Suatu hari Pretty meninggal dunia karena sebuah kecelakaan di belokan menuju ke puncak saat pergi liburan bersama teman-teman kuliahnya. Dia terjatuh di atas aspal hitam. Dari arah berlawanan, bus dan truk menabrak dirinya hingga anggota tubuhnya hancur dan isi organnya berceceran di jalanan. Siapa yang mengira kematiannya itu bersumber dari salah satu jin yang menjemput arwahnya untuk menjadi budak tawanan iblis. Tumbal demi mendapatkan kekayaan adalah dari anak perempuan yang paling di sayangi. Pesugihan titik kuning geger menjadi perbincangan hangat warga. Sebuah tempat yang bukan rahasia umum lagi untuk menempuh jalan kesesatan. Bagaimana akhir kehidupan dari orang-orang yang sudah masuk di dalam jalan hitam itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ganggu para iblis
Baru sehari menjadi nyonya besar di rumah itu. Asti dan Jesika mengalami hal-hal ganjil. Di mulai dari Jesika yang berada di bathtub, dia merasa ada yang berdiri di belakang hingga bernafas di punggungnya. Memijakkan satu kaki masuk ke dalam kolam mandi susu, dia membuka handuk menceburkan diri. Harum aroma lilin terapi bunga mawar sedap menambah mood.
“Jesika! Aku menantikan mu!” suara pria merintih lenyap terbawa angin.
Seribu tangan berkuku panjang berebutan menarik tubuhnya. Dia membuka mata,menjerit di dalam air. Kepalanya di tahan dengan tangan dari atas. Dia berusaha agar bisa mengambil nafas di atas pemandian hingga seisi ruangan kamar mandi berubah gelap gulita.
“Tolong! Mas Brojo! Mbok!”
Tidak ada yang mendengar teriakannya. Dia akan bangkit keluar dari dalam air, ada sosok tangan menyentuh perutnya. Rasa sakit nyeri tidak tertahan, Jesika menjerit sekuat-kuatnya. Dia meraba apapun di sekitar yang bisa membantunya berdiri.
Jesika sangat terkejut merasakan perutnya semakin lama semakin membesar. Pergerakan bayi diari dalam perut. Kaki menendang kuat, tangan bayi seperti sudah berkuku tajam mencakar-cakar dari dalam. Bayi itu keluar sendiri dari dalam perutnya, darah orang melahirkan memenuhi air di dalam bathub. Dia merangkak berdiri di atas tubuh Jesika.
Tali pusar belum terlepas itu di gigit sendiri hingga terlepas. Mata merah bagai apikecil yang berkobar. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu tersenyum menyeringai. Jesika melompat dari dalam hingga tergelincir karena lantai sangat licin. Dia merangkak meminta tolong. Pintu terkunci dari dalam, bayinya berada di hadapannya.
“Ibu__”
“Arghh! Kau bukan anak ku! Tolong!”
“Jesika bangun!” Asti menepuk pipi kanan dan kirinya.
Dia keluar dari dalam air di bantu mbok Kliwon. Pandanga ketakutan, Jesika seperti orang gila masih berteriak minta tolong. Dia memasukkan wajahnya ke dalam sprei, tidak ada yang bisa menenangkannya hingga Brojo datang menemuinya.
“Mas Brojo! Aku takut sekali! Tadi ada hantu di dalam kamar mandi! Hikss”
“Di rumah ini tidak ada hantu, kau pasti bergurau” jawab Brojo menutupinya.
“Tidak mas, aku yakin sekali. Lihat lah sekujur tubuh ku memar, dengkul ku juga berdarah!”
“Aku tidak melihat apapun, yakan mbok?” ucap Brojo berbohong berpura-pura tidak melihat.
“Ya non, tidak ada darah di atau luka yang non katakan”
Karena kehadiran Brojo ke kamar Jesika. Asti keluar memasang wajah cemburu. Dia mengingat bisikan nasehat si induk ayam nya. Di balik bantal selalu ada pisau lipat yang dia bawa, dia tidak sanggup membunuh nyawa. Alat tajam itu hanya sebagai penjaga diri jika ada orang yang mau berbuah jahat padanya.
“Walau masa lalu ku kelam penuh dengan buaya tapi aku tidak pernah melukai atau membunuh seseorang. Mas Brojo benar-benar melukai ku, buat apa aku menghabiskan waktu disini meski bergelimang harta?” gumam Asti.
Dia mengemasi barang-barangnya, takut ada bisikan setan yang menyuruhnya melakukan hal buruk maka dia putuskan untuk mengalah menyerahkan brojo seutuhnya pada Jesika. Dia mengemasi semua barang-barangnya. Saat berada di depan pintu, dua penjaga menahannya tidak memperbolehkan keluar.
