"Demi Ibuku, Aku akan terima hukuman ini,"
"Apakah aku pantas diperlakukan seperti ini? Apakah aku pantas dibenci karena kesalahan yang tidak pernah aku perbuat,"
Nayla Anggita harus mendekam didalam jeruji besi selama 4 tahun karena sebuah kesalahan yang tidak pernah ia perbuat. Setelah 4 tahun berlalu, Nayla akhirnya menikah dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena kebaikannya. Tetapi setelah menikah sikap laki - laki itu berubah padanya. Bahkan, Nayla harus berurusan kembali dengan Ilham saat Ilham menjadi calon tunangan dari adik iparnya.
Bagaimana kelanjutan dari cerita ini? Ayo terus ikuti cerita "RAHASIA HATI"
Cerita ini adalah versi baru dari novel "Rahasia Dibalik Pernikahanku".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DianPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 - HAMIL
Villa Keluarga Alanza.
Pukul 12:00.
Nayla keluar dari Villa dan langsung masuk ke dalam sebuah mobil berwarna putih. Mobil itu melaju ke arah luar Villa dengan dikendarai oleh supir pribadi milik keluarga Alanza. Sementara itu, ternyata sejak tadi Akbar sudah menunggu Nayla keluar dari Villa. Ia menunggu di dalam mobilnya dan saat melihat mobil yang membawa Nayla keluar, ia pun langsung mengikuti mobil itu.
...****************...
Taman Kota.
Singkat cerita, Nayla pun telah sampai di Taman Kota. Ia berjalan mencari dimana keberadaan Vincent. Dan akhirnya ia pun menemukannya. Ia pun langsung berjalan menghampiri Vincent.
"Kamu sudah lama menungguku?,"
"Tidak, aku belum lama ada disini. Oh ya ini pakaianmu,"
"Terimakasih,"
"Matamu?," Vincent mendekatkan wajahnya dan menyentuh bagian kantung mata Nayla.
Disaat itulah Akbar melihatnya, Akbar pun semakin yakin bahwa Nayla sedang berselingkuh darinya.
"Jadi dia ingin membalas apa yang aku lakukan padanya. Dia ingin menyakitiku. Baik, aku akan lihat siapa yang akan lebih tersakiti selanjutnya,"
Akbar yang sudah tidak tahan melihat kebersamaan Nayla dan Vincent pun langsung memutuskan untuk pergi.
Kembali dengan Nayla dan Vincent, Vincent masih memperhatikan mata Nayla yang terlihat sembab. Nayla yang merasa sedikit risih pun langsung menyingkirkan tangan Vincent dari wajahnya.
"Sudah tidak ada yang ingin kamu bicarakan lagi kan, kalau begitu aku pergi ya,"
"Nayla, tunggu,"
"Ada apa?,"
"Apakah suamimu menyakiti kamu lagi?,"
"Darimana kamu tau kalau aku sudah punya suami?,"
"Saat kamu pingsan kemarin, dokter pribadi di rumahku berkata bahwa kamu pingsan karena kelelahan dan efek dari kehamilanmu. Disaat itulah aku tau kalau kamu sudah memiliki seorang suami,"
"Hamil?!,"
"Iya hamil, Kamu tidak tau kalau kamu sedang hamil,"
Nayla pun menggelengkan kepalanya dengan perlahan sambil menatap wajah Vincent dengan tatapan bingung.
"Kamu mau aku antarkan untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit disini agar kamu bisa memastikan bahwa kamu benar - benar sedang hamil sehingga kamu bisa berhati - hati lagi jika ingin beraktivitas,"
Nayla menganggukkan kepalanya yang berarti dirinya menerima tawaran dari Vincent untuk menemaninya melakukan pemeriksaan demi memastikan apakah dirinya memang benar - benar hamil atau tidak.
...***************...
Rumah Sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Nayla merasa sangat gugup. Tetapi Vincent menenangkannya dengan menggenggam tangannya dan berkata, "Semuanya akan baik - baik saja, Nayla,"
Saat nama Nayla dipanggil untuk masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Nayla dan Vincent pun masuk ke dalam ruangan itu dengan Vincent yang masih menggandeng tangan Nayla.
...******************...
Ruang pemeriksaan.
"Silahkan tiduran di atas ranjang, Nona,"
"Baik, Dok,"
Setelah Nayla tiduran di atas ranjang rumah sakit, Dokter pun langsung mengoleskan cream di atas perutnya. Lalu, Dokter pun mulai melakukan pemeriksaan USG pada Nayla untuk mengecek apakah memang benar ada janin di dalam rahim Nayla.
"Apakah saya memang benar - benar sedang hamil, Dok,"
"Nona bisa lihat sendiri, yang sangat kecil itu adalah janin nona. Jadi Nona memang benar - benar sedang mengandung,"
Vincent dan Nayla pun tertawa gembira saat melihat memang benar ada janin di dalam rahim Nayla. Walaupun Vincent bukanlah ayah dari janin itu. Tetapi melihat Nayla bisa tersenyum bahagia, Vincent pun menjadi ikut bahagia.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Dokter pun memberikan beberapa obat vitamin ibu hamil yang harus dikonsumsi oleh Nayla secara rutin. Bahkan Nayla diingatkan untuk bisa menjaga kandungan dengan baik karena diusia kandungannya yang masih sangat muda.
...****************...
Nayla dan Vincent berjalan beriringan menuju keluar rumah sakit.
"Kamu mau pulang sendiri atau aku antarkan saja sampai ke rumahmu,"
"Tidak usah, lagipula kamu kan tadi sudah menyuruh supir pribadiku untuk menyusul kesini. Dia pasti sudah berada di depan menungguku. Aku akan pulang bersamanya saja,"
"Baiklah, kamu hati - hati ya. Jaga kandungan kamu baik - baik. Ingat kata dokter kalau usianya masih sangat muda,"
"Iya, Vincent. Sekali lagi terimakasih ya,"
"Sama - sama, Nay. Kalau kamu butuh apa - apa, kamu bisa langsung hubungi saya,"
Nayla pun hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Vincent.
"Kalau begitu aku permisi dulu ya,"
"Iya, Vin. Kamu hati - hati ya,"
"Iya, Nay. Aku pasti akan hati - hati kok,"
Vincent pun pergi meninggalkan Nayla. Sementara, Nayla terus berjalan keluar rumah sakit dan pulang kembali ke Villa diantarkan oleh supir pribadinya.
dan agak sedih jga sih
jgn lama2 dong thor