NovelToon NovelToon
Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romantis / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sucii Amidasari

.
Sekuel Novel, Sikembar Sang penguasa 2, Bukan Gadis biasa yang juga terkait dengan Novel Cinta Pertamaku seorang Bos Mafia.
.

.
seorang Pria tampan larut dalam dendam hingga membuatnya menjadi sosok Pria terkejam membunuh tanpa ampun namun kekejamannya akan hilang jika bertemu Raya? apakah yang terjadi? siapa Raya bagi pria itu? apa yang membuat Pria itu begitu mengagumi gadis datar nan dingin itu?
.
.
Raya putri sulung Dylan dan Shindy, sifatnya yang dingin dan acuh menurun dari ayahnya berbanding terbalik dengan saudara kembarnya Satria.
.
.
.
silahkan dibaca! jika tidak suka pergi dan tidak usah tinggalkan jejak...
terimakasih.. Karya ini hanya ada di Noveltoon... jangan lupa baca Karya Nae yang lain ya..??
Like
Koment
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

berteman

.

.

ke esokan harinya

mata Raya perlahan terbuka,

"dimana ini? ". batin Raya

Raya pun mencoba untuk duduk,, "hmm? ada apa ini? dimana aku? ". Raya bergumam

keadaan Raya sudah membaik, Raya tipikal gadis yang suka kebebasan seperti laki-laki saja padahal dirinya perempuan. Raya benci dikawal karna merasa dirinya kuat dan tidak butuh pengawal, Raya tidak suka di katakan lemah apalagi di spele kan.

Raya berjalan menatap sekeliling, dinding kamar Raka yang biasanya ada lukisan Raya disembunyikan oleh Raka sebab Raka tidak mau Raya melihatnya, bisa kabur Raya jika tau dirinya menyukai Raya.

Robert saja yang terang-terangan mengejar Raya di tolak mentah-mentah apalagi dirinya yang tak akan berbeda jauh.

"apa aku ada di markas musuh? ". tebak Raya

Raya tersentak kaget melihat kaki seorang pria di sofa, perlahan ia mendekat ke sofa itu untuk melihat wajah pria yang sedang tidur itu.

"Oh.. dia". Raya menghela nafas lega.

Raya baru mengingat bahwa ia bertemu Raka dijalan.

"Raka Mahawira? apa aku bisa memanggilnya Raka sementara dia king Mafia? ". batin Raya yang tau siapa nama Raka.

nama Raka ada di dalam artikel yang sudah di hapus Nola, Raka Mahawira seorang CEO muda perusahaan Rookie New R Group. itu sebabnya Raya tau nama Raka.

Raya mengedarkan pandangannya, "jadi sekarang aku ada di rumahnya? ".

Raya keluar dari kamar luas itu dan ia tersadar dengan pakaiannya.

"Eh. ?". Raya kaget melihat seorang wanita paruh baya di depan pintu kamarnya kini.

"salam hormat saya nona..! nama saya bi Asih ada yang bisa saya bantu nona". Bi Asih menyapa Raya begitu sopan

"oh.. hm.. itu.. akkk aku.. mau pulang tapi dia sedang tidur". jawab Raya

Raya akhirnya mengerti kalau Bi Asih yang mengganti pakaiannya.

"Nona bisa bangunkan !". kata Bi Asih tersenyum

Bi Asih menepuk tangan seketika jejeran koki berdatangan membawa berbagai menu sarapan pagi nan mewah.

"silahkan masuk Nona..! kami tidak tau Nona suka makan apa jadi kami memasak menu sarapan terbaik kami". bi Asih berbicara

Raya menghela nafas panjang saja, ia sebenarnya sudah biasa di perlakukan seperti itu hingga muak dan pada akhirnya Raya meminta pelayan di mansionnya untuk mengerjakan pekerjaan lain saja tanpa harus melayani nya tapi disini Raya malah di perlakukan seperti itu.

Raya tidak mungkin marah kan? dia hanya tamu disini dan tidak berhak untuk sekedar protes.

Raya mengikuti Bi Asih yang sedang mengatur menu sarapan di meja makan kamar Raka, Raka meletakkan meja makan itu dikamarnya tadi malam hanya karna Raya ada di kamarnya padahal Raya tidak akan lama berada dikamar itu.

"eeh.. kalian tidak membangunkan king kalian? ". tanya Raya menunjuk Raka

"maaf nona..! kami tidak punya nyali membangunkan tuan master". jawab bi Asih berbisik.

Raya menatap datar para koki dan bi Asih yang meninggalkannya sendiri dengan Raka yang masih tertidur.

Raya mendekat ke Raka dan menonyor kening Raka dengan jari telunjuknya.

"Hei... bangun...!! ". Raya

"bangun...!! ". teriak Raya

Raka terbangun seketika dengan raut wajah linglung.

"akhirnya bangun juga". Raya menghela nafas lega

Raka melihat Raya yang berdiri didepannya, Ia dengan cepat mengumpulkan nyawanya. Raya hendak pergi Raka memegang pergelangan tangan Raya hingga siempunya menoleh.

"sudah baikan? ". tanya Raka

Raya mengangguk, "ayo sarapan..! tadi kokimu membawa banyak sarapan. tidak mungkin aku makan semuanya sendiri".

Raka tertegun seketika, "sarapan bersama? ". gumam Raka

"kenapa? kau tidak mau? ". tanya Raya dengan datar

"bukan.. bukan begitu..! ayo kita sarapan". Raka berdiri tegak di depan Raya

alhasil mereka sarapan berdua untuk pertama kalinya, Raya memang terlihat biasa saja tapi tidak bagi Raka yang lebih bahagia seperti menang lotre berkali-kali.

