Alesia terkejut saat tiba tiba Leon suaminya tidak lagi mengenalinya. Leon juga bersikap dingin dan tidak lagi mengenakan cincin pernikahan mereka.
Beberapa pertanyaan memenuhi otak alesia.
“Kenapa? Bagaimana mungkin? Dan apa yang terjadi?”
Apakah ujian itu mampu membuat cinta alesia dan leon semakin kuat atau bahkan pada akhirnya hancur berlahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curiga
Leon baru saja bertemu dengan client nya di salah satu restourant di pinggir jalan yang cukup ramai pengunjung siang itu. Saat leon hendak membuka pintu mobilnya, kedua matanya tidak sengaja terarah pada segerombol preman yang tampak sedang gembira dan tertawa penuh kemenangan. Leon menyipitkan kedua matanya merasa tidak asing dengan wajah ke 6 pria bewajah sangar tersebut.
Mereka..
Kedua mata leon sedikit melebar setelah berhasil mengingat wajah wajah sangar mereka. Tidak salah lagi, leon masih sangat mengingatnya. Mereka adalah ke 6 preman yang menghadangnya juga mengeroyok bahkan membuatnya harus kehilangan sebagian dari ingatanya. Dan parahnya lagi yang leon lupakan adalah 2 wanita terpenting dalam hidupnya. Yaitu alesia dan santi.
Ketika leon hendak melangkah, ke 6 preman itu berlalu dengan tawanya. Dada leon kembang kempis melihatnya. Kedua tanganya mengepal erat menahan emosinya yang mulai meluap luap. Leon tidak bisa menerima apa yang ke 6 pria itu lakukan padanya. Meskipun memang sekarang leon sudah kembali mengingat tante juga istrinya namun leon harus tetap membalas apa yang mereka lakukan.
Leon masuk ke dalam mobilnya. Di rogohnya saku dalam jasnya mengambil hp nya. Leon menghubungi orang kepercayaanya untuk mencari tau tentang apa dan siapa yang bermaksud mencelakainya saat itu.
Siapapun kamu.. Saya tidak akan mengampuni kamu.. Saya akan membalas apa yang sudah kamu lakukan.. Saya juga akan membalas setiap tetesan air mata istri juga tante saya.
Leon menghidupkan mesin mobilnya. Dengan kecepatan sedang leon berlalu dari parkiran depan restourant tersebut. Selama ini leon tidak pernah sekalipun berpikir untuk mencari tau siapa dalang di balik pengeroyokanya. Polisi memang menduga kejadian itu adalah sebuah perampokan. Tapi jika di pikir kembali semuanya sangat tidak mungkin. Buktinya leon tidak kehilangan barang berharga apapun. Hp, laptop, juga mobilnya tetap berada di tempatnya. Ke 6 preman itu sepertinya memang hanya berniat mencelakainya. Bukan merampoknya.
Pukul 5 sore leon sudah pulang. Pria itu langsung mencari keberadaan istrinya yang hari ini sama sekali tidak mengiriminya pesan atau menelponya. Sangat tidak biasa menurutnya.
Senyum leon mengembang ketika mendapati istrinya yang sedang memainkan bunga pemberianya semalam. Bunga itu masih tampak segar seperti saat leon memberikanya.
“Aku pulang..”
Alesia menolehkan kepalanya cepat. Senyum di bibirnya mengembang melihat suaminya sudah berdiri di ambang pintu ruang keluarganya. Alesia bangkit dari duduknya dengan tetap memegang sebuket mawar merah pemberian leon. Dengan langkah cepat alesia menghampiri leon. Alesia menyalimi leon kemudian langsung berhambur memeluk tubuh tegap suaminya itu.
Leon tersenyum di balik punggung alesia. Dengan lembut di balasnya pelukan erat alesia.
“Aku kangen sama kamu..” Ungkap alesia.
Senyum leon semakin lebar. Leon memejamkan kedua matanya.
Aku juga sayang..
Tidak mendapat balasan ungkapan rindu dari suaminya alesiapun segera melepaskan pelukanya. Alesia menatap leon dengan bibir mengerucut sebal.
“Kamu nggak kangen sama aku kak?”
Leon hanya tertawa pelan. Di usapnya lembut rambut panjang alesia.
“Sudah makan?” Tanya leon enggan menjawab pertanyaan istri tercintanya.
Kesal alesiapun memukul dada leon menggunakan sebuket bunga yang di pegangnya sampai ada beberapa kelopak bunga yang terjatuh. Leon menjelma menjadi pria yang kaku juga menyebalkan menurut alesia.
