Arfan Malik Adyatma di hadapkan dengan sebuah kenyataan atas kepergian sang Ayah dan perusahaan milik keluarganya yang harus collap. Di usia 23 tahun dia harus mengemban tanggung jawab untuk Bunda dan adiknya serta memperjuangkan perusahaan agar tetap menjadi milik keluarganya.
Di tengah kepelikan cobaan yang dia hadapi, seseorang yang mengaku sahabat sang Ayah mengulurkan tangan bersedia membantu dia menyelesaikan kuliah dan memperjuangkan perusahaan milik sang Ayah namun dengan persyaratan yang membuat dirinya galau untuk menerimanya.
Keputusan apa yang akan Arfan ambil, berjuang dengan tangannya sendiri atau menerima bantuan dari sahabat Ayahnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deutzyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 23
Matt dan Felix sudah menyiapkan permainan sesuai permintaan Nasha, team terbagi menjadi tiga. Pertama ada Arfan, Zayan dan Ayana yang kedua Fattan, Eunbie dan Eve, lalu ketiga Felix, Matt, dan Mateo.
Game pertama adalah tebak kata dimana satu orang memakai topi dari ember kecil bertuliskan kata yang harus di tebak oleh si pemakai. Salah satu anggota bebas memberikan petunjuk agar rekannya bisa menjawab kata di kertas itu dan satunya lagi sudah siap di lubang pasir yang sudah di gali oleh Mateo. Saat grup itu salah tebak maka teman yang di dalam lubang pasir akan di hukum dengan di isi satu skop pasir.
“ Ahh, ini mah lo mau nyiksa gue Sha.. kenapa nggak laki lo aja?” protes Zayan.
"Ya, lo pilih aja.. Mau lo yang di situ atau Ayana.”
“ Yaudah gue aja..” pasrah Zayan.
“ Grup kedua siapa yang mau..?” tanya Nasha.
“ Saya aja Nona..” jawab Eve. Dia menggantikan Nasha untuk mengikuti game itu.
“ Jangan Eve, kamu kan udah gantiin aku jadi Fattan aja.”
“ Iya, gue aja..” jawab Fattan mengalah.
"Bhuahaha, rasakan itu ki sanak.. Jadi bukan gue sendiri yang di siksa sama Ibu hamil.”
“ Karena team ketiga pada kuat semua jadi aku minta kalian hompimpa.”
Matt, Felix dan Mateo melakukan hompimpa, dan Mateo yang kalah. Lelaki itu akan masuk ke lubang yang di buat sendiri.
Permainan pun di mulai, masing-masing grup terus bersaing untuk mendapatkan nilai tertinggi.
“ Fan, lo kasih petunjuknya yang bener.. Ayana jadi salah mulu.” teriak Zayan. Lubangnya sudah setengah terisi pasir.
Nasha tertawa kencang saat mendengar teriakan Zayan, ibu hamil itu duduk di sun launger chair sambil memangku white board untuk menulis skor.
Persaingan ketiga team masih berlangsung, saat ini kedudukan tertinggi masih di pegang grup kedua di susul oleh grup ketiga lalu terakhir grup pertama.
Setelah kata terakhir berhasil terjawab, pertandingan pun berakhir. Skor tertinggi di menangkan oleh grup dua. Fattan tertawa melihat muka kesal Zayan karena kalah dalam game pertama. Sebelum memulai game kedua, mereka semua kumpul di depan meja yang terisi banyak makanan.
“ Sha, kelompoknya di rombak ulang.. Nggak mau gue bareng laki lo.” dumel Zayan.
“ Tenang, nanti gue atur ulang.. Game kedua laki gue nggak ikut.”
“ Dih, curang banget.. Kagak, dia ikut sampai game ketiga.” tolak Zayan.
“ Khusus game kedua doang, nanti yang ketiga dia ikut lagi.” jawab Nasha.
