NovelToon NovelToon
Laba-Laba Hitam

Laba-Laba Hitam

Status: tamat
Genre:Action / Badboy / Mafia / Kriminal / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Terlahir dari isteri kedua seorang pengusaha besar, tersisih, terasing, bahkan terbuang membuat Leo merasa hidupnya begitu memuakkan.

Hingga ia bertemu Aleena dan mulai merasakan arti hidup yang sesungguhnya. Sayangnya, Aleena yang begitu Leo cintai itu tak lama mendampingi Leo.

Dalam frustasi nya, Leo yang terasing sekian lama akhirnya memaksa kembali ke Indonesia dan justeru menemukan begitu banyak rahasia yang terungkap atas Ayahnya Ibunya dan juga kekasihnya.

Rahasia apakah gerangan? Yuk ikuti kisah Leo... 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Sosok

Rose menutup laptopnya. Jarum jam telah mendekati pukul lima sore dan dia begitu lelah sekarang.

Kepalanya terasa berat dan perutnya sedikit melilit.

Rose ingat jika sejak semalam ia tak makan lagi. Ia kehilangan ***** makannya sejak ribut dengan Mami dan Daddy di acara makan malam keluarga.

Rose menatap jendela kaca ruangannya yang lebar. Dari sana ia bisa melihat gedung tinggi pencakar langit lainnya dan melihat ke bawah tampak manusia seperti semut kecil yang berlalu lalang.

Perempuan cantik itu berdiri dari duduknya, meraih blazer yang ia letakkan di gantungan dan segera memakainya.

Diraihnya tas hitamnya dari atas meja, lalu berjalan anggun keluar dari ruangan.

Besok hari Sabtu, akhir pekan akan terasa sangat menyebalkan jika Mami dan Daddy ada dalam satu atap.

Mereka bisa kapan saja bertengkar, dan Rose malas mendengarkan.

Rose akan pergi berlibur saja.

Tak usah jauh-jauh, mungkin ke Puncak saja adalah pilihan yang paling bagus.

Ia membeli rumah peristirahatan baru-baru ini di sana.

Rose rasa ia akan istirahat sepanjang akhir pekan dan akan kembali ke Jakarta senin pagi untuk rapat bersama jajaran direksi.

Ah Luna, mungkin ia juga akan mengajak Luna ikut serta. Meskipun Rose sebetulnya kadang terganggu dengan tingkah polah adik bungsunya yang manja itu, namun Rose tetaplah tak bisa menutup matanya bila ia menyayangi adiknya yang satu itu.

Bagaimanapun, Luna adalah anak yang tumbuh paling menyedihkan. Ia benar-benar tak pernah sekalipun merasakan keluarga mereka hangat sejak lahir.

Rose sedang menunggu lift untuk turun ke lantai satu, ketika ia kemudian tanpa sengaja mendengar sayup-sayup karyawan kasak-kusuk tentang isteri kedua komisaris utama meninggal semalam.

Rose menatap punggung tiga karyawan yang kasak kusuk tersebut, yang melewatinya seperti tak tahu Rose ada di sana menunggu di depan lift.

Isteri kedua komisaris utama? Karlita kah maksudnya? Batin Rose.

Yah, sang Daddy yang merupakan pendiri sekaligus pemilik saham terbesar di perusahaan yang kini dikelola Rose itu memang sudah cukup menjadi pembicaraan hangat sejak dulu terkait pernikahan sirihnya dengan asisten pribadi Mami.

Dari Rose masih kecil hingga kemudian menduduki kursi CEO di perusahaan, slentang-slenting tak enak soal Daddy nya tetap saja mengganggu dirinya.

Rose menghela nafas.

Ia ingat lagi sosok perempuan cantik bernama Karlita yang membuat Daddy tergila-gila.

Rose bahkan masih ingat aroma parfum perempuan itu karena mereka semula cukup dekat.

Untuk Rose kecil, Karlita adalah tante yang sangat baik dan menyenangkan. Rose sangat menyukainya, terutama jika harus belajar.

Hingga kemudian, ia tahu Karlita mengandung anak Daddy nya, membuat rumahnya yang semula hangat menjadi seperti neraka. Setiap hari yang ada hanya pertengkaran dan amukan Daddy serta Mami.

Rose ingat saat Mami nya menjambak Karlita dan melemparnya keluar rumah saat Daddy tidak ada.

Rose ingat bagaimana Karlita pendarahan di luar rumah sementara Mami juga sama dan dilarikan ke Rumah Sakit karena Mami juga tengah mengandung Luna.

Rose kecil hanya mampu menangis melihat kondisi keluarganya yang hancur berantakan, berpelukan sepanjang hari dengan Cindy dan Hana yang juga masih sama kecilnya.

Rose kembali menghela nafas.

Pintu lift terbuka dan ia masuk ke dalam sana. Seorang pria tiba-tiba entah muncul darimana ikut masuk ke dalam lift.

Rose mundur beberapa langkah, berdiri di belakang pria yang ia tak pernah merasa mengenalnya di kantor ini.

Siapa dia? Pikir Rose.

Laki-laki di depan Rose menekan tombol nomor lima, lalu menoleh ke arah Rose.

"Lantai berapa?"

Tanya dia.

"Satu."

Jawab Rose berusaha tenang.

