NovelToon NovelToon
Kenapa Aku Berbeda

Kenapa Aku Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

bagi orang lain, cinta pertama seorang anak perempuan adalah seorang ayah tapi tidak Resty, karena baginya ayah adalah neraka baginya
inilah kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13

Jempol Resty berhenti di wajah Awi yang senyum lebar di foto nikahan itu. 8 tahun lalu Aminah ngajarin itu di dipan bambu. Saat Resty umur 6 tahun. Waktu itu, Resty habis dipanggil "anak pemabuk" sama anak tetangga. Resty pulang menangis, ngamuk, lempar batu ke rumah orang. Aminah tidak marah. Aminah cuma duduk, menarik Resty ke pangkuan. Tangan kapalan aminah mengusap punggung Resty sampai tenang.

"Nak...! benci itu seperti kamu minum racun sendiri. Tapi harapannya orang lain yang mati. Capek...Nak. Tenaga kamu abis cuma buat marah. Mending dipakai buat berdiri."

"Berdiri gimana....Bu?" tanya Resty kecil sambil sesenggukan.

Aminah menunjuk dada Resty."Berdiri di atas kaki sendiri. Biar besok, pas orang ngatain kamu 'anak pemabuk', kamu bisa jawab pakai nilai, pakai kerja, pakai hidupmu yang lurus."

Setelah 8 tahun. di ruang pendaftaran ini, Resty mengerti. Telinganya masih panas, Tangannya masih gemetar. Tapi map ditangan dia peluk makin erat. Detak jantungnya menempel ke foto Awi dan Aminah. Awi tersenyum lebar di foto, Ganteng, Matanya berbinar. seperti belum pernah banting pintu, apalagi bikin Ibunya pingsan.

Aminah menunduk malu di sampingnya, Pipinya merah. Tangan Awi mengandeng tangan. mereka terlihat bahagia. Resty mengusap foto itu pelan, Sekali, Dua kali. tidak ada air mata yang keluar ataupun kata-kata balasan untuk bibinya. Karena 8 tahun lalu aminah pernah mengatakan Kalau sedih, jangan ngomong. Peluk saja fotonya, Biar Ibu tau kamu masih ingat.

Bibi nya di belakang masih ngomel."malah diam aja...!dasar anak tidak tau diri."

Resty menengok kearah bibinya. ia cuma merasakan dingin kertas foto menyentuh kulitnya lewat kain map. Dia tidak benci Awi, tidak juga maafin. ia cuma... hormat!. Hormat sama nama yang Ibu minta dia jaga. Hormat sama janji yang dia ucapkan di depan Aminah yang sudah tiada.

Di belakang, bibinya masih marah-marah tidak jelas. Senyum sinis nya sudah tidak ada tenaganya. Karena bentakan dia kena mental, tidak ada yang dituju. anaknya yang bernama bintang. sepupu Resty yang dari tadi mendengar ibunya mencaci maki Resty hanya diam, tidak membela dan pokus nya hanya ke hape Tampa peduli pada ibunya yang menghina orang lain.

Resty menarik napas pendek. Map di dadanya terasa lebih berat dari batu bata. sepupunya yang dari tadi menunduk, akhirnya angkat muka. Mata mereka ketemu. Bocah itu tidak ikut nyengir, tidak ikut ngeledek. Cuma... diam. tapi dari matanya ada juga penghinaan untuk Resty. dia memandang Resty dari atas ke bawah dan melihat baju sepupunya yang sudah agak pudar.

Mata sepupunya itu... dingin. Bukan dingin benci, tapi dingin yang menilai. Dari ujung rambut Resty yang masih kena keringat, ke baju kaos bekas Aminah yang sudah pudar di lengan, sampai ke sendal jepit yang solnya sudah tipis.

Bibinya langsung nyamber tatapan itu."Lihat tuh...! dasar tidak tahu malu? Masa daftar SMP bajunya seperti itu. Bapaknya pemabuk, ibunya sudah... mati."

bintang tidak bicara. Tapi ujung bibirnya naik setengah senti. Penghinaan tanpa suara. Lebih sakit dari bentakan.Resty merasakan dada nya sesak.. Map di dadanya makin berat. Tapi dia ingat tangan ibunya yang kapalan mengusap punggungnya 8 tahun lalu."jangan jadikan hinaan sebagai beban pikiran. jadikan hinaan sebagai motivasi untuk bangkit."

Dia tidak membalas tatapan mereka. Dia cuma merapikan kerah bajunya yang kebesaran. Itu baju Aminah yang dijahit ulang sama Bu sari, tetangga samping rumah. Karena selama ini Bu sari lah yang selalu menolongnya saat kesusahan.Resty akhirnya mengangkat dagu. bukan ke sepupunya atau ke bibinya. Dia menengok ke papan pengumuman di belakang petugas. Di situ ditempel kertas: *DAFTAR ULANG SISWA BARU SMP NEGERI 2*.

"Bik," kata Resty pelan, suaranya tidak gemetar lagi."Ibu saya selalu mengajarkan untuk tidak malu pada perbuatan yang kita lakukan, selagi itu hal yang baik. kalau mencuri, mengemis, dan suka nyakitin orang lain. Itu baru malu dan tidak bermoral.

Setelah mengatakan itu Resty pergi. Langkah nya pelan tapi tidak menyeret. ia melewati sepupunya, Bau minyak rambut mahal bintang semerbak, tapi Resty cuma bawa wangi sabun colek dan kertas map.

Bintang masih diam. Tapi tatapan dari atas ke bawah itu... goyah. Soalnya Resty tidak menunduk, tidak mengumpet dan ia jalan lurus. Di luar, angin kencang. Debu beterbangan. Resty berhenti di gerbang sekolah. Dia buka map sebentar. Jari jempolnya mengusap foto Awi lagi. Senyum lebar itu."Bapak," bisiknya."Aku tidak bangga. Tapi aku hormat. Karena Ibu minta gitu."

Dari belakang, terdengar suara orang berjalan melewatinya. Sepupunya keluar juga. Kali ini dia tidak melihat Resty dari atas ke bawah lagi. Dia menatap lurus ke depan dan jalan duluan Tampa menunggu ibunya.

Resty jalan jalan pelan. langkahnya mengikutin bayangan sepupunya yang makin kecil di depan. Lima langkah dan tidak kurang, atau lebih. Debu jalanan riau beterbangan, menempel di betisnya yang lecet. Bajunya berkibar kena angin, kebesaran di bahu. Ia pegangin ujungnya biar tidak melorot.

Map di dadanya ia peluk. "Tek". Setiap ada motor lewat, dia langsung menyingkir ke tepi.

1
Sarah Bagan
lnjut kak😊😊😊
glaze dark: oke kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!