NovelToon NovelToon
Perbedaan 18 Tahun

Perbedaan 18 Tahun

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Patahhati / Contest / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Kisah pilu dari seorang gadis yang mengalami korban pelecehan seksual dari pamannya sendiri. Laila ayyatul Husna 16 tahun kelas 1 SMA yang harus berhenti sekolah karena kejadian memilukan tersebut, dia di siksa agar di sebuah saung di tengah-tengah kebun oleh pamannya sendiri, berhubungan dia bisa selamat dan kesucian nya masih selamat berkat seorang pria yaitu Yusuf Nur Syaikh 34 tahun yang sudah memiliki istri yaitu Siti Maryam

Akankah Laila bisa keluar dari rasa trauma dan syok atas kejadian tersebut, atau malah dia melakukan hal nekad karena malu. Yuk simak ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Obsesi Iqbal

Flashback: Acara isra mi'raj.

Acara isra mi'raj diadakan pada hari Sabtu, malam hari. Yusuf datang memenuhi undangan dari kampung tetangga itu untuk mengisi ceramah, dia pergi bersama lima santri dan ada Rizky juga. Karena tempatnya juga tidak terlalu jauh, dan banyak orang yang dia kenal Yusuf mengajak santri untuk datang lebih awal. Rizky tidak banyak bicara bahwa adiknya akan tampil ke atas panggung, Laila memang tidak mondok di pesantren, tapi dia sangat rajin mengaji. Laila tidak tahu bahwa pria yang tidak bisa dia lupakan sejak kali pertama dia lihat hadir dalam acara tersebut, Laila dan teman-temannya sedang bersiap. Laila akan menjadi vocal utama dalam grup nasyid. Lalu dia akan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Semua warga dan warga dari kampung tetangga juga hadir, para pedagang berjajar sambil mendengarkan apa yang pembawa acara katakan.

” Aduh deg-degan” ucap Laila kepada teman-temannya.

” Kan udah beberapa kali kamu naik panggung Laila”

” Ya tetep aja deg-degan” kata Laila seraya merapihkan hijabnya, wajahnya tanpa polesan apapun. Dia menolak dan tidak mau di rias seperti teman-temannya yang lain.

Laila dan grup nasyid pun naik ke atas panggung, Yusuf yang sedang mengobrol dengan ustadz kampung tersebut tidak menoleh sedikitpun. Suara Laila terdengar begitu merdu dan Yusuf memperhatikannya. Rizky tersenyum memperhatikan Laila. Satu kali Yusuf berdecak kagum mendengar suara gadis itu untuk yang kedua kalinya dia dibuat semakin kagum saat mendengar dan melihat Laila ternyata sangat pandai Qiro'atil Qur'an.

” Rizky dia adik kamu kan?” tanya santri yang mengenali Laila, karena dia pernah datang ke rumah Rizky dan melihat Laila.

” Ya dia adikku” Rizky membenarkan tanpa ragu dan temannya yang lain menepuk bahunya berulang kali.

Yusuf terus tersenyum sampai Laila berhenti dan turun dari atas panggung. Yusuf mencari kemana Laila pergi tapi Laila menghilang diantara teman-temannya. Malam semakin larut dan waktunya Yusuf untuk ceramah, para wanita paruh baya yang sudah mengantuk tiba-tiba bersemangat kembali mendengar candaan di setiap tausyiah yang Yusuf sampaikan. Laila terpaku pada suara dan ketampanan Yusuf, Laila terus tersenyum dan tertawa mendengar guyonannya. Laila duduk bersama sahabatnya suci. Suci hanya bisa mendengar dan tidak bisa melihat bagaimana meriahnya acara isra mi'raj tahun ini. Laila sesekali menjelaskan berapa banyak dan penjual apa saja yang ada. Suci antusias mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan Laila.

” Aku akan membeli siomay untuk kamu Suci” Laila berucap di telinga Suci.

” Aku mau yang lain Laila”

” Uang ku hanya cukup untuk dua bungkus siomay”

Laila pergi meninggalkan suci bersama ibunya, setelah mendapatkan siomay Laila melangkah kembali untuk memberikannya kepada suci. Laila melihat semuanya sudah bubar dan pulang bergantian, entah kemana ustadz tampan itu, batin Laila. Laila berlari sambil menjinjing ujung gamis nya. Hobinya memang berlari, semuanya lebih cepat ketika dia berlari.

