Ecla Chasa Vanny adalah seorang gadis yang berusia 18 tahun. Seorang gadis malang yang melakukan bunuh diri setelah dijual kepada seorang rentenir oleh paman nya sendiri.
"Tuhan mendengarkan doa yang kau panjatkan dengan rasa putus asa......"
Reyhans De' Etrama seorang Ceo dari perusahaan ZR Group yang merupakan perusahaan terbesar dinegara S dan H. Memiliki wajah tampan dengan bentuk tubuh yang sempurna.
"Pertemuan yang seperti nya sudah ditakdirkan oleh Tuhan...."
"Tuhan memberimu kesempatan untuk me-RESET hidup mu....
Apakah kau akan memperoleh kebahagian di kehidupan mu yang baru........"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23
...****************...
Disisi lain, Vanny sudah berada didepan rumah sakit bersama dengan Alex menunggu kedatangan Daniel yang akan menjemputnya.
Dalam hatinya, Vanny sangat berharap bahwa Rey akan ikut menjemputnya. Apalagi mengingat Rey tidak sekali datang untuk melihat keadaannya selama dirawat dirumah sakit.
“Sebenarnya aku tidak mau kau secepat ini meninggalkanku disini.” ucap Alex memanyunkan bibirnya. Karena selama Vanny dirawat dirumah sakit, dia menjadi sangat akrab dengan Vanny.
“Bukankah aku harus kembali setiap minggunya untuk menemuimu?Hahaha..” ujar Vanny sambil tertawa melihat tingkah Alex yang menggemaskan.
“Aku akan merasa kesepian lagi disini.” Alex lebih memayunkan bibirnya lagi membuat Vanny tertawa lebih lepas, namun tawanya harus terhenti saat Daniel datang.
“Nona mobilnya sudah siap, kita bisa pergi sekarang.” ujar Daniel menyela Alex dan Vanny yang sedang bercanda itu.
“Apakah Rey tidak datang?” tanya Vanny yang tidak melihat keberadaan Rey dimanapun.
“Tuan Rey sedang sibuk dikantornya sekarang, jadi…” jawab Daniel yang langsung dipotong oleh Vanny.
“Baiklah ayo pergi!” balas Vanny pada Daniel.
“Daahhhh …. Dokter Alex!” ucap Vanny tersenyum sambil melambaikan tangannya lalu masuk ke mobil dan pergi menuju hotel Rey.
...****************...
Hotel K sudah seperti rumah bagi Rey, karena kamar itu memang dibuat khusus untuk dirinya. Ada kamar tidur dan ruang ganti, serta ruang tamu, meja makan dan dapur. Semua sudah siap tersedia disana layaknya sebuah rumah atau lebih tepatnya Apartemen.
“Terima kasih sudah mau menjemput dan mengantar saya, Tuan.” ucap Vanny tulus dan tersenyum pada Daniel yang saat ini sudah berada didalam kamar Rey.
“Itu sudah tugas saya, Nona! Kalau begitu saya permisi dulu.” pamit Daniel dan membalas senyuman Vanny, lalu keluar meninggalkan Vanny sendirian dikamar itu.
“Hati-hati dijalan, Tuan!” Daniel pun kembali tersenyum dan menganggukan kepalanya.
“Haahh…kuharap satu tahun ini akan berjalan dengan cepat dan tanpa ada masalah apapun!” gumam Vanny yang menghela nafasnya dengan kasar.
...****************...
Sementara dikantor, Rey yang sedang fokus bekerja tiba-tiba dihebohkan dengan kedatangan Omah Clarista sambil marah-marah karena Rey yang tidak pergi kekencan buta yang sudah diaturnya.
“Apa…apa ini, Rey! Kenapa kau tidak datang dikencan buta yang sudah Omah atur dengan susah payah itu? Apa kau sudah memutuskan untuk menikahi siapa?” tanya Omahnya yang saat ini dipenuhi emosi yang meluap-luap.
“Iya, Rey sudah menikah sekarang!” jawab Rey santai yang masih fokus pada dokumen ditangannya.
“Omah tidak akan percaya, sebelum ada buktinya.” seru Omah Clarista pada Rey, dia sedikit terkejut, senang dan ragu disaat yang bersamaan.
“Omah bisa melihat dan memastikannya sendiri buktinya.” ujar Rey dengan santainya menyerahkan buku nikah miliknya dan Vanny pada Omah Clarista.
“Kau memang benar-benar cucu Omah tersayang, Rey!” ucap Omah Clarista yang memeluk dan menciumi Rey terus karena saking bahagianya mendengar Rey yang sudah menikah sesuai keinginannya selama ini.
