Zayn adalah korban bully di sekolah dan di lingkungan rumahnya.
suatu hari Zayn yang sedang dikerjai oleh Clara dan teman-temannya di sebuah rumah kosong yang terlihat tua. Mendadak Zayn dapat melihat hantu setelah terjatuh dari kursi saat hendak mengambil sepatunya yang tersangkut di lampu hias yang tergantung di ruang tamu rumah kosong tersebut.
Zayn yang terjatuh itu pingsan dan setelah siuman, Zayn mendadak dapat melihat hantu cantik si pemilik rumah kosong itu.
Maudy. Ya, nama hantu cantik itu adalah Maudy.
Setelah pertemuan itu keduanya menjalin hubungan pertemanan.
Awalnya pertemanan itu tidak ada ketulusan karena saling ingin memanfaatkan.
tetapi apa jadinya kalau mereka berdua menjadi saling jatuh cinta karena terbiasa bersama?
"Kenapa lo jadi hantu?" tanya Zayn.
"Karena gue masih penasaran sebelum dendam gue terbalas."
"Lalu, setelah terbalas apa yang akan lo lakukan?"
"Gue hilang dari dunia ini, karena itulah perjanjian nya saat dulu gue nolak untuk dibawa ke alam selanjutnya," jawab Maudy.
"Deg," jantung Zayn seolah berhenti berdetak saat mendengar itu.
bagaimana kisah percintaan antara hantu dan manusia kali ini? yuk simak kaka semoga suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode dua puluh tiga (Hatiku cuma satu)
"Sana bagi tau!" perintah Zayn pada Maudy.
"Lo pengen mereka pada pingsan?"
"Heh," decak Zayn.
"Dy, gue...," ucap Zayn menggantung ujung kalimatnya.
"Kenapa, Zayn?" tanyanya.
"Ikut gue, yuk!" Zayn mengajak Maudy untuk nonton bioskop.
Zayn turun ke lantai bawah, kemudian ia memerintahkan semua anak buahnya ke kafe utama.
Semua menurut, menggunakan kendaraan masing-masing, kecuali Rafa si koki yang di temui Zayn di depan kantor satpol PP. Ia belum memiliki kendaraan.
Setelah itu, Zayn segera mencari mall terdekat, memesan dua tiket untuk dua bangku.
Zayn dan Maudy menonton genre komedi, awalnya Zayn meminta genre thriller, tetapi Maudy tidak suka, apalagi kalau horor.
Maudy terus menempel pada lengan Zayn, dan saat sedang mengantri di pintu masuk teater ada seorang gadis cantik masih dengan seragam putih-abu yang terus memperhatikan Zayn, membuat Maudy ingin mencolok matanya.
"Gue colok tau rasa lo," gerutunya.
"Sssstttt, hatiku cuma satu, sudah untukmu," kata Zayn seraya menepuk punggung tangan Maudy yang berada di lengannya.
"Bener ya, awas kalau bohong!"
"Iya, sayang," jawab Zayn singkat.
Setelah itu, keduanya duduk di bangku nomor yang sudah mereka pesan.
Dan lagi, gadis itu sepertinya benar-benar ingin dekat dengan Zayn.
Ia menghampiri bangku sebelah Zayn yang terlihat kosong.
"Permisi," ucapnya.
Zayn hanya memandang datar karena Zayn tau kalau bangku sebelah kanannya adalah bangku Maudy, bukan miliknya.
"Kan bener, dia pengen deketin lo," kata Maudy. Lalu, Maudy menendang pelan bokong gadis itu yang hampir mendudukinya, membuat ia hampir terjungkal ke bangku depannya.
"Hahaa, rasain lo," ejek Maudy.
Zayn mengusap wajahnya, menggelengkan kepala.
"Dy, kenapa sih lo iseng banget," kata Zayn seraya berpura-pura bicara melalui headsetnya.
Maudy tidak menjawab, ia memperhatikan film yang akan segera di putar.
Sedangkan gadis itu, ia menengok kanan dan kiri memperhatikan, mencari siapa yang telah menendangnya.
Terlihat ia mengerucutkan bibir.
"Makanya mbak, duduk sesuai dengan nomor tiket," kata Zayn.
Gadis itu terlanjur malu, memilih untuk kembali ke bangkunya.
"Makasih Zayn, lo udah belain gue," kata Maudy seraya menyandarkan kepalanya di lengan Zayn.
"Udah seharusnya gitu kan," jawab Zayn.
_____________
Sementara itu ada Clara yang sedang berdebat dengan Dinar di salah satu restoran Jepang yang berada di tengah kota jakarta. Clara mengancam akan membocorkan rahasia bisnisnya apabila Dinar masih memaksa atau membujuk Clara kembali ke Singapura.
Dinar yang tak sekuat Danesh itu akhirnya mengalah dan pergi meninggalkan Clara.
Melihat itu, Clara merasa kalau dirinya sudah benar-benar bebas dari jeratan prostitusi yang selama ini menyiksanya.
Clara menyeruput jus alpukat yang berada didepannya itu, lalu ia bangun dan mulai berjalan meninggalkan resto tersebut.
Clara berjalan seraya membentangkan tangannya, ia menghirup kebebasan dan terlihat bayangan wajah Zayn di matanya.
"Zayn, aku datang," kata Clara yang kemudian berlari.
"Bruuukk," Clara menabrak pria yang tak asing baginya.
"Hai, kita jumpa lagi," kata pria itu yang bertemu di Hongkong.
"Maaf, saya buru-buru," kata Clara yang kemudian pergi meninggalkannya.
Tetapi, sepertinya pria itu tak mau melepaskan Clara.
"Uang saya belum di kembalikan," kata Pria itu seraya mencekal lengan Clara.
"Bukan urusan saya, urusanmu dengan Danesh bukan denganku!" jawab Clara seraya melepaskan tangan pria itu.
"Honey, aku sangat menyukai wanita yang ganas seperti mu," ucap Pria itu dalam hati seraya melihat kepergian Clara.
Akankah Clara lepas dari pria hidung belang itu?
Bersambung.
Mampir? Like ya kak ✌
Makasih ❣️