Brug... Laila terjatuh setelah membentur punggung seorang pria.

” Auw” Laila meringis memegang lengannya. Lengannya kotor dan membentur batu, Laila menyapu sekeliling mencari kemana perginya siomay yang dia beli.

” Ini punya neng bukan?” Yusuf mengulurkan kantong plastik berisi dua bungkus siomay, Laila bangkit dan tangannya terasa ngilu. Laila merebut kantong plastik kasar dari tangan ustadz itu.

” Iya, akang kalau mau beli aja sendiri" Laila menyembunyikan kantong plastik di belakang punggungnya. Yusuf mengusap wajahnya kasar, sambil menahan tawa. Dia sangat lelah tapi tetap saja gadis dihadapannya membuatnya cengengesan, belum pernah ada seorang gadis yang jutek seperti itu padanya.

” Kamu yang ada di panggung tadi?” Yusuf bertanya dengan salah tingkah Laila mengangguk-anggukkan kepalanya.

” Pertahankan, dan belajar lebih giat lagi. Assalamualaikum”

” Waalaikumsalam”

Laila berbalik dan menatap kepergian Yusuf, para santri sudah duluan ke parkiran Yusuf tertinggal karena mengobrol sebentar dengan temannya. Laila kembali teringat dengan Suci dan kembali berlari, begitu juga dengan Yusuf yang berhenti melangkah lalu berbalik dan melihat Laila kembali berlari.

Flashback off

****

Saat ini Laila sedang menunggu kedatangan suaminya, dagunya menancap di atas meja sambil memperhatikan satu donat dengan toping keju. Laila hanya mendapatkan satu, dari santriwati. Dia tidak rela memakannya sendiri. Ukurannya juga cukup untuk dia makan bersama suaminya, tapi kenapa suaminya tak kunjung datang. Laila menarik baskom kecil dan menutupi donat tersebut. Lalu dia bangkit dari duduknya dan melangkah lalu menarik tirai jendela.

Laila setengah berlari dan duduk kembali sambil tersenyum karena melihat suaminya sedang melangkah ke arah rumahnya.

” Assalamualaikum”

” Waalaikumsalam”

Pintu terbuka dan Yusuf masuk, Laila bangkit dari duduknya dan melangkah lalu memeluk suaminya. Yusuf mengelus kepala lalu mengecup kening istri kecilnya sekilas.

” Laila punya sesuatu” Laila begitu antusias dan menarik-narik tangan Yusuf agar segera duduk. Yusuf menatap piring berisi satu donat itu.

” Dari mana umi dapat ini? umi keluar dari pesantren?” Yusuf menatap Laila lekat senyuman Laila lenyap melihat reaksi suaminya.

” Laila gak keluar, santriwati memberikannya. Katanya ibunya datang dan membawa donat, Laila dapat satu. Laila gak bisa memakannya sendiri, jadi nungguin Abi. Tapi Abi malah menuduh Laila keluar dari pesantren" lirih Laila menjelaskan dengan raut wajah sedih dan Yusuf mengusap pucuk kepala nya.

” Abi tidak menuduh Laila”

” Tapi nada bicara Abi seperti menuduh, Laila tahu”

Yusuf seketika memegang kedua pipi Laila, dan menempelkan dahinya di dahi Laila.

” Abi minta maaf, jangan nangis. Maafin abi” lirih Yusuf lalu mengecup kening istrinya kembali. Laila tersenyum dan Yusuf juga tersenyum.

” Laila suapi” Laila antusias dan Yusuf mengangguk.” Aaaa,,,,, Bismillahirrahmanirrahim”

Yusuf mengunyah makanannya lembut sambil tersenyum, dia sudah seperti anak kecil ketika bersama Laila. Kini, Yusuf yang menyuapi istrinya. Yusuf dan Laila menggigit bekas gigitan masing-masing, Yusuf mengambil segelas air dan meminumnya. Tersisa setengah dan dia berikan kepada Laila. Laila menerimanya lalu meminumnya sampai habis. Keduanya tersenyum lebar dan bersiap untuk tidur. Laila membaringkan tubuhnya perlahan begitu juga dengan Yusuf, Laila tidak meletakkan bantal pembatas seperti biasanya. Yusuf menoleh dan memiringkan tubuhnya begitu juga dengan Laila. Keduanya saling menatap lekat dan Yusuf meraih tangan Laila lalu mengenggam nya.

