NovelToon NovelToon
MENUNGGUMU JATUH CINTA

MENUNGGUMU JATUH CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:460.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: EmeLBy

Aku ingin menjadi satu-satunya tempat pulang yang paling kau rindukan.
Untuk kita saling merawat dan membenahi kepingan hati yang hancur karena cinta masa lalu mu.

Aku adalah satu-satunya jiwa yang bahkan tidak memperdulikan tekanan batinku sendiri demi cinta yang telah ditakdirkan untukku.

Aku akan menaklukan hatimu, melepas lelah mu, mengukir tawamu, membuang duka mu.
Hingga kita bahagia.

Kisah ini mengisahkan pengorbanan seorang istri dalam meyakinkan hati suaminya. Berperang dengan masa lalunya. Dan menerima perjodohan yang telah di atur matang oleh kedua keluarga berketurunan Ningrat.

Sanggupkah seorang Roro Dwini Hadiningrat memperjuangkan cintanya...?
Mari, ikuti kisah ku.

Terima Kasih🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 : INILAH PERNIKAHANKU

Dwini tak habis pikir dengan dirinya sendiri. Sampai kapan akan terus bertahan pada pernikahan impian tetapi tak sesuai harapannya.

Kini, ia bahkan tau jika suaminya memang pernah memiliki wanita yang ia cintai. Walaupun sangat jelas menurut informasi yang ia dapatkan, bahwa sesungguhnya cintanya bertepuk sebelah tangan.

Wanita itu, tidaklah pernah menganggap serius seperti dirinya. Lalu mengapa Bimo begitu membingkai dengan begitu indah nama Anin di dalam hatinya.

Aku bahkan telah banyak mengorbankankan perasaaanku, tenagaku untuk menghadapi rumah tangga ini. Sikap dingin yang Bimo suguhkan membuat sekat dinding kamar di antara mereka serasa bagai jurang dan puncak gunung yang sangat berjauhan. Curam.

Ada perasaan untuk menyerah saja, meminta kembali untuk pulang. Menerima nasib menjadi seorang janda. Janda yang masih perawan. Mungkin mas Irwan bisa di tagih janjinya, untuk menunggu jandaku. Toh, selama aku dengannya beberapa tahun lalu adalah sebuah kenangan yang manis. Mas Irwan yang selalu menjaga ku, melindungi, bahkan selalu memperlakukanku dengan penuh kasih sayang. Mungkin tidak membutuhkan waktu yang lama bagiku untuk menerimanya, jika memang harus ku tinggalkan mas Bimo. Batin Dwini dalam hati, Dengan terus menulis pada buku hariannya.

"Bangun dalam selimut yang sama, bersama suami yang sangat ku cintai adalah hal sederhana yang paling aku inginkan.

Melayani lahir dan batinnya hingga puas merupakan ibadah yang sangat aku rindukan untuk membangun surga kecil dalam rumah tanggaku.

Melahirkan, mendidik dan membesarkan buah hati kami bersama dan menjadi orang tua ialah hal terakhir yang ingin kurasakan di dunia ini.

Bahkan aku rela tidak bekerja, walau gelar M.PSi telah melekat pada belakang namaku.

Namun, jika semua hal yang menjadi tujuanku ternyata bersebrangan dengan keinginan suamiku, aku bisa apa...???

Berharap Tuhan, akan memberi petunjuk dan hidayah pada rumah tangga yang telah mirip rumah duka ini saja, di mana dalam kesehariannya berisi dengan genangan air mata, atas segala perlakuan suami impianku, tetapi tak di inginkan suamiku.

Luas sabarku akan bertepi, perlahan cinta ini akan menepi, bergerak searah sesuai dengan sikapmu. Percuma ku bertahan, kala cinta ternyata memang tidak bisa di paksakan. Kesempatan selalu ada untukmu suamiku, selama talak tak pernah kau ucapkan. Dan kau tak pernah bermain tangan dengan kasar terhadapku. Kau akan selalu menjadi suami yang sangat aku cintai selamanya.

Satu-satunya lelaki yang ingin ku puja, ku manja dan ku banggakan pada anak-anak kita kelak.

