NovelToon NovelToon
Dicintai Seorang Gangster

Dicintai Seorang Gangster

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:416.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

"Bantu aku, maka aku akan mengingat kebaikan mu ini!" Ujar seorang pria yang menodongkan sebuah senjata ke perut Laela.

Mata Laela tentu saja membelalak lebar.
"Ba... baik!" jawab Laela gugup.

Apa jadinya jika perjalanan liburan sekolah Laela malah membuatnya bertemu dengan seorang bos mafia yang baru saja terluka dan melarikan diri dari para pembunuh bayaran yang mengincar nyawanya?

Setelah menolong pria itu, bagaimanakah cara pria itu membalas kebaikan yang ia janjikan pada Laela?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Keesokan harinya...

Semua orang di rumah nenek Zubaidah sedang sibuk, merapikan rumah dan menyiapkan makanan. Tapi Laela, sejak pagi dia hanya diam di dalam kamarnya. Gadis yang usianya masih 19 tahun itu sedang duduk termenung sendirian menatap jendela kamarnya.

Laela pun menghela nafasnya kemudian menyimpan pemantik api milik Kabir ke dalam salah satu laci meja riasnya.

"Apa yang aku harapkan?" gumam Laela yang langsung berdiri dan keluar dari kamarnya.

Setibanya dia di luar, dia pun segera ikut membantu ibu dan neneknya untuk memasak berbagai macam makanan untuk acara pertunangannya dan Arman nanti malam. Saat Laela akan membuang sampah ke luar rumah, dia melihat Ringgo sedang berusaha mengambil buah mangga di belakang rumah.

"Hei, bongsor. Manjat dong! malu sama badan mu yang bongsor kalau pakai galah begitu!" ejek Laela yang tak bisa melihat adiknya hidup damai barang sehari saja.

"Ih Tante-tante reseh ngapain sih, udah sana luluran. Kan ntar malem mau tunangan!" balas Ringgo.

Laela pun terdiam, terkadang dia berpikir kalau dirinya terlalu jahil pada sang adik. Laela meletakkan tempat sampah yang sudah kosong, dan berjalan mendekati Ringgo.

"Mau ambil yang mana?" tanya Laela pada Ringgo.

Ringgo pun menoleh, dia masih menatap tak percaya pada sang kakak yang mau membantunya.

"Yang itu!" jawab Ringgo sambil menunjuk sebuah mangga yang sudah berwarna kekuningan. Menandakan kalau buah mangga itu sudah matang.

"Oke, lihat aku ya. Dan pelajari caraku memanjat pohon ini!" seru Laela yang langsung memanjat pohon mangga yang cukup tinggi dan rimbun itu.

"Ya kak, terus yang itu.. sedikit lagi kak!" seru Ringgo senang.

Laela pun mendapatkan buah mangga yang di tunjuk Ringgo.

"Tangkap ya!" seru Laela pada Ringgo.

Ringgo pun langsung mengambil ancang-ancang untuk menangkap buah mangga yang akan dia lempar dengan melebarkan baju bagian bawahnya.

Bugh... bugh...

Dua buah mangga pun terjatuh di baju Ringgo. Tanpa sadar apa yang dilakukan Laela itu pun masih di rekam oleh anak buah Kabir.

Saat Kabir melihat tingkah Laela di peternakan, rasa rindunya pada gadis cantik itu makin menjadi saja. Kabir lalu memerintahkan pada anak buahnya itu agar bisa mendapatkan nomer telepon Laela. Hanya melihatnya tanpa mendengar suaranya, membuat Kabir merasa ada yang kurang.

Tapi dia tidak bisa menemui Laela, karena harus menemani sanga ibu. Kabir tahu betul kalau bisa keluar dari kediaman Maaz Adnan adalah impian terbesar sanga ibu. Dia sedang berusaha untuk mewujudkan impian ibunya itu.

Kembali di kediaman nenek Zubaidah. Anak buah Kabir yang menyamar menjadi pengantar paket pun mulai bertanya pada para asisten di rumah itu tentang nomer Laela. Sayangnya dia tidak berhasil mendapatkan nya. Setelah menjadi pengantar paket gagal, anak buah Kabir itu kemudian menyamar mengikuti pengantar karpet yang di pesan untuk acara itu. Setelah dia berhasil masuk, dia pun menyelin4p ke kamar Laela dan mencari ponsel Laela. Lalu membuka kunci layar itu dengan mudah. Setelah itu dia menggunakan ponsel Laela untuk menghubungi Kabir.

