NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Adeeva

Takdir Cinta Adeeva

Status: tamat
Genre:Angst / Lari Saat Hamil / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:420k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Ghina Fithri

Tanpa diketahuinya seseorang telah menanam benih di rahim Adeeva.

Dia tak mengetahui kapan dan siapa yang telah merenggut kehormatannya.

Adeeva menyadari bahwa dirinya tak lagi seorang gadis saat mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung.

Untuk menutupi rasa malu, ayah Adeeva memaksa putrinya menikah dengan putra sahabatnya yang selama ini sangat mencintai Adeeva.

Axel menerima Adeeva dengan senang hati lalu menikahi wanita yang dicintainya itu tanpa mengetahui kondisi Adeeva yang tengah mengandung.

Akankah Axel mau menerima kondisi Adeeva?

Apakah Adeeva akan bertemu dengan pria yang telah menghamilinya?

Yuk lanjut baca di karya ku...🙂🙂🙂🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Axel membiarkan Adeeva menangis di dalam pelukannya, dia memberi waktu pada istrinya untuk meluapkan rasa sesak di dadanya.

Adeeva melepaskan pelukannya, lalu dia mengusap air matanya.

"Axel, maafin aku," lirih Adeeva.

"Sayang, kamu tidak salah," lirih Axel sembari membantu Adeeva mengusap pipi sang istri yang basah karena air mata.

"Kesalahanku sangat banyak padamu, aku mau menikah denganmu dalam keadaan tengah mengandung benih dari pria lain, aku yakin jika kamu mengetahui kebenarannya, kamu takkan pernah Sudi menjadi suami wanita hancur sepertiku," gumam Adeeva di dalam hati sembari menatap sang suami dalam.

"Seandainya suatu saat nanti, aku melakukan kesalahan apakah kamu akan memaafkan aku?" tanya Adeeva lirih.

"Tentu, sebagai seorang suami istri, kita harus selalu saling memaafkan, jika tidak ada maaf dari sepasang suami istri maka rumah tangga tidak akan pernah bahagia," ujar Axel sambil tersenyum.

"Mhm," gumam Adeeva. Dia tidak bisa memberi tanggapan yang lain.

"Ya udah, kita lanjutkan perjalanan kita." Axel pun kembali mulai mengemudikan mobilnya.

"Sayang," lirih Adeeva.

Tiba-tiba Adeeva mulai memanggil Axel dengan sebutan sayang, entah dia sudah mulai mencinta suaminya atau kini dia belum bisa mencintai sang suami, tapi rasa sayang itu tumbuh begitu saja di dalam hatinya, hingga sebutan 'sayang' itu keluar begitu saja dari mulutnya.

Axel langsung menoleh ke arah sang istri.

"Apa? Kamu manggil aku apa tadi?" tanya Axe pada sang istri.

Dia ingin mendengar sang istri sekali lagi memanggil dirinya dengan sebutan 'sayang'.

"Apa? Sayang?" tanya Adeeva.

"Sekali lagi, Sayang. Aku senang sekali kamu memanggilku dengan sebutan itu.

"Iya, Sayang. Aku akan mencoba memulai memanggilmu dengan sebutan itu," ujar Adeeva.

Adeeva kembali merebahkan kepalanya di lengan kekar Axel yang masih fokus menyetir.

Entah mengapa Adeeva ingin selalu berada di dekat sang suami. Rasa nyaman bersama Axel kini telah tumbuh di hatinya sehingga dia ingin menikmati masa-masa bersama dengan sang suami sebelum semua kebenaran terbongkar.

Axel pun tersenyum, dia merasa sangat bahagia. Dia sangat bersyukur dengan sikap Adeeva yang kini mulai menunjukkan kasih sayang terhadap dirinya.

Pria tampan itu juga berharap semoga dia dapat memiliki sang istri secara utuh, bayangan kebahagiaan dalam penyatuan cinta mereka pun kini menari-nari di otaknya.

