudah hidupmu ....
Begitulah bisik - bisik yang terdengar, Wulan yang mendengar perkataan mereka pun malu dan hanya bisa menahan amarahnya.
" Ini semua karna gadis ini. awas saja kau, akan aku balas semua perlakuan mu padaku. " ucap Wulan dalam hati dan menatap tajam Aurora.
Aurora yang melihat tatapan tajam yang Wulan tujukan padanya pun hanya tersenyum miring. dan itu semakin menambah kekesalan Wulan saja.
" Kenapa tuan malah lebih membela orang lain daripada karyawannya sendiri. " ucap Wulan dengan nada sedihnya.
" Karna kau tidak pantas mendapatkan pembelaan dariku. hanya karyawan biasa berani sekali mencari masalah dengan nona muda, apalagi kau menyebarkan berita palsu. " ucap Ken dengan wajah dinginnya.
Aurora yang mulai malas meladeni drama ini pun mulai maju ke hadapan Wulan dan memukulnya tanpa pandang bulu.
Brughhh ....
Buggh ....
Akhhhhh ....
Semua orang yang melihat gadis itu memukuli Wulan dengan sangat keras pun, hanya bisa mematung sambil memandang Aurora dengan tatapan takut. mereka bersyukur karna sedari tadi mereka tidak ikut campur dan hanya melihatnya saja.
" Itu balasan untukmu karna berani menampar wajahku tadi. Ken kita keruangan mu sekarang juga. aku malas melihat wajahnya. " ucap Aurora dengan wajah datarnya.
" Baik nona, silahkan. " ucap Ken sambil mempersilahkan Aurora untuk jalan terlebih dahulu.
Tapi sebelum Aurora melangkah pergi menuju lift, Aurora pun berkata tanpa membalikan tubuhnya.
" Urus dia Ken, pecat dan blacklist dia. buat hidupnya hancur karna sudah berani bersikap seperti itu terhadapku. " ucap Aurora penuh penekanan.
" Itu juga termasuk peringatan untuk karyawan yang bekerja di perusahaan ini. " lanjut Aurora dan ia pun melangkah pergi menuju ke lantai atas.
" Baik nona, akan saya urus semuanya sesuai keinginan nona muda. " ucap Ken sambil membungkukkan badannya.
" Kau di pecat tanpa pesangon dan gaji mu akan saya transfer nanti. beresi barang - barang mu dan segera pergi dari perusahaan ini. " ucap Ken pada wulan dengan wajah datarnya.
" Maaf kan saya tuan, jangan pecat saya tuan. saya mohon, kasihani saya tuan. saya janji tidak akan mengulangi nya lagi tuan. " ucap Wulan sambil bersimpuh di hadapan tuan Kendrick dan mulai menangis tersedu - sedu.
" Kau salah mencari lawan, dia bukan gadis yang bisa kau singgung semau mu. dan aku tidak bisa membantu. " ucap Ken dengan wajah datarnya.
" Semua keputusan ada di tangan nona muda, dan perintahnya adalah mutlak tanpa bisa di ganggu gugat. masih untung hanya kehilangan pekerjaan dan hanya di pukul bukan di bunuh oleh nona muda. " lanjut Ken penuh penekanan.
" Dengar kalian, apa yang kalian dengar dan lihat hari ini lupakan dan jangan sekali - kali kalian menyebarkan wajah nona muda. jika kalian berani maka nyawa kalian taruhannya. " ucap Ken penuh peringatan
Glekk .....
kmna aja dirimu lma mnghilang????
ada ssuatukah?????mga cpt up lg y.....smnggttt.....😘😘😘
SEMANGAT/Good//Good//Good/✊✊👍👍💪😊