Lanjutan dari ZARA, Aku Mencintaimu. Kisah anak dari Juna dan Zara.
Menceritakan masa remaja Queen Nara yang biasa di panggil Nara. Dengan gayanya yang tomboy jago karate juga karena sahabat-sahabatnya semua laki-laki.
Di pertemukan dengan Raja Prasaja Putra kakak kelasnya di bangku SMA yang juga jago karate tapi begitu dingin cuek dan keras kepala seperti es batu. Tapi ternyata Raja adalah teman masa kecil Nara yang dulu pergi tanpa pamit pada Nara.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Bisakah si es batu mencair?
Apakah Nara akan tahu kalau Raja adalah Suga teman masa kecilnya?
Happy reading 🥰🥰
Hanya kisah fiktif jauh dari kenyataan ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intan_fa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Queen dan Suga saling merindukan?
Setiap hari Nara giat berlatih karate untuk kejuaraan dan Raja selalu mendampingi Nara. Sampai saatnya tiba hari ini adalah hari dimana kejuaraan karate.
Nara semangat dan siap untuk bertanding. Semua orang sudah hadir untuk menyaksikannya, ada papa mama Nara dan teman-temannya untuk menyemangati Nara.
"Nara ...."
"Nara ...."
"Nara ...."
Teman-temannya menyorakin Nara. Nara masuk dalam kelas junior kumite perorangan putri karena usia Nara masih 17 tahun kurang.
"Naraaa semangattt ..." teriak Er dari kursi penonton.
Nara sudah melewati beberapa babak dan akhirnya sampai di babak final. Nara mendapat lawan yang sepadan dengannya sama-sama sabuk biru dan akhirnya Nara keluar sebagai pemenangnya. Nara mendapatkan medali emas yang tentu saja membuat semua orang bangga pada Nara.
"Kerja yang bagus!" puji Raja.
"Iya aku emang hebat!" ucap Nara.
"Sombong! aku kan yang selama ini ajarin kamu," ucap Raja.
"Iya terima kasih kak," Nara membungkukan badannya.
"Lihat kemampuanku! sekarang giliranku." Raja maju untuk bertanding juga.
"Hahhh jadi kak Raja juga ikutan?" Nara kaget dan melihat dari pinggir.
Nara memperhatikan Raja dan membuatnya melongo. "Kak Raja emang selalu keren kalau di lapangan begitu," puji Nara.
Raja sudah selesai dan menghampiri Nara yang bengong. "Aku keren, kan?"
"Top!" Nara mengacungkan 2 jempolnya. "Aku menemui keluarga dan teman-temanku dulu ya."
"Sana pergilah! aku masih belum selesai," ucap Raja.
"Bye ... semangat kak aku nonton dari sana nanti." Nara melambaikan tangannya dan berlalu pergi.
"Nara kamu keren sekali sih!" Zara memeluk Nara.
Semua orang mengucapkan selamat pada Nara.
"Ayo pulang!" ajak Juna.
"Nanti pah! aku masih ingin nonton kak Raja," ucap Nara.
"Cieee ..." goda Zara.
"Mama iih!" ketus Nara.
Ngapain Nara ingin melihat Raja dulu? dan mereka selama latihan juga sangat dekat.
Hati Ar.
"Biar Nara pulang bersamaku saja tante. Nanti kita pulang bareng-bareng," ucap Ar.
"Baiklah kalau begitu kita pulang duluan. Kalian hati-hati ya nanti pulangnya dan nanti kalian mampir ke rumah Tante kita makan-makan ngerayain kemenangan Nara," ajak Zara. Semua orqng setuju dan orangtua Nara pulang terlebih dulu.
"Nara aku ingin berfoto denganmu dong," pinta Er.
"Ayo kita berfoto bersama," ajak Nara.
Ar, Nara, Er, Alki dan Fika mereka berfoto bersama membuat kenangan kalau Nara mendapatkan medali emas.
Raja sudah menyelesaikan semuanya dan Raja keluar sebagai pemenang pertama dan mendapatkan medali emas juga sama seperti Nara.
"Kak Raja hebat." Teriak Nara sambil berdiri.
Yang lainnya merasa heran dengan Nara karena terlihat antusias melihat Raja menjadi pemenang.
"Nara kamu kenapa antusias banget?" tanya Er.
"Ya kan kak Raja perwakilah sekolah kita. Ya harus senenglah kalau menang," gugup Nara.
"Sudahlah! benar kata Nara. Kak Raja perwakilan sekolah kita juga," jelas Ar.
Semuanya sudah selesai dan mereka pun hendak pulang. "Aku pulang duluan kak!" ucap Nara pada Raja.
"Biar aku antar," pinta Raja.
"Tidak usah ada aku yang akan mengantar Nara bersama yang lainnya juga. Ayo Nara!" Ar merangkul Nara dan pergi ke parkiran. Nara berbalik melihat Raja dan melambaikan tangannya. "Bye kak Raja."