” Abi” lirih Laila.

” Kenapa?” Yusuf terus mengelus punggung tangan Laila.

” Besok Laila mau berkuda, Abi mau?”

Yusuf tersenyum lebar.

” Umi masih belum bisa naik sendiri?” Yusuf tertawa kecil dan Laila mengangguk. Yusuf mengangguk mengiyakan dan Laila merasa senang, keduanya saling menatap kembali dan Yusuf bergeser pada istrinya. Laila menarik selimut dan keduanya tersenyum.

*****

Keesokan paginya, Laila dan santriwati lain melangkah menuju pulang setelah mencuci di sungai.

” Umi nanti latihan memanah yuk” ajak Aam.

” Aku mau berkuda sama aa hehe” Laila menjawab dengan malu-malu.

” Ciye umi” goda Husna seraya menyenggol tangan Laila berulang kali.

” Umi pasti seneng kan bisa berkuda sama memanah sama ustadz Yusuf” Asila tersenyum.

” Ya seneng dong, eh aku mau tanya. Apa ustadz Yusuf juga sering berkuda dan memanah sama ibu Maryam?" tanya Laila dan semuanya berhenti melangkah.

” Ibu Maryam dari dulu gak pernah bisa kerja berat, apalagi berkuda dan memanah. Kata orang-orang yang sudah lama di pesantren, ibu Maryam sakit jantung atau paru-paru gak tahu aku lupa namanya. Gak bisa capek-capek” tutur Asila dan Laila terdiam.

” Beneran sakit jantung sama paru-paru?" tanya Laila lagi.

” Aku gak tahu umi, lebih jelasnya sakit” kata Husna.

Laila terdiam sejenak.

” Masya Allah, berat banget ujian yang dihadapi ibu Maryam. Tapi ibu Maryam sabar banget” Laila berucap penuh kekaguman, teman-temannya diam memperhatikan nya.

” Iya, ibu Maryam sangat sabar” Asila mengiyakan.

” Ayo" ajak Aam dan semuanya kembali melangkah.

Hari ini hari Minggu, ada kebahagiaan yang dirasakan Laila. Ketika teman-temannya libur sekolah dan dia akan menghabiskan waktu lebih banyak bersama teman-temannya.

Di tempat lain, Zaenab sedang berlarian kesana-kemari mencari Laila dengan sepucuk surat cinta yang dia genggam di tangan kanan dan di tangan kirinya permen, Iqbal memberikannya permen tapi Zaenab harus memberikan surat tersebut kepada Laila.

” Astagfirullah hal adzim” Maryam menoleh saat Zaenab jatuh dan memegang kakinya. ” Tidak apa-apa nak, ayo bangun” Maryam membantu Zaenab bangun kembali.

” Zaenab” panggil Rojak dan Zaenab berlari kepada ayahnya, Maryam tersenyum dan melihat secarik kertas yang dijatuhkan Zaenab. Maryam memungutnya, senyumannya lenyap saat melihat tulisan di amplop putih tersebut. Maryam melirik kanan-kiri lalu pergi menuju rumah untuk membaca apa isi surat untuk Laila itu.

Sementara di tempat pacuan kuda, Laila sedang duduk di atas rumput bersebelahan dengan suaminya.

” Abi, kenapa tidak ada orang?" tanya Laila dan tidak melihat siapapun, Yusuf tersenyum sudah jelas dia sengaja seperti biasa.

” Umi mau dilihat siapa?”

” Laila mau pamer” jawabnya terus terang dan Yusuf menoleh menatapnya lekat.” Laila mau pamer kepada para santriwati yang sering mengatakan bahwa Laila gak disayang sama Abi, Abi gak cinta sama Laila. Laila mau buktikan itu sama mereka” katanya begitu antusias.

” Gak boleh begitu, biarkan saja mereka mau ngomong apa. Umi Laila diam saja” ucap Yusuf dan Laila cemberut.

” Ah Abi gak bisa di ajak kompromi”

” Ya karena memang gak perlu sampai seperti itu, justru Abi sengaja supaya tidak ada yang melihat kita berduaan” Yusuf tersenyum.

” Kenapa?” bingung.

