NovelToon NovelToon
Keberuntungan Dicintai

Keberuntungan Dicintai

Status: tamat
Genre:Romantis / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: YWulandari

Mocca Yola, suatu malam yang tragis telah merenggut kesuciannya. Pulang ke rumah dalam keadaan hancur malah dikejutkan dengan sebuah peti mati dengan foto sang ayah tercinta di dekatnya.

Tidak hanya itu, ternyata semua sudah direncanakan oleh dua orang wanita bermuka dua yang berpura menangis tersedu di samping peti jenazah. Semua mereka lakukan tak lain demi mendapatkan harta keluarga Yola.

Setelah itu mereka mengusir Mocca dari rumah, mengirimnya ke tempat yang sangat jauh. 7 tahun kemudian dia kembali dengan si kembar Genius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YWulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nona yang sebenarnya

Beberapa hari kemudian,

Ruri mendapatkan kabar bahwa Yola's group sudah mendapatkan seorang investor yang akan menanamkan modal di perusahaan Yola. Pagi pagi sekali dia sudah tiba di kantor dan menyuruh semua bawahannya untuk bersiap menyambut investor besar itu.

Di suatu ruang, Ruri menyiapkan semuanya untuk menyambut investor tersebut "Direktur Ruri, orang yang akan berinvetasi sudah datang." seseorang memberitahunya.

"Baiklah, kalian bersiaplah. Hanya dia yang bisa menolong Yola, jangan sampai membuat kesalahan." Ruri beranjak dari tempat duduk dan pergi hendak menyambutnya.

Sebelum keluar ruangan Ruri merapikan diri terlebih dahulu, jika seorang pria mungkin dengan pesonanya ia bisa luluh, jika seorang perempuan kesopanan dan sikap bersahabat di lakukan.

Klek!

Ruri membuka pintu "Selamat da----tang.. Hah?" ia terkejut bukan main ketika melihat sosok di depannya yang tampak tidak asing.

"Hallo, apa kabar, kakakku sayang." dia Mocca, seorang investor yang akan menanamkan modal di Yola.

.....Kilas balik.....

Pagi pagi sekali Leon bangun lebih awal, tidak seperti biasanya. "Istriku.. Bangun, ini sudah siang." ia mengguncang halus bahu Mocca untuk membangunkannya.

"Aku masih mengantuk." balas Mocca sembari menepis tangan Leon.

Leon menghela nafas "Ya sudah kalau tidak mau bangun, padahal hari ini aku akan mengantarmu ke Yola." ujarnya sembari melirik Mocca.

Sedetik kemudian Mocca bangun langsung terduduk "Kau mengatakan apa tadi?"

"Tidak ada, lupakan saja." Leon turun dari ranjang.

Tidak mungkin salah dengar, Mocca jelas jelas mendengar Leon mengatakan hal tentang Yola. Dia kemudian memegang tangan Leon menahannya agar tidak pergi.

"Tadi aku tidak dengar jelas, bisa ulangi ucapanmu lagi?" memohon seperti seekor anjing lucu yang mengibaskan ekornya kesana kemari.

Leon dibuat luluh, bagaimana bisa menolak permintaannya itu. Setelah itu dia kembali duduk "Dengarkan aku baik baik." Leon menatap Mocca.

Mocca langsung mengangguk patuh.

"Hari ini aku akan mengantarmu ke Yola, aku akan berinvetasi atas namamu dan membeli penuh saham Yola. Dengan begitu kau akan menjadi pemegang saham terbesar, barulah kau bisa meng'akuisisi Yola dan memindahkannya ke tanganmu. Paham?"

Ia lembut sekali, berbicara seperti itu sembari tangannya menari - nari membelai rambut Mocca. Bagaimana Mocca tidak luluh kemudian.

Setelah itu mereka bersiap, sayangnya beberapa saat sebelum pergi, Leon menerima panggilan yang mengharuskannya pergi mengurus sesuatu.

"Mocca, aku ada urusan mendadak, tidak bisa menemanimu pergi. Tapi jangan khawatir, aku akan menyiapkan seseorang untuk menemanimu, oke."

