Anelia maharani adalah gadis cantik dan juga tangguh,mempunyai sahabat yng bernama cinta amelia,mereka berasahabat sejak kecil karna rumah mereka saling berdekatan,mereka tumbuh besar bersama sampai di bangku kuliah yang sama,dan jurusan yang sama,sampai suatu hari amel mendapkan cinta dari seorang CEO muda bernama Jonathan sanjaya.bagai mana ya jika Amel menyerahkan cintanya ke pada Anel.apa yang terjadi dengan Amel🤔
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23
"Maaf, aku mengganggu tidur mu." ucap Nathan tanpa melepas tangan nya di kepala Anel
Anel bangun dari tidurnya, sebenarnya masih ada rasa takut dalam diri Anel melihat wajah Nathan,tapi ia mencoba untuk melawan rasa takutnya, dia tidak ingin terus di hinggapi rasa takut dalam dirinya.
Anel mencoba tenang, dia menatap lekat laki laki di depan nya itu.
"Maaf, apa kamu sudah memaafkan aku." ucap Anel cepat
"Bukan kamu yang harus minta maaf, tapi aku. Aku sudah menghancurkan hidupmu dan melukai fisik mu. Aku tidak pantas mendapat maaf darimu, tapi aku sungguh- sungguh maaf, maafkan aku Nel." ucap Nathan penuh penyesalan
Anel mencoba untuk menerima semua dengan iklas, dia tidak bisa terus terpuruk dalam keadaan yang memang tidak mungkin bisa ia kembalikan lagi. Seberapa keras pun Anel mencoba, tetap dia hanya manusia biasa.
"Aku sudah memaafkan mu, tapi beri sedikit waktu untuk aku melupakan semuanya." ucap Anel cepat
"Aku tidak akan memaksamu, karna aku sadar, jika luka yang aku torehkan begitu dalam."
Nathan beranjak dan langsung berlari ke liuar. Nathan pergi ke ruang kerjanya untuk mengambil secarik kertas yang dulu pernah ia tanda tangani bersama dengan Anel.
"Kenapa dia pergi ? apa aku salah bicara." gumam Anel saat melihat Nathan berlari keluar.
Tak lama Nathan kembali ke kamar Anel, membawa apa yang ia cari. Nathan mendekati Anel yang tengah menatapnya bingung.
"Aku minta maaf dengan tulus, aku ingin memulai ini dari awal bersamamu." duduk di depan Anel dengan wajah serius.
"Kamu lihat surat perjanjian ini." Nathan memperlihatkan surat yang pernah mereka sepakati.
"Hmmm, aku lihat."
Nathan merobek surat perjanjian itu di depan wajan Anel. Nathan sadar, jika ia terus hidup dalam Amarah, tidak akan baik untuk hidupnya. Maka daei itu Nathan ini memulai hidup baru, walau dengan kesalahan yang cukup besar.
Anel begitu terkejut melihat apa yang di lakulan Nathan, dia tidak menyangka jika Nathan akan berubah secepat itu. Tapi Anel tidak ingin memaksa Nathan hanya karna dia meresa bersalah.
"Kenapa kau merobek nya?" tanya Anel cepat
"Apa kau tidak dengar, aku ingi memulai hidup yang baru dengan mu." jawab Nathan cepat
Nathan beranjak dari duduknya, ia berjalan menuju ke arah lemari kamar Anel, Nathan membukanya dan mengeluarkan semua baju Anel yang sudah susah payah Anel rapikan tadi.
"Kenapa kau mengeluarkan semua baju ku!" ucap Anel yang langsung turun dari ranjang.
"Mulai malam ini kau tidur di kamar utama, tidurlah bersama ku." ucap Nathan
Anek diam, dia berdiri mematung di belakang Nathan. Dia tidak bisa, bukan karna dia tidak mau memberi kesempatan pada Nathan, tapi dia sudah berjanji jika dia akan mengembalikan Nathan pada pemiliknya.
"Tapi aku belum siap Nath, aku tidak ingin memulai apapum denganmu." ucap Anel tertunduk lemah.
Nathan menghentikan aktifitasnya, dia berbalik menatap wanita yang sudah sangat dia sakiti.