Untuk pengabdian seumur hidupku, hanya pada mas Bimo seorang. Tetapi kenyataan berkata lain dan harus kuterima, bahwa inilah pernikahanku."

Dwini menutup buku harianya, lagi. Dengan bersimbah air mata.

Entah istri mana yang tetap bertahan jika di perlakukan dengan dingin oleh suaminya, menjadi istri yang tidak di hargai. Dwini sendiri tidak tau akan perasaannya sendiri yang begitu kokoh mempertahankan cinta yang nyata bertepuk sebelah tangan.

Bagai hilang semua ilmu psikologi yang telah ia pelajari hingga tuntas, bahwa ternyata menghadapi suami sendiri pun ia tak mampu.

Pikiran yang melanglang buana malam itu membuat Dwini lalai akan tugasnya sebagai ibu rumah tangga.

Dorr...dorr...dorr!!!

Pintu kamar Dwini di gedor dengan sangat keras dari luar. Membuat Dwini terjaga dan segera bangkit dari tidurnya. Dengan langkah yang sedikit terhuyung, ia membuka pintu yang sesungguhnya tidak pernah ia kunci dari dalam itu.

"Kamu sakit...? sudah jam berapa ini? apa begini rasanya memiliki istri, bahkan ingin sarapan pagi saja aku harus berlari ke warung depan kantor? apa bedanya dengan saat aku masih sendiri ?" hujaman pertanyaaan itu begitu menohok dalam hati Dwini. Sungguh selama berumah tangga yang telah hampir 3 bulan ini, baru kali ini ia bangun kesiangan dan lalai melakukan kewajibanya sebagai pelayan rumah tangga.

"Maaf mas, aku tidak enak badan. Saya dadarkan telur saja ya mas, sebentar." tawar Dwini melangkah menuju dapur, sementara suaminya memang telah berpakaian rapi, siap berangkat bekerja.

"Tidak usah, cuci mukamu. Dan ganti pakaianmu. Kita sarapan di luar saja." Perintah itu terdengar posesif.

"Mas sendiri saja, makan di luar. Nanti aku makan di rumah saja." Tolak Dwini memberanikan diri.

"Kamu mau mempermalukan suamimu. Apa kata orang yang melihatku makan sendiri di warung, sedangkan seluruh Kecamatan ini tau jika aku telah punya istri, hah...?" Ucapnya dengan nada tinggi.

Tanpa jawaban, Dwini seolah melompat meringkaskan waktu. Demi mengikuti perintah suaminya yang terdengar begitu gusar pagi itu.

Wajah marah dan kesal Bimo tadi berangsur hilang, saat mereka sudah berada di sebuah warung makan. Bimo yang memang cukup lumayan terkenal di Desa itu, tentu saja sangat banyak di tegur sapa oleh orang-orang di sekitar mereka.

"Wah... tumben pak Komandan sarapan di luar." sapa seseorag dengan pakaian dinas, mungkin salah satu aparatur desa tersebut.

"Iya... cari selera pak." Jawabannya ramah.

"Hmm... istrinya isi kali pak. Selamat ya, semoga lancar sampai lahiran." Doa pria itu dengan tulus.

"Amin, doakan saja yang terbaik pak." Ucap Bimo dengan wajah yang sempat terkejut.

"Mas... aku pulang jalan kaki saja. Aku mau kepasar, stok sayur habis di rumah." Pinta Dwini selesai sarapan pagi itu.

"Nanti aku antar ke pasar, aku upacara sebenatar. Tunggulah, selesai upacara aku akan menjemputmu kembali."

Dwini hanya mengangguk menerima pengaturan dari suami posesifnya itu.

Tepat saja seperti yang ia rancangkan, kedua tangan Dwini telah tampak penuh dengan beberapa belanjaan stok makanan mereka.

"Banyak sekali belanjaanmu." Serunya saat mengaitkan kantong belanjaan itu pada pengait motor maticnya.

"Agar tidak selalu ke pasar sampai minggu depan mas." Jawab Dwini mencoba membela dirinya.

