Di usia yang baru menginjak 17 Tahun baru menyelesaikan pendidikan SMA. Kini Dinda harus di hadapkan dengan masalah besar yang tak pernah dia pikirkan akan menikah mudah di usia yang seharusnya dia bersenang-senang.
"Kenapa harus aku? aku ingin mengapai impian ku terlebih dahulu sebelum menikah!" Protes Dinda menolak.
"Impian yang kau katakan? Apa kau lupa Mama mu juga sama pernah berkata seperti itu, tapi lihat sekarang apa Mama mu berada di sisi kita setelah tergapai impian nya?" Tanya Papa Bara lantang menatap tajam putri kandung nya.
"Sudah sayang, ikuti mau Papa kamu jangan membantah. Anggap saja semua ini balas budi setelah apa yang di lakukan Mama mu, hanya Papa yang setia merawat dan membesarkan mu." Kata Mama Rita. Mama tiri Dinda.
"Baiklah." Ucap Dinda tanpa bisa berkata lagi. Hatinya kini sakit mengucapkan kata Baik yang berarti setuju dan siap menerima kehidupan yang akan terjadi ke depan nya.
Apa pernikahan Dinda akan membawa kebahagiaan yang mengubah kehidupan nya? Atau masih ada keterpurukan hidup yang harus di lalui Dinda?
Yuuk ikuti kisah kehidupan Dinda🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulia rysa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dokter Cantik
🌻H 4 P P Y R 3 R D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Di rumah Dinda di sibukkan dengan pekerjaan bolak balik dari ruangan satu ke ruangan lain sudah menjadi kesehariannya.
Dinda menjadi Dokter favorite banyak pasien karena sikap dan perlakuan yang sangat sopan membuat pasien betah, bahkan ada yang sudah sehat sengaja berlama di sini agar terus di rawat Dinda.
Usia memaksa dirinya untuk dewasa, namun semua tidak menjadi sebuah penyesalan, melainkan suatu kebahagiaan.
Tidak pernah terlintas di benak bisa bertemu Ibu kandung nya, bahkan saat itu ia mengetahui nama ibu kandung nya adalah Mama Yuna bukan Mama Sofia, tapi karena hilang ingatan Papa Naldo mengganti nama karena tidak mengingat apapun termasuk nama sendiri.
"Selamat pagi, Bu, bagaimana hari ini apa ada keluhan?" Tanya Dinda seraya memeriksa keadaan pasien dengan stetoskop.
"Saya sudah sedikit lebih baik semua karena Dokter cantik. Semua keluhan saya selalu Dokter atasi. " Ujar pasien memuji Dinda hanya membalas dengan senyuman.
"Ibu juga cantik dan itu sudah menjadi tugas saya memberi kenyamanan pada pasien." Kata Dinda."Alhamdulillah keadaan Ibu sudah lebih baik, jika tidak ada keluhan lagi Ibu bisa segera pulang." Sambung Dinda membaca hasil pemeriksaan nya yang di catat Perawat.
"Saya ingin lebih lama di sini, jika pulang tidak akan ada yang mengurus saya lebih baik Dokter." Kata Pasien tersebut.
Mendengar ucapan pasien, Dinda teringat dengan Kanaya putri kecilnya yang tidak pernah ia urus, bahkan sejam menemani bermain tidak bisa.
Pekerjaan di rumah sakit membuat nya tidak memiliki waktu banyak bersama Kanaya.
"Dokter kenapa diam?" Tanya wanita tersebut yang tertidur di ranjang pasien melihat diam nya Dinda termenung.
"Saya tidak apa-apa, saya permisi dulu masih ada pasien yang harus di periksa. Ibu bisa kembali istirahat, jika perlu sesuatu bisa memencet bel nya." Kata Dinda lembut dengan senyum tak pernah hilang ditunjukkan.
****
Sekarang Papa Naldo paham apa yang terjadi. Ia pun sama hal nya dengan sang istri bingung bagaimana anak seusia Kanaya bisa nekat mencari hal yang tidak pantas di ketahui.
Kepintaran Alvaro dan Dinda menurun pada Kanaya, hingga bocah itu sangat jenius meski masih ada kata yang tidak di mengerti.
"Naya mau jalan-jalan, bukan?" Tanya Papa Naldo.
"Mau Kek, tapi maunya sama Mommy no orang lain. the two of you together don't want anyone else." Ujar Kanaya lancar menggunakan bahasa Inggris.
Dinda, bahkan bingung bagaimana Kanaya bisa menggunakan bahasa Inggris dengan lancar, seingatnya tak pernah mengajari karena usia Kanaya masih kecil membuat nya tidak ingin membebani putri kecil.
Dinda yakin kepintaran Kanaya dalam berbahasa Inggris pasti menurun dari Daddy nya Alvaro.
"Why? Kanaya doesn't love Grandpa and Grandma anymore?" Tanya Papa Naldo
"No, Kanaya loves grandpa and grandma, but Kanaya wants to feel like the kids out there spending time with mommy." Lirih Kanaya.
Melihat wajah sedih Kanaya, Papa Naldo langsung menarik masuk dalam pangkuannya.