Selang beberapa waktu, mereka pun sampai di rumah. Mereka keluar dari dalam mobil.

Seperti biasa mereka langsung melangkah menuju kamar.

Sesampai di kamar mereka pun langsung masuk ke dalam kamar mandi secara bergantian untuk membersihkan diri dan bersiap-siap untuk menunaikan shalat ashar.

Setelah itu mereka duduk santai di balkon kamar, sembari menghabiskan waktu sore menanti waktu maghrib tiba.

"Sayang, aku udah transfer uang belanja bulanan kamu ke rekening kamu," ujar Axel.

Adeeva memang memiliki rekening baru yang dibuatkan oleh Axel sebelum menikah, yang mana uang mahar pernikahan mereka masih tersimpan rapi di rekening itu.

"Lho, uang belanja bulan kemarin aja belum habis," ujar Adeeva.

Adeeva memang tidak banyak menggunakan uang yang diberikan Axel, karena tabungannya sebelum menikah masih ada dan sejak mereka menikah, banyak kebutuhan Adeeva yang selalu dibelikan oleh Axel, apalagi saat ini mereka tinggal bersama kedua orang tua Axel sehingga Adeeva tidak perlu mengeluarkan uang untuk membiayai kebutuhan dapur.

"Itu kan sudah menjadi kewajibanku sebagai suamimu, mana tahu kamu butuh sesuatu dan di saat itu aku sedang tidak berada di samping kamu," ujar Axel.

Adeeva tersenyum, dia bersyukur memiliki suami sebaik Axel yang penuh tanggung jawab terhadap dirinya.

Namun, rasa bahagia itu tetap dibatasi Adeeva karena dia sudah tahu ujung dari pernikahan mereka nanti saat Axel mengetahui kenyataan bahwa dirinya tak lagi suci.

Saat makan malam, mereka semua berkumpul di ruang makan.

Adeeva dan Axel menyapa kedua orang tua Axel saat masuk ke dalam ruang makan.

Di atas meja telah terhidang berbagai menu yang menggugah selera.

"Ayo, kita makan," aja Gita pada putra dan menantunya.

"Iya, Ma," sahut Adeeva dan Axel serentak.

Tak menunggu lama mereka mulai menyantap hidangan yang telah tersedia di atas meja.

Saat makan tak satu pun yang bersuara, sebagai seorang istri dia tetap telaten dalam melayani sang suami saat makan.

"Axel." Terdengar suara Rasyid mulai membuka pembicaraan setelah merekam menghabiskan makanan yang ada di piring masing-masing.

"Iya, Pa." Axel menoleh ke arah sang papa dan menunggu ucapan pria paruh baya itu.

"Tadi, papa bertemu dengan ayah Adeeva, katanya mereka kangen dengan Adeeva. Sekali-sekali kamu bisa bawa Adeeva pulang ke rumahnya, walau bagaimanapun mereka tetap orang tua Adeeva," ujar Rasyid.

Axel hampir saja lupa membawa sang istri pulang ke rumahnya karena sejak mereka menikah Adeeva tidak pernah meminta Axel untuk berkunjung ke rumah kedua orang tuanya karena wanita itu masih merasa kesal dan marah pada kedua orang tuanya yang menikahkan dirinya dengan Axel tanpa adanya kejujuran atas kenyataan akan dirinya.

"Oh, iya, Pa. Kami keasyikan kerja, sih. Jadi lupa, weekend ini aku dan Adeeva akan pergi ke rumah orang tua Adeeva." Axel menanggapi ucapan sang papa.

Sedangkan Adeeva hanya memaksakan untuk tersenyum.

"Oh, iya. Bagaimana dengan Jack?" tanya Rasyid mengalihkan pembicaraan.

Dia juga penasaran d Ngan kelanjutan kasus Jack.

Axel pun menceritakan apa yang telah diceritakan Adeeva padanya tadi siang, tak satupun yang ditutupi Axel pada papanya.

"Astaghfirullah, papa tidak menyangka Jack bisa berbuat seperti itu, padahal dia sudah menikah," ujar Rasyid menanggapi.

