NovelToon NovelToon
GURU ES KU

GURU ES KU

Status: tamat
Genre:BTS / Tamat
Popularitas:67.9k
Nilai: 5
Nama Author: cutewizzhy

Menghadapi seorang guru kaku dan dingin seperti Es bukan hal yang mudah salah sedikit langsung amblasss, hemmm nikmati saja perjalananya

Cus di baca sapa tau tertarik.............

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cutewizzhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SADAR DARI KRITIS

Kini kedua orang Tua Dinda hadir di rumah sakit tersebut dengan Tangis yang menyayat hati"Tuhan....kenapa harus terjadi pada Putri semata wayang ku" ucap sang mama dari Dinda yang melihat dari luar ruang operasi karen belum bisa di jenguk dan akan di pindah kan ke ruang yang lebih baik lagi

"Kenapa ini bisa terjadi, bukan nya aku melarang kalian untuk mengijinnkan Dinda keluyuran" tegas sang ayah dengan menunjuk-nunjuk muka mbok Darmi...

"Sudah pa, jangan saling menyalah kan, tok kita tidak tau kejadiannya seperti apa,Saat ini kita hanya konsent dengan Kondisi Dinda saja, jangan pikir kan yang lain" ucap mama Dinda yang tidak mau membuat keributanndi rumah sakit tersebut...

"ahhhkkkk" teriak Sang ayah menggepal kan tangan dengan emosi tertahan...

"Ma'af Tuan" ucap Mbok Drrmi yang tak kalah sedih dengan Kondisi Dinda...

"Sudah lah mbok, mbok pulang aja dulu, nanti kalau butuh apa pun kami menelpon mbok" ucap sang mama ramah.. walau hati juga tak kalah sakit..

Ada penyesalan besar Di hati mereka yang selama ini selalu sibuk dengan pekerjaan dan tidak pernah mementing kan Dinda..

Beberapa jam kemudian.......

"Ma'af kan Ayah nak, tidak pernah ada untuk mu, tapi ayah benar-benar sayang sama Dinda...kalau Dinda sembuh,ayah menebus semuanya, akan ayah ganti dengan kwbahagian yang kamu mau, ayah akan pindah kerja nak" ucap sang ayah di kamar perawatan terbaik Dinda, ke kamar baru yang di pindahkan dokter...

Dinda yang terbaring,tak sadar kan diri yang di temani ayah dan mama Dinda...

"Ma'af kan kami nak yang selalu jauh dan tidak memperdulikan kehidupan kamu, kami janji sama Dinda kalau sembuh mama ayah akan kembali ke rumah, untuk Dinda" gumam sang mama sambil mencium tangan sang putri semata wayang mereka......

Beberapa hari berlalu, barulah Terlihat adanya pergerakan dari tubuh Dinda... Melihat hal itu mama Dinda memanggil Dokter untuk memeriksa keadaann Dinda...

Dan Perlahan, Mata Indah Dinda mulai terbuka dan rasa sukur di ucap kan sang mama dan ayah Dinda, Melihat putri semata wayang mereka yang beberapa hari ini tidak sadar kan diri, namunnsekarang Sudah membuka mata dan di nyatakan Sadar dari masa kritis...

"Putri bapak dan ibu sudah sadar" ucap sang dokter yang memeriksa kembali keadaan Dinda yang baru saja membuka matanya...

"Ya tuhannnn, Trimakasih telah memberi kami kesempatan besar ini" Ucap mama Dinda dan sang papa pun berdiri dari tempat duduk menunju ranjang tempat Dinda berbaring yang kini sudah mulai sadar...

Tak henti-hentinya pasangan suami istri itu mengucap kan sukur dan mencium kening dan tangan putri mereka.

"Buk, Pak.... Untuk saat ini kondisi pasien masih lemah dan harus banyak istirahat, saya saran kan untuk memberi ruang kepada sang pasien, agar jangan banyak dulu yang menjenguk dan juga jangan banyak mengajak mengobrol" Nasehat yang di berikan sang dokter, membuat mama dan ayah Dinda sangat mengerti

Mama dan ayah Dinda sangat mengerti akan nasehat yang di berikan oleh dokter dan semua itu yang terbaik untuk putri mereka...

"Kami Janji dok, akan memberi ruang untuk outri kami istrahat dan agar cepatbsembuh,Karena hanya kesembuhan anak kami harapan besar yang kami tunggu selama ini" ucap ayah Dinda menjawab serius ucapan dokter.

"Baik lah buk, pak... saya permisi, jika ada apa-apa tlong segera hubungi dokter, dan jangan merubah atau melakukan hal yang menurut bapak atau ibuk, bisa lakukan tanpa dokter, Karena sedikit saja kesalahan, akan patal untuk sang Pasien"Sambung sang dokter...

"Ya pak,,, kami tidsk akan melakukan hal yang membahaya kan anak kami, kami percaya kan semua pada dokter yang menangani putri kami.." sang mama menimpali...