” Umi pikirkan saja sendiri, kalau banyak yang melihat bagaimana” ucap Yusuf seraya bangkit dari duduknya. Yusuf mengulurkan tangannya dan Laila mendongak menatapnya lekat.

” Untuk Abi Laila itu apa?” tanya Laila seraya meraih tangan suaminya lalu bangkit perlahan.

” Laila, emm seorang gadis berumur 16 tahun” Yusuf tersenyum dan Laila mendorongnya kesal.

” Bukan itu” teriak Laila.

” Ya terus apa?”

” Gak tahu ah, Abi nyebelin” Laila terus melangkah cepat dan Yusuf melangkah perlahan sembari terus memperhatikannya.

Laila menarik tali kuda dan Yusuf mendekatinya.

” Ayo” Yusuf menepuk pahanya agar Laila bisa naik sendiri.

” Laila gak bisa, masa Laila menginjak kaki Abi" Laila menolak dia tidak mau belajar naik kuda sendiri, karena dia ingin di gendong.

” Injak disini, kesini lalu naik perlahan. Ayo”

” Enggak mau” Laila tetap menolak dan malah berjinjit memegang kedua bahu suaminya. Yusuf tersenyum lalu mengangkat tubuh istrinya. Laila sudah duduk tapi Yusuf tak kunjung naik. Yusuf melangkah menuntun kuda membiarkan istrinya di atas kuda sendirian.

” Abi aku takut jatuh”

Yusuf hanya tersenyum dan terus menuntun kuda.

” Abi kenapa gak naik?”

” Ada yang mengintip kita Laila” Yusuf berbisik. Dan Laila menyapu sekeliling, siapa yang sudah menganggu waktunya bersama suaminya sampai suaminya enggan untuk naik.

” Kabur, kabur” ajak Rojali kepada Iqbal dengan menarik-narik tangannya. Iqbal menatap Laila dan Yusuf kesal, dan setelah keduanya pergi Yusuf naik ke atas kuda. Laila terus tersenyum dan Yusuf menjatuhkan dagunya di bahu Laila.

1
Dysha♡💕
luar biasa
Dysha♡💕
aduh ga di jelasin ya Thor malam pertamanya,,,
Fatma Juniansyah
sudah berapa kali baca.dan saya juga kasih tau ke teman kalau ada bacaan yang bagus.saat ini mau kasih tau ke anak gadis supaya baca mana tau bisa contoh lailanya aa Yusup.aamiin
Nur Maryam
aku jadi gimana gitu y orang2 di komen menghina Maryam soalnya nama aq juga Maryam🥲
tp y di novel ini memang yg salah si karakter Maryam ini
Lina Herlina
baca yang ke 5 kali nya gak pernah bosan😊
Zahro Mbk Jr.
Bagus banget aku bolak balik baca gak bosenin banyak hikmah sekaligus ilmu yang dapat kita ambil di cerita ini love sekebon untuk author yng sudah membuat novel ini
Qudsiyah Agus
aku sudah membayangkan suaranya
Ka Za
untuk kesekian kalinya kembali ke Novel favorit ku ini, Selalu semangat berkarya kak Mela 😊😍
MelMel
sula banget sama ceritanya, ga pernah bosen buat baca ulang
Ai Ai
tebel bener tu muka,👿
Ai Ai
Ada. ya orang jahat kaya gitu, pantes sering sakit dan sulit punya keturunan, hatinya kotor👿
Ai Ai
jadi orang ngarep boleh, tapi jangan malu maluin🤣🤣🤣
Rizqinur Hayati
bagus alur ceritanya dan dapat menambah ilmu
Rizqinur Hayati
alur ceritanya bagus dan dapat menambah ilmu
nisutt
Seru banget ceritanya, walaupun udah baca berulang kali tapi ga ngebosenin.
Lilisdayanti
sok siah ngomong ken Batur,eta biwir bisa jontor gera sok,,pamali ualah sok nga gosip 🤭
Lilisdayanti
hadir siapa tau lucu,, karena aqu lagi bosan sama yg mehek mehek 🤭siapa tau ceritanya sama kaya Sagara dan king,,
Nurjanna Nhanna Jhe
luarbiasa
padahal bacanya dah berkali-kali masih ajha 😘😘😘😘
Deistya Nur
masyaallah bagus bnggt
Alis
ceritanya bgus dan banyak sisi positif yg bisa diambil dri cerita in
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!