"Aku tau aku bersalah, tapi tidak bisakah kau membuka hatimu untukku. Aku sadar, jika kesalahanku tidak bisa aku ulang bahkan untuk di perbaiki. Tapi aku berjanji, aku tidak akan menyakitimu lagi."
"Bahkan jika Amel kembali?"
Nathan diam, di tidak menyangka Anel akan mengatakan itu.
"Kau masih mencintainya. Dan aku sudah berjanji, jika sampai Amel kembali, aku akan mengembalikanmu padanya." ucapan Anel membuat Natham bingung, dia memang masih sangat mencintai Amel. Tapi bagaimanapun dia sudah menikahi Anel.
"Jangan memaksakan hati jika hatimu masih berada pada orang lain. Aku tau jika yang kau lakukan hanya sebuah kesalahan." Menatao Natham dengan senyum." Baiklah, kita mulai ini dengan berteman seperti dulu. Biarkan surat perjanjian itu tetap ada, dan kadikan pernikahan ini hanya sebuah identitas kita selama satu tahun ini."
Nathan menghela nafasnya, mungkin ini memang harus terjadi. Dia akan memasrahkan semuanya pada Tuhan. Apapun yang terjadi nanti, biarlah terjadi. Yang terpenting saat ini dia bisa menebus kesalahannya.
"Baiklah, tapi kau tetap ikut ke kamarku." Nathan membawa Anel ke kamarnya beserta semua barangnya. Tanpa bisa Anel tolak lagi, berharap semua akan baik-baik saja.
"Mandi lah, aku tunggu di meja makan." ucap Nathan dan langsung meninggalkan Anel. Nathan hanya ingin supaya Anel lebih nyaman di dalam kamarnya.
Anel mengikuti ucapan Nathan, dia masuk ke dalam kamar mandi. Cukup lama Anel berada di dalam kamar mandi, mungkin Anel ingin sedikit berendam
untuk merilekan otot-ototnya yang kaku akibat terlalu lama di rumah sakit.
30 menti kemudian, Anel keluar dari dalam kamar mandi. Dia segera mengambil pakaian yang akan dia kenakan. Sebelum turun ke bawah, Anel menarik nafasnya dalam.
"Aku harus kuat, aku harus bisa melupakan semua kenangan buruk itu." gumam Anel
Anel pun urun ke bawah, ia berjalan perlahan mendekati meja makan. Disana sudah ada Nathan yang sedang duduk dengan santai. Anel duduk di kursi yang ada di depan Nathn.
"Kau ingin makan apa, biar aku ambilkan." kata Nathan
"Tidak usah, biar aku sendiri saja." tolak Anel
" Baiklah, nikamati makananmu. Anggao saja aku tidak ada, jika kau masih belim nyaman." ucao Nathan cepat
Anel menagngguk, dia mengisi piringnya dengan Nasi dan lauk yang dia suka. Setelah piring mereka terisi makanan, mereka berdua pun langsung melahap makanan mereka.
"Besok aku akan kembali bekerja." ucap Anel di sela sela makannya.
"Apa kamu yakin, kau masih perlu istirahat." ucap Nathan
"Tidak, aku sudah sangat sehat, jadi aku bisa bekerja besok." ucap Anel meyakinkan
"Baiklah, besok berangkat lah bersama ku." ucap Nathan
"Tidak, aku akan membawa mobil sendiri, atu bisa di antar oleh mang ujang saja." tolak Anel cepat
"Jangan membantah, aku ingin besok kau pergi dngan ku." ucap Nathan tegas.
"Tapi_
"Tidak ada tapi, jika kau bersikeras lebih baik kau tidak usah masuk kerja." ancam Nathan
Anel menghela nafasnya, dia tidak tau jika Natham begitu keras kepala. Bahkan tidak ada satupun orang yang berani membantahnya.
"Baiklah." pasrah Anel.
Mereka pun melanjutkan makan malam mereka.
Selepas makan, mereka pun kembali ke kamar. Anel cukup canggung dengan keberadaan Nathan di kamar itu. Nathan yang melihat kecanggungan itu pun mendekat ke ranjang.
"Apa kau tidak nyaman Anel?" tanya Nathan.
