NovelToon NovelToon
Mantan Yang Tak Usai

Mantan Yang Tak Usai

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Berbaikan / Tamat
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: meli meilia

~Novel Ke 14~
May pernah merasakan cinta pertama. Cinta manis yang sayangnya hanya muncul selintas saja dalam hidupnya. Seperti meteor.
Padahal bukan cinta seperti itu yang May harapkan dalam hidupnya. Melainkan May mengharapkan cinta manis yang bisa terus bertumbuh di sepanjang waktu. Seperti pohon.
Dan, ketika takdir telah mengguratkan kisah untuk May jalani. Bisakah May melewati hari-harinya dengan cukup waras?
Jadi siapa yang harus May pilih nantinya?
Suhan, sang suami?
atau Reyhan, cinta pertama May, dulu?
Yuk kita simak kisah May bersama-sama!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback

Masih flashback..

"Kak Suhan!!"

Suhan sedikit terkejut begitu menerima pelukan erat dari Kissa. Setelah terkejut, lelaki itu langsung merasa risih. Dengan segera ia mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Kissa.

"Kissa. Tenangkan diri mu. Istighfar Kiss.. Istighfar.. tenanglah. Sekarang semuanya sudah aman.." hibur Suhan sambil melepaskan diri dari belitan tangan gadis di depannya itu.

Setelah Suhan berhasil melepaskan diri, ia lalu mengajak Kissa untuk duduk di sofa ruang tamu.

"Ayo kita duduk dulu. Tenang lah. Insya Allah semuanya sudah aman!" hibur Suhan kembali.

Kissa lalu membutuhkan waktu sekitar satu menit lamanya untuk menenangkan diri. Baru kemudian ia menceritakan kisahnya.

"Tadi itu, habis ketemuan sama teman, Kissa langsung pulang ke rumah. Dan tidur, Kak.. Mungkin Kissa lupa kunci pintu luar. Tapi syukur banget Kissa ingat tuk kunci pintu kamar. Kalah enggak, mungkin..."

Lagi-lagi gadis itu tampak tertekan oleh rasa takut.

"Ya. Kakak mengerti. Memangnya Pak de dan Buk De ke mana, Kiss?"

"Mama Papa lagi ke rumah teman Papa. Katanya pulang malam. Kami baru pindah ke sini dua minggu yang lalu. Jadi Kissa belum mengenal betul kondisi di daerah sini. Kissa gak kenal siapa-siapa di aini. Kissa takut Kak.."

Hening kembali.

"Kamu udah telepon Pak De Dan Buk De belum?"

"U..udah. Tapi telepon nya gak diangkat,"

"Coba telepon lagi. Siapa tahu mereka jadi bisa pulang lebih cepat,"

"Iya Kak. sebentar ya Kak.. Kakak jangan pergi dulu ya. Temani Kissa dulu di sini sampai Mama Papa pulang ya Kak? Kissa takut.."

"Hh.. iya. Kakak gak akan pergi sebelum Pak De dan Buk De pulang. Sudah sana! telepon mereka dulu!" titah Suhan kembali berulang.

Kemudian Kissa kembali ke kamar nya. Dan baru pada saat itulah Suhan menyadari betapa minimnya pakaian yang dikenakan oleh sepupu nya itu.

Tadi ia tak menyadari kaos lengan pendek serta celana hitam ketat yang dikenakan oleh Kissa. Karena gadis itu selalu saja menunduk dan memeluk tubuh nya dengan lengan tangannya sendiri. Tapi melihat Kissa dari belakang, Suhan pun jadi bisa melihat lekuk indah tubuh sepupu nya itu saat Kissa berjalan menuju kamar nya.

"Astaghfirullah.. mikir apa kamu, Han! ingat! gadhul bashar! gadhul bashar! Tundukkan pandangan mu!" tegur Suhan pada dirinya sendiri.

Sementara Suhan sibuk beristighfar, berbeda jauh dengan Kissa di kamar. Ia langsung memasang wajah senang begitu ia membalikkan badan nya.

Gadis itu yakin. kalau pesona tubuh nya tak mungkin akan menggagalkan rencana nya malam ini. Namun jikalau lelaki pujaannya itu masih juga bertahan, maka ia akan mengatur rencana lainnya.

'Kak Suhan.. malam ini, Kakak akan jadi milikku!' sumpah Kissa dalam hati.

Tak lama kemudian Kissa keluar lagi sambil memegangi ponsel nya.

"Mama tadi udah angkat telepon nya. Dan katanya mau langsung pulang sekarang juga, Kak," ujar Kissa berdusta.