Mendapat tatapan dari Arfan, Zayan pun akhirnya diam. “ Saatnya makan…” pekik Nasha. Mereka pun memulai acara makannya. Di meja sebelah di isi oleh Eve, Matt, Felix dan Mateo.
“ Besok lo mau ya, kita mulai fotoshoot..” ucap Zayan.
“ Iya, gue mau.. Free kan? Laki gue nggak akan di tagih buat bayar jasa fotoshoot nya.”
“ Free.. gue malah terima kasih lo mau bantuin gue.”
“ Gue mau juga karna ada laki gue di projek lo.. Kalau kagak mah mana mau gue bantuin lo.” ucap Nasha jujur.
“ Ingin rasanya menghujat, tapi tahan wanita selalu menang di tambah lagi hamil..” gumam Zayan dalam hati.
Eunbie dan Ayana terkekeh, Nasha semenjak hamil mulutnya suka ceplas ceplos apalagi kalau berhadapan dengan Zayan.
“ Papa, nanti ambilin es krim aku di kulkas yang strawberry ya..” ucap Nasha menoleh pada Arfan.
“ Iya sayang, kamu masih mau makan apa lagi biar aku ambilin..”
“ Dedek udah kenyang.. Nanti aja es krim.”
Ibu hamil itu akhirnya anteng bersadar sambil bermain game dari ponsel Arfan, sedangkan yang lain masih menikmati makanan mereka. Setelah satu jam berlalu, permainan kedua pun di mulai.
Grup pada permainan ini hanya ada dua, grup pertama Fattan, Eve, Eunbie, dan Matt, lalu di grup kedua ada Mateo, Felix, Zayan dan Ayana. Game kedua, mereka harus menemukan peti yang sudah di sembunyikan. Ada dua peti dan salah satu berisi zonk, Nasha juga memberikan maps dan petunjuk agar dapat menemukan peti itu.
Selama menunggu kedua grup berhasil menyelesaikan tugasnya, Arfan menemani istrinya itu sambil sesekali memijat punggung dan kakinya.
“ Aku mau spa, di sini ada kan..?” tanya Nasha.
“ Kayanya ada, nanti kita tanya Zayan.” Jawab Arfan.
“ Ambilin es krim nya Pa, aku makan sekarang aja.” Arfan pun beranjak menuju vila untuk mengambilkan es krim.
Empat puluh lima menit kemudian, grup kedua tiba dengan membawa peti mereka lalu lima menit kemudian grup pertama juga datang dengan peti yang sama.
“ Kalian istirahat dulu, sepuluh menit lagi kita buka petinya.” ucap Nasha.
“ Game ketiga nanti malam aja sekalian makan malam, gue udah gerah banget pengen cepet-cepet mandi.” ucap Ayana.
“ Yan, di sini ada tempat spa nggak?” tanya Arfan pada sahabatnya itu.
“ Ada, lengkap.. Lo mau spa?” jawab Zayan.
“ Gue yang mau spa..” jawab Nasha.
“ Bie, Ay.. abis ini kita langsung ke tempat spa.”
“ Siap..” jawab mereka berdua.
Dua peti sudah di letakan di atas meja, Nasha sudah memberikan kuncinya pada Arfan. Peti akan di buka bersamaan agar bisa di ketahui siapa yang dapat zonk.
“ Semoga peti gue bukan yang zonk..” Zayan merapalkan doa.
Brak.. kedua peti sudah terbuka, Arfan mengambil kertas yang ada di dalamnya.
“ Alhamdulillah… akhirnya.” ucap Zayan senang. Dia tidak sadar sudah memeluk Ayana yang ada di sampingnya.
“ Ish, lo apaan sih..?” protes Ayana karena Zayan terlalu kencang memeluknya.
“ Itu sangking senengnya sampe nggak sadar, untung bukan gue yang di samping dia.” ucap Fattan.
“ Biasanya juga lo seneng kalau gue peluk.” cibir Zayan.
“ Belum jadi pacar udah berani peluk, apalagi kalau udah jadi pacar.” ledek Nasha.