“Maaf nyonya, tuan berpesan bahwa jika mau keluar harus melapor terlebih dahulu” kata salah satu penjaga.
“Kalau begitu katakan pada tuan kalian kalau aku akan pergi sekarang juga”
Keduanya tetap menghalangi. Si mbok menariknya masuk ke dalam kamar, dia menyibak sedikit tirai memperlihatkan suasana malam dari kaca jendela.
“Nyonya sedang mengandung. Bagaiman bisa wanita hamil berkeliaran di malam hari? Apakah nyonya tidak kasihan dengan anak nyonya?” ucapnya bernada ketus lalu membanting pintu.
Braakkk__
Seumur hidupnya baru kali ini ada seorang pekerja rumah tangga yang sangat berani dengan majikannya. Asti tidak mau kasar pada wanita tua itu. Dia hanya memperhatikan cara jalannya yang aneh. Asti terpaksa menahan diri, berkaca di depan cermin. Perutnya tampak sedikit membuncit. Merasa sangat sesak tidak ingin bayinya terjepit celana jeans yang sempit maka dia mencari baju yang sedikit longgar.
Mengamati seluruh isi lemari penuh dengan baju seksi dann ketat . Dia hanya menemukan satu stel gaun yang pas di bajunya. Asti membuka pintu melirik kamar Jesika yang sedang tertawa keras bersama Brojo. Tidak ingin stress atau menenggelamkan diri dalam keterpurukan. Berpikir jika dia terlalu cemburu maka sama saja dia mencintai pria yang menduakan hatinya.
“Aku anggap saja disini sebagai tempat berteduh dan beristirahat terlepas dari permainan para hidung belang setiap hari nya” gumam Asti.
Sebuah pintu kamar tiba-tiba terbuka memperlihatkan kamar yang luas berisi berbagai perlengkapan wanita yang komplit. Dia memasukkan wajah melirik kasur indah, kelambu bagai di istana putri kerajaan. Lemari kaca memperlihatkan baju di dalamnya.
“Kamar siapa ini?” batinnya.
Dia perlahan masuk membuka lemari yang menggantung kunci di atasnya. Lemari besar menggantung gaun indah berwarna elegan. Dia tersenyum meraih sebuah gaun berwarna merah , Asti menempelkan gaun itu di tubuhnya. Di depan kaca dia berlenggak –lenggok sambil tersenyum.
“Cepat kembalikan lagi gaun itu ke tempatnya” ucap si mbok sambil cemberut.
“Siapa pemilik baju ini mbok?”
“Seorang wanita yang bunuh diri di dalam kamar mandi memakai baju itu”
“Apakah si mbok mengenalnya?”
“Sebaiknya nyonya tidak perlu ingin banyak tau menahu. Kembalikan baju itu ke tempat semula dan segera keluar dari sini__”
Pekerja yang misterius memiliki langkah yang cepat, tatapan mata sangat tajam dan suara yang sedikit mengerikan. Dia mengikuti sarannya lalu kembali ke kamar. Dia meluruskan kaki, di dalam tidur yang barus aja terpejam sudah di ganggu sosok makhluk halus. Teriakan di dalam tidur hingga pagi, wajahnya sangat pucat. Mendengar suara pemotong rumput yang sangat berisik, Asti membuka lebar jendela. Taman yang indah, bunga-bunga bermekaran di samping halaman rumah mengarah ke kamarnya yang terletak di lantai dua.
Ingin rasanya dia menyentuh bunga, memetik tiap batang yang hampir layu lalu menyusun di dalam vas bunga. Bunga-bunga tulip warna warni indah menghapus rasa takut dari ketakutan dalam bawah alam sadarnya tadi malam.
Dia segera mandi, mengganti pakaian dan memakai topi bersiap menuju ke taman Si mbok berdiri di depan pintu membawa seorang dokter untuk memeriksanya.
“Bagaimana keadaan bayinya nyonya muda dok?” tanya si mbok.
“Ibu dan bayinya sehat. Tidak ada masalah, hanya saja ibu tidak boleh stress dan rajin mengkonsumsi makanan sehat, bergizi serta vitamin”
“Terimakasih banyak dok__”jawab Asti tersenyum.
Wanita berseragam dokter itu merapikan alat medisnya lalu berpamitan pergi. Dia di antar si mbok keluar rumah, Asti hanya bisa melirik melihat keanehan cara jalan keduanya yang tampak sama.
Tinn__
Klakson mobil meninggalkan halaman gerbang rumah.