Area 21, bijaklah dalam memilih bacaan !!!
Pikiran liarku, sering membayangkan jika aku berhubungan dengan pelayan baru kami, Melani. bahkan aku selalu mencuri-curi pandang ke bokongnya yang terlihat sangat montok menggairahkan, buah dadanya yang besar, membuat aku sering berfantasi liar, jika menikmati kedua benda itu, yang selama ini tidak aku dapati pada istri ku Sinta.
Aku langsung menuju kantor untuk bekerja, namun aku sama sekali tidak bisa fokus bekerja. malah aku berfikir "Jika aku kembali pulang dan meminta Melani untuk memuaskan aku diranjang, dia bakal nolak ngak ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Sinta
"Selamat pagi sayang muaacchh."
"Pagi juga mas."
"Mas sangat senang, melihat mu sudah kembali seperti istri kesayangan mas dulu lagi."
“Iya mas, mungkin aku sering emosian akhir-akhir ini, karena pengen sesuatu yang lebih dari mu, mas." Aku mulai melunak, nada bicara ku kembali lembut. meskipun hatiku kembali galau, tapi aku berusaha tersenyum sambil merangkul pinggang mas Dani.
“Memang kamu ingin apa sayang, perhiasan, uang ataupun ponsel keluaran terbaru. Mas akan berikan, asal ada syarat nya.” ucap mas Dani dengan mimik wajah serius.
“Apa syarat nya mas.”
“Kamu harus kembaki menjadi istri ku yang seperti dulu, lembut, menurut dan juga patuh pada ucapan suami.” terang mas Dani.
“ Baiklah mas.” jawab ku tersenyum manis dan mencium kedua belah pipinya.
Mas Dani terlihat sangat bahagia, apalagi aku sangat manja lagi padanya, bahkan aku terus berusaha untuk membuat nya merasa senang.
“Jadi kamu pengen apa sayang, diantara barang-barang yang mas sebutkan barusan.”
“Mas itu hadiah sudah biasa, bahkan aku sudah punya banyak perhiasan dari mu.”
“ jadi kamu mau apa?”
“Aku ingin sebuah rumah mewah di De Larose, tapi atas namaku, anggap saja sebagai bentuk tanda cinta mas untuk ku, jadi setiap ada waktu kita berdua bisa berlibur disana, atau juga kita sewakan untuk para pelancong yang sering berlibur ditempat itu, kan lumayan mas omset kita bisa bertambah terus.” bujukku.
Mas Dani terdiam, aku kembali mencium lembut bibirnya. berusaha untuk membuat nya tetap percaya dengan kata-kata ku.
“Mas, sebenarnya aku sudah lama menginginkan sebuah rumah disana, karena tempat itu begitu indah, aku juga sangat mengimpikan menghabiskan hari tua kita bersamamu selamanya disana.”
Mas Dani kembali tersenyum mendengar penuturan ku, dia memelukku hangat.
“Jadi kamu mengimpikan rumah mewah itu untuk kita menghabiskan hari tua berdua.”
“Ya, meskipun aku masih mengharapkan yang lainnya, yah berupa investasi untuk masa depan kita.”
“Investasi seperti apa?”
“Perumahan De Larose itu dikelilingi perkebunan teh yang menghijau, aku ingin mas membelikan nya juga. Paling tidak kita memiliki perkebunan yang luas untuk Masa depan kita berdua.”
“Ide mu menarik sekali sayang, tapi satu-satu dulu ya, nanti mas akan minta Rey mengurus nya untuk mu.”
“Benarkah mas, terimakasih ya.”
***
Pagi menjelang siang kami kembali menikmati perjalanan indah, sambil mengandeng hangat sebelah lengan mas Dani. kami berdua menyusuri dan berkeliling tempat-tempat bersejarah yang terdapat di Negara yang terkenal dengan sebutan Negara teromantis di dunia. berdasarkan survei dari salah satu majalah ternama.
Demi istri tercinta, Dani kali ini benar-benar menuruti kemauan Sinta, yaitu menaiki balon udara, mau tidak mau Dani terpaksa ikut meskipun sesungguhnya dia sangat takut apalagi melihat kebawah.
Setiap Pagi, hampir seratus buah balon udara beroperasi setiap paginya, Sinta merentangkan kedua tangannya melintasi cakrawala Cappadocia sambil menikmati alam yang eksotis.
Berbanding terbalik dengan tingkah sang suaminya Dani, yang lebih memilih memeluk istrinya dari belakang. Selama balon udara Masih beroperasi melayang di udara.
Malam nya pasangan ini menikmati konser musik kelas Dunia, sambil menikmati minuman anggur. Sinta yang tidak terbiasa dengan hal ini, Cuma meneguk sedikit anggur tersebut, sekedar untuk menghangatkan tubuhnya yang tersa dingin.
Senyuman indah terus terukir dibibir mereka berdua, Sinta hanya ingin menikmati kebahagiaan nya, yang dari dulu selalu ditunda-tunda. dia berusaha keras meluapkan semua hal buruk, agar momen liburan nya tidak rusak.
Capek jalan-jalan seharian ini, Sinta tidur begitu pulas, dia meringkuk dalam balutan selimut tebal yang melilit tubuhnya. ditambah lagi pelukan tubuh Dani yang hangat.
Dani kembali bergairah, dan menghujani Sinta dengan ciuman panas. Gairah nya kembali menggebu-gebu, apalagi di udara yang sangat dingin membuat nya ingin kembali merasakan kehangatan dan kenikmatan tubuh istrinya itu.
Permainan panas kedua pasangan ini seolah-olah tidak ada capek nya. Sinta yang semula jijik, berusaha menghilangkan pikiran buruk itu, yang terpenting Dani senang dan mau mengabulkan permintaan nya.
apa nti ada season 2 kah ??
Lanjuut tor,, semangaatt..