Padahal yang sebenarnya terjadi adalah gadis itu tak menghubungi siapa pun juga. Hubungan nya dengan kedua orang tua kandung nya bahkan sedang dalam kondisi buruk akibat tingkah buruk nya sekitar beberapa bulan yang lalu. Ya. Kissa telah putus hubungan dengan kedua orang tua nya sejak lama.

"Alhamdulillah.."

"Iya. Alhamdulillah.."

Kissa lalu kembali duduk di kursi yang tadi ia duduki. Naas nya di kursi itu, dirinya menerima sorotan langsung cahaya lampu. Sehingga profil nya terlihat semakin jelas di mata Suhan yang duduk tak sampau dua meter dari nya.

Lelaki itu terburu-buru menundukkan pandangan nya lagi. Menatap kedua tangan nya sendiri.

Terlebih dulu Suhan berdehem. Baru kemudian ia menegur sang sepupu.

"Dek, bisa tolong kamu ganti baju dulu dengan baju yang lebih..ee.. longgar?" pinta Suhan kemudian.

"Oh! Ma..maaf Kak. Kissa lupa. Tadi kan Kissa baru banget bangun tidur. Kissa gak ingat soal penampilan Kissa sekarang ini. Tinggu sebentar ya Kak. Kissa ganti baju dulu!"

Sayangnya, karena terburu-buru, kaki Kissa tampak tersandung kaki meja. Sehingga ia pun hendak jatuh ke lantai. Namun Suhan dengan sigap nya menangkap kedua lengan gadis itu. Sehingga Kissa pun tak jadi jatuh ke lantai.

"Adyh!! Maaf Kak! kissa kesandung meja tadi!" seloroh Kissa meminta maaf.

Sementara itu suhan masuh tertegun dnegan kejadian yang baru saja terjadi.

Karena saat ini lengannya tak sengaja menyentuh aksesoris di bagian depan milik sepupu cantik nya itu.

'Astaghfirullah!'

Dengan bergegas, Suhan langsung mendudukkan Kissa kembali ke sofa. Sementara ia berdiri dan beranjak menuju pintu. Maksud nya adalah ia ingin menenangkan gejolak hasrat yang dengan tak pantas nya melintas di benak nya sesaat tadi.

"Kak Suhan mau ke mana?! Jangan tinggalin Kissa sendirian Kak!" teriak Kissa di belakang Suhan.

Suhan kembali berbalik. Namun ia langsung menyesali akai nya itu. Karena kini ia bisa melihat penampilan Kissa lagi dari jarak dekat.

Lelaki itu kembali membalikkan badan dan berkata.

"Kakak cuma mau duduk di luar, Dek. Rasanya gak pantas kalau kita berduaan di dalam rumah,"

Dan setelahnya, Kissa membiarkan Suhan keluar rumah. Sementara ia mencebik kesal sendiri.

'Lihat aja nanti. Kak. Pada akhirnya kanu juga akan luluh! Kissa yakin!' gumam batin Kissa.

Satu jam kemudian Suhan duduk di teras rumah Kissa. Sejak itu Kissa tak lagi keluar untuk menyapa nya. Suhan pun sambil lalu membuka galeri ponsel dan melihat foto-foto Maya dan juga Birrul.

Hati lelaki tiu sudah begitu merindukan keluarga kecilnya itu. Namun sisi kemanusiaan menahannya untuk tetap berada di tempatnya kini. Setidaknya hingga kedua orang tua Kissa pulang lagi.

Setelah lama menunggu, hingga Suhan menyadari kalau waktu audah mulai mendekati jam maghrib. Suhan pun memutuskan untuk memanggil Kissa dari luar rumah.

"Dek.m Kissa.. Kissa..!"

"Ya, Kak Suhan?"

Kissa lalu keluar. Dan syukurlah ia sudah mengenakan baju longgar saar ini. Meski bukan baju muslimah. Setidaknya baju nya tak seketat seperti kaos u can see seperti tadi.

Selama sedetik Suhan menilai penampilan Kissa.

'Entah apa yang menyebabkan Kissa sampai bisa melepas jilbab nya. Padahal dulu dia sudah kelihatan syar'i..' batin Suhan bergumam.

"Kak suhan? Kakak panggil Kissa?" tegur Kissa saat dilihatnya Suhan hanya terdiam.

"Eh.. maaf. Ini. Mama Papa kamu sudah sampai mana ya? Udah mau masuk waktu maghrib soalnya.."

"Iya ya. Sebentar ya Kak. Kissa telepon Mama Papa lagi,"

Lagi-lagi gadis itu masuk ke dalam kamar nya. Karena ia memang tak memegang ponsel nya saat itu.