"Ya sedikit, mungkin karna belum terbiasa." ucap Anel
"Tidurlah, aku masih ada pekerjaan, kau tidak usah canggung. Bukankah kau bilang jika kita bisa memulai ini dengan pertemanan. Jadi biasakan mulai sekarang. Aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi. Aku janji". ucap Nathan
"Hmmm, trimakasih." ucap Anel
Natham tersenyum, dia beranjak menuju sofa, mengambil laptopnya dan memeriksa beberapa email yang di kirim Aldo untuknya. Sementara Anel mencoba merebahkan tubuhnya yang lelah,mencoba untuk memejamkan mata yang sudah mulai berat, dia ingin percaya pada perubahan sikap Nathan. Akhirnya Anel pun terlelap tanpa beban.
Setengah jam berlalu, Nathan melihat ke arah Anel,menatap wajah istrinya yang begitu teduh saat ia terlelap.
"Aku begitu bodoh menyakiti wanita sepertimu Anel,tapi aku berjanji akan mencoba mencintai mu." gumam Nathan.
Nathan mematikan laptopnya dan bangkit dari duduknya, berjalan menuju ke arah ranjang dan merebahkan tubuhnya di sebelah tubuh Anel. Taklama Nathan menyusul Anel terlelap.
******
Waktu terus berjalan, hingga tanpa terasa pagi mejelang. Anel membuka matanya, menatap ke arah jam yang terpasang di dinding kamar itu yang dia tau.
"Ini sudah pagi ya, rasanya aku malas untuk bangun" gumam Anel sambil menguap.
Walau malas Anel mencoba bangun dari tidurnya, ia berjalan ke arak lemari dan mengambil handuk dan pakaian yang akan di kenakan ke kantor. Setelah mempersiapkan pakainannya, anel bejalan ke arah kamar mandi.
Anel membersihkan tubuhnya di bawah guyuran air hangat yang keluar dari dalam sower. Sekitar setengah jam Anel membersihkan tubuh nya. Setelah selesai Anel pun bergegas keluar dari kamar mandi. Anel memakai pakaian nya, dan tanpa sadar Anel memakai pakaian nya di depan Nathan.
Nathan yang sudah bangun dari tadi pun melihat pemandangan yang memang sudah pernah ia lihat, hanya saja saat ini sedikit berbeda.
Anel yang tengaj asyik merasa sedikit aneh, ia merasa ada yang sedang mengawasinya. Dan benar saja, saat ia melihat ke arah kaca, Nathan sedang duduk sambil menatapnya tanoa berkedip. Anel yang kaget langsung melempar Nathan dengan haduk yanh ia pegang.
bukkkkkkk.
"Kenapa kau melemparku dengan handuk basah ini,dan kenapa kau harus berteriak sekencang itu." ucap Nathan cepat
Wajah anel memerah,ia sangat malu dan sekaligus kesal
"Kenapa kau tidak bilang jika sudah bangun." ucap Anel kesal.
"Apa salah ku, kau saja yng lupa jika punya suami." ucap Nathan santai ia beranjak dari duduknya tanpa rasa bersalah dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Nathan menghilang di balik pintu kamar mandi. Tapi sedetik kemudian ia mengeluarkan kepalanya lagi, lalu berkata.
"Kenapa wajah mu memerah, apa kau malu." Goda Nathan." Aku ini suamimu dan aku juga sudah melihat semuanya. Walalu itu tanpa sengaja, tapi tetap sudah ku lihat semuanya." ucap Nathan dengan kedipan mata semakin menggoda.
Anel mendengus kesal, bagaimana bisa Nathan mengatakan hal itu lagi. Ingin sekali rasanya ia melempar kepala Nathan dengan sepatunya. Agar otak kotornya bisa keluar dari tempurung kepalanya itu.
"Cihh, dasar mesum." umpat Anel saat kepala Nathan sudah kembali masuk.
.
.
[Bersmbung]
Jangan lupa Like, koment positifnya dan juga votenya.
dari pada panjang dan nunggu"
tp msh pnasaran
Jangan lupa mampir di cerita baru Author yang berjudul BATAS RASA, disana tidak menghadirkan satu permeran saja tetapi ada dua pemerean yang pastinya bakalan bikin Baper kalian😊
tapi yang marah" si Anel
,baru siamel datang nengok keadaaanya si Amel?
maksudnya apasih , bingung,yang ketabrak Amel atau Anel nih?