“Kamu nyebelin banget sih kak.”
Leon hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Leon tidak tau harus bagaimana bersikap pada istrinya. Leon tidak mau alesia tau dulu jika ingatanya sudah sepenuhnya kembali. Alesia pasti akan kembali tidak akur dengan tantenya. Bahkan mungkin juga alesia akan kembali melakoni profesinya sebagai seorang model.
“Maaf..” Lirih leon.
Alesia menghela nafas. Sedetik kemudian senyumnya mengembang.
“Iyah. Nggak papa.” Balasnya.
“Kalau begitu aku bersih bersih dulu..” Kata leon.
Alesia menunjuk pipinya dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya pada leon.
“Apa?” Tanya leon pura pura bingung.
“Cium aku kak..” pinta alesia merengek.
Leon terdiam. Jika tidak sedang bersandiwara mungkin leon akan melakukanya tanpa alesia meminta. Karna itu adalah hal wajib yang selalu leon lakukan dulu sebelum berangkat dan setelah pulang dari kerjanya.
“Cium?” Tanya leon lagi.
Alesia berdecak.
“Aku ini istri kamu loh kak.. Romantis dong jadi suami.” Kesal alesia.
Cup
Leon langsung mendaratkan ciumanya namun bukan di pipi alesia. Melainkan di bibir merah wanita cantik itu.
“Dasar bawel.” Katanya kemudian berlalu.
Alesia terdiam. Berlahan seulas senyum terukir di bibirnya. Alesia menyentuh bibir tak berlipstiknya. Untuk yang ke 2 kalinya leon mencium bibirnya. Jika leon tidak lupa denganya mungkin alesia tidak heran. Tapi sekarang leon sedang tidak sama sekali mengingatnya namun tetap mau menciumnya. Itu artinya hati leon benar benar terpaut denganya. Hati pria itu terus menuntunya menunjukan bahwa leon memang sangat mencintainya.
“Alesia.”
Alesia menoleh dan mendapati santi yang sudah berdiri tidak jauh dari tempatnya.
“Ada hubungan apa kamu dengan photografer itu?”
Alesia mengeryit bingung mendengar pertanyaan santi.
“Apa maksud tante?” Tanya alesia tidak mengerti.
“Jangan pura pura bodoh. Saya yakin kamu tau kemana arah pembicaraan saya.”
“Tante tapi aku..”
“Alesia, saya paling tidak suka dengan seorang penghianat.” Sela santi tajam.
Alesia menggelengkan kepalanya. Jika yang di maksud santi adalah rico itu artinya santi sudah salah faham dengan kedatangan pria itu.
“Rico kesini hanya untuk menanyakan tentang aku yang berhenti dari pekerjaan. Bukan karna hal lain.”
Santi tertawa mendengarnya. Dulu dirinya tersisihkan dari hati suaminya karna seorang model cantik yang menjadi brand produk di perusahaan suaminya. Dan santi tidak ingin leon juga merasakan sakit hati yang sama seperti yang di rasakanya. Di hianati dan di tinggalkan begitu saja oleh orang yang di cintainya.
“Aku dan rico hanya berteman tante.” Lanjut alesia.
“Teman? Adakah teman yang seperduli itu? Teman bisa menanyakan apapun lewat hp alesia. Tidak mesti harus datang kesini. Apa lagi kamu wanita sudah bersuami.”
Alesia menelan ludahnya. Mungkin jika dirinya mengangkat atau membalas pesan dari rico, rico tidak akan datang menemuinya.
“Tante aku..”
“Jaga perilaku kamu alesia. Kalau memang kamu wanita baik baik.”
Dan seperti biasanya, santi selalu pergi setelah mengatakan sesuatu padanya. Santi seolah tidak mau mendengar apapun dari mulut alesia.
Alesia menghela nafas. Jika santi sampai mengatakanya pada leon, pria itu pasti akan salah faham. Leon pasti akan berpikir alesia mempunyai hubungan dengan rico. Apa lagi leon memang tidak menyukai rico dulu.
Tenang alesia.. kak leon pasti tidak mengingat rico juga.. Semuanya akan baik baik saja. Tidak ada apa apa antara kamu dan rico. Tenang dan tetap bersikap seperti biasanya.
Alesia menunduk menatap perutnya. Saat ini hanya janin dalam kandunganya yang mampu membuatnya yakin. Alesia yakin cintanya dan leon kuat. Alesia mengusap lembut perut ratanya.
“Bantu mamah ya sayang..”
sukses
semangat
mksh