Setelah beberapa lama. Kissa kembali ke hadapan Suhan dan berkata.

"Mama dan Papa masih di jalan Kak. Katanya ada kecelakaan. Jadi jalanan agak macet. Kakak tetap di sini temani Kissa ya sampai Mama Papa pulang? tolong lah Kak. Kissa talut banget.."

"Hh.. ya. Baik lah. Tapi, Kakak tinggal shalat dulu ya ke mushola. Kakak mau shalat maghrib dulu.."

"Jangan, Kak! shalat di sini aja! Kissa gak mau sendirian!"

"Ee.. ya sudah. Tapi Kakak shalat nya di luar rumah aja ya. Kiss. Gak enak kalau Kakak masuk ke dalam.."

"Gak apa-apa Kak. Kakak kan sudah Kissa anggap seperti Kakak sendiri. Atau gini aja deh. Kak suhan shalat nya di ruang tamu aja. Minimal di dalam rumah lah Kak. Kalau Kakak shalat nya di luar, Kissa nya ngerasa gak enak sama Kak Suhan.."

Setelah merenung beberapa saat, akhirnya Suhan pun mengiyakan usulan sepupunya itu.

"Ya sudah. Kakak ikut shalat ya, Kiss.."

"Iya Kak!"

Flashback Selesai.

***

1
Diah Rodiyah
sumpah baca novel ada petempuan kek maya,diakan punya bukti lakinya selingkuh kok malah dia yg seakan selingkuh,,hish malesin bnget
Diah Rodiyah
marah" gak bipang apa masalahnya di tampah lakinya pura" bego dan gak tau apa". daebak
Lina Zascia Amandia
Kak Mel apa kabar, kangen.
meli meilia: masya Allah Lina.. alhamdulillah konfisi mulai membaik nih Lin. hamil kali ini ternyata parah juga. sampai satu novel jadi harus tertunda berbulan bulan. ngerasa bersalah bgt ma reader dan ntoon. tp ya gimana ya.
alhamdulillah skrg masuk usia 6 bulan lin. msh mual kadang2. kemarin mah bener2 bed rest. ga bisa ngapa2in. dua bocil aja beneran diurus keluarga. alhamdulillah msh punya orang tua.. mohn doanya ya lin. biar bs lekas pulih lagi. mel pingin banget nuntasin hutang novel. gak enak rasanya klo blum diselesain..
total 1 replies
Tyara Lantobelo Simal
Semangat say
Lina Zascia Amandia
Karya ini lg dipajang nih di Karya Emas sm Ntoon..
Shifa Burhan
ini adalah kesalahan besar, fatal dan dilaknat dalam ajaran agama Islam ya
* istri pergi meninggalkan suami
* istri minta cerai apa lagi sampai mengajukan gugatan

dan mata melakukan semua itu, maya bisa saja dibenarkan dengan catatan sugan memang melakukan kesalahan fatal dan bukan salah paham, tapi setelah terbukti ini adalah salah paham jadi perbuatan maya itu sangat salah dan dilaknat jadi maya harus minta maaf dan sujud dibawa kaki suami karena perbuatan maya itu sudah sangat durhaka sebagai istri,

jadi kalau kita memasukkan embel2 agama dalam novel kita juga harus tau ajaran agama itu mana salah dan benar dan mana salah yang biasa dan mana salah yang dilaknat alias durhaka
ruby sunn
Thor, ini salah satu karya yang bikin aku gak bosen bacanya!
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
Aaaa! Author kece! Crazy up thor!
Lina Zascia Amandia
Wahhhh ketemu Reyhan... telat si Reyhan mendapatkan Maya.... keren karya barunya, mungpung msh baru masih sempat dibaca full... seru Kak Mell smg lancar jaya idenya.
Lina Zascia Amandia
Jadi ingat odading Mang Oleh deh...
Lina Zascia Amandia
Ohhhhh pernah menyukai Reyhan.... Reyhan memang meresahkan.
Lina Zascia Amandia
Hehehhehehe....
Lina Zascia Amandia
Dulu sblm dpt jdh kalimat yg kurang lebih seperti ini juga terlontar dr ibu sy, berhhbung sy sm Kakak sy yg ke 4 memang jarang keluyuran dan gak pernah ngenalin laki2 ke rumah, jadi org tua sy khawatir, jarang keluar rmh dan jarang gaul, kapan dpt. jodohnya, jodoh itu dicari katanya. maklum umur 25 blm nikah jd org tua merasa takut melihat anaknya di rmh n jomblo trs. Ehhhh. akhirnya. jodoh sy justru dr FB..... wkwkwkkw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!