NovelToon NovelToon
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Astirai

Langkah yang ku tempuh sudah terlalu jauh, tetapi sepertinya tidak berujung...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astirai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Akhirnya Renata menyerahkan

resep ke Bram dan dia mencari kursi kosong untuk duduk. Tapi sebelum mencapai

kursi yang akan diduduki, Renata memegangi kepalanya, badannya sempoyongan akan

jatuh. Untung Bram berdiri di belakangnya dan menangkap tubuh Renata sebelum

jatuh.

“Rennn...kenapa? Kamu gak

papa...?” Tanya Bram panik melihat kondisi Renata, sambil memeluk Renata dan mendudukkan

di kursi. Renata diam, masih memegangi kepalanya dengan mata terpejam.

“Kenapa

kepalamu...pusing..?” Tanya Bram dengan lembut.

“Kepalaku pusing mas...” Jawab

Renata dengan lemah

“Kalau begitu aku antar

kamu pulang dulu, obat biar nanti aku ambil...”

“Gak usah mas...aku tunggu

aja biar gak mondar mandir...”

“Tapi kamu...”

“Gak papa mas...aku

tunggu di sini...”

“Benar gak papa aku

tinggal sebentar...?” Tanya Bram lagi. Renata mengangguk.

“Oke, aku tinggal dulu

ya. Mudah-mudahan gak ngantri lama..”

 Kira-kira menunggu 15 menit, selesai sudah

obat-obatan untuk Renata. Bram menghampiri Renata yang terlihat duduk menyelonjorkan

kakinya dengan mata terpejam.

“Renn...” Panggil Bram pelan

sambil mengusap bahu Renata. Renata membuka matanya.

“Sudah selesai mas..?”

“Sudah. Ayo kita pulang...”

Bram membantu Renata bangkit dari kursi dan menuntun berjalan ke arah parkir

mobil.

Tidak ada pembicaraan

dalam perjalanan dan mata Renata terus terpejam. Bram sesekali menoleh kearah

Renata untuk memastikan Renata baik-baik saja.

“Ren... kamu tidak apa-apa..?”

Tidak ada jawaban. Bram kemudian meminggirkan mobilnya dan berhenti. Melepas

seatbelt dan memiringkan badannya ke arah Renata.

“Rena...” Bram berbisik

sambil menggenggam tangan Renata. Renata menoleh pelan dan membuka matanya.

Tangan Renata terasa masih panas di genggaman Bram.

“Ada apa mas...?”

“Kamu baik-baik saja...?”

Tanya Bram dengan khawatir.

“Kenapa berhenti mas... aku

gak papa...” Jawab Renata pelan.

“Kamu yakin...?”

“Ayo jalan mas... aku pengen

cepet sampai rumah...”

“Oke..” Bram kemudian

menjalankan kembali mobilnya. Tak lama kemudian sudah sampai di depan rumah Renata,

Bram turun dan membuka pintu mobil di samping Renata dan memapah Renata masuk

ke rumah. Mbok Jum yang membuka pintu, kaget melihat Renata dipapah Bram.

“Jeng Rena kenapa...?” Tanya

mbok Jum khawatir

“Gak papa mbok, mungkin cuma

badannya lemes... takut jatuh...” Bram menjawab kekhawatiran mbok Jum.

Bram memapah Renata

menuju kamarnya di lantai dua. Pelan-pelan mendudukkan Renata di tempat tidur,

bersandar di ujung tempat tidur.

“Jeng Rena makan dulu ya,

dari tadi siang belum makan. Simbok sudah buatkan sup ayam.”

“Gak usah mbok. Rasanya

gak enak makan..” Renata menolak.

“Ren kamu harus paksa

makan, biar sedikit, yang penting ada yang masuk, terus diminum obatnya...” Bram

mencoba membujuk. Renata menggeleng.

“Mbok tolong ambilin makan.

Biat saya yang suapin..!” Bram memerintah mbok Jum

“Baik den...”Mbok Jum

keluar kamar untuk menyiapkan makan dan minum Renata. Bram duduk di sebelah

Renata dan satu tangannya memeluk Renata untuk menyandarkan kepalanya di bahu

Bram, sedangkan satu tangannya lagi memijit pelan kepala dan kening Renata

untuk mengurangi rasa pusingnya. Renata diam tak bisa menolak perlakuan Bram,

tapi hatinya benar-benar sedih dengan kondisi ini. Tak lama mbok Jum masuk membawa

nampan berisi nasi dengan sup ayam dan minuman

“Ini den makannya...”

“Makasih mbok. Ren ayooo...

makan sedikit saja..” Renata membuka matanya.

“Nanti saja mas....”

Renata menggelengkan kepalanya, karena kepalanya masih terasa pusing.

“ Gaakkk... sekarang, aku

suapin. Ayo buka mulutnya. Aaaa...” Bram menyodorkan sesendok nasi ke depan

mulut Renata.

“Rena....ayo..” Bram menatap

mata Renata, dan Renatapun akhirnya membuka mulut. Bram dengan telaten menyuapi

Renata, dan baru separo nasi di piring, Renata mengangkat tangannya untuk

berhenti makan. Dia kembali memejamkan matanya, menahan rasa pusing.