"Saya permisi" ucap dokter berlalu dari ruangan Dinda....

Sang ayah yang masih tetap menatap Putri mereka yang masih lemah dan butuh istirahat itu, hanya memandang Dinda sambil berdiri, Dan Dinda tidak ada respon apa pun kepada kedua orang tuanya...

Dinda kembali Tidur.....

Beberapa hari berlalu, Walau Dinda sudah hampir pulih sepenuh nya, namun dia tidak pernah berbicara atau pun menganggap Kedua orang tuanya berada di sana..

Dia selalu saja memencet tombol bantuan, untuk memanggil suster rumah sakit itu..

Melihat sang putri yang bersikao seperti itu, sepasang suami istri tersebut berusaha mendekat dan bertanya pelan kepada Dinda...

"Dinda, ini mama sama ayah, apa Dinda Tidak mengenali" tanya sang mama pelan...

Dinda tidak merespon ucapan itu dan yang keluar dari mulut Dinda hanya nama mbok Darmi...

"Tolong panggil kan mbok Darmi, saya butuh dia" ucao Dinda, yang membuat kedua orang Tua Dinda paham dan tidak ingin memperkeruh keadaan,, karena Dinda masih dalam pemulihan....

Kedua orang tua Dinda pun memanggil mbok Darmi untuk datang ke rumah sakit...

Saat mbok Darmi sudah berada di rumah sakit dsn di ruangan Dinda,Dinda langsung menyuruh mbok Darmi mendekat, Dsn mbok Darmi pun memdekat...

Saat mbok Darmi sudah berada di dekatnya..

Dinda langsung memeluk dan menangis di pelukan Mbok Darmi...

"Mbokk, kenapa beberapa hari ini, saat Dinda sadar mbok Gak ada, Dinda kesepian,Dinda menunggu kehadiran mbok" ucap Dinda menangis pilu dan tambah erat memeluk mbok darmi.

Melihat sikap Dinda yang lebih memilih dia ketimbang tuan besar dan nyonya besar, mbok Darmi ingin mengatakan sesuatu pada Dinda.

Namun saat ingin mengucap kan dan menoleh kepada tuan dan nyonya nya, Mereka menggeleng kan kepala, tidak ingin mbok Darmi tidsk enak hati pada mereka..

Saat ini hamya kesembuhan Dinda harapan besar mereka, walau hati mereka sakit akan sikap Dinda yang lebih memilih sang Art, namun mereka tahan dsn mengerti bagai mana kecewa, marah dan kesal nya Dinda kepada mereka...

Dinda yang merasa kehadirannya di Dunia tidak di harap harap kan, kini berbalas dengan kedua orang tuanya, yang tidak Dinda harap kan beberpaa hari ini untuk menjaga dan datang padanya....

Kini hanya mbok Darmi yang Dinda harap kan, malah Dinda merasa asing dan hampir tidak mengenali kedua orang tuanya yang terlihat nyata di depan mata Dinda...

"Mbok.. peluk Dinda dong" ucao Dinda merengek dan mbok Darmi punn memeluk Dinda deng mengelus pelan...

" Mbok.. Dinda sudah gak beta di rumah sakit, mau oulang, kapan Dinda boleh pulang...bosan tau" ucao Dinda mengaduh pads Mbok Darmi...

"Dinda... mama sama ayah panggil kan dokter dan suruh ke sini ya, biar nanti dokter yang bilang kapan boleh pulang" Ucap sang ayah dan langsung memanggil sang dokter..

Dinda tidak merespon ucapan ayahnya dan juga tidak berniat menoleh melihat wajah kesua orang tuanya...

Dan benar-benar menganggap kedua orang Tuanya tidak ada di ruangan itu......

beberpaa menit...

Kini seorang Dokter mudsh nan tampan memasuki Ruangan Dinda..

"Permisi semua nya, biar saya periksa dulu keadaan pasien ya" ucapnya dengan suara berat dengan postur tubuh tinggi dan kekar itu..

"Iya dok... silakan..

Dokter pun mulai memeriksa keadaan Dinda dan juga ada seorang suster yang akan lebih dalam memriksa tubuh Dinda..

Kini selesai dengan pemeriksaan dan hasil yang di sampai kan dokter tersebut

"Karena keadaan pasien memang cukup pulih ,namun masih sangat butuh perawatan dan istirahat total,pasien di saran belum boleh berdiri dsn bebas bergeak, karena luka yang masih belum kering, takutnya akan terbuka kembali.. untuk saat ini pasien masih belum boleh pulang, dan akan di rawat sekitar satu minggu lagi" Ucap sang dokter meyakin kan...

"Lama banget sih dok, sudah bosan dengan bau obat rumah sakit, oengen muntah" ucap Dinda sewot namun respon dokter pun tak terduga...

"Makanya kalau tidak mau di rawat di rumah sakit jangan bawak mobil ungal-ugalan, kalau sudah sakit dan terluka, cuma ini jalan satu-satunya akan kembali sehat dan pulih" ucap Sang dokter dengan muka datar.....

