Di dunia ini hanya yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah hanya menjadi pion, oleh sebab itu aku harus menjadi yang terkuat agar bisa membuat seluruh dunia berada di bawah kendali ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisky wa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 23.Waktu Luang
Setelah mereka kembali ke kediaman Long Fei, mereka beristirahat di kamar masing-masing.
Sebelum pulang, Feng Jia Li mengajak keluarganya untuk mampir berbelanja kebutuhan mereka sebentar.
Feng Ying tidak ikut turun dari Helikopter, ia memilih untuk menitip beberapa cemilan untuk persediaan di kamarnya, mereka hanya berbelanja sebentar karena takut banyak yang mengajak mereka berfoto dan lainnya.
Feng Ying yang kini sedang tiduran santai di kamarnya memikirkan rencananya untuk pergi dan berpetualang sendiri.
"Aku ingin terbang bebas seperti burung... "
Ucap Feng Ying namun kata-katanya terhenti karena teringat sesuatu.
"Hmm burung di dunia ini juga terbang ke sana kemari untuk menghindar dari predator, lebih tepatnya aku ingin terbang bebas seperti Naga"
Ucap Feng Ying sambil tersenyum memeluk bantalnya.
Ia kemudian duduk bersila untuk bermeditasi karena ia harus bertambah kuat secepatnya agar bisa berkeliling sendiri menikmati dunia.
Di tempat lain tepatnya di kediaman utama keluarga Naga, Patriark Long sedang berbincang-bincang dengan Gu Changge dan Tetua Gho.
Mereka bertiga sedang berbincang mengenai dunia persilatan dan perang di perbatasan dengan beberapa kekaisaran yang belum mereda.
"Terimakasih sudah membantu kekaisaran mengurangi pendekar pendekar yang melanggar aturan"
Ucap Gu Changge dengan nada yang bersahabat.
"Untuk apa berterimakasih, lagi pula kekaisaran juga membayar kami untuk hal itu"
Jawab Patriark Long sambil tertawa.
"Jendral Gu jika kekaisaran tidak sanggup jangan sungkan untuk meminta bantuan kami"
Ucap Tetua Gho dengan halus.
Gu Changge pun segera menghela nafas kemudian ia memasang ekspresi yang terlihat lelah.
Ia kemudian menceritakan beberapa kejadian di kekaisaran yang ia alami belakangan ini.
"Belakang ini portal tingkat langit sering keluar di penjuru kekaisaran, aku dan jenderal yang lainya merasa lelah berpergian ke sana kemari"
Ucap Gu Changge kemudian meminum segelas teh.
Patriark Long dan Tetua Gho pun berpandangan sejenak sebelum tertawa kecil, menurut mereka Gu Changge hanya lelah di perjalanan karena menghabiskan waktu berharganya.
"Kalau kau malas berpergian, kenapa kau tidak meminta bantuan sekte sekte di dekat portal yang muncul?"
Tanya Tetua Gho.
"Kekaisaran ingin menambah kekayaan jadi ingin menyelesaikan portal tingkat Hitam dan Langit sendiri"
Jawab Gu Changge sambil memberikan catatan kenaikan gajinya.
Patriark Long pun tertawa keras karena menurutnya Gu Changge harus pensiun dan menikmati hidup saja.
"Kau sudah tua, jadi kau menjadi cepat lelah"
Ucap Patriark Long mencoba mengejek Gu Changge.
"Patriark...kau lebih tua dariku jadi jangan sebut aku tua"
Jawab Gu Changge dengan nada kesalnya, Tetua Gho hanya tertawa kecil karena jarang sekali mereka bertemu dan bercanda.
Setelah beberapa saat,malam pun tiba, Feng Ying menyudahi meditasi nya karena mulutnya ingin mengunyah beberapa cemilan yang ia beli.
Ia kemudian memakan cemilan sambil melihat pemandangan bulan dari jendela kamarnya.
Ia dapat melihat pemandangan Kota Naga dari jendela kamarnya karena berada di lantai dua, Feng Ying kemudian memainkan ponselnya agar bisa bersantai sejenak.
"Hmm kenapa malam ini aku mendapat tim yang kurang bagus"
Ucap Feng Ying setelah kalah bermain game beberapa kali, ia kemudian melempar ponselnya ke kasur.
"Lebih baik aku berlatih beberapa gerakan agar tubuhku terus sehat dan bertambah kuat"
Ucap Feng Ying sambil berkaca dan memainkan otot-otot di perutnya.
