Mengisahkan Tentang Murid perempuan Nakal yang menjadi penakluk hati dari seorang Guru muda berbakat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mania Puspa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai suka
Meta dan Vito telah mengetahui semuanya, namun Sebagai sahabat, Meta dan Vito akan tetap mendukung jalan yang di ambil Vanya.
Meta dan Vito pulang kerumah masing-masing.
Anam masih berada di rumah kontrakan bersama Vanya, Mama Tantri juga Papa Banu.
Vanya menyiapkan makan malam berupa nasi dengan lauk sayur asem juga tempe goreng.
Anam terlihat lahap memakannya.
Mereka pun selesai makan.
Kini semuanya duduk di Tikar sambil melihat Televisi.
"Ma, Pa, Ayo pulang".ucap Anam
"Papa belum menemukan cara untuk menuntut Zeus Nak, lagipula Mamanya Vanya juga tidak mungkin sendiri melawan Zeus".jelas Papa Banu.
Anam pun mengerti dan mulai terdiam.
Vanya mengagetkannya "Om gak pulang?".
"Saya akan menemanimu disini, saya ini suami kamu Nya".jawab Anam
Vanya tersenyum.
Vanya dan Anam berada dalam satu kamar.
Rasa canggung meliputi keduanya.
Vanya mulai berbicara.
"Om, Vanya boleh pinjam kartu kredit nya gak?".Tanya Vanya dengan menahan rasa malu
"Gunakan semaumu".jawab Anam lalu memberikan kartu kreditnya.
"untuk bayar SPP om, nanti Vanya ganti".jelas Vanya setelah menerima kartu itu.
Anam pun memeluk Vanya dan mencium keningnya
"Itu hak kamu, saya tidak meminta ganti, gunakanlah".jawab Anam sambil merasakan kehangatan memeluk istrinya.
"Tolong rubah panggilan om mu itu Nya, Kamu bisa memanggilku Mas".tambah Anam
Vanya mengangguk Namun ia masih bingung dengan keadaan seperti ini.
"Mas, Bagaimana rencana pernikahanmu dengan mbak Jeni?".tanya Vanya yang membuat Anam menghela nafas .
"kamu takut?".tanya Anam dan Vanya mengangguk.
"Vanya gak mau Mas Anam dengan perempuan lain, entah mengapa Vanya marah bila tahu Mas Anam dekat perempuan lain".jelas Vanya
Anam pun tersenyum senang "Artinya Mas sudah ada di hati kamu, terimakasih istriku".
Vanya tidur dipelukan Anam , dan Anam membetulkan posisi tidur Vanya, Anam pun kembali mengambil ponselnya dan memotret istrinya yang sedang tidur.
Anam memandangi wajah Istrinya itu dengan penuh rasa.
Hujan deras mengguyur di malam hari membuat Vanya kedinginan, Anam yang melihat Istrinya kedinginan segera memeluknya dan Anam pun berbaring di samping Vanya.
Kali ini tidak ada penolakan dari Vanya, Anam semakin erat memeluk tubuh Istrinya itu.
Vanya merasa nyaman dan hangat.
Naluri lelaki Anam bergejolak namun, Anam berusaha menahannya, karena Vanya pasti belum siap.
Mereka pun terlelap hingga pagi menjelang.
Anam telah rapi dan akan ke kantor, Vanya akan ke sekolah, Sementara Papa Banu akan mencari sumber kelemahan Jeni.
Sebelum Anam berangkat, Mama Tantri mendapat tamu yaitu pak Bimo.
"Bu Tantri mengapa bisa begini?".tanya pak Bimo
Dan Bu Tantri pun menceritakan semuanya.
Pak Bimo paham dan mau membantu Pak Banu.
"Jeni dari Zeus, Mari kita lawan Pak Banu, perusahaan yang menghalalkan segala cara demi tujuan yang merugikan banyak orang itu".ajak pak Bimo dan Pak Banu mengangguk.
Mama Tantri pun mengenalkan Anam adalah menantunya.
"Bukan kah putri Bu Tantri masih kelas 12?".tanya Pak Bimo
"Benar, namun mereka menikah siri dan hanya orang orang dekat yang mengetahui hal ini".jelas Mam Tantri.
"Bagus , berarti kita dapat berkoalisi disini, Menantu Pak Banu adalah orang penting".jawab Pak Bimo.
Vanya berpamitan tak lupa ia mencium punggung Suaminya.
"Belajar yang rajin istriku, tinggal 1 semester lagi kamu akan lulus".ucap Anam lalu mengelus kepala Vanya.
"Jangan lupa gunakan kartunya, Pin nya adalah tanggal lahirmu".jelas Anam dan Vanya pun mengangguk tanpa ragu ia mencium pipi Anam lalu berangkat ke sekolah.
Anam pun tersenyum dan kaget akan keberanian Vanya itu.
Anam kemudian berangkat ke kantor.
Sebelum memasuk mobil, Anam menerima panggilan telepon dari Leo .
"ya".jawab Anam
Leo pun menjelaskan bahwa Jeni telah berada di ruangan Anam dan Leo meminta Anam segera menemuinya.
"Pantau Terus , kamu cari semua data penting tentang Jeni, kita tidak bisa terus berada dibawah tekanannya".pinta Anam lalu menutup ponselnya.
Mama Tantri bertemu dengan Mama Chua di Taman kota.
"San Tantri".Panggil Mama Chua kepada mama Tantri.
Mama Tantri pun berjalan ke arah Mama Chua.
"San Chua, Sudah lama ?".maaf menunggu".ucap Mama Tantri lalu duduk di sampingnya.
Mama Chua pun tersenyum.
Mereka berbicara panjang lebar mengenai Vanya dan Anam, serta kondisi keluarga mereka saat ini.
"Iya San, kita harus merapatkan barisan, Si Jeni itu harus kita lawan, ".ucap Mama Chua bersemangat
"Belum tahu dia siapa Chua Wijaya, Berani menyentuh mantu kecilku, maka tanganku sendiri yang akan melawannya".tambah Mama Chua
Vanya sedang berada di loket pembayaran SPP ditemani Meta
"Ini untuk bulan ini saja atau dilunasi?".tanya petugas
Vanya pun menjawab untuk melunasinya.
Petugas kasir yang mengenali jenis kartu kredit yang digunakan Vanya pun mengerti bahwa Vanya bukanlah orang biasa.
Selesai membayar ,Vanya memasukkan kartunya ke dalam tas, lalu Vanya bersama Meta ke kelasnya.
msak dlm 1 episode bisa merubah dlm skjap anehh..brusan brkelahi,,ga mau ngakuin vanya,eeh 10 mnit udh berubah,,ada ya gitu
mas kamu nakalll 😘😘