"bagaimana tubuhmu? apa benar tidak mau di periksa ke dokter? ". tanya Raka

"tidak apa..! terimakasih atas bantuanmu! aku berjanji akan membalas budi". ucap Raya tersenyum kecil ke arah Raka

Raka segera menunduk karna tidak mau memperlihatkan secara jelas ke Raya bahwa dirinya tertarik pada Raya.

.

.

Raya menatap heran semua orang-orang Raka tengah berbaris rapi seolah sedang mengantarkan pejabat penting saja keluar negri tapi Raya tidak berpikir lain.

"hati-hati.. lain kali datanglah kesini! aku akan menyambutmu". kata Raka

Raya mengulurkan tangannya membuat Raka bingung tapi menyambut tangan Raya.

"kita belum kenalan secara benar..! namaku Shiraya Mahardika Melviano.. kau bisa memanggilku Raya".

"Raka Mahawira the king Mafia the R". balas Raka menebarkan senyumnya.

"ck..! kau juga narsis rupanya". decak Raya

Raya dan Raka melepaskan jabatan tangan mereka, sejak Raka menolong Raya tadi malam membuat Raya ingin berteman dengan Raka, dizaman sekarang mencari teman seperti Raka itu sulit jadi tidak ada salahnya Raya memulai pertemanan dengan Raka.

Raya tersenyum memperlihatkan lesung pipinya hingga kecantikannya dilihat oleh mereka semua, bawahan Raka segera membuang muka. bisa berbahaya nyawa mereka melihat kecantikan wanita milik Raka.

Jekky tadi sudah memeriksa keadaan Raya dan akhirnya bisa bebas dari jeratan Raka. Jon mengantarkan Raka kembali ke mansion Melviano

Raka menatap kepergian Raya, saat menghilang dari pandangannya Raka berlari terburu-buru memasuki lift dan tiba dikamarnya. ia menjerit seketika disana melampiaskan rasa bahagianya bisa berteman dengan Raya.

.

.

Raya tiba di mansion Melviano dan tidak melihat siapapun di dalam mansion, ada perasaan lega di hatinya sebab ia tidak akan di introgasi oleh keluarganya.

"aku akan balas dendam pada mereka..! berani sekali mereka bermain licik padaku.. dasar binatang bahkan binatang pun lebih mulia dibanding kalian". gumam Raya dengan dingin

Raya mengambil ponselnya di dalam laci lemari, ponsel Raya sebelumnya hilang entah kemana.

Raya terbelalak melihat notif berita kematian 1 komplotan penjahat di kota ini, bahkan polisi pun tidak berani mendatangi markas besar penjahat itu.

"mereka semua mati? bagaimana bisa? ". gumam Raya terheran-heran.

Raya berlari keluar kamarnya lalu meninggalkan mansion dengan mobilnya menuju TKP.

Raya mendatangi garis polisi tanpa ragu ia memasuki kawasan ditandai polisi itu.

"ini pembantaian.. ! tidak mungkin perbuatan binatang buas". gumam Raya

Raya melihat bercakan darah dimana-mana tapi tidak ada jejak namun Raya sangat pintar menganalisis.

"siapa yang membunuh mereka semua? aku bahkan belum sempat membalas perbuatan mereka". gumam Raya antara kesal dan tak percaya

"maaf nona..! anda tidak boleh memasuki kawasan ini.. ". kata polisi di belakang Raya

Raya membalik tubuhnya hingga polisi itu tertegun melihat Raya secara langsung ditempat ini, polisi itu masih muda.

"aku hanya melihat ". kata Raya singkat dengan wajah datarnya mendekati polisi itu dan melewatinya begitu saja.

"siapa gadis itu? ". tanya polisi lain yang merupakan teman sekaligus rekan polisi muda itu melihat ada seorang gadis keluar dari garis polisi tapi ia hanya melihat punggungnya Raya saja.

"Nona muda Melviano". jawabnya dengan nada pelan

"ha? bagaimana bisa? ".

"gila..! dia lebih menawan dilihat secara langsung". gumam polisi muda itu menampar kedua pipinya sendiri.

"jangan pernah bermimpi berteman dengannya." ledek teman nya.

.

.

.

1
🧟‍♂️🧟‍♂️
bila perlu mati aja yeri
🧟‍♂️🧟‍♂️
terlalu berdrama murahan sekali sihh🙄🙄🙄katanya gadis polos ini lah itulah gk sesuai menjijikkan
🧟‍♂️🧟‍♂️
mampuss aja kau rayaa sok soan muak banget
🧟‍♂️🧟‍♂️
aneh udah bersuami kok semaunya sendiri si raya babi ini, mentang2 di bgtu di cintai sama raka, penulis nya sih yang bodoh bukan cerita nya sebenarnya,, penulis nya terlalu alay
🧟‍♂️🧟‍♂️
katanya kejam ini lah itulah, sampai dsni gue baru paham, emang sengaja di bkin menye2 biar bab nya banyak, jadi skip sampai di bab ini, cerita nya sdah mulai buruk dan bertele-tele
Yatun sri
keren lanjut ka
Intania Naj_Va
Luar biasa
Bocilzuka
Luar biasa
Nur Ramadani
Buruk
Nur Ramadani
Luar biasa 😶
Tiara Aza
robby tokoh baru ya thor , kan yg memperubutkan Yuri itu Robert
wine wins
pngn tau kabar morret
wine wins
banyak cerita nia sm arya ...
di banding al sm alya
Tatiw
si raya agak laen gaes psikopet di bilang imut ckcckckck
E.S
2 laki? Wkwk mamam lu raka
E.S
🤣🤣
Shinta Andayani
Luar biasa
Izza Kadir
cntik btol
dede mbo
ya peran nia nya bukan polos lagi , jatuh nya goblok
Alifatun Anikmah
9
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!