“Ayo lagi Ren, tinggal sedikit...”

“Cukup mas... rasanya mual...

Aku ingin tidur aja” Renata menggelengkan kepalanya.

“Ya sudah..., sekarang

obatnya diminum ya... terus tidur.” Bram membuka kantong plastik yang berisi

obat-obatan Renata. Ada 4 macam, dan satu persatu diminumkan ke Renata. Selesai

minum obat, Bram membantu Renata untuk merebahkan badannya dan menyelimuti

Renata.

Mbok Jum keluar membawa

piring bekas makan Renata, dan tak lama masuk kamar kembali, duduk di sebelah

kaki Renata dan memijat kaki Renata pelan-pelan. Bram masih duduk di samping

Renata dan menggenggam tangan Renata. Wajahnya sedih melihat kondisi Renata yang

sangat tidak berdaya. Dia merasa berat untuk meninggalkan Renata dalam kondisi

sakit.

“Den Bram belum makan

malam kan, simbok siapin ya... atau mau makan di sini..?”

“Gak usah mbok. Kalau

boleh minta kopi aja.”

“Baik... simbok bikinin

dulu..” Mbok Jum keluar untuk membuat kopi.

“Mas makan dulu. Sudah

malam...” Kata Renata sambil menoleh ke arah Bram.

“Sudah gak usah Ren. Tadi

sebelum kesini aku sempat makan di kantor. Entar aja gampang. Gimana rasanya

sekarang...?”

“Gak papa mas. Aku sudah biasa

begini...”Jawab Renata pelan. Bram membuang nafasnya panjang. Tak lama mbok Jum

masuk membawa secangkir kopi dan kue kering.

“Makasih mbok..”

“Silakan diminum den..

Saya ke dapur dulu beresin piring kotor..”

Suasana kamar sepi. Mata

Renata terpejam tapi dia belum tidur, sedangkan Bram tetap duduk di kursi samping

Renata dengan terus memandangi wajah Renata. Rasanya dia tidak ingin pulang dan

akan terus di samping Renata. Hatinya sakit mengingat luka yang dialami Renata.

Rennn... rasanya aku ingin memelukmu dan tidak akan melepas lagi. Kamu

benar-benar terpuruk saat ini. Kata Bram dalam hati. Dia merasa kasihan pada

Renata. Apalagi wajahnya masih picat.

“Mas... sudah malam... pulanglah..”

Tiba-tiba Renata membuka matanya.

“Kamu mengusir aku..?”

Tanya Bram.

“Mas harus istirahat.. Aku

gak papa, biar mbok Jum yang nungguin.”

“Tapi....”

“Percayalah... aku sudah

lebih baik dan pengen tidur aja.”

Setelah berpikir sejenak,

Bram menghela nafas panjang.

“Baiklah... tapi bener

kamu tidak apa-apa aku tinggal...?’

“Ini bukan yang pertama

mas. Aku gak papa...”

Akhirnya Bram pun

menyerah. Sebelum pulang, dia meraih tangan Renata dan menciumnya

“Oke aku pulang dulu ya.

Selamat tidur, semoga cepat sehat ya...” Kata Bram lalu keluar kamar.

Jam enam pagi, terlihat

Bram sudah rapi dan siap berangkat ke kantor. Maminya yang sedang menyiapkan

sarapan di meja makan heran melihat anak laki-lakinya pagi-pagi sudah sibuk.

“Pagi mi.... Masak apa

pagi ini..?” Tanya Bram sambil menarik kursi makan.

“Kok tumben kamu pagi

sekali sudah siap. Semalem pulang jam berapa kok jam 10 mami lihat belum datang?”

Tanya maminya sambil mengolesi roti untuk sarapan.

“Renata sakit mi, nganter

periksa ke om Handoko..”

“Renata..... Renata... cewek

yang kamu taksir...?” Tanya mami sambil mengingat-ingat nama.

“Iya... calon mantu mami....

hee....” Jawab Bram dengan percaya diri.

“Sakit apa dia...?”

“Kata om Handoko ada

gangguan lambung dan gejala anemia. Tensinya sangat rendah. Kemaren dari siang

badannya panas. Bram paksa aja ke dokter, takut kalau ada apa-apa.”

“Terus sudah sejauh apa

hubunganmu dengan dia..?”

1
Amarantha Chitoz
makasihhhh
Amarantha Chitoz
lanjutin....
Amarantha Chitoz
sasa bisa aza....
Amarantha Chitoz
selamat
Amarantha Chitoz
smoga lancar
Amarantha Chitoz
lanjuttt
Amarantha Chitoz
hati2
next
Amarantha Chitoz
siippp next
Amarantha Chitoz
positif
Amarantha Chitoz
hamil....????
Amarantha Chitoz
jangan2 hamil ya, mudah2an
Amarantha Chitoz
sedih kannnn
Amarantha Chitoz
next yaaaaaa
Amarantha Chitoz
up.....
Amarantha Chitoz
ribet
Amarantha Chitoz
sembuh ya...
Amarantha Chitoz
stop lebay
Amarantha Chitoz
siiiipppp.. lanjut
Amarantha Chitoz
next lah
Amarantha Chitoz
ayo mulai pelan2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!