"Kalau tidak begini saja. Naya jalan sama Kakek dan Nenek dulu, nanti Kakek hubungi Mommy untuk nyusul kita." Kata Papa Naldo Memberi solusi tak tega melihat cucunya iri dengan apa yang di dapat orang lain.
"Kakek serius gak bohong kan?" Tanya Kanaya seketika menjadi riang sembari bangun dari pangkuan Kakek.
"Iya, Kakek gak bohong."
"Makasih Kakek, Naya sayang Kakek." Kata Kanaya sembari mencium pipi Kakek.
"Cuma sayang Kakek? Nenek tidak gitu?" Tanya Mama Sofia dengan mode merajuk.
"Naya juga sayang Nenek." Ucap Kanaya berpindah posisi mendekati Mama Sofia memberi kecupan sama seperti yang di berikan pada Papa Naldo.
"Nenek juga sayang Naya, bukan begitu Kakek?" Memandang sang suami yang hanya tersenyum sejak tadi melihat kebersamaan nya dengan Kanaya.
"Iya, Kakek, Nenek, bahkan Mommy sangat menyayangi Naya."
Kanaya terdiam mendengar ke ganjalan pada ucapan Kakek.
"Kenapa Kakek tidak menyebut nama Daddy? apa Daddy tidak menyayangi Naya?" Tanya polos Kanaya yang belum mengetahui siapa Daddy nya.
Mereka sepakat untuk tidak membahas apapun mengenai Alvaro pada Kanaya. Semua yang dilakukan ada maksud tujuan.
Dinda tidak ingin putri nya membenci Alvaro, bagaimana juga Alvaro Daddy kandung nya.
Kanaya anak yang cepat tanggap, jika mengetahui kebenaran menyakitkan, ia yakin bocah ini akan langsung membenci Alvaro.
***
Siang ini Alvaro akan berangkat ke LN untuk urusan kerjaan mendadak yang tidak bisa di wakili siapapun.
Keberangkatannya kali ini akan menggunakan jet pribadi. Ikhsan asisten pribadinya akan ikut ke LN bersamanya.
"Apa semua sudah beres?" Tanya Alvaro tanpa menoleh fokusnya hanya pada layar ponsel membaca email.
"Iya, Pak." Jawab Ikhsan singkat sama halnya dengan Alvaro dingin.
"Hmmm, siapkan mobil kita akan segera ke bandara." Perintah Alvaro.
"Mobil sudah disiapkan, tinggal berangkat." Jawab Ikhsan.
"Baiklah, kita berangkat sekarang." Kata Alvaro seraya bangkit dari duduknya.
Alvaro berjalan melewati Ikhsan.
Sekarang Alvaro sudah berada di dalam mobil yang di kendarai Ikhsan. Perjalanan nya ke LN sengaja tidak ia beritahu kepada sang Mama sebelum tiba.
Alvaro tidak ingin berdebat dengan Mama mengenai pendamping. Setiap pertemuan atau perbincangan mereka, Mama nya selalu menyisipkan hal yang muak di dengar Alvaro.
Setelah 4 tahun yang lalu mengetahui kebenaran tentang Dinda, ia menutup rapat pintu hatinya. Dan disaat itu juga ia langsung menjatuhkan perusahaan keluarga Atmaja hingga bangkrut tak tersisa.
Sekarang dimana keluarga Atmaja tidak di ketahui Alvaro tidak peduli. Mengetahui keberadaan mereka bukan lah hal penting karena mereka hanyalah sampah di mata nya.
"Kenapa menatap saya seperti itu?" Tanya Alvaro tanpa sengaja melihat Ikhsan menatap nya lewat kaca atas mobil.
"Tidak, Pak."
"Jika tidak kenapa menatap saya sana fokus menyetir!" Tegas Alvaro dengan wajah datar nya.
"Baik, Pak."
Alvaro terdiam dalam pikirnya mengingat 5 tahun belakang membuat nya kembali sedih. Ia terus mengutuk dirinya hingga sekarang ini.
Kenapa sangat bodoh tidak mempercayai istri bocil nya, bahkan orang suruhan yang ia kerahkan untuk mencari keberadaan Dinda di setiap pelosok negeri tidak menemukan jejak secuil pun.
Ya, semua itu ada campur tangan dari Papa Naldo sengaja menutup rapat keberadaan Dinda, bahkan ia langsung menghapus jejak Dinda saat di bawah ke Korea.
Semua dugaan nya benar terbukti, jika Alvaro mencari keberadaan Dinda setelah mengetahui kebenaran nya.
Papa Naldo tidak menganggap Dinda sebagai anak tirinya, tapi anak kandung. Ia tidak ingin seorangpun menyakiti Dinda secuil apapun itu, hingga ia mengambil tindakan sendiri dengan menutup rapat informasi keberadaan Dinda.
Papa Naldo tidak egois semua yang di lakukan karena kasih sayang begitu besar pada Dinda, hingga takut kesayangan nya kembali terluka, ia mengambil tindakan sepihak tanpa berunding.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
2)Alvaro TERPERANGKAP melihat Dinda begitu cantik, TERPERANGKAP itu maksudnya apa thor??
walaupun tidak tau seperti apa nantinya