NovelToon NovelToon
Khanza & Gracio

Khanza & Gracio

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:237.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Yulia

"Namaku Rara..... Rara.... bukan Khanza. Jangan panggil aku dengan nama jelek itu!" kata Rara emosi ketika orang rumah memanggilnya dengan nama Khanza.
Dia sangat membenci nama itu. Bukan hanya nama itu, tapi juga orang yang telah memberinya nama itu, yaitu Sahreza Gracio kakak sepupunya.

Khanza Ghaniya adalah nama yang di berikan oleh Gracio sejak dia dalam kandungan ibunya. Sebenarnya Rara sangat suka dengan nama itu. Tapi karena kebenciannya pada Cio membuat dia tidak suka nama itu.

Cio pergi ke Eropa untuk melanjutkan studi di sana membuat mereka berpisah. Rara berjanji akan menunggu Cio kembali. Cio juga meminta Rara untuk menunggunya pulang. Meski jauh, hubungan cinta dan kasih sayang persaudaraan di antara mereka tetap terjalin.

Tapi seiring berjalannya waktu Gracio melupakannya. Hal itu membuat Rara benci Gracio dan mengganti namanya dengan Rai Rara.
12 tahun berlalu keduanya di pertemukan k

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Kita tidak bisa terus seperti ini

Malam semakin larut. Rara tidak dapat memejamkan mata. Dia susah tidur. Suara Guntur menggelegar sertai kilat menyambar membuatnya takut. Derasnya hujan dan angin kencang.

Beberapa jam lalu Ryu sudah menemani meninabobokan dirinya. Lalu pria itu segera keluar setelah melihat Rara tertidur. Yang sebenarnya Rara belum tidur. Dia pura pura tidur karena tidak enak hati pada Ryu yang sudah menemaninya selama dua jam. Karena dia tahu kakak sepupunya itu mempunyai pekerjaan yang harus segera di selesaikan malam ini. Dia mendengar percakapan di telepon dari Simon secara tidak sengaja.

Rara melihat jam, sudah menunjukan pukul dini hari.

"Mungkin kakak sudah selesai bekerja." Gumamnya. Rara turun ke ranjang. Perlahan melangkah ke luar menuju kamar Ryu. Suara guntur menggelar membuatnya kembali terkejut dan takut. Dia mempercepat langkahnya. Pelan pelan dia membuka pintu kamar. Tak terkunci.

"Khanza?" seru Ryu melihat dirinya di pintu.

Rara melihat kakaknya berhadapan dengan komputer dan juga beberapa tumpukan berkas.

"Kakak belum tidur?" tanya Rara, meski melihat Ryu sedang terjaga dengan pekerjaan di depannya. Benar dugaannya, kakaknya sedang sibuk bekerja.

"Kakak belum ngantuk!" jawab Ryu.

"Apa Rara boleh masuk?"

"Tentu saja dek. Kenapa masih bertanya? Kamu bisa masuk kapan saja sesuka hatimu! Ayo Kemari lah." ajak Ryu. Dia membuka kedua tangannya untuk menerima Rara ke dalam pelukannya.

Rara segera melangkah mendekat, lalu duduk di pangkuan Ryu seperti anak kecil duduk di pangkuan ayahnya. Merebahkan tubuhnya di dada Ryu.

Ryu segera memperbaiki posisi duduknya agar Rara bisa duduk nyaman di pangkuannya.

"Apa Khanza sakit?" meraba dahi Rara.

Rara menggeleng.

"Terus kenapa bangun? Apa Khanza butuh sesuatu?" mengusap punggung Khanza seraya mencium puncak kepala gadis itu.

"Rara gak bisa tidur."

"Tadi bukannya udah tidur?"

"Rara kaget dengan suara petir dan hujan keras! Rara takut!" menunjuk ke arah jendela kamar Ryu di mana terdengar suara hujan keras dan angin kencang. Kemudian merebahkan kembali wajahnya di dada bidang Ryu dan memeluk pria itu.

"Kakak bekerja saja. Lanjutkan pekerjaan kakak!Rara boleh tidur di sini? Rara takut sendirian di kamar."

"Ya sudah, Khanza tidur di sini saja." kata Ryu seraya melihat ke dinding kaca. Memang hujan keras, di sertai angin kencang dan petir menyambar sejak tadi. Dia tidak sempat berpikir kalau Rara takut dengan gejala alam itu.

