Catatan:
1.Maaf kalo ceritanya berantakan karena author nya masi amatiran
2.Typo bertebaran
3.Update tidak menemtu tapi diusahakan akan update 2-3 kali seminggu.
Pada tahun 2150 keluar game VR berbasis Kapsul dan game yang pertama rilis di perangkat itu dinamai Fantasy World Online (FWO).
Ada satu player pria yang menggunakan karakter avatar seorang perempuan yang dinamai Melody Viona, dan dia juga diberi julukan player rangking 1 Ratu Penghancur.
Ada suatu kejadian saat karakter avatar nya mengalami evolusi yang mana membuat nya malah berpindah ke dunia lain.
Saat terkirim kedunia lain dia terkejut oleh evolusinya yang mana evolusinya membuat menjadi ras terkuat, tetapi dibalik semua itu ada rahasia yang tersembunyi dari ras nya sendiri, jika dia hendak mengetahui rahasia dibalik itu dia harus bertanya kepada dewa-dewi kuno dan iblis dimensi. Mampu kah Melody Viona mengetahui Rahasia nya, ikuti perjalanan nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prima setya eka wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22:Lich
Saat ini aku sedang berburu beberapa monster berama dengan Sahsya dan Eri.
Saat kami berburu, kami hanya dapat menemukan monster-monster lemah yang kekuatannya rata-rata hanya ditahap Circle-7.
Sampai akhirnya kami bertemu dengan sekelompok undead yang dipimpin oleh lich yang memiliki kekuatan Ordo Raja tahap Menengah akhir.
"Hmm…seorang Lich ya"
"Sepertinya aku mendapat lawan yang bagus untuk menguji kekuatan sihirku"ucapku menatap Lich yang ada depanku yang hanya diam menatapku kembali
Aku berkata seperti itu dikarnakan seorang Lich sangat ahli dalam menggunakan sihir.
Sekarang Lich itu tiba-tiba membangkitkan lebih banyak udaed lagi.
Undaed-undaed itu langsung menyerang kearah kami.
"Sahsya, Eri kalian uruslah undaed-undaed itu biar aku saja yang mengurus Lich itu"Ucapku kepada Sahsya dan Eri
"Baik Yang Mulia"ucap Sahsya dan Eri secara bersamaan
Sahsya dan Eri sekarang sudah masuk dalam pertarungan melawan undaed-undaed itu.
Bagi Sahsya dan Eri mengurus undaed-undaed itu tidaklah sulit, tetapi dikarenakan jumlah nya yang sangat banyak mengurus nya lumayan merepotkan.
Sekarang aku langsung menuju kearah Lich itu, Lich yang melihatku terbang menuju kearah nya, dia langsung terbang mundur kebelakang untuk mengambil jarak, itu dikarenakan seorang Lich lemah terhadap serangan fisik tetapi kuat dalam serangan sihir.
Sebenarnya aku mencoba mendekati Lich itu bukan untuk melakukan pertarungan jarak dekat tetapi aku bertujuan untuk menjauhkan pertarungan yang sedang dilakukan Sahsya dan Eri dengan pertarunganku dengan Lich itu nantinya.
Setelah kurasa jarak pertarungan yang dilakukan Sahsya dan Eri sudah cukup jauh, aku berhenti mengejar Lich itu.
Lich itu yang melihatku berhenti mengejar nya, dia akhirnya berhenti juga.
Sekarang Lich itu berbalik dan menatapku, tak lama kemudian lich itu langsung melontarkan serangan sihir berupa es yang berbentuk tombak ke arah ku.
Aku yang melihat itu tentu saja tidak tinggal diam, aku langsung memasang Barier dihadapan ku untuk menghalangi serangan tombak es itu.
Tombak es dan Barier yang aku pasang akhirnya saling berbenturan, benturan menciptakan sebuah ledakan yang lumayan besar.
Tetapi sayangnya meskipun begitu tombak es itu tidak mampu menghancurkan Barier yang aku pasang dan akhirnya tombak es itu malah hancur berkeping-keping.
Lich yang melihat serangan pertama yang dia luncurkan tidak mempan, dia hendak meluncurkan serangan kedua, tetapi sebelum Lich itu meluncurkan serangan keduanya, aku terlebih dahulu meluncurkan serangan ku.
<
Aku meluncurkan serangan yang berupa badai api kearah Lich itu.