Ia kemudian bertanya kepada para pelayanan di mana tempat latihan karena ia belum sempat berkeliling di kediaman ini.
Pelayanan itu kemudian memberitahu Feng Ying, tempat latihan terdekat berada tak jauh dari halaman depan keluarga Naga.
pelayanan itu kemudian menawarkan Feng Ying agar di antar dengan mobil saja karena butuh sepuluh menit untuk sampai di tempat latihan dengan berjalan kaki.
Feng Ying pun menolak tawaran pelayanan itu dan memilih berlari agar ia juga sekalian pemanasan.
"Aku akan berlari saja, bilang ke ayah dan ibu nanti jika aku pergi berlatih sebentar"
Ucap Feng Ying meninggal pelayanan itu dengan berlari santai.
Feng Ying berlari kecil seperti orang biasa, ia juga mengamati situasi di area keluarga Naga, ia melihat kearah langit berniat melihat kediaman utama keluarga Naga.
Namun ia hanya melihat gumpalan awan yang lebih besar dari gunung berada di tengah area keluarga Naga.
"Sepertinya kediaman utama keluarga Naga sengaja tertutup awan itu"
Batin Feng Ying kemudian melanjutkan pemanasan nya dengan berlari kecil.
Ia juga melihat beberapa pendekar dan tentara yang berpatroli menjaga area keluarga Naga yang di tinggali oleh orang-orang penting keluarga Naga.
"Tepat ini lebih seperti perumahan namun untuk orang-orang kaum elit dari keluarga Naga"
Batin Feng Ying sambil tertawa kecil karena dirinya sendiri juga orang elit di keluarga Naga.
Setelah beberapa saat berlari kecil, Feng Ying akhirnya sampai di tempat untuk berlatih beladiri, di sana ia melihat cukup banyak yang sedang berlatih beladiri juga.
Tempat untuk latihan di area ini cukup luas, meskipun ada puluhan orang yang sedang berlatih, namun masih banyak cukup tempat untuk berlatih beladiri.
Feng Ying pun menghampiri seorang pendekar yang Cakar Naga yang sedang duduk mengamati rekan rekannya.
"Apakah aku juga boleh berlatih di sini?"
Tanya Feng Ying membuat pendekar Cakar Naga sedikit terkejut karena tidak menyadari kehadiran Feng Ying.
"Ah Tuan muda Feng!"
Pendekar Cakar Naga itu buru-buru segera memberi hormatnya kepada Feng Ying.
Para pendekar yang berlatih juga baru sadar ketika rekannya berteriak, mereka segera menghentikan latihan mereka dan memberi hormat kepada Feng Ying.
Feng Ying pun menyuruh mereka berhenti memberi hormat dan bertanya tanya kepada beberapa pendekar yang menghampirinya.
"Aku ingin berlatih tanding, apakah ada yang ingin menjadi lawan ku?"
Tanya Feng Ying sambil meminta di ambilkan pedang untuk latihan.
"Tuan... pilih saja lawan anda sesuka anda, kami tidak akan penolak perintah Tuan muda Feng"
Ucap seorang pendekar yang sedang memimpin rombongan pendekar yang sedang latihan.
"Baiklah, sepertinya cuman kau yang bisa menjadi lawan ku sekarang"
Ucap Feng Ying sambil menunjuk pemimpin pendekar itu dengan pedangnya.
"Sebuah kehormatan bagiku untuk berlatih dengan Tuan muda"
Jawab pendekar itu dengan ragu ragu, kemudian ia memberi hormat kepada Feng Ying lagi.
Para pendekar yang sedang berlatih di arena latihan ini adalah anggota baru dari Cakar Naga, Rata-rata kemampuan mereka berada di tingkat Master enam.
Usia mereka terlihat berusia tiga puluh sampai empat puluh tahunan, sebenarnya di lubuk hati mereka, mereka ingin menghindari ajakan Feng Ying namun mereka harus patuh kepada atasan mereka seperti Feng Ying.
Karena pedang dan armor yang mereka gunakan tidak bisa membuat luka, pendekar yang akan menjadi lawan Feng Ying menjadi tidak gugup dan siap melawan Feng Ying.
Para pendekar yang lain segera berkumpul untuk menyaksikan pertarungan itu, karena mereka semua penasaran dengan kemampuan Feng Ying.
"Kita akan melihat kemampuan Tuan muda"
"Seperti apa kemampuan orang yang di akui Naga hitam ya"
"Ssst diam kau sangat berisik"
Ucap para pendekar yang tak sabar melihat pertarungan Feng Ying.