Andara dan Indira adalah dua gadis kembar identik, namun memiliki sifat yang berbeda. Dimana Andara memiliki sifat mandiri, dan sangat cuek dan juga sering di cap sebagai wanita sombong dan tak tersentuh. Sedangkan sifat Indira begitu lembut membuat siapa pun pasti akan menyukainya, namun tidak dengan Kai Arshaka Sanjaya.
Kai adalah seorang laki-laki tampan yang selalu menjaga dua gadis kembar itu, namun siapa sangka Kai menyukai salah satu di antara dua gadis kembar tersebut. Bahkan Kai rela melakukan apapun demi mendapatkan sang pujaan hatinya.
Siapakah salah satu gadis kembar itu? Apakah Andira yang memiliki sifat lemah lembut? Atau Andara yang cuek? Penasaran! simak terus ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadisti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku mau di jodohkan dengannya
Dara membatin kesal karena Kai sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari dirinya. Rasanya, Dara ingin menceburkan laki-laki itu ke dalam got.
"Dasar gila. Ngapain sih liatin gue mulu. Bikin gue kesel aja." Batin Dara sambil menatap horor ke arah Kai. Kai yang mendapat tatapan horor dari Dara pun hanya dapat tersenyum, mungkin jika di ruangan itu hanya ada dirinya dan Dara saja, sudah dapat di pastikan gadis itu akan berada dalam bahaya besar. Apalagi saat ini pikiran Kai kembali pada kejadian tadi siang, membuat laki-laki itu ingin merasakan kembali manisnya bibir pujaan hatinya itu.
"Ekhmm. Karena semuanya sudah berkumpul di sini, makan malamnya sudah bisa di mulai, ya. ayo semuanya di makan." Ucap Cristy membuat lamunan putra semata wayangnya itu buyar seketika.
Semua yang berada di dalam ruang makan itu pun serempak menganggukkan kepalanya, lalu setelah itu mereka pun memulai acara makan malamnya dengan tenang.
Lima belas menit kemudian...
Semuanya pun sudah menyelesaikan makan malamnya, mereka semua meninggalkan ruang makan dan berjalan menuju ruang tamu. Kai kembali duduk di sofa yang berhadapan dengan Dara, sementara Dira duduk di samping adik kembarnya.
Mata Kai selalu saja fokus menatap Dara, membuat gadis itu menjadi semakin risih dan ingin segera pulang.
"Oh iya, Mel. Bagaimana tentang perjodohan anak-anak kita? Apa kamu sudah membicarakannya sama kedua putrimu itu?" Tanya Cristy. Tiba-tiba saja membahas masalah perjodohan itu.
Imelda nampak menghela nafasnya pelan, ia menatap Cristy, kemudian berkata. "Sudah, Crey. Tapi, sepertinya dua gadis itu tidak ingin di jodoh-jodohkan. Katanya kalau pun salah satu di antara mereka adalah jodoh, Kai. Tanpa perjodohan ini pun mereka pasti akan menikah dengan Kai."
"Tapi, apakah salah satu putrimu menyukai putraku?" Tanya Cristy sangat penasaran.
"Sayang, kalian ngobrolin apa sih? Kok serius banget?" Tanya Arga sambil menatap istri tercintanya. Berhubung Arga duduk di sofa yang paling ujung, tentunya ia tidak akan mendengar percakapan kedua wanita itu.
"Ini loh sayang, kita lagi bahas tentang perjodohan anak-anak kita." Jawab Cristy yang dapat di dengar oleh semua yang berada di ruang tamu itu.
"Mama sama tante Crey lagi bahas tentang perjodohan? Ah sepertinya mama ingin memberitahu tante Crey, tentang pembatalan perjodohan itu, semoga saja tante Crey tidak marah sama mama." Ucap Dira dalam hati.
Arga hanya menanggapinya dengan anggukkan kepala, kemudian ia pun kembali mengobrol dengan Tama.
"Dara, Dira. Menurut kalian bagaimana dengan anak tante?" Tanya Cristy membuat Dara langsung mengernyitkan keningnya bingung, sementara Dira tersenyum, kemudian ia menjawab.
"Kai baik, tante. Tampan dan juga penuh perhatian."
Cristy tersenyum mendengar jawaban dari Dira, si gadis yang memiliki sifat lemah lembut itu. "Lalu, bagaimana denganmu, Dara?" Tanya Cristy ingin mendengar penilaian Dara tentang putranya itu.
"Emm sama seperti yang di ucapkan Dira, tante." Sahut Dara sambil tersenyum kaku. "Tante, kalau mau menjodohkan putra tante, sebaiknya jodohkan saja dia sama Dira, tante. Karena menurut aku, Dira sangat cocok dengan Kai." Ucap Dara tidak sabaran.
Cristy yang mendengarnya pun langsung menatap Kai, putranya. Sementara Kai nampak tidak suka mendengar apa yang di ucapkan oleh gadia pujaannya itu.
"Kai, bagaimana menurutmu?" Tanya Cristy ingin mengetahui siapa gadis yang di cintai oleh putranya tersebut.
Kai menghela nafasnya kasar, kemudian ia menatap sang mama, lalu kembali menatap Dara.
"Ya! Aku mau di jodohkan dengannya, mah." Jawab Kai membuat Cristy tersenyum bahagia, tapi sedetik kemudian Cristy senyuman di wajah Cristy pun menghilang. Cristy kembali menatap putranya, lalu bertanya.
"Yang kamu maksud Dira atau Dara, Kai. Jangan sampai membuat kita semua salah paham."
"Tentu saja, Andara Raquela Hilten." Jawab Kai dengan lantang membuat seluruh penguni ruang tamu itu langsung menatap ke arahnya.
"Ya! Aku mau di jodohkan dengan Andara. Karena aku mencintainya." Sambung Kai membuat Dara langsung menatapnya marah, sementara Dira, gadis itu nampak tersenyum sendu.
"Tahan Dira, jangan nangis, lo harus kuat Dira." Batin Dira berusaha untuk tetap tenang meskipun hatinya terasa sangat amat teriris.
Cristy dan juga yang lainnya langsung mengalihkan pandangannya kepada Dara, gadis itu nampak mengepalkan kedua tangannya guna menahan amarah dalam dirinya.
Bersambung.