"Bos...!"

"Bagus! hapus log panggilan ini!" seru Kabir.

Anak buah Kabir itu pun menghapus log panggilan dari ponsel Laela.

Ceklek

Pintu kamar Laela terbuka, Almira uang membukanya.

"Eh, kamu siapa? kenapa di kamar anak saya?" tanya Almira penuh selidik.

Untung saja saat pintu terbuka, ponsel Laela sudah kembali di letakkan di tempatnya oleh anak buah Kabir.

"Maaf nyonya, saya pengantar karpet, saya sedang mencari toilet!" jawab anak buah Kabir.

Almira pun mengangguk,

"Oh, di toilet tamu saja. Ayo saya antar!" tawar Almira yang langsung di ikuti oleh anak buah Kabir itu.

Malam harinya...

Pertunangan antara Arman dan Laela pun dilaksanakan. Tukar cincin pertunangan antara Arman dan Laela juga berlangsung singkat dan cepat.

Karena memang kedua pihak sudah sama-sama setuju, dan kedua keluarga juga sudah saling merestui. Jadi pertunangan itu berlangsung lancar dan singkat.

Setelah acara ramah tamah, Arman pun mengajak Laela untuk bicara berdua di taman samping rumah nenek Zubaidah.

"Selamat untuk mu Laela, aku akan menunggu mu lulus kuliah setelah itu aku akan menjadikan mu nyonya Arman!" terang Arman yang sudah mulai berani berterus terang pada Laela.

Laela hanya tersenyum.

"Apa bang Arman memang menyukai ku, atau hanya menuruti keinginan kedua orang tua kita saja?" tanya Laela memastikan.

Arman menggaruk kepalanya dan tersenyum malu pada Laela.

"Aku menyukaimu Laela, sejak kamu SMP malah!" jawab Arman jujur.

Laela pun tersenyum.

"Benarkah? kenapa bang Arman tidak pernah mengatakan nya?" tanya Laela yang cukup terkejut mendengar pengakuan Arman itu.

"Aku malu, usia kita juga agak berbeda jauh. Tapi setelah ayah dan ibu mengatakan kalau akan membicarakan perjodohan kita, aku sangat senang dan...!" Arman menjeda perkataannya karena dia merasa dia terlalu terus terang pada Laela.

"Maaf Laela, aku terlalu senang. Padahal aku tidak tahu apakah kamu suka atau tidak padaku?" tanya Arman.

Laela tersenyum, baginya mungkin ini sudah menjadi takdirnya. Jadi menurutnya, apa salahnya membuka hati untuk Arman.

"Aku juga suka bang Arman!" ucap Laela membuat Arman terbengong sesaat.

"Benarkah?" tanya Arman lagi memastikan apa yang dia dengar itu benar.

Laela pun mengangguk dan tersenyum, Arman yang sangat bahagia langsung memeluk Laela.

Kebahagiaan Arman sangat lengkap malam itu. Setelah beberapa saat, Arman pun melepaskan Laela yang sebenarnya hanya diam tanpa membalas pelukan Arman. Tapi Arman mengerti hal itu.

"Dua minggu lagi, kamu akan masuk kuliah. Aku punya beberapa kampus rekomendasi untukmu, ada juga yang dekat dengan kantor ku, jadi...!"

Laela pun terkekeh.

"Jadi, aku akan mendaftar di sana saja. Agar bang Arman bisa setiap hari mengantar dan menjemput ku! benar kan?" tanya Laela menebak apa yang ingin dikatakan Arman.

Arman terkekeh malu.

"Kamu benar, bagaimana kamu tahu apa yang ingin aku katakan?" tanya Arman.

"Aku banyak menonton drama di televisi, tapi apa bang Arman tidak akan capek nanti?" tanya Laela.

"Tentu saja tidak, aku malah senang sekali bisa selalu dekat dengan mu!" ucap Arman jujur pada Laela.

Setelah Arman dan keluarganya kembali, Laela pun kembali ke kamarnya. Tiba-tiba saja ponselnya berdering dan itu dari nomer yang tidak dia kenal.

