NovelToon NovelToon
Suamiku Pria Kejam

Suamiku Pria Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Mafia
Popularitas:134.9k
Nilai: 5
Nama Author: Caramelyouuu3

Sebuah kecelakaan tragis telah merenggut nyawa adiknya. Zion pria yang tengah bertekad membalaskan dendam atas kematian adiknya. Butuh bertahun tahun lama baginya hingga akhirnya ia menemukan orang itu.

Rasa benci yang amat membara di hatinya menjadikan adik dari sang musuh menjadi korban atas kekejaman nya. Aluna, gadis yang tidak tahu apapun itu selalu tersiksa dengan semua perlakuan kejam Zion. Terlebih, ia harus ikut terikat dalam sebuah pernikahan yang membuatnya semakin tersiksa.

"Ini saja belum cukup untuk membalas perbuatan kakakmu itu!." Tekan pria itu dengan mata dingin serta senyum devil nya.

Seiring berjalannya waktu, apakah Aluna sanggup untuk bertahan dengan sikap kasar pria kejam itu?

Simple Story...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caramelyouuu3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 22

Selamat membaca...

***

Malam hari, Luna yang masih belum sembuh terpaksa harus berdiam diri di kamar.. ia ingin menghirup udara segar di luar namun Zion tidak mengijinkan nya kemanapun sebelum Luna benar-benar sembuh total..

Sebenarnya Luna sendiri masih bingung, kenapa Zion bersikap sangat lembut padanya.. "Apa benar dia sudah insaf? Aku masih tidak percaya, jika dia memang sudau insaf.." Batin Luna saat ini.

Ia belum mengerti bagaimana bisa Zion berubah begitu saja, padahal kemarin itu sikapnya masih sangat kasar.. Luna berpikir mungkin Zion menyesal telah membuat kondisinya seperti ini, memang masih ada sedikit ketakutan terdalam di hati Luna jika melihat Zion.. tapi Luna mengerti kalau Zion adalah suaminya, dan berhak atas dirinya.. tapi Luna masih belum percaya.

Luna terlihat hanya duduk di tepi ranjang sambil sesekali melamun, ia begitu merasa bosan terus berdiam diri di kamar.. "Kapan pria itu meninggalkan kamarku? Sudah seharian ini dia duduk disana sambil mengawasiku.." Batin Luna dalam hati sambil melirik suaminya itu yang sedang duduk di sofa dengan sesekali menatapnya..

"Ada apa? Apa kau butuh sesuatu?" Tanya Zion membuat Luna dengan refleks menggeleng..

Luna mengerucutkan bibirnya, merasa jengah dengan Zion.. ini benar-benar seakan ia hidup di penjara, tidak di ijinkan kemanapun..

"Sebenarnya tuan.. aku ingin ke kamar mandi, aku ingin buang air kecil.." Ucap Luna lembut sedikit takut..

Zion menatap wajah istrinya itu, lalu berkata.. "Baiklah, biar aku temani.."

Luna membulatkan mata dan seketika menggeleng, "Tidak tuan tunggu di sini saja, aku tidak akan lama hanya buang air sebentar saja.." Ucap Luna tak ingin Zion juga ikut masuk ke dalam kamar mandi, bisa-bisa terjadi hal yang tidak Luna inginkan..

"Aku akan menunggu mu di luar sambil memegang alat yang ada di tanganmu itu.. pikiranku tidak sekotor dirimu, jadi jangan berpikir yang aneh-aneh.." Ketus Zion,

"Dia masih saja cerewet.."

Beberapa menit kemudian, Luna keluar dari kamar mandi dan tak sengaja melihat Zion yang ketiduran di luar kamar mandi dengan kepala menyender di dinding.. Luna mengulum bibirnya, menatap wajah suaminya yang menurutnya sangat tampan bak pangeran di negeri dongeng.. Zion tak menyadari jika Luna sedari tadi menatap dirinya..