Laki-laki itu menekan tombol satu untuk Rose lalu tersenyum miring tanpa Rose sadari.

**-------**

Rose meletakkan tas hitam miliknya di atas nakas, lalu berjalan malas sambil melepas sepatunya dan kemudian melempar tubuhnya ke atas kasurnya.

Terngiang kembali suara laki-laki asing yang ia jumpai di lift saat turun dari ruangannya tadi.

"Anda selalu sendiri? Anda terlalu yakin jika anda aman."

Kata laki-laki itu saat lift berhenti di lantai 5 lalu ia keluar tanpa penjelasan lanjutan.

Apa maksudnya terlalu yakin aman? Batin Rose.

"Kak."

Tiba-tiba Luna menyeruak masuk ke dalam kamar Rose tanpa mengetuk pintu. Kebiasaan bocah itu sejak kecil tak juga berubah. Entah sudah berapa ratus kali Rose memarahinya dari dulu, tapi Luna tetap saja membandel.

"Kau tahu isteri kedua Daddy meninggal?"

Tanya Luna.

"Humm."

Rose menyahut malas, tanpa ada keinginan bangun dari posisinya.

"Daddy mengamuk siang tadi, memecahkan semua guci keramik pemberian duta besar Jepang kesayangan Mami."

Rose melirik adiknya yang kemudian duduk di sisi kasur sang kakak.

"Daddy menuduh Mami yang mengirim pembunuh bayaran."

Ujar Luna.

Rose mendengus.

"Apa Daddy gila?"

Gumam Rose muak.

Ia kemudian duduk dan melepas blazernya.

"Semua laki-laki gila jika memiliki isteri lebih dari satu."

Sungut Luna.

"Ia bahkan tak pernah menganggap aku ada."

Kesal Luna pula.

Matanya terasa panas.

"Jangan cengeng. Kamu sudah tidak pantas menangis di usia yang sekarang."

Tandas Rose.

"Aku hanya merasa kita sangat menyedihkan, tak bisa seperti keluarga lain."

Luna merengek.

Rose menghela nafas.

"Berkemas saja sana, ikut Kakak ke Puncak."

Rose berdiri.

"Sungguh?"

Luna senang bukan main.

Ia memang selalu merasa hanya Rose yang sungguh-sungguh menjadi kakak untuknya.

Luna baru akan keluar dari kamar Rose, saat kemudian ia berbalik dan mengatakan sesuatu lagi.

"Kak, kau tahu? Kak Hana terjaring lagi sedang make narkoba dia apartement Edwin."

Rose menatap Luna di depan pintu.

"Kapan?"

"Subuh tadi, jam sembilan pagi Mami dihubungi kepolisian, pengacara sedang mengurusnya."

Kata Luna.

"Cindy, ke mana dia sudah hampir satu bulan tidak pulang sama sekali."

Rose mengurut kepalanya.

"Kak Cindy di Melbourne, aku lihat di akun media sosialnya dia memposting foto-fotonya sedang berada di Chapel Street."

Ujar Luna.

"Hah yah, setelah tagihan kartunya hampir setengah milyar hanya untuk jalan-jalan tiga hari di Italia, sekarang entah berapa lagi yang ia habiskan dari semua hasil jerih payahku."

Kesal Rose yang semakin hari semakin merasa hanya hidup sebagai sapi perahan saudara-saudaranya saja.

Bahkan Maminya.

Yah Mami nya, yang menghabiskan begitu banyak uang untuk berkumpul dengan para sosialita, belanja barang-barang yang harganya selangit, lalu bosan hanya berakhir di rak-rak kamar yang tak berguna.

Yang paling memuakkan, ia juga entah bergaul dengan siapa hingga akhirnya bermain dengan para berondong.

Menghabiskan uang begitu banyak untuk laki-laki yang tak memiliki keinginan bekerja keras untuk meraih kesuksesan.

Haish, Rose rasanya tak tahan lagi.

**--------**

1
Dhod Hendry
krya yg bagus.. m
prasty sakura
Bagus cerinya suka suka
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
phAntom
preeet
amilia indriyanti
di negara api 🔥 masih adakah hukum,...
apalagi untuk kaum papa
amilia indriyanti
mosok.....
phAntom
jangan bilang Riki in mainan istri pertama ayah Leo,, trus dia d suruh nyari karlita serta anakx oleh si istri pertama ini..
amilia indriyanti
pelakor jaluk enak rak Ono ceritane
Eka Kurnia Sari
luar biasa kereen bgt ceritanya
gempi
v
Tri Wulandari
Luar biasa
szwarc
bolee
szwarc
sepertinya menarik...
Veri Andrian
Luar biasa
Inonk_ordinary
orang² yg aneh
dewi_nie
Luar biasa
Usmi Usmi
Leo ini emosi aja terus lebih cerdas Sindi dan analisa nya bagus
Usmi Usmi
kenapa si lea cuma emosi aja Thor tidak membangun kekuatan sdh tau musuh sangat kuat mask nunggu mati semua orng di samping nya hadeh
Usmi Usmi
tidak bisa tinggal diam harus buat markas juga jangan cuma emosi d pelihara si Leo
Usmi Usmi
blm bisa di katakan kuat kl masih cengeng dan kalah taktik sama musuhnya
Eckho Mbahkokz
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!