Mocca mengangguk "Mmm. Baiklah."

Orang yang Leon maksud telah menunggu Mocca di Yola, dia adalah Harly. Saat melihat Mocca Harly dibuat pangling oleh kecantikannya, dia menyesal pernah berprasangka buruk dan mengatakan bahwa Mocca tidak lebih baik dari wanita cantik di dekat Leon.

.....Kilas balik selesai.....

Sosok yang 7 tahun lalu pergi kini telah kembali, berdiri saling berhadapan dengan Ruri dan membuatnya takut sampai gemetaran. Nafasnya terengah dirasa sangat sesak, bersamaan dengan keringat yang terus menetes.

"Ada apa kakak? 7 tahun tidak bertemu apa sudah melupakanku?"

Dia membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu dengan bibir yang gemetaran, tapi tak sekata pun terucap.

Grep!

Tepukan mendarat di pundak Ruri "Ahahaha.. Kenapa begitu tegang seperti sedang melihat hantu saja. Aku datang untuk membantu Yola, lho. Apa kakak akan berdiri saja dan tidak menyambutku?"

"Apa kalian mendengarnya? Dia memanggil Direktur kita 'Kakak', apakah mereka bersaudara?"

"Investor-nya ternyata saudari Direktur."

"Ah! Apakah dia putri bungsu Tuan besar yang menghilang 7 tahun itu?"

"Tidak mungkin! Dia.. Dia benar kembali. Tidak bisa! Dia pasti berniat merebut Yola dariku. Aku tidak akan membiarkannya." Ruri menggertakkan giginya sembari menatap penuh amarah pada Mocca.

"Direktur! Direktur Ruri!" seseorang menyadarkannya "Kenapa anda diam saja? Di depan ada investor yang siap membeli saham Yola, cepat sambut." ia berbisik pada Ruri.

"Aku.. Tidak bisa." ucap Ruri mengejutkan semua orang, para petinggi yang hadir merasa geram dengan sikap Ruri yang semena - mena padahal Yola sedang dalam keadaan terdesak.

Tak lama seorang pria menyerobot "N-Nona, silahkan masuk." ia mempersilahkan Mocca untuk masuk ke ruangan tersebut dan membahas tentang penanaman modal.

"Mari Nona."

Mocca pun masuk, saat ini selain Mocca tidak ada yang mau menjadi investor bagi perusahaan yang hampir bangkrut itu. Para petinggi tentu tidak akan menyia - nyiakan kesempatan baik itu.

Para pekerja yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun pasti akan mengenal siapa Mocca, sedangkan para pekerja baru akan merasa terheran dengan suasana yang membingungkan itu.

Setelah Mocca dan Harly masuk ke dalam ruangan dengan beberapa orang yang bersangkutan, pintu pun di kunci rapat agar Ruri tidak masuk dan mengacaukan.

"Tidak! Tidak boleh, Mocca tidak boleh mendapatkan Yola kembali."

Ruri membalikkan tubuhnya "BUKA! KAU TIDAK BOLEH MENANDATANGANI SURAT ITU! BUKA PINTUNYA, AKU, DIREKTUR YOLA, BERANI - BERANINYA KALIAN MELAKUKAN INI PADAKU!" ia berteriak seperti orang gila sembari menggedor - gedor pintu.

"Nona Ruri! Jangan karna keegoisanmu Yola jadi hancur! Aku dan ayahmu membangun Yola dengan susah payah, jika kau bersikap demikian maka kami tidak akan sungkan lagi!"

Sedikitnya masih ada orang - orang kepercayaan Ayah Mocca.

"Tuan Dirka jangan ikut campur. Vivi! Panggil para penjaga dan dobrak pintu ini!" perintahnya.

Vivi diam tidak menurutinya, walaupun Ruri atasannya tapi Yola yang terpenting. Yola penting bagi para pegawai yang bernaung dibawahnya "Maaf, Nona Ruri." ia menundukkan kepalanya.