"Minggu depan kita ke Surabaya ya. Persiapkanlah semua keperluan kita. Mungkin tiga hari kita di sana." Ucap Bimo sebelum meninggalkan Dwini sebelum kembali ketempat kerjanya.

"Oh... syukurlah. Akhirnya aku bisa menikmati susana kota besar kembali. Walau cuma tiga hari. Desa ini memang sangat nyaman, suasananya, udaranya, hanya teman hidupku yang membuat aku merasa boosan berlama-lama di sini." Batin Dwini sambil melakukan pekerjaan rutinya sebagi pelayan rumah tangga. Ya, begitulah Dwini mengumpamakan dirinya.

Dwini tampak bersemangat untuk menyiapkan keperluan yang mungkin saja berguna saat mereka di Surabaya nantinya. Setengah koper telah terisi dengan baju-baju Dwini. Sedangkan untuk pakain Bimo, ia belum menyiapkannya. Karena belum minta ijin dengan yang punya kamar untuk memasuki area pribadi suaminya tersebut.

Selesai makan malam, Dwini pun meminta ijin pada Bimo untuk masuk kamarnya untuk memilih pakaian yang akan ia masukan kedalam koper mereka.

Dan Bimo mengijinkaannya. Bimo tampak terlihat sibuk memilih sendiri pakaiannya, dan melempar dengan sembarang pakaian yang akan di masukan ke dalam koper mereka.

Dwini tampak dengan sabar melipat dan mulai memasukan satu persatu pakaian itu. Sembari duduk di tepi tempat tidur suaminya. Untuk pertama kali setelah mereka tinggal di desa itu.

Ponsel Bimo berdering, meronta meminta segera di geser tombol biru berlambang video. Bimo tampak terburu-buru meraih benda pipih persegi miliknya tersebut.

Bersambung....

Hai Reader... Bonus weekend ku up 2 kali ya hari ini.

Author juga bersyukur akhirya bisa kembali kerumah setelah 7 hari ISO di RSUD akibat terpaapar Covid.

Salam sehat selalu untuk kalian pembaca setiaku yaTerima kasih 🙏🙏🙏

1
bunda n3
merajuk lah suamimu Dwi
Virgo Girl
Lupa niat awal ya Panda🤦‍♀️🤣
bunda n3
/Facepalm//Facepalm/
Shifa Burhan
contoh novel munafik adalah
*semua kesalahan suami diperjelas salah dan dibuat dicap kesalahan fatal dan harus dapat balasan dulu

tapi kesalahan istri malah dibenarkan dan dianggap bukan kesalahan

ini lah contoh pemikiran munafik wanita yang dibawa kedalam karya novel
Shifa Burhan
Bima dengan masalah lalu sudah dianggap kesalahan fatal

dsini dengan pria lain ketemuan, berintrkasi sebagai teman yang fakta sudah sangat keterlaluan dianggap hal biasa

emang susah kalau pemikiran wanita egois dibawa kedalam novel
bunda n3
malah Ayahnya Dwini yg peka
bunda n3
kenapa harus banting pintu segala Bu?
Virgo Girl
Hahaha.... Pak Poll klo ketemu kesayangan bs ngegombal gtu yaaa...😃😃
bunda n3
Bimo ga mau rugi
Virgo Girl
Huahahaha.... lucu banget deh... bikin reader senyam senyum, cekikika sndri kyk aku. Keren karyamu ini Kak 👍👍
Virgo Girl
Uwuuuu banget sih ahli tambang kita🤣🤣
Virgo Girl
Baru ketemu novel ini. Author lucu juga, bs tuh jajal. kontes SUCI...😃😃
bunda n3
Dwini hamidun
bunda n3
Bimo romantis juga
Virgo Girl
Pak irwan dah kayak marketing kartu kredit nihh...kejer target🤣🤣
Virgo Girl
Wadawwww.. . pak Irwan ternyata sang secret admirer Dwini🤣🤣
bunda n3
kan butuh tenaga mas Bimo
bunda n3
Hareudang
bunda n3
ternyata prank
bunda n3
Lagian Bimo juga tidak jujur dari awal, tau pernikahannya sedang tidak baik baik saja, knp tidak mengajak serta istrinya saat bertemu Renata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!