Lich yang melihat serangan yang aku luncurkan mengarah kearah nya, dia langsung menghindarinya dengan cepat.
Serangan yang aku luncurkan itu berhasil Lich hindari, tetapi akibatnya serangan yang aku luncurkan itu mengenai hutan yang berada dibelakang nya dan mengakibatkan ledakan yang sangat besar,ledakan itu menghanguskan hutan selebar dua ratus meter.
Lich yang melihat efek yang ditimbulkan dari serangan itu kaget dan dia menatapku dengan lebih waspada.
Aku sendiri yang melihat efek dari seranganku itu pun kaget, karena aku tidak menyangka akan menimbulkan kerusakan yang sangat besar.
'Sepertinya aku harus lebih berhati-hati lagi menggunakan sihir ku ini'ucapku dalam hati melihat efek seranganku itu
Setelah mengakatan itu aku tidak tinggal diam dan meluncurkan serangan keduaku kearah Lich itu.
<
Aku meluncurkan serangan kedua yang berupa tombak petir kearah Lich itu.
Lich yang tidak siap dengan serangan kedua yang aku luncurkan itu akhirnya dia memasang sebuah Barier, karena Lich itu sudah tidak sempat lagi untuk menghindari serangan ku.
Tetapi na'as ketika tobak petirku dan Barier yang Lich itu pasang berbenturan, Barier itu pecah dan hancur berkeping-keping.
Alhasil tobak petirku berhasil mengenai nya, dan ketika tobak petirku mengenai Lich itu, menimbulkan efek ledakan yang lumayan besar dan disusul gumpalan asap.
Tidak lama kemudian dari gumpalan asap itu ada sebuah benda yang terjatuh langsung ke bawah.
Ternyata yang terjatuh itu adalah Lich, dia tidak kuat menerima serangan dariku dan akhirnya terjatuh kebawah.
Aku yang melihat itu akhirnya langsung terbang kebawah tempat Lich itu terjatuh.
Ketika aku sudah dibawah dimana tempat Lich itu terjatuh, aku melihat Lich itu sekarang sedang terbaring ditanah dengan tubuh kerangkanya yang sudah hancur setengah akibat serangan yang aku berikan tadi.
Setelah aku melihat itu aku berfikir sejenak.
'Kekuatan Lich lumayan untuk sekelas mage, akan sangat disayangkan jika aku menghabisi nya langsung, bagaimana jika aku merekrut nya saja?, untuk menambah kekuatan tempur kerajaanku'
'Sebelum aku merekrut nya sebaiknya aku mengecek nya terlebih dahulu apakah Lich ini mahluk pintar atau tidak'
'Jika dia bukan mahluk pintar itu malah akan merugikan ku nantinya'
Setelah mengatakan itu aku akhirnya mengangkat bicara, bertanya kepada Lich didepan ku ini.
"Hey apa kamu bisa berbicara"
.
.
.
Setelah beberapa saat Lich itu tidak berbicara dan hanya menatapku saja.
"Aih sepertinya Lich didepan ku ini mahluk bodoh, sungguh sangat disayang kan aku harus membunuh nya"ucapku kepada Lich itu yang masih terbaring ditanah
Tetapi ketika aku mengatakan itu, Lich itu tiba-tiba berbicara.
"Siapa yang kamu katakan mahluk bodoh"ucap Lich itu kepadaku
"Ternyata bisa berbicara"ucapku kepada Lich itu
"Tentu saja aku bisa berbicara kau kira aku siapa"jawab Lich itu kepadaku dengan nada kesal
"karena kamu diam saja saat aku ditanya olehku tadi"ucapku kepada Lich itu dan melanjutkannya
"Yah terserah lah, aku hanya mau memberikan penawaran kepadamu untuk menjadi pengikutku, bagaimana mau apa tidak?"
