ini adalah karya ke dua ku , aku harap akan ada pembaca yang menyukainya. aku bukan penulis hanya saja aku suka membaca.
jika ada kesalahan dalam cara menulis ku, dengan senang hati aku menerima kritikan dan saran dari para pembaca, dan aku ucapkan terima kasih buat uang berminta membaca karya ku ini,
kehidupan rumah tangga Naya dan Josep sangat lah harmonis, hingga suatu kejadian membuat mereka harus terpisah ,walau saat itu Naya tengah mengandung buah cinta mereka yang pertama .
Josep yang teramat mencintai Naya selaku berusaha untuk kembali rujuk dengan Naya , tapi Naya kokoh tak ingin kembali pada Josep
hingga suatu hari Josep mendengar Naya tengah dekat dengan mantan kekasihnya yang bernama Aldo , Josep tidak terima dan meminta bantuan orang tuanya untuk membujuk Naya
lalu apa kah Naya akan kembali pada Josep , atau melanjutkan kisahnya dengan Aldo, ...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfirzik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua puluh tiga
ALDO
Entah kenapa sejak pertemuan dengan Naya waktu itu hati ku terus gelisah , rasa takut selalu menghantui ku. Aku takut kalau kalau Naya dan Fahri akan kembali ke Josep,
"Hah ..., " Aku benar benar frustasi. Cinta ku yang pernah gagal lima tahun lalu apa kah akan gagal lagi.
Aku mencoba untuk bicara dengan Naya , namun ia seperti menghindar . Seperti firasat bagi ku tiba tiba siang itu aku mendapat kabar kalau Naya akan berangkat ke Kupang, aku kaget kucoba menghubungi ponselnya tapi tak dapat di hubungi. Dan hari ini tiga hari sudah Naya di sana namun tak ada kabar yang ia berikan padaku.
Apakah dia di sana baik baik saja, aku begitu khawatir dan yah... aku juga sangat merindukannya. Dari tiga hari yang lalu udah puluhan kali panggilan aku lakukan namun tak dapat di hubungi , aku coba SMS dan chat Tia what's app namun tetap tak masuk.
Hari ini aku ke restoran Naya sesuai janjiku padanya aku akan membantunya untuk memasak pesanan katering , aku segera berangkat tak ingin mengecewakan wanita pujaan hati ku itu.
DI RESTORAN
"Assalamualaikum, Bima Naya memintaku membantu kalian memasak hari ini." Aldo menemui kepala koki nya yang bernama Bima.
"Oh.. iya bang, Naya sudah menceritakannya pada ku." Bima mengantarkan ku ke dapur khusus untuk memasak .
"Aku serahkan dapur ini pada Abang, aku akan memasak di dapur sebelah sana, jika ada apa apa Abang bisa memanggil ku dengan memencet alarm, yang hijau " jelas Bima. Aldo mengangguk tanda mengerti.
" Kenal kan ini Silva dan ini Yati ,mereka akan membantu Abang, di sebelah situ ruang pendingin semua bahan yang Abang butuhkan ada di situ, dan di sebelah kirinya ada santan yang sudah jadi," Bima menjelaskan tentang dapur pada Aldo
" Tungku ya di mana Bim." tanya Aldo kemudian
"Untuk memasak rendang kita pakai arang bang, itu tempatnya di sebelah kiri ruangan nya sedikit terpisah dan ada pintu samping nya. agar asap tak masuk ke dapur , untuk memasak yang lain Abang bisa di dapur pakai gas, " tambah Bima.
" Ok aku sudah mengerti." Aldo melanjutkan pekerjaannya. dengan dua asisten yang di siapkan oleh Bima. Mereka sangat cekatan sehingga pekerjaan cepat terselesaikan. Diam diam Aldo mengagumi Bima yang pandai memilih karyawan untuk bagian dapur.
Sebelum sore semua pekerjaan pun telah selesai , kini Aldo pun pamit pada Bima dan mbak Eva sebagai penanggung jawab restoran.
"Ini bang, " Eva menyerahkan sebuah amplop pada Aldo sebagi upah Aldo hari ini. Namun Aldo hanya tersenyum pada Eva dan kemudian berlaku pergi tanpa mengambil amplop tersebut.
"Orang aneh ." batin Eva
Aldo memutar motor bebeknya ke kediaman Arif Rahman, ia ingin bertanya kabar Naya pada keluarganya.
"Assalamualaikum, " Aldo mengetuk pintu ,seorang asisten rumah tangga membukakan pintu.
"Ada mamah bik.?" Tanya Aldo pada bik Minah
"Ada mas, silahkan masuk." buk Minah mempersilahkan Aldo untuk masuk.
"Kau,... ?" Aswin yang keluar kamarnya melihat kehadiran Aldo di ruang tamu.
"Apa kabar bang Aswin." Tanya Aldo berbasa basi.
"Tak usah basa basi, panggil Aswin aja toh kita seumuran." Jawab Aswin ketus.