"Kenapa aku baru menyadari kalau dia sangat tampan? tapi, karena sikapnya sangat kejam, dia tidak terlihat tampan sama sekali justru sangat menyeramkan.." Batin Luna sambil bergidik membayangkan wajah menyeramkan Zion menurut Luna..

Zion yang barusan menyadari kalau Luna sedari tadi sudah di hadapan nya sedang menatap dirinya seketika terkesiap, "Kau sudah selesai? sekarang tidurlah, hari sudah malam.." Ucap Zion refleks tak ingin memperlihatkan wajah bodohnya di hadapan Luna..

"Apa tuan tertidur tadi?"

Zion menggeleng,

"Tidak, aku hanya sedikit lelah.."

"Sebaiknya tuan kembali ke kamar tuan saja, dan istirahat. Tuan sudah menjagaku selama satu hari ini, tuan pasti sangat lelah harus bekerja sambil menjagaku.."

Luna tersenyum manis menatap wajah Zion, entah mengapa ia sedikit sudah tidak merasa takut jika dekat dengan suaminya itu..

"Kau masih perlu perawatan, aku akan menjagamu disini.."

"Ada bibi yang akan menjagaku, tuan istirahat saja di kamar tuan.. aku akan baik-baik saja, selama ini juga tuan tidak pernah menjagaku tapi aku baik-baik saja bukan?" Zion terdiam mendengar ucapan Luna, ia mengiyakan juga ucapan istrinya itu kalau selama ini Zion tidak perduli dengan Luna.

Zion langsung menarik tangan Luna dengan perlahan ke ranjang, dan menyuruh Luna untuk segera istirahat dan tidur.. Luna pun hanya bisa menurut dengan Zion. "Sebelum tidur jangan lupa minum obatmu, aku akan menaruhnya di meja.. jika kau butuh sesuatu kau bisa memanggil ku." Luna mengangguk, merasakan kalau Zion begitu sangat perduli dengannya..

***

Dua hari kemudian, kondisi kesehatan dan mental Luna sudah mulai membaik.. saat ini ia hanya membutuhkan istirahat total, dan dokter juga menyarankan kalau Luna tidak boleh merasa stres atau depresi tentang hal kecil..

Di kamar Luna tengah di periksa oleh dokter pribadi Zion, wajah Luna sudah tampak terlihat berseri dan lebih cantik karena gadis itu sudah tampak jauh lebih baik daripada sebelumnya.. hal ini juga terjadi karena berkat Zion yang selalu menjaga Luna dua puluh empat jam setiap hari.. dan hari ini, Zion tidak berada di rumah karena ada urusan yang sangat penting sehingga ia menyuruh Dallas untuk gantian menjaga Luna..

"Bagaimana dokter dengan kondisinya?" Tanya Dallas dengan suara beratnya..

"Syukurlah, kondisi nona sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.. nona pasti sangat menjaga kesehatan nya dan selalu meminum obatnya tepat waktu." Jawab dokter itu terlihat tersenyum puas,

"Aku tidak melakukan apapun dokter, tuan Zion lah yang menjaga ku.." Sambung Luna,

"Sepertinya tuan Zion sudah mulai berubah, bukankah begitu tuan Dallas? non.. ada satu hal yang harus non perhatikan, mulai dari makanan hingga kondisi fisik nona. tidak boleh merasa stres, saya sarankan nona harus terus bahagia dan jangan mengingat kembali kejadian lama."

Ucap dokter itu memasukkan alat medisnya ke dalam tas miliknya,

Luna terlihat mengangguk,

"Kalau begitu saya permisi dulu tuan Dallas,"

"Jack, antar dia ke depan.. jangan lupakan juga bayarannya.." Ucap Dallas kepada Jack yang di sambut agukan,

Dallas terlihat hanya melirik Luna yang terlihat sedang sibuk dengan buku di tangannya dan tidak menghiraukan Dallas yang tengah berdiri menatap dirinya..