“Omah hentikan, Rey harus bekerja sekarang!” ucap Rey kesal yang terus berusaha menghindari ciuman dari Omahnya.
“Kalau begitu Omah akan segera menyiapkan pesta pernikahan kalian.” ujar Omah Clarista dengan penuh antusias dan semangat yang membara.
“Bukankah Omah sudah tahu kalau dia saat ini sedang terluka! Bagaimana mungkin ada pesta pernikahan?” sahut Rey mencoba menjelaskan lebih tepatnya memberi alasan agar tidak pernah diadakan pesta pernikahan.
“Aakhhh…Kau benar, Rey!”
“Kalau begitu pestanya kita tunda dulu. Kalau begitu Omah akan menemui cucu menantu Omah dulu.” ucap Omah Clarista lalu pergi meninggalkan Rey diruangannya sambil menebar senyumannya.
“Hah dasar omah, setidaknya aku sudah terbebas dari masalah ini.” gumam Rey seraya menghela nafas panjang setelah Omah Clarista pergi.
...****************...
Sedangkan Vanny yang sedang berbaring dikasur untuk beristirahat dikejutkan dengan kedatangan Omah Rey yang masuk begitu saja dengan senyum bahagia yang Nampak diwajah cantiknya itu.
“Ouh sayang, bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah sudah baik-baik saja?” tanya Omah Clarista khawatir lalu menghampiri Vanny dan memeluknya.
“Aku baik-baik saja, Nyonya!” ucap Vanny ragu-ragu yang langsung duduk melihat kedatangan Omah Rey yang langsung memeluk erat dirinya itu.
“Kenapa kau masih memanggilku Nyonya?” tanya Omah Clarista memasang wajah sedihnya.
“Maaf maksudku Omah …. iya, Omah!” ujar Vanny yang mengerti maksud dari Omah Rey itu.
“Benar seperti itu baru cucu menantu Omah!” ucap Omah Clarista memberikan senyuman manisnya puas dengan jawaban Vanny.
“Maafkan aku Omah,yang belum bisa mengadakan pesta pernikahan untuk kalian karena kondisimu yang belum pulih?” ucap Omah Clarista sedih.
“Tidak masalah Omah yang penting sekarang aku sudah menjadi cucu Omah juga bukan?” ujar Vanny berusaha menghibur Omah mertuanya itu.
“Kau memang gadis yang sangat baik sayang, beruntung Rey telah menikahimu!” ucap Omah Clarista yang membuat dada Vanny menjadi sangat sesak mengingat bahwa ini semua adalah pernikahan kontrak yang bisa kapan saja berakhir.
“Justru Vanny yang beruntung bisa menikah dengan pria yang sangat sempurna seperti Rey!” ucap Vanny tulus.
“Baiklah, Omah akan membuatkan sesuatu yang bisa dimakan untukmu. Kau tunggu sebentar disini, yah.” ucap Omah yang langsung bergegas menuju dapur.
“Omah tidak perlu repot-repot melakukan itu, Vanny bisa melakukannya sendiri nanti.” Vanny mengikuti omah Rey didapur berusaha menghentikannya.
“Apa kau tidak mau memakan masakan Omah begitu?” ujar Omah Clarista lirih memasang wajah memelas andalannya.
“Bukan itu maksud Vanny, Omah!” sahut Vanny bingung yang berusaha menjelaskan maksudnya.
“Kalau begitu, kamu duduk dan diam saja disini. Biar Omah memasakkan sesuatu untukmu.” pinta Omah Clarista mendudukkan Vanny disalah satu kursi dimeja makan.
Omah Clarista pun kembali menuju kedapur, mulai mengambil beberapa bahan dan mulai membuat masakan yang cukup mewah bagi Vanny.
Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama, beberapa jenis makanan sudah tersaji dihadapan Vanny saat ini, aromanya sangat menggiurkan membuat Vanny tidak sabar untuk mencicipinya.
“Apa yang kau tunggu, sayang! Cobalah masakan Omah enak atau tidak?” pinta Omah Clarista yang melihat ekspresi lucu Vanny saat ini sambil tersenyum.
“Ini makanan terenak yang pernah Vanny makan!” ucap Vanny tulus yang terus memasukkan makanan kedalam mulutnya dengan lahap.
“Kau sungguh manis! Makanlah pelan-pelan, sayang.” Omah Clarista tersenyum gemas melihat Vanny yang makan masakan buatannya dengan lahapnya.
sekali lagi maaf ya. 🤭