Ditinggalkan calon suami tanpa sebab tepat detik-detik dihari pernikahan membuat Arkana harus terpaksa menggantikan adiknya menikah dengan wanita yang tidak dia cintai padahal dirinya sendiri sudah memiliki kekasih.
Keyra menerima pernikahan ini lantaran tidak ingin membuat nama keluarganya malu. walaupun keduanya sama-sama tidak saling mencintai tetapi keduanya sepakat untuk bekerja sama saling menerima layaknya sepasang suami istri sampai Keenan ditemukan dan kontrak pernikahan mereka berakhir.
Disaat keduanya sudah sama-sama memiliki rasa nyaman, tiba-tiba Keenan dan kekasihnya Arkan datang secara bersamaan. Lantas bagaimana pernikahan mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23
"Keenan … Keenan!" Keyra berteriak memanggil kekasihnya. Dia yakin jika yang dia lihat tadi adalah Keenan.
Arkan ngos-ngosan mengejar istrinya dia bahkan sampai memegangi lututnya, dia tidak menyajikan jika Keyra bisa berlari begitu sangat cepat.
" Keyra …" panggilannya.
" Keenan, Keenan kamu dimana?" Keyra masih saja sibuk mencari keberadaan sosok yang dia yakin sekali jika itu adalah Keenan. Mereka sudah berada di luar mall.
" Key, mungkin kamu salah lihat saja tadi," ucap Arkan, dia menyentuh bahu Keyra.
" Tidak Mas, aku yakin jika yang aku lihat tadi beneran Keenan. Mata ku tidak mungkin salah," ujarnya sangat yakin.
Arkan hanya terdiam melihat istrinya yang gelagapan mencari keberadaan adiknya. Entah mengapa hatinya sangat tidak menyukai jika istrinya itu mencari laki-laki lain. Seharusnya dia merasa senang, jika Keenan kembali itu artinya pernikahan mereka akan berakhir. Tetapi entah mengapa hatinya seakan mengatakan jika adiknya jangan kembali.
" Ayo kita pulang," ajak Arkan menarik pergelangan tangan Keyra.
" Tapi Mas …"
Keyra masih kekeh ingin mencari Keenan, karena dia sangat yakin sekali.
" Hentikan Keyra, jika memang benar Keenan lalu kenapa dia tidak pulang kerumah, tidak mau menemui kamu? Jika dia memang tidak ingin bertemu dengan kamu ya sudah jangan dipaksakan, mau sampai ke ujung dunia sekalipun kamu mengejarnya jika dia tidak mau bertemu lalu kamu mau apa? Mengemis!"
Arkan begitu nampak kesal melihat istrinya kekeh ingin mencari keberadaan adiknya sementara dirinya seakan diabaikan.
Keyra sontak terdiam, dia menunduk sedih. Yang di ucapkan Arkan benar. Jika Keenan memang ada lalu mengapa malah menghindar darinya. Apa benar laki-laki itu sudah tidak lagi mencintai dirinya, Keyra hanya ingin menanyakan alasannya.
" Maafkan aku …" Arkan memeluknya erat melihat Keyra yang menangis, hatinya sangat sangat sakit mendengar isak tangis kecil istrinya itu.
" Aku hanya ingin menanyakan kenapa dia pergi meninggalkan aku, jika memang dia tidak mencintaiku lantas untuk apa dia menginginkan pernikahan." keyra mencurahkan unek-uneknya dalam pelukan Arkan.
" Apa kamu masih mencintainya?" Entahlah akan sendiri tidak mengerti mengapa dia menanyakan pertanyaan itu yang tiba-tiba keluar begitu saja dari mulutnya.
" Aku tidak tahu, Aku tidak tahu." Keyra sendiri tidak tahu artinya apakah dia masih mencintai laki-laki yang sudah pergi meninggalkannya itu tetapi jujur saja, bukan perasaan rindu saat ingin bertemu dengan Keenan melainkan pertanyaan yang selalu mengganjal di hatinya, sementara cinta? Entahlah seakan cinta itu perlahan memudar dari hatinya.
" Ya sudah ayo kita pulang dulu, nanti kita telepon mamah ya kita coba tanyakan apakah Keenan pulang atau tidak. Karena jika dia memang berada di kota ini pasti udah kepikiran keadan ibunya, bukan dan kembali kerumah."
Arkan membawa istrinya yang berada dalam rangkulannya menuju mobil, berbelanja tidak dilanjutkan lagi karena suasana hati sudah tidak keadaan baik-baik saja. Keyra hanya patuh tidak lagi membantah, mungkin dengan pulang pikirannya kembali tenang.
Sementara itu, di balik tembok yang kokoh dari kejauhan seseorang memperhatikan dua orang yang sudah menghilang dari pandangannya masuk ke mobil. Dia terlihat sangat sedih sekali. Diam-diam dia menyeka air matanya yang sempat menetes, kemudian senyum tipis tapi penuh luka itu dia tampilan.
" Kenapa kamu tidak menemuinya saja? Kenapa harus bersembunyi, mau sampai kapan kamu terus menghindar seperti ini?" Tanya seseorang di sebelahnya, dia sangat kasihan melihatnya yang sangat menyedihkan.
" Belum saatnya," ucapnya dengan senyum paksa.
wes ganti critone ?