"Tuan Dallas.. apa yang kau lakukan? Kembalikan buku ku!" Teriak Luna setengah menjerit saat tiba-tiba Dallas mengambil buku yang ia baca dan membuatnya sangat kesal,

"Kau sangat sombong sekali sehingga kau tidak mau bicara denganku dan malah menjauhiku."

Ucap Dallas, lalu Luna langsung merampas kembali bukunya dan menatap wajah Dallas,

"Maaf tuan, bukannya aku berniat untuk menjauhimu tapi saat ini aku benar-benar tidak ingin kau mendekatiku. Aku berterima masih sebelumnya kepadamu tuan, atas bantuanmu kepadaku.."

Kata Luna membuat Dallas mengernyitkan dahinya,

"Apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti.."

"Bukan apa-apa," Luna menggeleng.. lalu segera mengalihkan pembicaraan mereka.. "Tuan, aku ingin bertanya kepadamu tentang sesuatu hal.. saat ini tuan Zion sedang tidak ada disini, aku harap tuan juga tidak marah saat aku mengatakan nya."

"Katakan saja, apa yang ingin kau tanyakan?..

"Malam itu, aku mencuri kunci tuan Zion di kamarnya untuk membuka kamar yang tidak boleh ada satupun orang yang berani masuk ke dalamnya.. saat aku masuk, aku melihat kamar dengan ruangan warna merah muda yang tersusun rapi.. banyak boneka beruang berwarna pink juga, dan aku rasa kamar itu sebelumnya di tempati seorang perempuan. Satu hal lagi tuan, aku melihat lukisan seorang gadis yang sangat cantik.. siapa gadis itu?"

Tanya Luna ragu, membuat Dallas seketika membulatkan mata..

"Jangan di lanjutkan lagi Luna, jika Zion mendengarmu dia akan sangat marah kepadamu." Jawab Dallas, membuat Luna menundukkan kepalanya..

"Maaf tuan, aku tidak tahu harus bertanya kepada siapa lagi kecuali dirimu."

"Aku mengerti, tapi aku tidak mau membuatmu dalam masalah lagi. Zion sepertinya sudah berubah, dan dia sudah mulai perduli kepadamu.. aku tidak ingin dia kembali membencimu." Ucap Dallas,

"Terima kasih tuan.."

Luna hanya tersenyum manis, ia berpikir kenapa semua orang di rumah ini tidak bisa menjawab setiap pertanyaan yang ia tanyakan.. "Berapa banyak lagi rahasia yang harus mereka sembunyikan dariku, bukankah aku juga berhak mengetahuinya?" Batin Luna dalam hati,

.

.

.

Bersambung..

1
Yuniarti Yuni
terlalu lama up nyaa
Arumi Cantika
sangat kecewa ceritany hny setengah 2
Iya Hayuk
keren
nuryanie pakott
ga gini juga tbor
nuryanie pakott
jangan terlalu jahat thor
nuryanie pakott
sudah nikah saja yaa🤔
nuryanie pakott
baru baca thor
Hikmah Araffah
kapan up nya lagi ka
Hikmah Araffah
lanjut ka
Hikmah Araffah
kapan up lqgi
Hikmah Araffah
bagus juga aku punya suami kejam😭😂
Hikmah Araffah
bagus juga aku punya suami kejam😭😂
Hikmah Araffah
Luna keras kenapala yah
Hikmah Araffah
hihi kejammm bgt kamu thorrrr
Hikmah Araffah
Luna Luna udah di ingetin jangan kabur ,malah kabur
Hikmah Araffah
kasian ditampar terus😭
Hikmah Araffah
terlalu kejam
Hikmah Araffah
kapan nikahnya thorrr😂
Hikmah Araffah
kejammmmm
Hikmah Araffah
lumayan hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!