Karna Ruri terus berbuat onar, para penjaga pun membawa paksa dan mengurungnya di ruangannya sampai kontrak di tandatangani.

...--...

"Nona muda, Mocca Yola, selamat datang kembali." ucap pria paruh baya yang penuh martabat itu, kira kira dia seusia ayah.

Mocca menatapnya, sepertinya pernah bertemu dulu "Paman..?" dia malah bingung sendiri saat gagal mencoba menebak.

"Ahaha, benar - benar putri Richard. Perkenalkan, aku Mark, aku sudah bekerja lebih dari 30 tahun di Yola. Ayah anda sangat baik padaku tapi kini beliau--"

"Paman Mark, sejauh ini terima kasih sudah mengabdikan diri pada Yola. Aku berjanji akan membuat Yola kembali berdiri."

"Aku percaya padamu, kalau begitu, mari kita bahas tentang pembelian sahamnya."

"Wanita ini, benar - benar wanita yang aku temui di tempat pelelangan itu? Ternyata Nona muda keluarga Yola yang menghilang 7 tahun lalu. Ada apa ini? Hatiku bergetar? Aku tidak mungkin menyukainya 'kan? Tidak mungkin menyukai istri temanku 'kan?" Harly melamun menatap Mocca tanpa henti.

...**...

Perusahaan MB, setelah rapat selesai Vello langsung pergi ke ruang istirahat. Menjadi anak angkat yang tidak memiliki wewenang kuat membuatnya sangat pusing, apa lagi menghadapi orang - orang yang iri dan tidak menerimanya di MB.

Vello menghela nafas kasar.

Dia duduk di sebuah kursi kemudian menyalakan sebatang rokok. Tak lama pintu di ketuk, masuklah seseorang.

"T-Tuan Vello."

"Ada apa?" tanyanya setelah menghembuskan asap rokok.

"Tuan, kami mendapatkan kabar bahwa perusahaan Yola berhasil mendapatkan seorang investor. Investor itu bernama.. Mocca Yola, Nona Muda keluarga Yola yang telah menghilang 7 tahun."

Vello langsung beranjak.

"Siapkan mobil untukku."

...** * **...

1
Princess Ren
pantesan bingung,, kok anak kandungnya mau dinikahkan SM ponakannya... ternyata ohh ternyata...
Princess Ren
akal bulus yang mantap 🤣🤣🤣🤣
Ulau Gabirel
Luar biasa
Dewi Anggita
sumpah Leon bikin ngakak tingkah nya
Dewi Anggita
ampun dah Leon gak percaya apa istrinya bisa masak🤭🤭🤭
Violet
Org biasa aja sring di incer jd target entah diculik, dilecehkan bahkan dibunuh apalg org kaya n terkenal macem kluarga Leon pastinya byk musuh tak terlihat makanya ada perlindungan biar ga knapa2, lalu knapa Mocca ga pinter2 sihh hrusnya bljar dr kjdian kakaknya yg hampir celaka n mawas diri stdknya tdk bikin khawatir Leon n si kembar
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
ini gmna kelanjutan kisah henry- Ruri.. pnsran bngt tor. .
Nadja 🎀
benar- benar deh author bikin prank 🤣
Aku Ya Aku. 😂😂
ya ampun sekali sembur langsung jadi.. level 1 lho padahal. belum naik level udah jadi aja..
Nur Ain
hahaha mkn nasi lah bang
Nur Ain
kekasih Mocca kah
Cheng xiao
semuanya bodoh🤣
zhafira
cerita yang menarik untuk dibaca
Lili Adelia
rumit ceritanya
Lili Adelia
heran yah erlan ngajak tp gk bsa ngejagain
Lili Adelia
males peran utama Mocca
Lili Adelia
makax Mocca tuh trlalu sok,klw di bilanhin sok baik padahal goblok,kecelakaan bru tau dia
Lili Adelia
Emank Vello tuh goblok
Lili Adelia
ceritanya berbelit2
Lili Adelia
Mocca tuh keras kepala
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!