" Tapi kau kakaknya Naya,"Kilah Aldo. Aswin mengerutkan keningnya.
"Apa hubungannya " Aswin berpura pura tak faham.
"Yah, aku hanya ingin menghargaimu sebagai kakaknya Naya . A.. aku...?" Aldo tak jadi melanjutkan kalimatnya, karena mendapat tatapan tak suka dari Aswin .
"Langsung aja, ada apa kau kesini " Ketus Aswin
" Aku ingin bertanya kabar Naya bang, aku menghubunginya tapi tak dapat di hubungi ." Jelas Aldo.
Aswin geli melihat Aldo yang tampak gugup.
"Kelihatannya dia masih menyukai adikku. ahhh aku kerjain aja dulu, biar aku tau sejauh apa dia menyukai Naya " bisik hati kecil Aswin
"O, Naya pergi menjenguk mertuanya, soalnya mertuanya lagi sakit, lagi pula Fahri sudah sangat merindukan ayahnya " Jawab Aswin santai
"Mertua...?"
"Bu... bukannya Naya dan Josep telah berpisah " tanya Aldo kaget , tak dapat di sembunyikan raut kecemasan di wajah nya.
"hahahaha rasain Lo., seenak nya aja Lo ninggalin adek gw, sekarang mau balik lagi, gak segampang itu boy..." bisik hati Aswin.
"Mereka memang sempat berpisah , tapi mereka belum bercerai dan beberapa hari yang lalu Josep dan keluarganya meminta Naya untuk datang ke Lombok." Jawab Aswin kemudian.
"Aku tau itu, tapi...?" Aswin tersenyum puas melihat Aldo yang sudah terlihat sangat gelisah.
"Tapi apa...?" Aswin pura pura tak faham.
"Win aku pulang dulu, aku mau jualan." Aldo memilih untuk pergi dari kediaman Arif .
DI PERJALANAN
"Apa benar semua ini nay." Aldo melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, ia begitu kecewa , cinta yang di rasa akan kembali ternyata sudah tak dapat ia miliki
"Naya ......?" Teriak Aldo di pinggir jembatan panjang Auduri.
Aldo meneteskan air matanya pilu..
"Kenapa nay ..., kenapa kau berikan aku harapan palsu." Isak Aldo dalam kegelapan malam .
"Kenapa sesakit ini ya Allah." Aldo duduk sambil lututnya menopang tubuhnya. ia menangisi cinta yang dia kira yang telah berakhir.
Terbayang kenangan indah yang ia lalui bersama Naya dan Fahri ,
"Aku pikir kita bisa menjadi keluarga yang sempurna nay, aku sangat menyayangimu dan Fahri , aku menganggap Fahri sebagai putraku sendiri nay, aku sangat mencintainya " gumam Aldo.
kring... sebuah notifikasi pesan masuk di ponsel Aldo
Maaf baru balas chat Abang, ponsel Naya mati sejak dua hari yang lalu.
"Naya...?" tiba tiba Aldo merasa kehidupannya kembli lagi. secepat kilat ia melakukan panggilan ke ponsel Naya.
"halo nay .?" Aldo
"assalamualaikum, bang " sapaan lembut dari wanita di seberang sana.
"nay..., kenapa kau tak mengabariku sama sekali."
"bang Aldo maaf , hp Naya mati, dan Naya sangat sibuk di sini jadi tak sempat memberi kabar*** " Jelas Naya dari seberng
"bagaimana kabar Fahri, apa kalian sehat " tanya Aldo kemudian.
"Fahri sehat bang, dia lagi bermain bersama saudara nya "
"kapan kau pulang ,"
"Naya belum tau, mungkin dua atau tiga hari lagi*** " suara Naya tampak ragu ragu.
"aku sangat merindukan kalian ." jujur Aldo.
"bang, Naya matikan dulu yah, Naya lagi ada kerjaan "
"baiklah , jaga diri kalian baik baik, hubungi aku jika terjadi sesuatu "
"ya bang," nya hendak menutup telponnya namun..
" nay,... apa..., kau akan kembali padanya ." pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir Aldo.
Naya diam tak menjawab.
"maaf nay, aku... aku sangat khawatir, aku sangat mencintaimu nay, dan akan selalu menunggu mu sampai kapanpun." Aldo kemudian menutup panggilan telponnya.
"entah kenapa hatiku begitu gelisah nay, apa jangan jangan yang di katakan Abang mu benar, Josep ingin kalian rujuk kembali " gumam Aldo
Aldo melayangkan pandanganya di hamparan sungai luas di hadapannya. Menatap perahu perahu kecil yang di hiasi lampu seadanya .
***
tidak henti hentinya author mengucapkan terima kasih buat para pendukung yang Sudi mampir di cerita amatir author ini.
terima kasih dan salam santun selalu dari author, selamat malam , selamat beraktivitas,
dan....jangan lupa tinggalkan jejak like , komntar dan vote nya ..
bersambung***