"Iya, Pa. Aku juga tidak menyangka dia berani memperlakukan setiap karyawan baru wanita seperti itu, makanya aku sudah meminta Adeeva untuk membujuk korbannya untuk memberi saksi di pengadilan agar dia mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya," ujar Axel.

"Papa akan beritahu hal ini pada Om-mu, papa harap dia bisa mengerti dengan apa yang telah dilakukan putranya," ujar Rasyid lagi.

Axel mengangguk setuju, mereka berharap keluarga Jack dapat menerima tindakan yang Axel ambil saat ini.

Adeeva dan Gita hanya bisa menjadi pendengar setia, mereka tidak tahu harus berpendapat apa tentang masalah ini.

****

Malam pun tiba, Adeeva dan Axel baru saja selesai menunaikan ibadah shalat isya, kini mereka telah berbaring di atas tempat tidur bersiap untuk beristirahat setelah melaksanakan kegiatan harian mereka.

Axel mendekati sang istri, dia pun mulai merangkul tubuh sang istri, Adeeva tak menolak sama sekali perlakuan dari sang suami.

Seolah saat ini Adeeva pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh sang suami terhadap dirinya.

Axel menatap dalam ke arah sang istri, seolah meminta izin untuk mengambil haknya sebagai seorang suami.

Tatapan cinta Axel dibalas dengan tatapan pasrah dari sang istri, perlahan Axel pun mengecup lembut bibir sang istri.

Tangannya pun mulai bermain, Adeeva pasrah. Dia membiarkan sang suami menyentuh setiap lekuk tubuhnya.

Bersambung...

1
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
p
Sugiharti Rusli
oh sudah tamat yah, iya aih agak gantung endingnya,,,syafakillah deh tuk author semoga dimudahkan,,,aamiin🤲🤲🤲
@haerani-d
semoga kembali pulih seperti sedia kala, sabar dan terus berdo'a ya kak.
terimakasih atas karya nya yang telah menghibur emak, tetap semangat dan terus berkarya 🤗😘
Ghiie-nae: terima kasih, Kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Ghiie-nae
terima kasih, Kak🙏🙏🙏
Tira Khafi jihan
semoga lekas sembuh agar bisa berkarya lagi
Sugiharti Rusli
semoga masing" bisa move on dan melanjutkan hidup dengan pasangan masing" dan tetap bersahabat baik
Sugiharti Rusli
semoga Alex bisa nolongin Ainun keluar dari pekerjaannya di tempat Frans
@haerani-d
langsung bawa ke dokter bang ax, junior otw mau launching 🤗
Devina Nafisah
semoga Alex jadi alesan Ainun buat bebas dr Frans kasian soalnya
Siti Maryam
iya bener klw bukan peran utama kg resep baca nya
Siti Maryam
ayah sambung kg ada ahlak kasihan adeeva
Devina Nafisah
sabar ya adeeva karna author Masienunda kebahagiaan kamu🤭🤭
untuk author cepet sembuh ya biar bisa Doble Doble up ny😁
@haerani-d
cepat sembuh ya kak biar semangat up lagi 🤗
Sugiharti Rusli
masih tertunda yah urusan sama Adeeva, semoga sang cepat pulih ya Fa,,,
Siti Maryam
aku suka novelton tidak berrtele tele cerita nya i like
Siti Maryam
iya lah harus terungkap kasian deeva
Sugiharti Rusli
aduh ada berita apa yah, jadi khawatir euy
Sugiharti Rusli
semoga Axel dengan legowo mau melepas Adeeva ya, kasihan nasibnya kalo dia masih kekeuh
Sugiharti Rusli
semoga Daffa bisa ngecek ulang tes DNA nya di tempat lain, ini human error atau apa yah
Sugiharti Rusli
semoga kamu benar" tobat ya Ainun dan bersyukur punya sahabat baik seperti Adeeva, dia pasti nolong kamu dan adik kamu nanti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!