Rara menguap, lalu memejamkan mata. Dia merasa tenang berada dalam pangkuan kakaknya.

Ryu melanjutkan pekerjaannya yang tinggal sedikit meski sedikit kesulitan karena memangku gadis ini. Sesekali dia melihat Khanza yang mulai mendengkur. Ryu tersenyum, mencium rambut wangi adiknya ini. Lalu kembali melanjutkan pekerjaan.

Waktu menunjukkan pukul dua dini hari. Pekerjaannya selesai. Pelan pelan dia mengangkat tubuh Khanza dan di baringkan ke tempat tidur. Terus di selimutnya.

Dia ikut berbaring dan memberi batas guling di antara mereka.

"Selamat tidur dek, semoga mimpi indah." Ryu menatap wajah polos itu sejenak. Melihat setiap bagian wajah Khanza. Kembali teringat di kepalanya ciuman mie tadi saat matanya berhenti pada bibir pink Khanza. Ryu tersenyum dengan perasaannya sendiri. Perlahan wajahnya mendekat, mengecup kening Khanza.

Lalu menarik wajahnya.

Ryu menguap berulangkali. Dia juga sangat mengantuk. Pekerjaan yang tak ada habisnya dan menuntut dirinya untuk menyelesaikannya. Semua dilakukan untuk siapa? Yang ada dalam pikirannya hanya Khanza. Setiap lembaran lembaran pekerjaannya ada wajah Khanza. Khanzalah yang membuatnya giat dan tekun bekerja keras selama ini. Sejak dia mulai merintis usahanya dari nol.

Ryu menoleh melihat wajah manis itu. Dia memegang satu tangan Khanza, lalu memejamkan mata. Tak butuh waktu lama, dia tertidur. Setengah lima Ryu terbangun dari tidurnya karena merasakan sesuatu yang menempa tubuhnya. Dia kaget melihat Khanza sudah berbaring di atas tubuhnya. Khanza tampak mendengkur tertidur nyenyak. Ryu menyingkirkan rambut Khanza yang berada di wajahnya. Ryu sudah tahu ini waktunya shalat subuh. Dia sudah terbiasa bangun di jam begini tanpa harus di bangunkan. Pesan Ara dan almarhum pamannya, Raka sejak kecil yang selalu di ingatnya....di mana pun dan apa pun yang kamu kerjakan, jangan lupa kan shalat.

Meski dia sangat mengantuk, meski sedang sibuk bekerja serta melakukan sesuatu yang penting, dia tidak pernah mengabaikan kewajibannya itu.

"Khanza....bangun dek sudah waktunya subuh." panggilnya pelan seraya mengusap punggung Rara berulang.

"Khanza.... Khanza...bangun dek!" panggilnya lagi. Rara tampak bergerak gerak di atas tubuhnya mendengar suara di dekat kupingnya.

"Kakak.....?!" suara serak Rara.

"Bangun ya, kita shalat subuh!"

"Udah subuh ya...?" tanya Rara seraya mengucek matanya. Dia terbiasa bangun subuh dengan bantuan alarm pada jam weker dan juga handphone. Tapi ponselnya tertinggal di kamarnya.

"Kok Rara tidur di sini?" tanyanya setelah sadar berada di atas tubuh Ryu. Dia segera bangun dan duduk di perut Ryu.

Ryu duduk ikut duduk. Keduanya saling berhadapan.

"Kakak juga kaget lihat Khanza udah di atas sini. Bukannya Khanza sendiri yang naik?" menatap wajah kusut Rara. Dia mengatur rambut Khanza yang berantakan, menyalip rambut berantakan itu di telinga gadis itu.

Khanza tampak bingung. Bola matanya bergerak berputar ke atas mengingat.

"Rara gak tahu. Rara nggak ingat!" jawabnya geleng geleng kepala.

Ryu tersenyum melihat wajahnya. Dia memperbaiki piyama tidur Khanza.

"Ya sudah.... sekarang kita siap siap shalat subuh." Ryu segera mengangkat tubuh Rara dan membawanya ke kamar mandi.

"Apa tidurnya nyenyak?"

"Iyah...!" Rara mengangguk.

"Khanza takut petir dan kilat?"

Rara kembali mengangguk.

"Kalau Khanza takut tidur sendirian oleh sesuatu yang membuat Khanza takut.... Khanza tidur di kamar kakak. Atau Khanza bisa di temani bibi pelayan."

