Novel ini berkisahkan tentang seorang gadis yang memiliki luka yang tak pernah bisa dia lupakan. Berawal dari pertemuan nya dengan cinta pertama nya saat masa kuliah. Kisah asmara yang mereka lalui awalnya sebuah kisah yang menjadi sorotan para mahasiswa lainnya. Kebahagiaan dan kepahitan mereka lalui bersama. Namun apakah cinta mereka akan bertahan selamanya atau cinta mereka akan kandas ?. Karna ini membahas tentang luka ya tentu saja cinta mereka akan berakhir dengan kesalahpahaman dan kebencian. Kesalahpahaman yang di timbulkan oleh Lida dan kebencian yang di rasakan danzig ini membuat mereka saling bertolak belakang, namun kenyataannya dan kepahitan itu hanya Lida sendirilah yang merasakan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winipooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecemasan
Waktu, detik dan hari berlalu tanpa terasa, kini hubungan yang mereka jalani sudah dua tahunan. Danzig yang saat itu berada di semester terakhir sedangkan Lida saat itulah masih menunggu satu semester lagi untuk kelulusannya.
"Woi lid ngapain Lo bengong gitu" ? kata Yeni.
"Gue lagi mikir ni Yen, bentar lagi kak Danzig Lulus ini kan tahun terakhir nya disini".
"Yaelah jadi dari tadi Lo bengong mikirin itu ?
ngapain sih Lo mikir hal yang gak perlu gitu. Walaupun kak danzig lulus kan kalian masih bisa ketemu lid. Ya walaupun mungkin kak danzig sibuk kerja pasti dia nyempetin waktu lah buat Lo".
"Iya ya kok gue gak kepikiran sampai kesitu ya".
"Kalau udah di butain cinta ya kayak gitu lah, suka bodoh jadinya hahahahh" ledek Yeni.
"Ih dasar Lo, mau ke mana Lo sini Lo".
Lida berlarian mengejar Yeni, namun tiba-tiba bruuuuk Lida menabrak orang tanpa di sengaja.
"Punya mata ga sih Lo ? dasar kampungan. Lo kira ini halaman rumah Lo apa lari-larian" ?
Saat Lida mengangkat kepalanya yang dia lihat saat itu sungguh hal yang mengejutkan orang yang di tabrak nya adalah Lisa.
"Oh Lo ya, pantesan deh kalau cewek kampungan emang kayak gini gak tau etika lari-larian di kampus" kata Lisa dengan ketus.
"Maaf kak mau saya kampungan atau apa kek, saya rasa gak ada hubungannya sama kakak" !
"Hahaa apa yang barusan Lo bilang ? Lo berani ngelawan gue. Cewek kampung aja sok-sokan Lo. Emang ya kalau orang kampungan gak punya etika".
Senyum, "jadi menurut kak orang kaya etikanya kayak gini ya ? suka menghina orang ? saya baru tau etika orang kaya begitu buruk, masih mending orang kampung masih berani minta maaf jika salah itu yang baru namanya etika. Tapi kalau menghina orang apakah itu etika yang baik bagi orang kaya" ?
Muka Lisa langsung berubah merah dan memanas. "Ka kamu ! beraninya kamu berkata seperti itu ? dasar perempuan murahan" !
Tak tak tak suara sepatu...
"Bukankah aku sudah berkata kepadamu Lisa ? apakah kau tidak memahami perkataan ku" ?
Ii itu kan suara danzig, si*l kenapa danzig malah datang di saat seperti ini batin Lisa.
Lisa saat itu yang tidak bisa berkata apa-apa karna danzig datang. Dia yang ketakutan mendengar suara danzig meremas rok mininya dengan gemetar.
"Hari ini kau beruntung lagi. Ingatlah semua miliku pasti akan kembali kepadaku bagaimana pun caranya aku akan memastikan itu. Danzig aku memberikan kamu bersenang-senang denga nya, tapi ingatlah waktu saat kau bosan bermain cepatlah sadar dari mainan mu itu" sambil senyum dan pergi meninggalkan danzig dan Lida.
"Apa kau tidak apa-apa sayang ?
perkataan wanita itu jangan kau dengarkan, mulutnya itu lebih beracun dari pada apapun".
kata danzig.
"Iya kak aku gak papa kok. Kak jangan khawatir aku bisa kok tangani masalah kak Lisa".
"Hohoho lihatlah dirimu sayang, kau sekarang sungguh makin menggemaskan" sambil menyentuh hidung gadis itu.
"Kak muka murung.
Danzig yang saat itu melihat ekspresi Lida pun langsung menanyakan ada apa dengan kekasihnya itu.
"Ada apa sayang ? kenapa ekspresi wajah mu begitu murung" ? kata danzig.
"Ini semester akhir kakak kan. Rasanya cepet banget waktu berlalu huuuuuu" menghela napas.
"Sayang, aku cuman pergi dari kampus ini bukan pergi dari kamu. Walaupun aku gak di kampus ini lagi kan kita masih bisa bertemu".
"Tapi kak pasti sibuk kerja, aku takut ngerepotin atau gangguin kak" ? muka sedih.
"Pemikiran seperti apa itu sayang ? aku gak suka dengar kamu ngomong kayak gitu. Untuk hal yang gak penting gitu kamu gak perlu mikirin. Pahamkan sayang" ! tegas danzig.
"Iya kak Lida paham. Makasih kak udah mau bertahan buat Lida dan terimakasih juga buat dua tahun ini".
Sama-sama sayang, uhhh gemesnya kalau gak di kampus udah aku cium ni kamu hihi" ledek danzig.
"Ihh dasar mesum weekkk" ejek Lida sambil lari.
Apaan sih mana ada mesum ya" danzig pun berlari mengejar Lida.
ini seru banget guys, gue yakin emosi kalian bakal terkuras dan campur aduk jika baca novel ini. yuk mampir yuk di karya Winnipooh
sampai jumpa di karya selanjutx...
happy ending ✨
ditunggu karya baruuu nya kak👍
kalok Lida sama Fram...aku mau lihat ni si danzig merasakan seperti yang Lida rasa ??? sakittttt
semangat kak
semoga di permudahkan semua urusan kita 🙏