"Bagaimana jika aku menolak nya"ucap Lich itu kepadaku
"Aku akan menghabisimu"jawabku kepada Lich dengan cepat
"Baiklah jika aku menerima tawaran mu keuntungan apa yang akan aku dapatkan"tanya Lich itu kepadaku
"Hmm……bagaimana jika aku memberikan tubuh baru untukmu"Jawabku kepada Lich itu
"Tubuh baru?"tanya Lich itu kepadaku dengan kebingungan
"Iya tubuh baru, yang akan menjadi tubuh barumu nantinya"jawabku kepada Lich itu
"Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan tubuh baru itu?tanya Lich itu kepadaku dengan nada agak sedikit bersemangat
"Yah aku hanya akan menyediakan sebuah tubuh yang nantinya aku akan memindahkan jiwamu ketubuh itu"jawabku kepada Lich itu
"Benarkah kamu bisa melakukan hal itu"tanya Lich itu lagi kepadaku
"Iya, itupun jika kamu bersedi menjadi pengikut ku"jawabku kepada Lich itu
"Baiklah aku akan menerimanya untuk menjadi pengikut mu"
"Benerkan?, tetapi sebelum itu aku akan mengingatkan mu untuk tidak mencoba menghianati ku, ketika kamu sudah menjadi pengikut ku atau aku akan langsung menghancurkan jiwamu"ucapku kepada Lich itu dengan melepaskan hawa membunuh yang amat mengerikan
Lich yang merasakan hawa membunuh yang mengerikan itu begidik ngeri sampai-sampai tubuh kerangkanya itu bergemetaran.
"Sa saya janji tidak akan menghianati anda"jawab Lich itu kepadaku dengan nada sopan
Setelah Lich mengatakan itu sebuah notif dari system muncul.
[Apakah anda mau menerima seorang pengikut yang merupakan seorang Lich?]
...[Yes/No]...
Tentu saja aku yang melihat notif itu langsung mengucapkan kaya Yes.
Setelah mengatakan itu, sekarang aku mengambil sebuah Item dari inventory ku yang berbentuk tubuh.
Item itu adalah sebuah media untuk menampung jiwa, biasanya item itu digunakan saat di Fantasy World Online untuk memberikan tubuh kepada roh yang mereka kontrak.
"Baiklah sekarang aku akan memindahkankan jiwamu ketubuh baru ini apa kamu sudah siap"tanyaku kepada Lich itu
"Saya siap Yang Mulia"jawab Lich itu kepadaku
'Kenapa sekarang dia juga memanggil ku dengan sebutan Yang Mulia, yah terserah dialah'ucapku dalam hati
Setelah mengatakan itu aku langsung memulai proses pemindahan jiwanya dengan menggunakan sebuah sihir.
<
Ketika aku selesai memindahkan jiwanya ketubuh baru sebuah cahaya menyilaukan muncul.
Cahaya itu terus-menerus memancarkan sinarnya sampai beberapa menit dan akhirnya sekarang cahaya itu menghilang.
Setelah cahaya itu menghilang aku sedikit dibuat terkejut oleh apa yang aku lihat sekarang, karena apa yang aku lihat sekarang adalah seorang gadis yang tinggi dan besar nya sama dengan ku, Gadis itu memiliki rambut hitam dengan mata berwarna ungu.
Aku tidak menyangka bahwa Lich yang aku lawan tadi adalah seorang perempuan, karena ketika dia masi menggunakan tubuh kerangka nya tadi dia seperti seorang lelaki, tetapi yang membuat ku sedikit terkejut lainnya adalah Lich itu berevolusi menjadi Elder Lich.
Lich itu sekarang menatap ku dan akhirnya dia bersujud ala kesatria dihadapan ku.
"Terimakasih Yang Mulia atas tubuh baru yang anda berikan kepada saya, saya berjanji akan selalu melayani anda"ucap Lich itu kepadaku
"Nmm"jawabku mengangguk
"Tetapi sebelum itu namamu siapa, karena dari tadi aku tidak mengetahui namamu"tanyaku kepada Lich itu
"Saya tidak memiliki nama Yang Mulia, karena semenjak saya menjadi Lich, saya lupa dengan masa lalu saya"jawab Lich itu kepadaku dan melanjutkan nya lagi
"Jika tidak keberatan anda boleh memberikan saya sebuah nama"
"Nama ya?, bagaimana jika aku memberimu nama Nerezza yang bearti kegelapan, sangat cocok dengan mu yang merupakan seorang Lich"
"Terimakasih Yang Mulia, saya sangat suka dengan nama yang anda berikan kepada saya"ucap Nerezza kepadaku
Setelah sedikit berbincang-bincang Nerezza, aku dan Nerezza akhirnya kembali untuk menemui Sahsya dan Eri.
...****************...
JANGAN LUPA, LIKE, COMENT, AND VOTE