Laela mengacuhkan nya, tapi ponselnya terus berdering. Setelah mandi dan ganti piyama tidur, Laela baru mengangkat telepon itu.

"Halo!"

"Butuh setengah jam untuk mu mengangkat telepon dariku?" tanya Kabir.

Laela menjauhkan ponselnya dari telinga nya.

'Kabir!' lirih Laela.

Namun karena tak ingin menimbulkan masalah. Laela memilih mematikan ponselnya dan meletakkan nya di atas meja.

"Kenapa dia mengganggu ku lagi? tidak, ini tidak boleh terjadi. Aku akan blokir nomernya!" gumam Laela.

Laela langsung meraih ponselnya lagi, lalu memblokir nomer Kabir.

Di peternakan, Kabir yang mengetahui nomernya di blokir oleh Laela hanya tersenyum pahit.

"Kamu sungguh berani Laela!" gumam nya dengan senyum penuh arti.

***

Bersambung...

1
syh 03
seru ih..berasa ntn film si cowok naik ke balkon demi nemuin cewenya 😊
syh 03
cinta segi tiga ini mah 😆
syh 03
aga laen emang laela ini..kita mah trauma klo ketemu hewan buas dia mah bahagia 😅
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
syh 03
bnyk bgt istrinyaa ampun dahhh 😒
mei
ceritanya seru tp sayang endingnya kurang memuaskan, ortu laela diboyong ke LN..lalu kabar ibunya kabir sendiri??

thanks ya atas karyanya
lontong sayur
plok2nya ga ada 😗😗😗
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Duh kenapa Laela ninggalin bukti,Kenapa buang semua sampah2 itu terlebih dahulu sebelum pergi...
Qaisaa Nazarudin
Lha kalo mau kabur ya kabur aja sendiri,Ngapain ngajak Laela..
Noer: ho'oh ya kan 🤭
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Lagi tegang-tegangnya aku baca malah langsung ngakak,Kenapa harus jepit bulu ketiak? bukan bulu hidung?? 🤣🤣🤣😜😜
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Umur 19 tahun baru lulus SMA?? ku anggap Laela masuk sekolahnya lambat, Seharusnya 19 tahun itu udah kuliah, seumuran anak gadis ku..
Mampir Thor 🙋
Noer: ho'oh telat dia masuk SD nya 🤭
total 1 replies
Ran Aulia
ceritanya bagus, seru, tegang, komedi, romantis juga terharu 😍😍😍😍😍
terimakasih author

👍👍👍👍👍👍
Ran Aulia
👍👍👍
Ran Aulia
😂😂😂😂😂 refleks bacanya berirama
Sandisalbiah
sangat memuaskan
Sandisalbiah
happy ending.. tp gak puas krn pengenya lihat Laela hidup bahagia dgn Kabir sampe punya beby gitu.. makasih thor.. karyamu luar biasa...
Sandisalbiah
sumpah.. part ini terlalu banyak bawang 😰😰.. tengah malam awak nagis diem² ..hahh. thor.. tega bannget... sport jantung awa di buat..
Sandisalbiah
ternyata Arman sangat egois.. dia tau dan peka akan oerubahan Laela tp dia mengabaikanya... benarkah yg dirasakanya terhadap Laela itu cibta atau hannya sekedar obsesi dan ambisi utk memiliki Laela.. krn cinta sejati akan mengiklaskan yg tercinta utk bahagia walau bukan dgnnya.. seperti cinta Kabir kpd Laela kan?
Sandisalbiah
kanapa harus mementingkan nama baik Abdul kodir.. kamu seorang ayah, tdkah hatimu tersentuh melihat penderitaan putrimu... dia yg lebih mudah tp bersikap dewasa demi kalian para orang tua dgn mengesampingkan ego dan mengorbankan rasa cintanya... tp kau.. ayahnya terlalu mementingkan ego dan nama baik... dasar konyol.. semoga kau tak menyesal saat hal buruk benar² terjadi pd Laela..
Sandisalbiah
alibi Kabir sangat bagus sehingga dpt mematahkan kecurigaan Maaz adnan.. dan Zulaika.. semoga ada yg bisa membungkam mulut sampahnya..
Sandisalbiah
wow.. jgn bilang Kabir menikahi Kaira saat dia gak sadar..? gak sah dong kan gak ada walinya... krn bukan ayah Kaira yg menikahkan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!