Raja hanya memperhatikan Nara berjalan di rangkul Ar. "Nara dekat sekali dengan Ar!"
Raja juga pulang ke rumahnya. Di rumahnya sedang sibuk dan banyak persiapan karena besok hari pernikahan papanya.
Raja tidak bicara apa-apa hanya berlalu meninggalkan kesibukan papa dan mbok Sum dan pergi ke kamarnya. Raja memasukan medali itu ke dalam lemarinya, banyak sekali medali yang sudah Raja dapat, tidak di pajangnya hanya di simpan di dalam lemari. Karena bagi Raja tidak ada yang perlu di banggakan saat papanya sendiri tidak pernah memberi selamat saat Raja mendapatkan medali-medali itu.
Raja terduduk di kursi belajarnya dan menatap fotonya bersama Nara. "Apa selama ini kamu tidak mencariku Queen? sepertinya tidak! kalau memang begitu aku tidak perlu bilang padamu kalau aku Suga. Lagian kamu juga dekat sekali dengan Ar." Raja membelai fotonya.
...----------------...
Di rumah Nara.
Orang rumah sudah menunggu Nara untuk merayakan kemenangan Nara. Teman-teman Nara juga ikut untuk makan bersama.
"Selamattt sayang ... taraaaa ... ini surprise sederhana untukmu. Kita makan bersama sekarang mama udah masak banyak banget," jelas Zara.
"Aaah mama makasih ya." Nara memeluk mamanya.
"Ayo kalian semuanya makan dulu sebelum pulang ke rumah kalian." Zara membagi-bagikan piringnya.
Er Terus mengabadikan moment mereka, mengambil foto dan video untuk di up di sosmednya dan untuk kenang-kenangan juga.
Setelah selesai makan dan ngobrol-ngobrol juga, mereka pamit untuk pulang. Nara mengantarkan mereka sampai ke parkiran mobil.
"Kalian semua hati-hati ya." Nara melambaikan tangannya.
Er, Alki dan Fika sudah masuk ke dalam mobil Ar. "Sekali lagi selamat ya. Emmmh besok ada waktu ga? kita jalan-jalan yu?" ajak Ar pada Nara.
"Ayo aku mau," jawab Nara.
"Baiklah aku jemput besok." Ar mengelus kepala Nara.
"Cepetan napa Ar?" ketus Er.
"Aku pulang!" Ar masuk ke dalam mobilnya dan melambaikan tangan pada Nara.
Mereka berlalu pulang dan Nara kembali ke rumah dan membersihkan dirinya di kamar.
Setelah selesai membersihkan diri, Nara mengambil medali dari tasnya dan dengan bangga memajangnya di dalam lemari kaca bersama medali-medali lainnya yang pernah Nara dapatkan.
Nara mengambil sapu tangan di dekat sebuah piala. "Suga kamu dimana ya? apa kamu akan bangga kalau kamu melihat medali-medaliku ini? Emmmh hanya sapu tangan ini yang tersisa tentangmu. Kamu mengikat lukaku dengan sapu tanganmu ini agar darahnya berhenti mengalir waktu itu." Nara memperhatikan sapu tangannya dan membaringkan badannya di atas tempat tidur.
"Disini ada inisial R? siapa ya namamu? memang ide bodoh aku memberikanmu nama panggilan sesukaku, aku pikir kamu tidak akan pergi meninggalkanku dan akan dengan mudah bertemu denganmu. Kenyataannya aku kehilanganmu sampai sekarang ini," gumam Nara.
"Hmmm aku penasaran juga bagaimana sekarang Suga? dulu badannya bohai pipinya caby karatenya juga standar banget. Hahaa ... aku jadi ingat saat aku terjatuh dan itu konyol sekali." Nara menutupi wajahnya dengan bantal.
"Hoaammm aku cape sekali dan aku akan menghabiskan waktuku untuk tidur." Nara kembali menaruh sapu tangannya dan kembali ke tempat tidurnya untuk istirahat.
*
Keesokan harinya.
Nara bangun terlambat karena merasa capek sekali. Nara berniat untuk melanjutkan tidurnya dan berleha-leha di kamar karena memang hari libur sekolah.
"Naraaa ..." panggil Ar dari luar kamar Nara.
Nara sedang bermalas-malasan di atas kasurnya. "Hahhh Ar! kenapa aku melupakan janjiku dengan Ar." Nara kaget dan langsung menghampiri Ar.
"Eh Ar ... heheee ...."
"Kamu masih pakai baju tidur? kita akan pergi hari ini, kan?" tanya Ar.
"Heheee ... maaf aku melupakannya karena terlalu nyenyak tidur. Tunggulah di bawah aku akan siap dalam 10 menit." Nara menutup pintu kamarnya kembali.
"Ya ampun Nara ..." Ar hanya menggelengkan kepalanya dan kembali ke ruang tamu menunggu Nara disana.
⬇️⬇️
hadir ni thoor
semangat berkarya yaaa😚😚