"Gak ah, gak mau sama mereka. Rara nyamannya tidur sama kakak. Kan dari kecil kita selalu tidur bareng. Kakak selalu menemani Rara tidur!" Rara segera memeluk leher Ryu.

"Iya, iya....mana yang terbaik untuk Khanza dan membuat nyaman. Kakak nggak masalah!" terus melangkah seraya mengusap punggung adiknya yang sangat manja ini.

Memang tidak masalah buat Ryu, tapi dirinya merasa tak nyaman. Karena kini mereka sudah besar, bukan anak anak kecil lagi yang dulu selalu tidur bersama. Meski mereka tidak melakukan apapun. Jujur Ryu mulai canggung dan merasakan hal aneh dekat dengan gadis itu. Beda dengan kedekatan mereka saat kecil dulu. Di tambah lagi mereka bukan saudara kandung.

"Dek, kita tidak bisa seperti ini terus. Karena kita bukan anak kecil lagi. Nggak pantas lagi kita tidur bersama." batinnya.

"Tapi bagi kakak kamu tetap adik kecil kakak yang polos dan manja. Kakak akan selalu menemani mu, selalu ada untukmu." gumamnya. Merasakan sikap Rara yang polos dan lugu terhadap dirinya seperti saat kecil.

Entah bagaimana ke depannya. Apakah Khanza masih akan tetap bersikap seperti ini padanya?

******

Tinggalkan jejak dukungan ya 😘

1
Qaisaa Nazarudin
Yang bener yg mana? KEKASIH atau ISTERI???🤔🤔🤔
Friee Day's Prawita
lanjutkan.... semangat
Friee Day's Prawita
menarik.,.
yanti@anzani.com
lanjut dong smbungan'y,d tgu lo
Ana Yulia: lanjutannya di novel Rangga & Rara ( Mencintai anak mantan)
total 1 replies
etina_
Thor kalau cio smaa Khanza jadi pasangan EMG boleh?
Ana Yulia: Boleh kk,, mereka sepupu, tapi tidak satu marga/ pam.
Cio anaknya almarhum Revan dan nesa.
Khanza anaknya Rafa dan Ara.

terimakasih sdh mampir,, jangan lupa dukung ya,, masukan ke favorit, beri vote, Rate bintang lima dan hadiah kopi ☺️
total 1 replies
Zahra Wahdaniyah
ini kelanjutan cerita cio dan Rara gimana si kok jadi nyeritain Rangga, hubungan cio dan Rara ceritanya ngegantung jdny
Zahra Wahdaniyah: la ini kan masih novelny Khanza dan cio KK author, kisah Rara dan cio hnya sampai bab 80.malam pertama di bab selanjut nya sudah kisah nya Rangga

sedangkan kisah Rangga ada di judul novel satunya lagi
total 2 replies
Mugiya
mampir
Shinta Setiawaty
selalu suka sama alur ceritanya
imam zulkifli
ryu seperti dedy nya asal jangan sipat kasar nya aja
imam zulkifli
kabar dia mana author
RhusDah
lanjut lagi dong Thor 💪
Ana Yulia: Cek di Khanza gracio season two,, judulnya Rangga & Rara ( mencintai anak mantan)
total 1 replies
Fenti
ini kapan lanjut yaa thor??
Meylan Basiru
kapan lanjutannya kakak, udah ngga sabar nih.... nunggu lanjutannya.. 😭😭😭🙏🙏🙏
Meylan Basiru
lanjut, semoga saja rangga benar-benar jatuh cinta.. 😘😘.. up.. up.. up..
Ana Yulia: Terimakasih sdh mampir 😘 kelanjutannya lihat pada Novel Rangga & Rara ( Mencintai anak mantan)
total 1 replies
Edah J
Udah lama g up othor
semoga sehat& semuanya baik-baik saja author nya
Aamiin
Edah J: Selalu siapp Author👍👍👍😊
total 2 replies
Andriyana
ini masih ap atau Hiatus tor
Ana Yulia: udah pindah ke season two kk, cek judulnya Rangga & Rara ( mencintai Anak Mantan)
maaf tak ada pemberitahuan 🙏
total 1 replies
Sry Raka Aryadita
ko lama bgt si up nya kak..
Ana Yulia: Uda buat season two kk...
judulnya Rangga & Rara ( mencintai Anak Mantan).
total 1 replies
Fenti
lanjut thor 🙏😊
Fenti
😆😆😆😆😆😆
Fenti
waduh, gak bisa berkata-kata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!