NovelToon NovelToon
ELEGI DUA HATI

ELEGI DUA HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Chicklit
Popularitas:154.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: d'Gayatri

Pradjna, wanita karier berusia 30 tahun yang sukses dengan bisnis EO nya. Di usia yang sudah matang itu dia belum pernah terlihat mempunyai hubungan yang serius dengan seorang pria. Semua pria yang terlihat di dekatnya hanyalah rekanan bisnis saja.

Haris Rahardjo, pria dewasa dan mapan yang menjadi incaran para wanita, terkenal sangat angkuh dan introvert untuk kehidupan pribadinya.

Hingga suatu ketika ketika mereka berdua bertemu, dunia yang sudah mereka bangun luluh lantak seketika

Inilah Elegi Dua Hati...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon d'Gayatri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

Pradjna baru saja keluar dari kamar Arya saat Hana memasuki ruang tengah rumahnya, Hana mendekat ke arahnya.

"Dia makan dengan lahap tadi, ia bilang enak" kata Hana setengah berbisik di telinga Pradjna.

"Hm.." jawab Pradjna pendek.

"Aku mau mandi dulu, selesai mandi ku ceritakan detailnya" tukas Hana lalu melangkah ke kamarnya.

"Aku tunggu di taman belakang ya" kata Pradjna yang di jawab dengan anggukan oleh Hana.

Hana membuat secangkir coklat panas, ia akan membawanya sambil berbincang dengan Pradjna. Langkah Hana terhenti di depan pintu saat dilihatnya Dave duduk disamping Pradjna di taman belakang yang langsung terhubung dengan kolam renang.

Ia melihat Dave melingkarkan tangannya ke bahu Pradjna sambil menatap sahabatnya itu dengan penuh cinta.

Hana membalikkan badannya, menuju ke kamarnya sendiri, kemudian masuk dan mengunci pintunya, ia terisak.

"Pagi, Han!. Semalam aku menunggu mu, sampai habis di gigitin nyamuk" ucap Pradjna di ruang makan, mereka sedang bersiap untuk sarapan.

"Aku lelah sekali, lepas mandi aku berbaring sebentar tapi rupanya bablas ketiduran" jawab Hana dengan muka kecut, ia berharap concealernya teraplikasi dengan rapi jadi kantung mata plus sembab tangisnya semalam tertutupi sempurna.

"Hm...sepertinya kau butuh cuti, setelah tiga event kita di bulan depan, ambillah cuti mu. Lia pasti bisa menggantikan mu untuk sementara waktu" kata Pradjna sambil menatap Hana. Ia seperti merasa ada yang aneh dengan Hana tetapi entah apa itu. Hana hanya menunduk, fokus pada nasi goreng di piringnya.

Saat Dave datang bergabung dengan mereka di meja makan, Hana langsung berdiri, membawa piring kotornya ke bak cuci piring lantas berlalu dari dapur, berpamitan berangkat ke kantor lebih dulu.

"Sepertinya kita harus bicara, Hana. Dari tadi pagi sepertinya kau terus menghindari aku" Pradjna memandangi Hana yang sibuk dengan laptopny.

"Aku gapapa, Pra. Memang banyak pekerjaan, kau lihat sendiri kan" jawab Hana tanpa memalingkan matanya dari laptop.

"Tapi ada yang lain, kamu seperti berbeda, ada yang coba kau sembunyikan dari ku" lanjut Pradjna sambil menutup laptop Hana, membuat Hana mendongakkan kepalanya menatap Pradjna.

"Memangnya apa yang kau lihat, Pra?. Aku sedang bekerja bukan melamun" ucap Hana tepat di depan wajah Pradjna, terlihat sekali ia marah.

"Kamu cemburu liat Dave sama aku semalam?" Pradjna terkekeh sambil menyentil pelan hidung Hana.

Mata Hana membulat mendengar itu, ia melangkah ke soffanya. Pradjna menghampiri duduk di sebelahnya.

"Apa kau tahu, semalam aku meminta Dave untuk berhenti mendekati aku. Ia menolak - tentu saja. Hanya saja aku sudah menjelaskan dan semoga ia mengerti" Pradjna mengambil jeda.

"Aku bilang, bisa saja aku menjadi kekasihnya, tetapi aku akan kehilangan sahabat terbaik ku, yaitu kamu, Hana" Pradjna melirik Hana yang hanya diam.

"Lalu bila aku menjadi kekasihnya dan kami putus, aku juga akan kehilangan dia. Aku menyakitimu lalu aku juga sakit sendiri kehilangan kalian berdua, kita semua merasakan sakit" lanjut Pradjna.

"Semoga engkau mengerti, Han. Dave memelukku semalam untuk semua penjelasan ini. Aku tidak akan mengambil apa-apa yang kau cintai karena aku juga mencintaimu" Pradjna memeluk Hana yang masih terdiam, mungkin gadis itu masih marah atau kecewa, biarlah tak mengapa, dia sudah menjelaskan, Hana hanya butuh waktu, batin Pradjna.

1
Teeh Tie
bagus ceritanya, sukaaaa...
Dede Maryanah
lanjut seru banget
Purbo Ariyanto
lanjut dong
Dede Maryanah
seru banget
Suryani Harun
lanjut
Meiske Djauhari
lanjut ceritanya bagus dan lagi bikin penasaran
Wiwik Lestari
lanjut thor...lama bgt
Siti Khamidah
suka ceritanya, tapi namanya susah jadi ribet deh bacanya, Mita aja kan gampang bacanya
Lusye Wolley
lanjut
Isky Setiawan
ceritanya bagus beda dari yg lain.
aq naik lgi untuk like stiap chapternya, dan aq vote ya thor...

semangaaat...aq tunggu kelanjutanya thor.
Kartini Kartin
bahasa inggrisnya tak ngerti thor
Mami Qute
ah ganting lgi
Mami Qute
kaya lagy
Mami Qute
sabar dan semngat pra
Sali Bah
lanjut...
Mami Qute
perjuangkan cintamu ris
Mami Qute
harus kuat
Mami Qute
kenapa ga dipanggil mita aja si
Mami Qute
menyedihkan yg tabah ya pra
Mami Qute
jangan gantung cerita ya thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!