"Dasar dokter bermuka datar" balas Dinda namun tak di respon oleh Sang dokter...

Melihat pertengkaran kecil itu, kedua orang Tua Dinda hanya tertawa tipis, karena sudah melihat celotek outri mereka yang cerewet itu..

" Buk..pak..,jaga baik-baik gadis kecil ini, agar tidak keluyuran di rumah sakit, takutnya membahayakan dirinya lagi" ucap berani sang dokter, membuat Dinda kesal dan tanpa di duga-duga melepar dokter dengan bantal, hal itu malah lucu di mata orang Tua Dinda dan tertawa lepas...

Dikter pun berlalu dan tidsk peduli dengan lemparan itu......

Kini satu minggu berlalu.. keadaan Dinda membaik dsn seperti ucapan Dokter tampan satu minggu yang lalu, Dinda boleh pulang.

Namun selama satu minggu itu, dokter yang pernah mengecek keadaan Dinda tidsk pernah Terlihat ke ruangan Dinda lagi, namun bagi Dinda hal itu Tidak penting karena dia sudah mau keluar dari ruangan yang membosan kan.

Akhirnya.. aku bisa menghirup Udara segar kembali" gumam Dinda bersorak saat dia dinyatakan boleh pulang hari itu...

Namunnn.. Dinda baru menyadari, seoarang guru yang bersama dia waktu kecelakaan...

"Mbokk..mbok Darmi.. Sini, Dinda mau tanya" ucap Dinda yang menyuruh mbok Darmi mendekat pada nya...

"Iya non ada apa" balas mbok Darmi, dsn orang Tua Dinda juga masih berads di ruangan itu...

"Mbok, Pak Gibran gimana keadaannya..???" tanya Dinda penasaran...

"Ma'af non, kalau masalah Guru non Dinda, mbok kurang Tau non, karena waktu itu semuanya panik... ehhh... tapi tunggu, bibik pernah dengar ada orang tua dari korban yang mengatakan nama gutu non, tapi mbok kurang yakin" ucap mbok Darmi..

"Mengatakan kan apa toh mbok, kata kan saja, Dinda mau dengar" ucap Dinda penasaran..

Katanya yang namanya Gibran mau di bawak ke luar negri non..." ucap mbok Darmi

"Ohh, berati ada kemungkinan pak Gibran masih baik-baik saja ya mbok" ucap Dinda sendu...

"Non... kqn kalau sehat kita bisa tanya lagi nanti, kan tetangga" ucap mbok Darmi..

"Iya mbok, ya sudah kita pulang mbok, oenasaran sma orang-orang di rumah lihat Dinda sudah sembuh"ucap Dinda yang sudah siap itu...

Hanya mendengar dan tanpa ekspresi apapun, hanya itu yang di lakukan orang Tua Dinda, karena bicara pun tidak akan ada artinya dsn tidak akan di anggap oleh Dinda...

Kini mereka mulai memasuki mobil, Saat sudsh selesai dengan semua urusan rumah sakit, mama dan papa Dinda membantu Dinda untuk duduk dan sedikit berbaring di dalam mobil milik mereka, Dinda tidak menolak bantuan orang tuanya dan juga Tidsk merespon apapun tentang mereka.

1
Amiera Syaqilla
love 💕
Amiera Syaqilla
go author!
Qaisaa Nazarudin
Nah kan Orang akan mempaatin Dinda dgn kebaikannya itu,Bego sih ni anak,Harusnya biarkan jadi peringatan utk semua,ngapain di bela belain..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Ckk lebay banget ni guru..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Typo bertebaran..
Adreena
Kira2 dosen jutek itu ada hubungan apa sama Dinda...??? apa pembantunya sudah cerita ttg dinda
Nolis Hasanah
thor.. tolong dong nama" sahabat dinda n yng lain nya di sebutin, seperti mama papa nya dinda n adik nya gibran
Ariff Arif
lanjut kk
Sofia Askana
sebentar deh...ini tulisan tamat. tapi cerita ny kok gantung ya...apa ganti judul🤔🤔🤔
Lee
Untung airnya gk mzuk hdung ya Dinda, soalnya q pernah...
Lee
Masih nyicil ya kak..
semangatt 💪💪
Lee
Mampir lgi thor.
semangat ya..💪
Wizzhy Aja
sangat menarik untuk di baca
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "penyamaran seorang pria kaya raya" makasih kak🙏
total 1 replies
dwi fathanah subhiandini
Luar biasa
Damar Pawitra
aku rate dulu ya kak... semangat
Lee
Lanjut thor..
semangat yaa💪💪
Lee
Mampir dimari ya kak..
sudah q subcribe, tinggal nyicil..😁 slam knal ya🤗
YT FiksiChannel
Katakan peta
YT FiksiChannel
penasaran gw Ama *****
mamayot: seksi itu, tapi di sensor sama pihak mangatoon
total 1 replies
YT FiksiChannel
Katakan peta
mamayot: maksudnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!