“ Gue mah nggak pake pacaran, kalau dia setuju gue bisa langsung nikahin.” jawab Zayan membuat pipi putih Ayana merona.
“ Cieeeee… tuh Ay, udah ada yang ngajakin merid.” Kekeh Eunbie.
“ Apaan sih..? Kita ke spa sekarang aja Sha..” Ayana bangun dari duduknya lalu menarik tangan Eunbie, sedangkan Nasha di bantu oleh Arfan.
“ Eve, kamu ikut juga.. Biarin aja para cowok yang beresin.” ucap Nasha.
Langit senja sudah muncul di ufuk barat, sang surya akan kembali ke peraduan dan berganti dengan gelapnya malam. Koki sudah menyiapkan makanan yang akan jadi menu pada game terakhir.
Nasha dan Arfan keluar dari kamar mereka menuju ruang makan. Di sana sudah tersedia tiga jenis makanan yang akan di pertandingkan. Grup terbagi seperti game pertama ada tiga grup. Nasha meletakkan tiga piring berisi makanan pertama yaitu ceker dan bakso mercon.
Dari ketiga grup akan memberikan kandidat untuk ketiga menu makanan, nanti setelah di adu para pemenang dari masing-masing grup di adu kembali dengan satu menu spesial dari Nasha.
“ Sudah siap..?” ucap Nasha.
“ Sudah..” jawab mereka.
“ Sekarang kandidat masing-masing grup duduk di bangku.. Gue akan hitung sampe tiga baru kalian bisa mulai.”
“ Okayyy…” teriak mereka semangat.
“ 1.. 2.. 3… GO..!!” Stopwatch sudah berjalan, para kandidat mulai memakan makanannya.
“ 5.. 4.. 3.. 2.. 1.. Selesai..!!”
“ Huaaaa.. Pedes banget..” pekik Zayan.
“ Matt, ambilin es krim cup di kulkas..” ucap Nasha.
“ Dududu.. bibir gue jadi jeding begini.” keluh Fattan.
“ Ah, kalian masa kalah sama Mateo.. Dia nggak komentar apa-apa dari tadi.” ledek Nasha.
“ Iya, dia diem aja tapi liat noh mukanya udah merah.” jawab Zayan tidak terima.
“ Semangat Papa..” teriak Nasha menyemangati Arfan yang akan mulai tanding.
Menu kedua yaitu ramen dengan mangkok besar sudah siap di atas meja, para kandidat di minta untuk duduk. Nasha mulai menghitung lalu menekan stopwatch, dan permainan di mulai.
“ 5.. 4.. 3.. 2.. 1.. Selesai..!!”
Menu ketiga pun di hidangkan dan pertandingan di mulai. Burger dengan isi daging sapi dan keju di susun menjulang seperti piramid. Tugas Nasha sudah di ganti oleh Arfan karena istrinya itu sedang makan nasing goreng seafood pesanannya.
Pertandingan untuk menu ketiga selesai, para pemenang akan di adu lagi untuk menentukan juara pertama. Nasha memberikan jeda sekitar lima belas menit sebelum final di mulai.
“ Kok perasaan gue nggak enak ya..?” ucap Zayan.
“ Lo curiga makanan terakhir menu nya aneh..?” selidik Fattan.
“ Iya, ibu hamil satu itu kan ada aja ide gilanya.” jawab Zayan.
Koki datang membawa menu spesial untuk final game ketiga, para kandidat sudah bergidik ngeri saat melihat menu itu.
“ Kalau nggak inget hadiahnya , udah nyerah duluan gue…” ucap Zayan.
Nasha terkekeh, menunya simple tapi zonk. Dia sendiri pun belum pernah memakannya.
“ Kalian udah siap….” teriak Nasha.
“ Yaahhhhhh… “ jawab mereka dengan suara lirih.
Nasha tertawa mendengar jawaban mereka, menu termaknyus untuk penutup game terakhir.
TBC..!!
penasaran aku